Kucing Ku Ternyata Seorang Vampir

Kucing Ku Ternyata Seorang Vampir
121


__ADS_3

" Kakak kamu mau kemana? " Tanya Robert ketika melihat sang kakak terlihat bersiap-siap untuk pergi.


" Tentu saja menghajar Pria S*****n itu, " jawab Kuro sambil mengganti pakaiannya dengan baju perang, pantas saja perasaannya beberapa hari ini sangat tidak tenang dan juga terus merasa risih, rupanya hal yang paling ia takutkan malah terjadi, padahal dirinya sudah bersusah payah memutus hubungannya dengan Rania agar Cesire tidak membawanya ke dalam permasalah mereka, tetapi pria itu bersikukuh membawanya ke dalam masalah mereka, jika itu keinginannya maka jangan salahkan dirinya jika dirinya tak akan pernah segan untuk membunuhnya.


Namun, Kuro merasa heran mengapa Frank membiarkan putrinya di bawa ke dunia vampir? Apa dia tak tahu betapa bahayanya tempat ini? Dan juga apa yang dilakukan oleh manusia serigala dan dua pria aneh itu, bagaimana bisa mereka gagal melindungi satu gadis saja?


Tidak, ini bukan saatnya untuk memikirkan semua pertanyaan yang ada dalam pikirannya, karena sekarang dirinya harus segera pergi ke istana untuk menyelamatkan Rania sebelum sihirnya kehabisan waktu.


Namun saat akan pergi tiba-tiba Laura datang menghadangnya dan mencegahnya pergi, wanita itu berkata akan sangat berbahaya menyerang Cesire saat ini, meski kekuatan tentara mereka saat ini mungkin bisa mengalahkan tentara pria itu tapi ada kemungkinan bahwa semua ini jebakan dan pada akhirnya mereka akan kehilangan nyawa yang tidak bersalah lainnya.

__ADS_1


" Coba kamu pikirkan kembali, bukankah semua kemenangan ini terlalu mudah kita dapatkan? Aku yakin ini pasti jebakan. " Ungkap kecemasan Laura yang sudah lama dipendamnya.


Tanpa pikir panjang, Kuro menjawab perkataan Laura dan berkata bahwa dirinya tak peduli jika ini jebakan karena sekarang nyawa Rania lebih penting jika dia mati di tempat ini maka akan ada masalah lain yang muncul dan kemungkinan masalah ini akan sangat sulit di tangani.


" Lalu bagaimana dengan kami? Apa nyawa kami tidak penting bagi mu? Apa kamu tahu betapa lelahnya kami harus terus berlari dari kejaran Cesire?! Tak bisakah kamu menghargai perjuangan kami? Kamu pikir semua pengorbanan ini untuk siapa?! Semua ini demi membawa mu kembali dan merebut tahta yang seharusnya memang milik mu. Tapi sekarang apa? Kamu rela menyia-nyiakan perjuangan kami demi gadis manusia itu? Jangan bercanda!!! " Nafas Laura pun terengah-engah setelah meluapkan semua emosinya, selama ini dirinya selalu sabar dan bahkan membiarkan hatinya terluka setiap kali melihat kedekatan mereka selama berada di dunia manusia, karena ia berpikir untuk tidak membuat masalah yang tidak perlu dan dirinya masih bisa menahan semua itu tapi jika masalah itu menyangkut keluarganya maka dirinya tak akan tinggal diam, bagaimana pun mereka harus memenangkan pertempuran ini apapun yang terjadi.


Kuro terdiam mendengarkan semua keluh kesah Laura, " meski begitu aku tak pernah meminta kalian berdiri di samping ku. " Jawabnya dengan santai lalu berjalan melenggang pergi keluar dari pintu, akan tetapi tiba-tiba. . . .


Para Prajurit terlonjak kaget melihat pemimpin mereka terkapar di tanah dengan darah yang mengalir dari sudut bibirnya. Di detik berikutnya tatapan mereka teralihkan pada sosok pria yang berjalan keluar dengan ekspresi gelap yang tak lain adalah adik pemimpin mereka yaitu pangeran Robert.

__ADS_1


Mereka terdiam tak mengerti dengan apa yang terjadi dengan dua saudara itu, karena setahu mereka keduanya terlihat memiliki ikatan persaudaraan yang begitu kuat, maka dari itu melihat mereka bertengkar seperti ini membuat mereka semua terkejut, bahkan sebagian berpikir bahwa ini adalah sandiwara.


Kuro bangkit dari posisinya sambil memegang pipinya lalu meludahkan darah ke tanah.


Laura yang melihat adegan tersebut mencoba untuk melerai keduanya, dia bahkan menangis memohon pada Robert untuk berhenti memukul Kuro.


" Jika kamu sudah tidak memperdulikan kami lagi, maka pergilah sendiri, akan aku anggap bahwa kamu sudah mati dan kamu bukanlah kakak ku lagi. " Kata Robert dengan tatapan gelapnya, " tapi sebelum itu kalah aku terlebih dahulu, jika kamu menang maka kamu boleh pergi dan jangan pernah kembali serta hubungan kita sebagai saudara akan berakhir di sini, tapi jika aku yang menang maka kamu harus menuruti perkataan ku, bagaimana? "


Kuro tersenyum menyeringai dan menyetujui persyaratan itu tanpa ragu sedikit pun.

__ADS_1


Semua vampir yang ada di sana sangat terkejut dengan pernyataan kedua kakak beradik itu, mereka pasti sudah gila, bisa-bisanya mereka berkelahi di tengah peperangan seperti ini.


__ADS_2