LEGENDA JENIUS SELURUH ALAM

LEGENDA JENIUS SELURUH ALAM
Teknik Racun & Kelompok Jiu Xu


__ADS_3

Setelah mencari di setiap ruangan, Tian Lei dan kelompoknya sama sekali tidak bisa menemukan satu pun barang berharga lainnya.


Lalu, tibalah mereka di depan sebuah pintu yang cukup besar, mungkin itu adalah ruang utama dan yang paling penting di dalam Istana Racun Surga ini, mengingat bahwa ruangan lain hanya memiliki penampilan yang biasa saja.


Tian Lei mendorong pintu batu yang menutup ruangan di depannya, tidak sama seperti ruang lain yang bisa dibuka dengan satu dorongan, pintu masuk itu sama sekali tidak bergerak bahkan saat Tian Lei menggunakan dorongan energi spiritual yang kuat. Malahan, energi spiritual Tian Lei lah yang terkikis oleh energi racun yang tiba-tiba keluar dari lubang kecil setelah Tian Lei mengeluarkan energi Spiritualnya, seolah ruangan itu sangat membenci adanya energi spiritual.


Tian Lei kemudian melirik ke arah tembok sebelah kanan dari pintu masuk, di sana ada sebuah lubang telapak tangan manusia dan ini menjadi kecurigaan Tian Lei.


Tian Lei menghampiri tanda telapak tangan itu dan menempelkan telapak tangannya di sana, tapi sama sekali tidak ada respon.


Tian Lei melirik ke arah Yu'er dan mengangguk pada dirinya sendiri. "Yu'er kemarilah..." Ucap Tian Lei.


Yu'er mengangguk. "Baiklah..." Ucapnya dan melangkah mendekati Tian Lei.


"Kak Tian Lei, ada apa?..." Yu'er mengangkat alisnya.


"Coba letakkan telapak tangan mu disini, lalu salurkan energi racunmu ke dalamnya..." Ucap Tian Lei, ia menunjuk ke arah tanda telapak tangan tadi.


Yu'er mengangguk, ia mendekati tanda telapak tangan yang dibicarakan Tian Lei lalu menempelkan telapak tangannya ke sana, walau telapak tangannya tampak jauh lebih kecil dari tanda telapak tangan itu.


Yu'er dengan cepat menyalurkan energi racun miliknya masuk ke dalam telapak tangan ditembok tersebut, dan berhasil mendapatkan respon.


Respon yang mereka dapat adalah sebuah getaran yang terjadi di dalam bangunan itu, dan pintu yang menutup ruangan utama akhirnya mulai bergerak dan terbuka sepenuhnya.


Tian Lei dengan cepat masuk ke dalam ruangan tersebut diikuti oleh kedua orang dibelakangnya. Di dalam ruang itu tidak ada apapun, hanya ada sebuah gulungan teknik di atas meja batu.


Tian Lei mengambil gulungan teknik itu dan merasakan bahwa energi racun yang di kandung gulungan itu sangatlah kuat.

__ADS_1


"Ini setidaknya adalah teknik tingkat Suci... Dilihat dari auranya, ini pasti adalah teknik untuk ahli racun. Yu'er, ini akan sangat bagus bagimu. Kau harus bisa melatihnya..." Ucap Tian Lei, ia memberikan gulungan teknik itu pada Yu'er.


"Terimakasih kak Tian Lei..." Ucap Yu'er dan langsung menyimpan gulungan teknik tersebut.


Setelah mendapatkan teknik itu, Tian Lei melirik ke arah sebuah pintu batu yang cukup kecil, itu lebih kecil dari pada pintu masuk ruangan tersebut.


Ia kemudian melangkah menuju pintu yang ia lihat dan langsung membukanya. Setelah terbuka, di pintu itu terbentuk sebuah pusaran ruang, atau yang lebih dikenal dengan portal ruang.


"Sistem hubungan ruang di makam ini benar-benar hebat..." Ucap Tian Lei.


"Ayo..." Tian Lei memberikan isyarat dengan tangannya dan langsung masuk ke dalam portal ruang diikuti oleh kakak beradik.


Setelah mereka keluar dari portal ruang, mereka di pindahkan ke sebuah ruangan dengan sebuah pintu yang sangat besar lebih besar dari pintu gerbang Istana Racun Surga. Di samping-samping ruangan itu, telah berbaris belasan patung kuno dengan senjata di tangan mereka, masing-masing terdapat 10 patung untuk setiap sisi jalan ruangan itu.


Tian Lei melihat ke segala arah namun sama sekali tidak menemukan hal yang berguna, ia lalu melangkahkan kakinya menuju ke pintu gerbang dan diikuti oleh Ni Xien dan Yu'er.


Tian Lei langsung membalikkan badannya setelah merasakan kehadiran mereka, alisnya langsung terangkat ketika ia melihat orang-orang yang cukup familiar.


Ya, orang-orang berjubah putih itu adalah kelompok dari Jiu Xu, kota Jiuho. Mereka hanya berjumlah 17 orang dengan beberapa orang tingkat Immortal bintang 1 telah terluka dan tidak ada satupun ranah Mahayana diantara mereka, itu sudah dipastikan bahwa mereka telah menghadapi bencana.


Tatapan mata Tian Lei dan Jiu Xu saling bertabrakan pada saat itu dan membuat lengkungan pada bibir Jiu Xu.


"Haha, tidak kusangka, setelah menghadapi kesialan, aku malah dipertemukan dengan kalian. Benar-benar keberuntungan. Walau aku tidak bisa mengalahkan Beruang sialan itu, tapi aku bisa menghajar dua semut disini..." Wajah Jiu Xu mengeluarkan senyum yang akan membuat orang-orang jijik jika ia tidak memiliki wajah yang cukup tampan.


"Hahaha!"


Tian Lei tertawa puas saat mendengar perkataan dari Jiu Xu. "Jadi, kalian benar-benar mengalami kesialan? Sampai kalian telah kehilangan beberapa orang?..."

__ADS_1


"Lancang!" Ucap salah seorang dari kelompok Jiu Xu, ia dengan cepat telah berada di sebelah kiri Tian Lei dan hendak melayangkan tinju.


Tapi, Tian Lei dengan dingin menatap orang itu, ia dengan malas mengibaskan jari telunjuknya dan energi spiritual telah meledak di dekat tubuh sosok yang hendak menyerang Tian Lei tadi.


Buak!


Gubrak!


Krak!


Sosok berjubah putih itu hanya menabrak dinding sampai hancur namun tidak sampai berujung pada kematian. Tapi, kakinya sepertinya patah setelah tertimpa patung besar yang tidak sengaja ia kenai saat terlempar tadi.


"Kau... Bukankah kau hanya Mahayana bintang 6? Mengapa jadi begitu kuat..." Jiu Xu tampak sangat terkejut dengan pemandangan di depannya sampai mulutnya ternganga.


Tian Lei tersenyum dan terkekeh kecil, telapak tangan kanannya memegang wajahnya yang hampir tertawa terbahak-bahak.


"Kau ini... Saat masuk sekte, aku memang Mahayana bintang 6. Tapi ingatlah, seorang jenius tidak akan berada di tingkat yang sama dalam beberapa waktu..." Tian Lei mengarahkan jempolnya ke bawah pada Jiu Xu dan kelompoknya.


Jiu Xu tampak sangat marah, rahangnya benar-benar telah mengeras bagai baja, kepalan tangannya telah mengerat hingga hampir meledak seperti balon.


Ia mengarahkan tatapan tajam nan dinginnya pada seseorang yang memiliki kultivasi Immortal bintang 5 di sampingnya.


"KAU CARI MATI HAH?!" Jiu Xu berteriak keras dengan hampir seluruh tubuhnya yang telah berurat.


"A, anu... Sa, saya kan hanya bilang bahwa kultivasinya Mahayana saat memasuki sekte enam bulan yang lalu. Dan untuk kultivasinya yang sekarang, saya benar-benar tidak tahu karena dia telah lama meninggalkan sektenya..." Pria berjubah hitam yang berbeda dengan yang lainnya berkata dengan pasrah, ia sama sekali tidak bisa berbuat apa-apa karena ia saja memang tidak mengetahui kultivasi Tian Lei yang asli, bahkan sekte naga biru juga tidak mengetahuinya.


"Bodoh! Kalian Semua! Bunuh mereka untukku! Dan tinggalkan gadis kecil itu!..." Ucap Jiu Xu dengan keras sambil mengarahkan jari telunjuknya ke arah Tian Lei dan Ni Xien.

__ADS_1


__ADS_2