Kucing Ku Ternyata Seorang Vampir

Kucing Ku Ternyata Seorang Vampir
40


__ADS_3

Esok paginya


Rania pergi bersekolah seperti biasanya, meski sejujurnya ia sangat khawatir dengan kondisi Kuro yang terlihat murung dan juga lesu sejak menerima pukulan Mikael kemarin.


Saat Rania menawarkan diri untuk memberikan darahnya, pria itu dengan tegas menolaknya dan mengatakan bahwa dirinya baik-baik saja, kemudian mengusir Rania untuk pergi bersekolah dan memintanya untuk tidak khawatir tentangnya.


Meski enggan, tapi apa boleh buat, setidaknya pria itu sudah berjanji tak akan pergi tanpa sepengetahuan Rania.


Beruntung kali ini ada Hedrian, setidaknya pria itu bisa menjaga Kuro dan bisa membuat Rania sedikit santai dan tenang.


Setibanya di sekolah, Mia langsung menghamburkan diri dan memeluk tubuh Rania dengan erat sambil menangis sesenggukan, Mia mengatakan bahwa dia hampir gila kemarin karena tidak menemukan Rania di mana pun, Bahkan saat menjelang malam pun, ia tak menerima kabar apapun dari temannya itu. Tapi beruntung, ternyata dia masih hidup.


Tanpa Mia sadari, pelukan yang ia berikan terlalu kuat hingga membuat nafas Rania menjadi sempit dan membuatnya kesulitan untuk bernafas.


Rania pun mencoba memberinya isyarat untuk melepaskannya dengan menepuk beberapa kali tangan Mia,, namun tampaknya Mia tidak menyadarinya sama sekali hingga Laura datang dan memisahkan keduanya.


" Ternyata kamu sudah sangat ingin mengirim teman mu pergi ke surga, " kata Laura dengan nada mengejeknya.


Kedua mata Mia melotot tak suka, namun di detik berikutnya ia di buat terkejut saat melihat temannya yang tengah terbatuk-batuk sembari memegangi dadanya.

__ADS_1


Dengan sigap, Mia mengambil air minum botol miliknya dan memberikannya pada Rania, tanpa merasa bersalah sedikit pun ia bertanya, " lo kenapa?! Siapa yang lakuin ini ke lo?! Cepat kasih tahu gue! "


" Sayangnya orang yang bikin dia kaya gitu adalah kamu sendiri. " Laura menimpali, " jika saja aku tidak segera memisahkan kalian, sudah di pastikan teman kamu itu sudah pergi ke surga sekarang, " sambungnya.


Mia yang ingin membalas perkataan tajam Laura, mengurungkan niatnya saat menyadari bahwa perkataan Laura ada benarnya, kepalanya menunduk menyesal, " maaf, " katanya dengan tulus.


Rania hanya tersenyum memaafkan Mia, teman terbaiknya itu, sekaligus meminta maaf karena sudah membuatnya khawatir karena semalam, dirinya langsung tertidur begitu saja setelah kejadian kemarin meski sebenarnya, Rania tidak bisa tidur sama sekali karena ucapan Mikael yang sempat tertunda itu, entah kenapa pria itu seakan ingin memberi tahunya sebuah rahasia. Sayangnya saat akan menanyakannya kembali, Darian malah menyuruhnya untuk segera pulang, dengan alasan bahwa dia tak ingin orang lain melihat Rania di tempat ini apalagi jangan sampai pihak polisi juga tahu


Meski enggan pulang sebelum mendapat jawaban, namun setelah melihat tatapan tajam Darian yang begitu mengintimidasi membuat Rania takut dan dengan terpaksa pulang dengan membopong tubuh Hedrian dan juga Kuro.


" Tapi lo beneran nggak apa-apa kan? " Tanya Mia untuk memastikan.


Tak lama kemudian bel masuk sekolah pun terdengar. Rania dan Mia pun terpaksa menghentikan pembicaraan mereka.


" Pak! " Seru Rania sambil berlarian kecil ke arah Mikael yang baru saja selesai mengajar.


" Ada apa? "


" Bukankah kita ada jadwal konsultasi lagi? Kenapa bapak tampak terburu-buru sekali? "

__ADS_1


" Maaf, saya lupa memberitahu mu kalau semua jadwal konsultasi kta di batalkan semuanya. "


" Loh kenapa? Bukankah. .


" Maaf, saya ada urusan. " Mikael pun pergi begitu saja meninggalkan Rania yang hanya tertegun, tak biasanya pria itu mengabaikannya, biasanya dia yang selalu menghampirinya tapi kini Mikael tampak mengabaikan dan menghindarinya.


Apa karena kemarin?


Sementara itu, Mikael yang baru saja tiba di ruang guru langsung bergegas ke tempat yang sudah di tugaskan.


Sebelumnya Riko mengatakan bahwa setelah pusaran angin itu menghilang ia menemukan dua gelombang aneh yang datang entah kemana lalu menghilang begitu saja dan tak lama setelah itu ada banyak laporan hilang setelahnya


Meski sebenarnya itu adalah tugas kepolisian, tapi menurut Riko, kasus ini bukanlah kasus biasa, maka dari itu ia memberitahu departemen khusus.


" Aku penasaran kenapa kamu tampak begitu kesal melihat wajah ku? Jangan bilang kalau kamu iri dengan wajah tampan ku ini? " Tanya Mikael dengan nada menggoda


Riko memutar bola matanya malas, tanpa menjawab ia menyerahkan rekaman yang ia temukan kemarin, jika bukan ketuanya yang menyuruhnya, Riko tak pernah sudi berhadapan dengan Mikael yang narsis dan menyebalkan ini.


Mikael pun hanya tertawa, ia sangat senang menggoda Riko, apalagi saat dia sedang kesal membuat Mikael bersemangat untuk menggodanya

__ADS_1


__ADS_2