LEGENDA JENIUS SELURUH ALAM

LEGENDA JENIUS SELURUH ALAM
Bertemu kekasih


__ADS_3

Malam ini, suasana sepi saat sinar bulan menghiasi gelapnya malam. Bintang-bintang berkelap-kelip di angkasa, itu seperti melihat kawanan kunang-kunang dalam jumlah yang besar.


Gadis cantik dengan matanya yang indah menatap langit penuh kerinduan, bayang-bayang dimatanya memantulkan cahaya bintang yang berkelap-kelip.


Kakinya yang lembut membantunya berdiri di hamparan rumput yang luas di bawah pohon rindang. Ia kemudian melangkah dengan lembut sebelum ia duduk di atas batu dengan nyaman di bawah pohon rindang.


Gadis itu memainkan kakinya seperti sedang menari dengan senandung merdu keluar dari mulutnya.


Tiba-tiba, seorang pemuda tampan mendarat di ruang terbuka di belakang pohon rindang, angin berhembus saat pemuda itu menempatkan kakinya di hamparan rumput.


Pemuda itu berjalan mendekati gadis yang sedang bersenandung. Dia menatap tubuh ramping gadis itu dengan senyuman haru.


"Ning'er. Apakah kau menikmati hidup yang baik selama dua tahun ini?..." Suara lembut dari pemuda itu terdengar ke telinga gadis yang ia panggil.


Gadis yang dipanggil Ning'er lalu berbalik dengan cepat setelah mendengar suara yang begitu ia rindukan.


Setelah menatap pemuda tampan yang tersenyum ke arahnya, matanya terbuka sedikit lebih lebar dengan air mata haru yang sedikit demi sedikit keluar sebelum ia menghapusnya dengan telapak tangannya yang halus.


"Kak Tian Lei..." Suara lembut dari Xie Ningxiang terdengar setelah ia tersenyum manis.


Tian Lei berjalan dengan pelan mendekati Xie Ningxiang yang sedang tersenyum manis dengan sedikit air mata yang masih menghiasi pelupuk matanya.


Tian Lei sedikit membungkuk di depan Xie Ningxiang sebelum ia menggerakkan tangannya untuk menghapus air mata gadis yang ia cinta.


"Kau benar-benar telah berusaha keras..." Ucap Tian Lei saat ia menghapus air mata Xie Ningxiang.

__ADS_1


Xie Ningxiang membukanya dan menatap wajah tampan Tian Lei. "Kak Tian Lei. Ayo temani Ning'er..." Suara halus itu terucap lagi sebelum gadis yang berbicara kembali tersenyum.


Tian Lei tersenyum. "Itulah alasan kenapa aku kemari..."


Tangan halus milik Xie Ningxiang akhirnya bergerak sebelum ia memegang tangan Tian Lei setelah ia mengangguk dengan senang.


Tian Lei yang merasakan sentuhan tangan lembut Xie Ningxiang, akhirnya ikut mencengkeram tangan Xie Ningxiang dengan lembut dan menariknya berjalan menuju batu yang di tempati Xie Ningxiang tadi.


Mereka duduk bermesraan di atas batu yang terbilang datar itu dan menatap ke arah langit, bersama-sama menonton keindahan malam yang mungkin khusus di tujukan pada mereka.


Tian Lei tiba-tiba berbisik dengan pelan setelah ia tersenyum. "Apakah kau ingin mendengar petualangan yang aku lakukan selama dua tahun ini?"


Xie Ningxiang sekali lagi mengangguk dengan pelan. Dia menggenggam tangan Tian Lei dan merasakan kehangatan yang melebihi sinar matahari.


Tian Lei tersenyum dan mengelus rambut panjang dari Xie Ningxiang secara perlahan, dia diam sejenak sebelum ia mulai berbicara tentang ceritanya selama ini.


Dari awal ia mengunjungi Makam Immortal, meninggalkan kediaman Tian, Menolong kota teratai putih walau ia malu karena sempat berniat untuk pergi, menaklukkan keluarga Tang, memasuki Alam Peninggalan reruntuhan dunia kuno, menghajar Mo Zhi Dao, membalaskan dendam Keluarga Tian, Menghancurkan wilayah luar Lembah iblis yang mendominasi, membunuh Mo Zhi, menghajar Tian Wei, sampai akhirnya ia hampir bertarung dengan Xue Li. Semua hal yang seru diceritakan oleh Tian Lei. Walaupun baginya itu biasa saja, tapi Xie Ningxiang terlihat begitu khawatir saat mendengarkan cerita darinya.


Setelah semua cerita telah diceritakan oleh Tian Lei, Xie Ningxiang merasa hening dan menurunkan kepalanya hingga ia bersandar di bahu Tian Lei.


"Kak Tian Lei. Aku yakin, tidak akan lama lagi, kamu pasti bisa menghancurkan sekte darah dan membunuh Tian Wei itu..." Xie Ningxiang berbicara dengan lembut setelah beberapa saat keadaan hening. Walaupun itu lembut, tapi ia memberikan semangat di dalamnya.


"Jangan memanggilnya Tian Wei. Dia telah diusir dari keluarga Tian dan dengan inisiatifnya sendiri dia mengganti namanya dengan Mo Wei. Ia tidak layak mendapatkan nama Tian..." Tian Lei terdengar agak kesal setelah mendengar kata Tian wei.


Tangan halus yang ramping milik Xie Ningxiang bergerak ke atas dan menyentuh pipi kanan Tian Lei, dengan lembut mengusapnya sebelum mengatakan kata-kata maaf yang lembut.

__ADS_1


Tian Lei tersenyum sebelum ia mendongak dan menatap indahnya langit di malam hari. "Yah, seperti kata-katamu tadi. Aku akan menghancurkan Sekte Darah. Tapi sebelum itu, aku juga harus melakukan beberapa waktu untuk pelatihan..."


"Kak Tian Lei. Kamu bisa berlatih disini. Di puncak yang Ning'er tempati ini merupakan puncak yang energi Spiritualnya setara dengan milik para tetua senior..." Xie Ningxiang dengan cepat menanggapi perkataan Tian Lei.


Tian Lei tersenyum setelah ia mendengus dengan ringan. "Bukan itu maksudku. Aku akan melakukan pelatihan diluar. Aku tidak tahu berapa lama, tapi aku akan menjemputmu lagi saat waktunya tiba..."


Xie Ningxiang menunduk dengan sedih. "Tapi, bukankah kak Tian Lei baru saja sampai di sekte Naga Biru? Mengapa harus pergi lebih cepat?..." Suara sedih terdengar dari Xie Ningxiang begitu lembut.


Tian Lei mengelus rambut Xie Ningxiang. "Ning'er. Kekuatan dari sekte darah itu sangat misterius. Jie longhuo bilang, bahwa mereka hanya cabang dengan kekuatan pusat yang disebut sebagai klan Darah. Mereka mungkin memiliki kekuatan dengan tingkat Sovereign yang banyak. Oleh karena itu, aku harus segera meningkatkan kekuatan ku secepat mungkin. Dan itu semua untuk melindungi orang-orang yang aku sayang, salah satunya adalah kau..." Tian Lei mencubit hidung Xie Ningxiang setelah ia mengelus-elus kepala Xie Ningxiang.


Xie Ningxiang tertunduk sejenak, ia mencoba berfikir jernih dan melihat ke arah Tian Lei dengan senyuman lagi. "Baiklah. Ning'er akan menunggu kak Tian Lei kembali. Sampai saat itu, Ning'er juga akan berlatih keras agar bisa membantu kak Tian Lei untuk balas dendam..."


Tian Lei tersenyum. "Yah, terimakasih.." ucapnya dan memeluk leher Xie Ningxiang, lalu kehangatan yang sangat memberikan rasa nyaman saling mereka salurkan saat itu.


Xie Ningxiang dengan perasaan nyaman dan hangat yang ia rasakan saat ini melihat ke arah rembulan.


"Kak Tian Lei..." Panggilnya dengan suara yang lemah.


Tian Lei melihat ke arah Xie Ningxiang. "Ada apa?..." Ia bertanya dengan lembut.


"Malam ini malam terakhir kita bertemu sebelum berpisah lagi. Apakah kakak bisa menemaniku sepanjang malam?..." Xie Ningxiang berbicara penuh harapan.


Tian Lei tersenyum sebelum ia menggeleng dan mengambil nafas panjang. "Baiklah. Apapun akan aku lakukan untuk tuan putri tercinta..."


Kedua insan itu kembali melihat ke arah langit untuk melihat pemandangan, mereka terus berbincang untuk melepas kerinduan mereka selama ini.

__ADS_1


Malam ini, malam yang indah bagi mereka berdua.


Malam ini, mereka menjadi kekasih yang saling mengadu cinta.


__ADS_2