
Tiga hari kemudian...
Di sebuah bukit di dekat kota naga biru, tepatnya kota utama yang merupakan tempat berdirinya sekte naga biru, tampak Tian Lei sedang duduk bersila di puncak bukit tersebut.
Tian Lei mengeluarkan Mutiara Naga yang ia beli tempo hari dan Mutiara Naga itu melayang di depan dadanya.
Tian Lei memajukan kedua telapak tangannya dan mulai menyerap energi dari Mutiara Naga.
Setelah semua energi naga dalam Mutiara Naga telah terserap sepenuhnya, Tian Lei menutup matanya.
Tian Lei kembali membuka matanya, tapi ia sekarang sadar di dalam lautan spiritual miliknya.
Tian Lei terus berjalan melewati lantai yang menyerupai air laut yang tenang.
Setelah lama ia berjalan di sana, Tian Lei dapat melihat sebuah pintu dengan corak naga yang sangat mendominasi.
"Akhirnya aku kembali lagi kesini. Dulu, aku membuka segel ini saat berada di tingkat Sovereign. Sekarang, aku berdiri lagi disini dengan tingkatan yang lebih lemah. Entah aku berhasil atau tidak, aku harus tetap melanjutkan!..."
Tian Lei mengeluarkan semua kekuatan naga yang telah ia serap tadi dan menyalurkannya ke dalam pintu dengan corak naga didepannya.
Perlahan-lahan, energi naga yang berwarna biru yang di transfer oleh Tian Lei mulai merubah warna dari corak naga pada pintu.
Corak naga yang tadinya hanya berupa garis-garis kasar, kini telah mulai berubah menjadi warna biru. Ini seperti legenda naga biru.
Setelah semua energi naga telah habis disalurkan pada corak naga di permukaan pintu, mata dari naga yang ada di pintu memberikan sorotan mata yang tajam seperti sebuah kilat, itu seakan ia masih hidup.
Tian Lei tidak membuang waktunya, ia mengeluarkan Pedang Penghancur Langit dari dalam tubuhnya. Ia mengangkat pedangnya secara vertikal ke atas dan mulai menyerap kembali energi naga yang tadinya telah ia salurkan.
"Penyerapan Energi Naga Biru Menelan Langit!..." Teriak Tian Lei dan semakin mempercepat proses penyerapan energi naga.
Sedikit demi sedikit, energi naga yang ada di pintu mulai terserap ke dalam Pedang Penghancur Langit dan akhirnya habis terserap.
Tian Lei membuka matanya dan kini matanya telah berubah menjadi warna ungu.
Tian Lei menempatkan Pedang Penghancur Langit di depan dadanya dengan posisi horizontal.
Tian Lei merapatkan kedua jari telunjuk dan jari tengahnya lalu mengusap bilah pedangnya secara perlahan.
Setelah itu, Tian Lei menggigit jari telunjuknya dan meneteskan sedikit darahnya ke bilah pedang.
"Segel Formasi Naga Biru Menelan Langit! Hancurkan!..." Ucap Tian Lei dan energi naga yang ada di dalam Pedang Penghancur Langit mulai bergejolak dengan kuat.
__ADS_1
Di dalam Pedang Penghancur Langit, seperti ada sebuah ruang di dalamnya. Di sana terdapat sebuah lingkaran segel yang terbilang kecil namun kuat dan juga mendominasi.
Energi naga yang terserap ke dalam Pedang Penghancur Langit tadi mulai memasuki lingkaran segel itu, lebih tepatnya mereka memberikan serangan terhadap lingkaran segel tersebut.
Karena energi naga yang semakin kuat dan semakin besar, lingkaran segel naga itu sepertinya tidak kuat untuk menahan serangan lagi dan akhirnya pecah berkeping-keping.
.
Tian Lei yang ada di dunia luar membuka matanya dengan sorotan kilat yang tajam.
Ia kemudian meluapkan energi yang sangat besar dari dalam tubuhnya dan sukses mencapai ranah Mahayana bintang 5.
Luapan energi spiritual dari Tian Lei ini berhasil memancing fenomena alam yang cukup hebat.
Awan hitam mulai menutupi seluruh langit di wilayah reruntuhan kuno, Petir-petir mulai menyambar daratan di bawahnya, energi naga biru mulai memancar keluar dari dalam tubuh Tian Lei dan terbang ke atas langit.
Naga biru yang keluar dari dalam tubuh Tian Lei mulai terbang melingkar-lingkar di atas langit wilayah reruntuhan kuno dan akhirnya meledak hingga hancur berkeping-keping.
Langit yang semulanya hitam mulai menghilang dan memunculkan langit cerah kembali di atas wilayah reruntuhan kuno.
Fenomena yang terbilang sebentar tadi berhasil menarik perhatian dari para ahli kuat yang terkenal di wilayah reruntuhan kuno.
Di kota awan merah, orang tua yang di selalu di lihat Tian Lei tempo hari berdiri di teras lantai teratas di gedung Rumah Dagang Semesta.
Ia melihat ke arah langit, lebih tepatnya arah datangnya naga biru tadi. "Apakah orang itu akhirnya kembali?..."
(..........)
Di Istana Kaisar Perang, Kaisar 1000 Perang yang semulanya sedang melakukan latihan tertutup di ruangan khusus untuk dirinya, secara tiba-tiba membuka matanya.
Ia merasakan energi yang sangat ia kenali walau hanya sesaat. "Aura ini... Apakah kakak akan kembali? Aku harus cepat-cepat menembus ranah itu agar bisa bangga di depannya..." Ucap Kaisar 1000 Perang dan kembali melanjutkan latihan tertutupnya.
(..........)
Sementara itu, di puncak suatu gunung di pegunungan Roh hewan buas, tampak orang tua dengan baju putih dan jenggot putih yang sedang ia elus tengah berdiri di sana sambil memperhatikan fenomena yang telah menghilang tadi.
Ia merasakan perasaan yang sama dengan Kaisar 1000 Perang. "Anak ini, aku telah lama menunggunya kembali. Akhirnya ia kembali juga..."
.
Setelah Tian Lei telah menstabilkan kekuatan yang baru saja ia dapatkan kembali, Tian Lei melihat ke arah kota naga biru.
__ADS_1
"Ini saatnya ke tempat itu lagi. Aku penasaran apakah si tua itu ada peningkatan...." Tian Lei melompat ke bawah dan langsung mengepakan sayapnya pergi ke arah kota naga biru.
Setelah sampai di depan gerbang kota naga biru, Tian Lei dapat melihat beberapa murid dengan tingkat kultivasi Yin dan Yang sedang berjaga di sana.
Tian Lei berjalan mendekati mereka. "Salam saudara-saudara. Apakah kalian murid dari sekte naga biru?..." Tian Lei bertanya dengan lembut.
Ketiga murid yang ada di gerbang saling berpandangan dengan alis terangkat. "Ya, kami adalah murid luar dari sekte naga biru. Apakah kau memiliki urusan? Jika kau ingin mendaftar sebagai murid, kau harus menunggu tahun depan. Karena penerimaan murid telah selesai tiga bulan yang lalu..." Jawab salah satu dari mereka.
"Sepertinya kalian salah paham. Saya kemari bukan untuk mendaftar menjadi murid sekte naga biru. Tapi, saya telah terdaftar dan kembali setelah 2 tahun melakukan pengembaraan..." Ucap Tian Lei.
Ketiga murid yang mendengar perkataan Tian Lei seketika menjadi terkejut.
"Apa?! Jadi kau adalah jenius yang direkrut oleh tetua Jie?! Tian Lei!..."
Tian Lei tersenyum lembut. "Ya, begitulah sekiranya..."
"Baiklah. Kami akan menghubungi pihak sekte atas kedatanganmu ini. Walaupun kau jenius, itu tidak lebih baik dari peringkat Langit murid dalam. Jadi, semuanya tergantung pada keputusan para tetua..." Ucap salah satu dari mereka.
"Tidak perlu menghubungi para tetua..." Ucap seseorang yang tiba-tiba keluar dari dalam portal.
Ketiga murid melihat ke arahnya. "Tetua Jie?!..."
"Kenapa tetua kemari? Bukankah Tian Lei adalah tanggung jawab dari para tetua murid luar?..."
"Aku telah meminta izin pada Patriack sekte untuk Tian Lei bisa mengikuti ujian masuk murid dalam tahun ini karena ia telah mencapai ranah Mahayana..." Ucap Jie longhuo.
"Baik tetua. Maaf karena telah lancang..."
Jie longhuo mengangguk dengan lembut dan segera mengarahkan pandangannya ke arah Tian Lei. "Tian Lei. Kita akan berangkat sekarang. Aku akan menjelaskan kondisi sekarang ini padamu diperjalanan..." Ucap Jie longhuo.
"Baik tetua..." Tian Lei memberi hormat.
Tidak membuang waktu lagi, Jie longhuo langsung menutup matanya dan tak lama kemudian seekor burung bangau salju datang kesana.
Bangau salju itu mengepakkan sayapnya dengan lembut dan mendarat tak jauh dari tempat mereka berada.
"Tian Lei. Waktu kita terbatas! Jangan berlama-lama lagi..." Ucap Jie longhuo dan berjalan mendekati bangau salju.
Tian Lei mengangguk dan ikut berjalan mendekati bangau salju, setelah mereka berdua naik, Jie longhuo langsung memerintahkan bangau salju untuk terbang dengan cepat.
Sekte naga biru dan kota naga biru memiliki jarak ratusan ribu mil, dengan kecepatan dari bangau salju, mungkin Tian Lei dan Jie longhuo akan mencapai sekte naga biru dalam 2 jam perjalanan.
__ADS_1