LEGENDA JENIUS SELURUH ALAM

LEGENDA JENIUS SELURUH ALAM
Bagiamana kau ingin mati?


__ADS_3

Di tempat pertarungan Tian Lei dengan Mo Zhi.


Setelah segel tangan terbentuk sepenuhnya, Tian Lei langsung memajukan segel tangannya ke arah cakaran Qi iblis yang hampir sampai di tempatnya.


"Segel Kematian Asura!..." Teriak Tian Lei dan dari telapak tangannya mulai mengeluarkan lingkaran segel berwarna merah gelap dan bergerak sangat cepat.


Duar!!!


Kedua serangan yang sangat kuat itu saling berbenturan dan menyebabkan ledakan yang besar terjadi di udara.


Akibat dari ledakan itu asap-asap hitam muncul menutupi area yang ditempati Tian Lei.


Mo Zhi menyipitkan matanya dan melihat ke arah asap hitam tersebut. "Ledakan tadi sangat kuat, bahkan membuatku terpental sejauh ini. Dia tidak mungkin baik-baik saja bukan?..."


Lalu, samar-samar Mo Zhi melihat adanya pergerakan di dalam asap hitam dan Tian Lei keluar dari sana tapi dengan kekuatan yang terbilang lebih lemah.


Di tangan kanan Tian Lei, kekuatan api ungu yang sangat hebat terus berkumpul, saat Tian Lei telah berada di depan Mo Zhi, Tian Lei langsung meninjukan tangan kanannya.


Bak!


Tinju dari Tian Lei tadi ditangkap dengan mudah oleh Mo Zhi.


"Oh, apakah peningkatan kekuatan sementara milikmu telah berakhir?..." Mo Zhi berucap dengan senyuman penuh arti.


Tian Lei tidak mengucapkan apapun dan hanya menunjukkan senyuman diwajahnya seolah Mo Zhi telah masuk ke dalam perangkapnya.


Srak!


Dari belakang tubuh Mo Zhi, tampak Tian Lei dengan kekuatan energi petir hitam telah menembus jantung Mo Zhi.


Mo Zhi membelalakkan matanya dan melirik ke belakang. "Kau... Bagaimana mungkin?..." Ucap Mo Zhi dan kemudian mati.


Tian Lei mengeluarkan tangannya dari tubuh Mo Zhi. "Heh, kenapa harus buang-buang tenaga untuk melawan orang bodoh..." Ucap Tian Lei dan bayangannya Kembali ke dalam tubuhnya lagi.


.


Di sisi lain, Mo Wei dan ketiga pengawalnya yang telah sampai ke halaman luar kini terdiam setelah melihat Mo Zhi telah mati di tangan Tian Lei.


Mo Zhi awalnya berniat membalas dendam pada Tian Lei hari ini, tapi setelah melihat kekuatan milik Tian Lei, ia mengurungkan niat balas dendamnya hari ini.


Bahkan Mo Zhi dikalahkan, bagaimana dengannya?


"Sial! Kenapa perkembangan b*jngan itu begitu cepat? Bukankah kami sama-sama memiliki akar spiritual langit?..." Mo Zhi panik dengan situasi sekarang ini.


"Tuan muda, bagaimana? Apakah kita akan melawan atau harus kembali dan melapor pada guru anda?..."


"Kita tetap melihat pertarungan ini dari kejauhan. Lagipula, Mo Zhi telah mati. Guru pasti marah dan akan keluar sebentar lagi..." Ucap Mo Wei dan duduk ditempatnya saat ini.


Mo Wei langsung mengeluarkan sebuah artefak bola hitam dan membuat sebuah dinding lingkaran tersembunyi yang dapat membuat orang-orang di dalamnya tidak terlihat dari luar.

__ADS_1


Sementara itu, Tian Lei yang telah kehabisan banyak energi spiritual langsung mengeluarkan pil pemulih energi yang pernah ia buat di kediaman keluarga Tang dahulu dari cincin penyimpanannya.


Tian Lei menelan pil pemulih energi dan seketika seluruh energi spiritual dalam tubuhnya pulih kembali.


Tian Lei kemudian melirik ke arah Mo Wei bersembunyi seolah mengetahui keberadaan Mo Wei.


Mo Wei yang merasakan bahwa keberadaannya telah diketahui langsung membuka matanya lebar-lebar dan tubuhnya bergetar.


"Apakah anak itu mengetahui keberadaan ku?..." Ucap Mo Wei.


"Seharusnya tidak. Artefak yang diberikan tuan besar ini adalah artefak persembunyian tingkat Kaisar. Bahkan jika dia berada di tingkat Immortal, mustahil bisa melewati batas pertahanan dari artefak ini..."


"Oh, benarkah? Tapi aku bisa melihat kalian dengan jelas..." Ucap Tian Lei yang telah berada di belakang mereka.


Tian Lei dapat melihat mereka dengan jelas karena kekuatan mata ungunya saat ini, walupun ia tidak bisa masuk ke dalam dinding lingkarannya, tapi ia bisa melihat mereka dengan jelas.


Semua orang yang berada di dalam lingkaran penyembunyi langsung dikejutkan dengan suara Tian Lei barusan.


Mereka langsung menoleh ke belakang dan benar saja orang yang baru saja bereka perbincangkan tiba-tiba telah berada di belakang mereka bahkan bisa melihat mereka dengan jelas.


"Apa?! Bagaimana mungkin!..."


"Tian Lei?! Bagaimana kau bisa melihat kami?! Kau hanya ranah Mahayana!..." Ucap Mo Wei dengan panik, mungkin ia akan menyesali keputusannya tadi untuk tetap melihat disana.


"Oh? Memangnya kenapa dengan ranah Mahayana? Aku bisa membunuh ranah Immortal. Sekarang katakan dimana ayahku dan mungkin mayat mu akan aku biarkan utuh..." Ucap Tian Lei dengan penekanan keras di kata-kata terakhirnya.


"Haha, jika kau ingin ayahmu kembali, maka potong tanganmu sendiri. Mungkin aku akan berbelas kasih dan mengembalikan ayahmu..."


Tian Lei memberikan tatapan dingin lalu tersenyum mengerikan. "Sudah ku beri kesempatan tapi kau tidak mengambilnya. Jadi akan aku hancurkan seluruh tubuh dan jiwa mu..."


"Hahaha! Jangan membual! Artefak tingkat Kaisar ini juga memiliki pertahanan yang kuat. Kau yang hanya ranah Mahayana tidak mungkin bisa menghancurkannya!..."


Tian Lei tersenyum. "Jangan menyesal..." Ucapnya pelan dan mulai melayangkan tinju.


Bang!


Tian Lei melayangkan tinju pertamanya tapi tidak memberikan kerusakan apapun.


Bang!


Tinju kedua Tian Lei juga masih tidak memberikan kesan apapun terhadap dinding yang tak terlihat.


Tian Lei berhenti meninju dan menatap dinding itu dengan seksama.


"Hahaha! Tian Lei! Sudah kubilang artefak kaisar bukan mainan yang bisa dihancurkan oleh ranah Mahayana!..." Mo Wei kembali mendapatkan rasa percaya dirinya lagi untuk terhindar dari masalah dengan Tian Lei.


Tian Lei melirik ke arah Mo Wei dengan alisnya yang terangkat. "Benar juga. Artefak memang seharusnya melawan artefak bukan?..." Ucap Tian Lei dan mengeluarkan Pedang Langit Naga Lava dari dalam cincin penyimpanannya.


"Rasakan artefak tingkat Suci ini!..." Ucap Tian Lei, ia langsung mengangkat pedangnya ke atas dan menebaskannya secara vertikal.

__ADS_1


Krak... Krak... Dar!


Artefak persembunyian tingkat Kaisar milik Mo Wei langsung hancur karena perbedaan tingkat dengan senjata Tian Lei yang cukup jauh.


Mo Wei membelalakkan matanya. "Ini... Bagaimana mungkin?..."


Tian Lei mendengus kecil dan mengarahkan pedangnya ke arah Mo Wei. "Heh. katakan, bagaimana kau ingin mati?..."


"Jangan sombong! Bahkan jika kau sudah menghancurkan artefaknya, masih ada kami yang akan melindungi tuan muda!..." Ucap salah satu pengawal.


Ketiga pengawal miliki Mo Wei berbaris di depan untuk menghalang Tian Lei dan Mo Wei berdiri di belakang.


"Hanya kalian? Memangnya kalian punya kemampuan untuk menahan satu serangan ku?..." Ucap Tian Lei dan langsung menebas ke arah ketiga pengawal yang ada di depannya tersebut.


Dengan satu tebasan itu, ketiga pengawal tadi langsung tumbang dengan kepala mereka yang sudah lepas dari lehernya.


Tian Lei melihat ke arah Mo Wei dan berjalan perlahan ke arahnya.


"Apakah kau ada kata-kata terakhir?..." Ucap Tian Lei.


"Bahkan jika aku mati, aku akan melawanmu!..." Ucap Mo Wei dan melesat ke arah Tian Lei.


Tian Lei tersenyum lalu menyimpan pedang Langit Naga Lava nya ke dalam cincin penyimpanannya dan ikut melesat ke arah Mo Wei.


Saat mereka sudah berdekatan satu sama lain, Tian Lei mengepalkan tangannya dengan erat dan langsung meninju perut Mo Wei.


Buak!


Mo Wei yang terkena pukulan Tian Lei langsung memuntahkan sedikit darah dari mulutnya dan terpental hingga mendarat di puing-puing bangunan yang telah hancur.


"Uhuk, uhuk. Bagaimana mungkin pukulan biasa menjadi begitu kuat?..." Ucap Mo Wei sambil mengelap darah di dekat bibirnya.


Tian Lei melihat ke arah Mo Wei dan terbang turun ke sana.


"Sudah kubilang, lebih baik kau katakan dimana ayahku. Mungkin kematian mu tidak akan sakit..." Ucap Tian Lei.


"Hahaha! Aku memang telah bertaruh pada kesempatan ini. Aku dari awal memang memperhitungkan bahwa aku akan mati saat membalas dendam. Lagipula, ayah dan kakakku telah mati. Aku tidak memiliki keluarga lagi di dunia ini. Lebih baik kau bunuh aku sekarang, atau kau akan menyesal kedepannya..."


Tian Lei menatap Mo Wei dalam-dalam lalu tersenyum. "Oh? Bukankah kau tidak membiarkan ayahku pergi sebelum puas menyiksanya? Mana mungkin aku sebagai anaknya akan membiarkan kau mati dengan mudah..."


"Aku akan mematahkan kedua tanganmu!..." Ucap Tian Lei, ia hanya menggerakkan tangannya dengan gerakan memotong dan kedua tangan Mo Wei langsung terputus dari tubuhnya.


"Akh!..." Teriakan Mo Wei terdengar sangat keras, dari teriakan itu sudah dipastikan Mo Wei sedang tersiksa kala itu.


"Itu belum cukup! Aku akan membunuhmu dan membakar jiwamu!...." ucap Tian Lei, ia mengeluarkan api ungu yang sangat panas di telapak tangannya dan mulai menyerang Mo Wei dengan gerakan menusuk pada jantung Mo Wei.


Tapi, saat Tian Lei hendak melancarkan aksinya, sebuah Sambaran petir yang penuh dengan Qi iblis menyambar ke arahnya.


Jedar!...

__ADS_1


__ADS_2