Kucing Ku Ternyata Seorang Vampir

Kucing Ku Ternyata Seorang Vampir
39


__ADS_3

Argolo tertawa terbahak-bahak, tapi ia memuji atas keberanian Rania yang ingin melindungi pria di belakangnya dengan tubuh kecil nan rapuhnya itu, meski Cesire menyuruhnya untuk membawa pulang gadis ini dengan utuh, tapi setelah di pikir kembali, ia memutuskan untuk membawa kepalanya saja, pastinya Cesire tak akan marah padanya dan malah akan bangga dengan apa yang dilakukannya.


Membayangkan semua pujian Cesire padanya, membuat Argolo menjadi semangat, ia kemudian membagi dan membentuk anginnya menjadi puluhan anak panah angin. Mengangkat tangannya tinggi-tinggi berniat, untuk menusuk jantung Rania dengan angin miliknya itu


Kuro yang melihat tersebut langsung menarik Rania ke dalam pelukannya, membiarkan tubuhnya menjadi pelindung gadis itu.


" Kuro? "


Dor!


Di saat bersamaan Argolo melepaskan serangannya, sebuah peluru mendarat tepat di jantung Argolo sedetik sebelum panah anginnya menusuk tubuh Kuro, seketika angin di sekelilingnya menghilang begitu saja.


" Nice Shot! " Teriak Mikael dari kejauhan, ia berjalan santai sambil menenteng senjata api di tangannya.


Argolo menolehkan kepalanya ke samping, kedua matanya menatap tajam pada Mikael, padahal dirinya hanya butuh satu langkah lagi agar bisa mendapat perhatian dan pengakuan Cesire atas kerja kerasnya selama ini, namun kedatangan pria itu malah menghancurkan segalanya.


Mengabaikan tatapan tajam Argolo, Mikael dengan teliti memeriksa Rania dengan memutar tubuh Rania beberapa kali, memastikan bahwa di tubuhnya tidak ada luka sedikit pun, " apa kamu baik-baik saja? Apa ada yang sakit di bagian lain? Kepala mu pusing atau tidak? Perut terasa mual? Atau kamu ingin pingsan? Jika ingin, kamu bisa pingsan di dalam pelukan ku, dengan senang hati aku akan menjaga dan memeluk mu dengan nyaman. "


Namun, belum sempat menjawab, tangan Rania tiba-tiba di tarik oleh Kuro yang kemudian mengacungkan pedangnya kepada Mikael, tangannya menggenggam erat tangan Rania dengan posesif sambil menatap tajam ke arah Mikael.


Mikael yang sempat terkejut hanya tersenyum lalu di detik berikutnya ia memukul perut Kuro dengan kuat hingga membuat Kuro terpaksa kembali ke dalam wujud kucingnya.


Tubuh Kuro tersungkur dengan rasa sakit yang begitu luar baisa.


Kedua bola mata Rania terbelalak melihat Kuro yang langsung di kalahkan hanya dalam satu pukulan saja, " Lo!!


" Ini adalah peringatan pertama, jika kamu membuat Rania di dalam masalah lagi, maka kepalamu yang akan aku lubangi selanjutnya. " Kata Mikael dengan nada mengancam.

__ADS_1


" Tunggu! Lo. . . Maksud saya Pak! Anda salah paham, sayalah yang merencanakan semua ini, dia tak ada kaitannya sama sekali! "


" Ada atau tidaknya, dia tetap bersalah karena dia tidak bisa menjagamu. Rania kamu harus tahu bahwa. . .


" Mikael! " Seru Darian dari kejauhan.


Semua orang menoleh pada sosok Darian yang muncul dengan penampilan santainya yang hanya menggunakan celana training berwarna hitam dengan hoodie berwarna abu tua, pria itu berjalan dengan santai menghampiri lalu menendang pantat Mikael hingga membuat pria itu jatuh tersungkur.


" Bukankah ketua hanya menyuruh mu untuk membereskan pria di sana? " Melirik Argolo, " jangan melakukan atau mengatakan sesuatu yang tidak di perlukan, " kata Darian dengan raut wajah letihnya.


" Iya, iya aku tahu, tapi perlukah kamu menendang pantat ku setiap kali kamu datang?! Apa kamu tak tahu? Pantat ku yang indah ini perlahan bentuknya menjadi jelek karena tendangan sialan mu itu. "


" Tidak tahu dan aku tidak mau tahu. "


" Kamu!!!!! ..


Darian menolehkan kepalanya, kemudian berjalan menghampiri Argolo.


Buk!


Hanya dalam sekali tendangan, tubuh Argolo di buat jatuh tersungkur ke tanah, bahkan tanpa Argolo sadari, dari kedua lubang hidungnya keluar darah yang cukup banyak. Tangannya gemetar menatap genangan darah di tangannya, kedua matanya terbeliak melotot, " DASAR KAU!!! MA. . Uhuk! Crat!


Tiba-tiba nafas Argolo terasa begitu sesak, kepalanya menunduk menatap bagian dada yang berlubang akibat tembakan tadi, kedua matanya melotot saat menyadari bahwa luka itu tidak menutup sama sekali, melainkan secara perlahan menggerogoti bagian jantungnya yang kini hanya tersisa setengah.


Kepala mendongkak, menatap Darian yang terduduk di depannya.


Seakan tahu arto tatapan Argolo itu, Darian mengatakan bahwa peluru yang di gunakan Mikael itu bukanlah peluru biasa, melainkan sebuah peluru yang bernama ' Anti Vampir ' Sesuai dengan namanya, peluru itu bisa membunuh Vampir dengan menembakkannya tepat di jantung Vampir yang akan mereka bunuh.

__ADS_1


Tubuh Argolo tertegun, dirinya terlalu ceroboh pada serangan manusia, ia tak pernah menduga bahwa ternyata manusia sudah terlalu maju, bahkan mereka sudah menciptakan alat untuk membunuh Vampir.


Meski ini adalah informasi yang sangat penting, tapi sayangya ia tak bisa menyampaikannya langsung pada Cesire.


Perlahan seluruh kulitnya mengelupas kemudian menjadi abu.


Sementara itu, di kerajaan Desmondus Rotundus, Cesire tengah menyirami taman bunga yang sebelumnya telah di hancurkan oleh Argolo, karena Cesire adalah vampir yang menyukai keindahan, ia memutuskan untuk menanam kembali bunga yang rusak dan mati, dengan telaten ia memastikan bahwa tak ada satupun bunganya yang tidak mendapatkan nutrisi.


" Yang mulia, kami berdua datang untuk melapor, " tiba-tiba dua orang muncul dari belakang tubuh Cesire.


Cesire pun menghentikan aktifitas menyirami tanamannya sejenak, lalu kembali berjalan menuju kursi dimana dua wanita itu berada.


Mereka adalah Nala dan Niki, si kembar dari kerajaan vampir Desmondus Rotundus, mereka memiliki wajah dan tinggi yang sama, bahkan gaya berpakaian mereka pun sangat mirip hingga sulit untuk di bedakan, satu-satunya cara untuk membedakan mereka ialah dengan melihat posisi poni mereka yang memiliki arah yang berbeda, Nala Kanan dan Niki kiri.


" Katakan, kabar apa yang ingin kalian sampaikan pada ku? " Tanya Cesire sembari menuangkan darah dari cangkir tehnya.


" Yang Mulia, Argolo telah mati di tangan seorang manusia. " Ujar Nala


" Dia telah gagal menjalankan tugasnya, " ujar Niki menimpali.


Cesire terdiam sejenak, lalu berhenti menuangkan darah ke dalam cangkir, tatapannya berubah menjadi sendu, ia perlahan bangkit dari posisi duduknya lalu menuangkan secangkir darah ke salah satu bunga yang baru saja ia siram sebagai bentuk kesedihannya atas kehilangan salah satu bawahan terbaiknya.


" Semoga kamu tenang di sana, jika suatu hari kamu bereinkarnasi kembali, aku harap kita bisa bertemu kembali, " ungkap Cesire dengan tulus, " Kalau begitu, kalian saja yang mengambil alih tugasnya, " lanjutnya tanpa menolehkan kepalanya sedikit oun.


Nala dan Niki saling bertukar tatapan lalu tersenyum cerah, keduanya menundukkan kepala mereka lalu pergi untuk menjalankan tugas.


" Tampaknya, permainan ini menjadi sangat menarik. "

__ADS_1


__ADS_2