LEGENDA JENIUS SELURUH ALAM

LEGENDA JENIUS SELURUH ALAM
Menuju Mahayana bintang 9


__ADS_3

Setelah sampai di tempat markas geng Fenglong yang hancur, Tian Lei dapat melihat Ni Xien dan Yu'er telah menunggunya di sana.


Tian Lei mendarat di daratan dengan selamat dan berjalan menghampiri Ni Xien dan Yu'er. "Apakah kalian telah selesai?..."


"Sudah.." kedua saudara itu mengangguk.


"Baik, kita akan pergi sekarang..." Ucap Tian Lei.


Tian Lei dengan cepat kembali mengepakan sayap Phoenix Ungu, begitu juga dengan Ni Xien ia mengepakan sayapnya dan menggendong adiknya, mereka berdua kemudian terbang menuju air terjun tempat Tian Lei berlatih sebelumnya.


Setelah melewati hamparan pepohonan raksasa di dalam hutan, Tian Lei dan kakak beradik itu akhirnya sampai di air terjun pelatihan Tian Lei.


Mereka mendarat di dekat kediaman sederhana dari Tian Lei, dan Tian Lei berjalan menuju ke atas batu di dekat kediamannya.


Ni Xien mengangkat alisnya. "Saudara Tian. Untuk apa kita kemari? Bukankah kita akan pergi ke Lembah Kabut Racun?..." Ni Xien penasaran.


Tian Lei melihat ke arah kakak beradik itu. "Oh? Aku harus mencapai tingkat Immortal atau Mahayana bintang 9 terlebih dahulu sebelum mengantar Yu'er. Karena aku juga memiliki keperluan lain saat itu..." Ucap Tian Lei.


"Lalu, apakah kami akan menunggu di sini?..." Tanya Ni Xien.


Tian Lei mengangguk. "Ya, kau berlatihlah di sini, aku yakin dalam satu bulan kau akan naik satu bintang. Dan Yu'er, kau latihlah pengendalian kabut racun milikmu..." Ucap Tian Lei.


Yu'er mengangguk dengan senang. "En, Yu'er akan berusaha..." Ucapnya.


"Baguslah..." Tian Lei berkata dengan senyuman, ia kemudian mengeluarkan puluhan botol pil dari dalam cincin penyimpanannya.


"Itu adalah Pil kultivasi Immortal kualitas sempurna. Kau gunakanlah untuk berlatih. Itu mungkin tidak akan habis dalam satu bulan, jadi kau bisa menggunakannya sambil menunggu pelatihan Yu'er selesai..." Ucap Tian Lei.


Ni Xien mendekati Tian Lei, ia kemudian melihat ke arah cincin penyimpanan di tangan kanannya yang merupakan cincin penyimpanan dari Feng Xuan yang telah kosong, hanya berisi beberapa seni beladiri saja.


Ia mendekatkan cincin itu ke arah botol-botol pil yang di keluarkan Tian Lei tadi dan memasukkan mereka ke dalam cincin penyimpanannya.


"Saudara Tian. Aku akan mulai berlatih..." Ni Xien menunduk dengan kepalan tangan yang menyatu untuk memberi hormat pada Tian Lei.

__ADS_1


Ni Xien kemudian melihat ke arah adiknya, ia berjalan ke arah adiknya dan meletakkan telapak tangannya ke kepala adiknya.


"Yu'er. Kakak akan mulai berlatih, kau juga harus mulai terbiasa dengan energi racun itu. Tapi, jangan memaksakan dirimu..." Ucapnya dengan senyuman.


"Baik, kakak." Yu'er mengangguk dengan senyumannya yang manis.


Ni Xien lalu melihat ke arah bawah pohon rindang tepat di kediaman sederhana Tian Lei, ia berjalan ke arah sana dan duduk di bawah pohon itu, bersebelahan dengan kediaman Tian Lei.


Ni Xien mulai duduk bersila dan mengambil posisi untuk bermeditasi, ia mengeluarkan satu botol pil dan mulai menelan pil yang pertama.


Sedangkan Yu'er, setelah ia melihat kakaknya telah mulai pertama kali, ia melihat ke arah Tian Lei.


"Kak Tian Lei. Aku akan berlatih di seberang sungai agar kalian tidak terkena dampak dari racunku..." Ucap Yu'er, tangan kirinya menunjuk ke arah seberang sungai tepat di depan pandangan Tian Lei.


Setelah melihat tempat yang agak terbuka yang di tunjuk Yu'er tadi, Tian Lei melihat ke arah Yu'er lagi dan mengangguk.


"Ya, baiklah. Ingat pesan kakakmu tadi, jangan terlalu memaksakan diri..." Ucapnya.


Setelah Tian Lei telah melihat kakak beradik yang bersamanya telah memulai pelatihan mereka, ia kemudian mengeluarkan tungku pil jiwa dari dalam tubuhnya.


Setelah itu, Tian Lei melihat ke arah cincin penyimpanannya dan mengeluarkan semua bahan herbal yang telah ia beli tadi.


Tian Lei membuka bungkusan kain yang membungkus semua bahan herbal yang ia beli dan dapat melihat bahan-bahan untuk meracik pil kultivasi Xiantian telah ada di dalamnya.


Walaupun itu adalah bahan-bahan tingkat 7 terendah, tapi itu sudah cukup untuk Tian Lei membuat pil tingkat 7 dengan kualitas menengah.


Tian Lei dengan pelan memasukkan semua bahan herbal ke dalam tungku pil jiwa nya yang besar, ia meletakkannya dengan rapi dan teratur.


Ia mulai mengeluarkan energi api ungu dan mengendalikan api ungu membakar tungku pil jiwa.


Dalam beberapa menit, suhu di dalam tungku pil jiwa telah sangat stabil, Tian Lei merapatkan dua jarinya dan meletakkannya ke depan wajahnya.


Ia menutup matanya dengan erat dan fokus mengendalikan nyala api agar tidak terlalu besar ataupun terlalu kecil.

__ADS_1


Setelah lima belas menit, bahan-bahan herbal mulai terangkat ke udara, semuanya masuk ke dalam saluran-saluran api yang berputar dengan indah di udara.


Api ungu dengan nyala yang stabil itu membakar semua herbal hingga esensi herbal nya telah keluar. Ampas herbal yang tidak berguna dengan cepat hangus terbakar oleh api ungu Tian Lei.


Di atas tungku pil jiwa kini telah terdapat sebuah gumpalan esensi herbal berwarna hijau yang sangat besar, itu sudah cukup untuk membuat 500 pil kultivasi Xiantian.


Dengan perlahan, Tian Lei menggerakkan kedua tangannya dengan kedua jarinya yang telah menyatu sedangkan jari yang lain telah ia lipat.


Ia memainkan kedua tangannya dengan cantik dan gumpalan-gumpalan kecil mulai memisahkan diri dari dalam gumpalan esensi herbal yang besar.


Setelah lima menit, ratusan butir esensi herbal telah terbentuk, itu sudah siap untuk di padatkan menjadi butiran-butiran pil.


Tian Lei kembali memainkan pergerakan tangannya, ia lalu menyatukan kedua telapak tangannya yang saling menggenggam erat dan butiran-butiran esensi herbal mulai mengeras oleh api ungu.


Hanya dalam waktu kurang dari satu menit, gumpalan-gumpalan esensi herbal itu telah berubah menjadi pil-pil yang telah memadat.


Pada fase terakhir, Tian Lei mengangkat kedua tangannya ke atas dengan berat, seketika itu juga nyala api di tungku pil jiwa telah menyebar ke sekitar dan menghilang.


Asap tebal dengan aroma yang memabukkan menghiasi tempat pemurnian pil Tian Lei saat ini.


Tian Lei membuka matanya dan saat asap yang harum telah menghilang, ia bisa melihat ratusan butir pil dengan dua garis emas telah melayang di depannya.


Tian Lei membaringkan tubuhnya ke batu datar yang ia duduki saat ini, dengan nafas yang sedikit tidak teratur dan keringat yang membasahi tubuh bagian atasnya.


Tian Lei mengelap keringat di dahinya dan menghela nafasnya. "Aku tidak boleh menunda lagi..." Ucapnya, ia lalu kembali duduk dan memasukkan tungku pil jiwa ke dalam tubuhnya lagi.


Setelah itu ia tersenyum menatap ratusan pil kultivasi Xiantian kualitas menengah di depannya. "hehe, baiklah, ayo mulai..." Ucapnya.


Tian Lei dengan cepat mengatur posisi duduknya, ia mulai mengambil sikap untuk bermeditasi dan meletakkan kedua tangannya di lututnya.


Tian Lei mengatur nafasnya dengan stabil lalu mengeluarkan sebuah lingkaran hitam penghisap yang berputar dengan cepat.


Lingkaran hitam itu dengan cepat menghisap energi spiritual yang berasal dari dalam pil itu satu persatu.

__ADS_1


__ADS_2