LEGENDA JENIUS SELURUH ALAM

LEGENDA JENIUS SELURUH ALAM
Mo Wei


__ADS_3

Mendengar suara yang sangat dan sangat familiar baginya, Ning'er segera berhenti dan menghentikan niatnya untuk melompat turun.


Dia mengerutkan keningnya dan segera berbalik untuk melihat apakah orang yang memanggilnya adalah orang yang sama dalam pikirannya saat ini.


Ketika Ning'er membalikkan badannya ia mengangkat alisnya karena tak bisa melihat siapa sosok di depannya.


Sosok ini menutup wajahnya dengan baik di dalam jubah hitam yang ia kenakan.


Ning'er mengangkat pedangnya dan mengarahkannya ke arah sosok berjubah hitam tanpa membuka sarung pedangnya.


"Siapa kau?..." Suara yang begitu dingin terdengar dari mulut lembut Ning'er.


Sosok berjubah hitam secara samar tersenyum di dalam jubahnya, ia mengangkat tangannya dan mulai membuka tudung jubahnya.


"Apakah kau telah melupakan tuan muda ini, Xie Ningxiang?..." Ucapnya ketika tudung jubahnya telah terbuka.


"Kau..." Ning'er menggenggam pedangnya semakin erat ketika menahan amarah setelah mengetahui siapa sosok di dalam jubah hitam.


"Itu adalah saint!..." Teriak salah satu murid sekte darah.


"Ternyata senior Mo Wei bersembunyi di antara kita. Sekte darah kita takkan berakhir dengan kekalahan!..."


Beberapa wajah di pihak sekte darah segera bersemangat ketika melihat sosok misterius adalah Mo Wei.


Mereka tampaknya kembali mendapatkan harapan untuk kembali ke sekte dengan kemenangan.


"Mo Wei, kenapa kau ada disini?..." Tanya Ning'er dengan dingin.


Mo Wei tersenyum mendengar pertanyaan ini. "Bukankah sudah jelas? Kupikir akan bertemu Tian Lei di dunia Reruntuhan Kuno dan akan membunuhnya di sana. Tapi, dia sama sekali tidak muncul di sana. Jadi, dengan terpaksa aku harus melakukannya disini. Dan karena dia masih belum muncul juga, biarkan kau menghiburku..." Ucapnya.


Ning'er semakin menatap Mo Wei dengan dingin dan aura kebencian. "Dengan senang hati..." Ucapnya.


Mo Wei tersenyum lalu menatap Lu Zhun yang setengah sadar dan menendangnya ke arah murid-murid sekte darah.


"Urus sampah ini dengan benar..." Ucapnya dengan dingin dan murid-murid sekte darah segera mengangguk takut.


Mo Wei kembali melihat Ning'er. "Baiklah, bisa kita mulai sekarang?..."


.


"Jadi ini yang anda maksud sebagai peserta terakhir, patriak Mo?..." Tanya Zui Zhang Li.

__ADS_1


Mo Yun mengangguk. "Yap, dan aku yakin takkan ada yang bisa mengalahkannya diantara murid kalian..." Ucapnya dengan percaya diri dan Zui Zhang Li merespon dengan serius.


Zui Zhang Li melihat Ning'er dengan tatapan serius sebelum dirinya berkata. "Muridku, apakah kau bisa menghadapinya, tolong jangan memaksakan diri..."


Ning'er segera menoleh dan memberi hormat pada gurunya. "Guru, murid ini yakin bisa mengalahkannya. Mohon guru untuk mempercayai murid..." Ucapnya.


Zui Zhang Li menghela nafasnya dan mengangguk dengan terpaksa. "Baiklah, karena kau telah yakin dengan keputusanmu sendiri, maka lakukanlah..." Ucapnya.


"Terimakasih guru..." Ucap Ning'er dan kembali menatap Mo Wei.


Ning'er dengan cepat melepas sarung pedangnya dan mengarahkannya kembali ke arah Mo Wei.


"Beberapa tahun yang lalu kau selalu kalah dariku dan sekarang takkan ada hasil yang berubah..." Ucapnya dengan yakin.


Wuzz!!


Energi spiritual yang disertai aura dingin keluar dari tubuh Ning'er, dari aura ini dapat diketahui bahwa Ning'er telah mencapai Immortal bintang 9.


Banyak sosok yang terkejut dengan hal ini, mereka telah menganggap bahwa kultivasi Ning'er pastilah sangat tinggi.


Tapi, mereka tak menyangka bahwa kultivasi Ning'er akan setinggi ini bahkan hampir melampaui tetua murid dalam sekte naga biru.


Dan dalam kurun waktu kurang dari empat bulan, Ning'er telah melewati banyak tingkat?


Kecepatan gila macam apa ini?


Sangat tidak masuk akal!


Ekspresi haru terlukis di wajah Zui Zhang Li. "Kedua pasangan ini benar-benar monster. Tampaknya sekte naga biru takkan berakhir di eraku saja..." Ucapnya dengan senang.


Mo Wei tersenyum dan menampilkan wajah yang bersemangat ketika merasakan kultivasi Ning'er. "Oh? Kau begitu yakin dengan itu? Hanya karena Immortal bintang 9 milikmu? Kalau begitu, baiklah!..."


Energi spiritual berdarah mulai menyelimuti tubuh Mo Wei, bahkan lapisan udara di sekitarnya tampak menjadi aura kematian.


Wuz!!!


Mo Wei meluapkan energi spiritual yang sangat mengerikan dari dalam tubuhnya dan banyak murid yang berada di bawah Panggung Naga dan Phoenix segera tertekan.


Semua orang dapat merasakan kekuatan dari Mo Wei benar-benar telah melampaui murid-murid biasa di wilayah reruntuhan kuno.


"Ini..."

__ADS_1


"Xiantian bintang 1?!..."


Setiap orang terkejut dengan hal ini bahkan tak sedikit yang tercengang setelah merasakan ranah kultivasi Mo Wei sebenarnya telah mencapai Xiantian.


Disaat hampir semua pihak larut dalam keterkejutannya, murid-murid sekte naga biru tampak depresi dengan ranah kultivasi Mo Wei.


Yang sebelumnya adalah Immortal bintang 3, dan wajar bagi Ning'er untuk menang dalam satu serangan karena dirinya adalah Immortal bintang 9.


Tapi sekarang?


Musuh adalah Xiantian bintang 1, bagi kebanyakan kultivator, jarak Immortal bintang 9 dengan Xiantian sangatlah besar.


Di tengah kerumunan murid yang tampak putus asa, Xiang Shen Yi tampak terkejut juga tercengang, bahkan hampir tak percaya dengan hal yang ia lihat saat ini.


Pertama Tian Lei, lalu Ning'er, dan sekarang kenalan mereka. Seberapa hebat bakat dari kekaisaran Yan ini?


"Apakah setiap generasi muda di kekaisaran Yan akan seperti ini?..." Pikirnya yang masih tak percaya.


Di atas arena, Ning'er menyipitkan matanya ketika menatap udara berdarah di sekitar Mo Wei.


"Orang ini benar-benar telah menjadi iblis. Samar-samar aku bisa merasakannya, seperti ada banyak nyawa yang dikorbankan dalam auranya..." Ning'er bergumam pelan dengan rasa waspada ketika merasakan dingin saat menatap aura mematikan.


"Xie Ningxiang, biarkan aku mencoba kekuatan dari bakat nomor satu di kota Naga Harimau..."


"Kau bilang bahwa aku selalu kalah darimu dan akan selalu kalah? Akan aku pastikan untuk keluar dari lingkaran itu dan mengalahkanmu untuk yang pertama..." Ucap Mo Wei sambil mengunci matanya yang telah berubah menjadi merah pada Ning'er, sementara itu sudut bibirnya memunculkan senyuman haus darah.


Ning'er semakin menggenggam pedangnya dengan erat dan cahaya biru mulai muncul dari pedang di tangannya.


"Mo Wei, dalam beberapa tahun ini, selain kultivasi mu hanya ada satu yang berubah dari dirimu. Sebagai seorang laki-laki, bagaimana dirimu terlalu banyak bicara?..." Ucapnya dengan dingin ketika aura pedang untuk yang kedua kalinya meluncur keluar.


Ketika aura pedang yang lebih kuat dari sebelumnya mulai berbondong-bondong keluar, mata Ning'er mulai berubah menjadi biru begitu juga dengan rambutnya yang dikelilingi aura dingin yang luar biasa.


Yang berubah bukan hanya kedua aspek ini, bahkan sebuah mahkota es telah terbentuk dan melayang di atas rambut bagian depannya.


Aura pedang yang ia keluarkan juga mulai bersatu dengan aura dingin dari tubuhnya hingga akhirnya membentuk ribuan pedang aura yang berkolaborasi dengan aura dingin.


Mo Wei tersenyum ketika melihat pemandangan ini. "Baiklah, ini waktunya melihat bagaimana kekuatan dari jala*g sepertimu..." Ucapnya dan sebuah energi darah mulai memadat.


Pemadatan energi darah ini kemudian menghasilkan sebuah tombak yang luar biasa mengerikan.


Ini adalah senjata tingkat Suci kelas menengah, Tombak Darah Pembantaian.

__ADS_1


__ADS_2