
Jauh di depan Tian Lei dan Sun Tian, tampak sekali ada puluhan atau bahkan ratusan sosok dengan tubuh menyerupai kabut yang memadat dan ada permata berwarna merah di bagian dada mereka. Tubuh menyerupai kabut semacam mereka ini di sebut juga sebagai tubuh energi.
Kekuatan yang di pancarkan setiap sosok tubuh energi di depan sana tak kurang dari Sovereign bintang 5. Dengan kekuatan semacam ini, mereka dapat menjadi kekuatan top di wilayah Zhongjian.
"Apa-apaan dengan tubuh energi semacam itu?..." Tanya Sun Tian dengan heran setelah kedatangan lebih dari seratus tubuh energi di depan sana.
Tian Lei tersenyum dengan memperlihat sedikit gigi putihnya, ia kemudian mendengus dan menggeleng. "Entahlah. Yang pasti, mereka datang bukan untuk menyapa..." Ucap Tian Lei.
Ia kemudian meregangkan otot tubuhnya seperti sebuah pemanasan kemudian melompat tinggi ke udara. "Ayo habisi mereka dan cari tahu tempat apa ini sebenarnya!..." Ucap Tian Lei dengan bersemangat.
Tian Lei kini mendarat di tanah gersang tepat sekitar puluhan meter di depan kumpulan tubuh energi tersebut.
Energi racunnya membara dan mulai membungkus suruh tubuhnya, ketika wajahnya semakin bersemangat, Tian Lei mengambil ancang-ancang untuk meninju dan memusatkan energi kehancuran di tangan kanannya.
Bam!!!
Gelombang energi kehancuran kemudian menembak ke depan lalu menyapu dan menerjang lebih dari seratus tubuh energi yang di laluinya.
Tian Lei kemudian menunjukkan senyuman lebar ketika satu serangannya tersebut telah berhasil menyapu bersih seluruh tubuh energi di depannya.
Kemudian, Tian Lei menaikkan alisnya saat tatapannya kini menatap ratusan permata merah yang berserakan di depannya dan tampaknya permata-permata merah ini adalah permata merah yang ada di lebih dari seratus tubuh energi sebelumnya.
Tian Lei berjalan beberapa langkah dan mengambil sebuah permata merah yang dekat dengan kakinya saat ini.
Ia mengangkat permata merah tersebut dan melihatnya dengan seksama di depan matanya.
"Apa itu?..." Tanya Sun Tian dengan penasaran ketika ia kini tiba-tiba berada di samping Tian Lei.
Tian Lei menggeleng. "Aku tidak begitu yakin. Tapi, ada energi yang murni di dalam permata merah ini..." Ucap Tian Lei dan Sun Tian mengangguk setelah ia merasakan hal yang sama dari dalam permata merah yang di pegang oleh Tian Lei.
Tian Lei kemudian menutup matanya dan memulai pernafasan yang biasanya di lakukan saat berkultivasi.
__ADS_1
Pertama merah di tangan Tian Lei mulai bercahaya dan mulai melebur menjadi energi saat Tian Lei mulai menyerapnya. Kemudian, permata merah di tangan Tian Lei segera menghilang setelah energi yang terkandung di dalamnya telah menghilang secara penuh.
Tatapan Sun Tian di sebelah Tian Lei tampak melebar ketika Tian Lei berhasil menyerap permata merah tersebut dengan baik.
"Itu bisa diserap?..." Tanya Sun Tian yang tampak bersemangat dan tergesa-gesa.
Tian Lei kemudian tersenyum dan mengangguk. "Yah, begitulah. Walau tidak terlalu berefek pada kita yang telah mencapai Penguasa Agung..." Ucapnya dengan pelan.
Tian Lei kemudian menyebarkan kekuatan jiwanya dan menarik semua permata merah yang berserakan untuk masuk ke dalam sebuah kantong yang ia keluarkan dari cincin penyimpanan nya.
Tian Lei kemudian melirik ke arah Sun Tian yang melihat ke arah kantong yang penuh dengan permata merah di tangannya.
"Kau mau?..." Tanya Tian Lei yang menyodorkan sekantong permata merah tersebut pada Sun Tian.
Sun Tian segera memalingkan wajahnya karena gengsi dan menggeleng. "Apa-apaan. Kau pikir aku ini apa? Aku adalah putra suci yang mendapatkan warisan Kaisar Sun Wu! Aku akan mendapatkan banyak permata sendirian..." Ucap Sun Tian.
Sun Tian kemudian berbalik dan menatap arah yang berlawanan dengan Tian Lei. "Aku akan pergi ke arah sana dan kau pergi ke arah yang lain..." Ucap Sun Tian.
Sun Tian kemudian melesat dengan kecepatan yang luar biasa dan dalam sekejab saja dia telah hilang dari pandangan Tian Lei yang melihat kepergiannya.
Tian Lei kemudian tersenyum dan berbalik untuk melihat arah yang berlawanan dengan arah yang dituju Sun Tian.
"Aku pun tak boleh bermalasan..." Ucapnya dan melesat ke depan dengan kecepatan yang lebih gila dari yang di miliki Sun Tian.
.
Dua bulan kemudian.
Di sebuah tanah gersang yang dikelilingi perbukitan kecil ataupun besar, tampak Tian Lei sedang bertarung dengan sosok tubuh energi yang memiliki kekuatan setara dengan Penguasa Agung.
Dengan melihat Tian Lei yang tampak santai untuk menghadapi tubuh energi Penguasa Agung ini, tampaknya kekuatan tubuh energi tersebut hanya di tingkat Penguasa Agung bintang satu saja.
__ADS_1
Dalam beberapa terakhir, Tian Lei telah berkeliling di area gersang ini sendirian dan telah mendapatkan lebih dari seribu permata merah.
Meskipun melawan tubuh energi di sini sama sekali tidak menyulitkan, tapi mendapatkan keberadaan mereka dapat dikatakan sebagai sesuatu yang cukup sulit. Ini karena tak banyak dari mereka yang membentuk kelompok selayaknya saat pertama kali Tian Lei dan Sun Tian datang ke tempat ini.
Dan meskipun Tian Lei telah menyerap lebih dari seribu permata merah yang ia dapatkan, kultivasi nya hanya mendapatkan sedikit penguatan, tapi tidak ada tanda-tanda peningkatan bahkan masih cukup jauh dari puncak Penguasa Agung bintang dua.
Bang!
Tian Lei meninju tubuh energi di depannya dengan hanya mengandalkan kekuatan fisiknya dan membuat tubuh energi itu terdorong ke belakang.
Tubuh energi yang dilawan Tian Lei saat ini adalah tubuh energi yang berbeda dengan yang ia lawan sebelumnya.
Jika yang ia lawan sebelumnya adalah tubuh energi yang menyerupai kabut abu-abu dan memiliki permata merah di dadanya, maka tubuh energi yang satu ini sama sekali berbeda.
Tubuhnya terbentuk dari energi semacam kabut berwarna hijau gelap dan permata ungu menempel di dadanya. Tampaknya, tubuh energi di tingkat Penguasa Agung dan Sovereign akan memiliki perbedaan yang besar, baik itu di kekuatan ataupun penampilan.
Tian Lei tersenyum ketika menatap tubuh energi yang lumayan kuat di depannya. "Ah, kita sudahi saja ini. Aku melawanmu cukup lama juga sebenarnya karena bosan..." Ucap Tian Lei.
Energi kehancuran ungu gelap segera membakar tubuhnya dan memusat pada tangan kanan Tian Lei.
Ketika Tian Lei mengepalkan tangannya dan mengambil ancang-ancang untuk meninju, tampak sekali bahwa tubuh energi di depannya menunjukkan raut wajah ketakutan. Dalam hal ini, nampaknya semakin kuat tubuh energi, mereka pun mulai memiliki kesadaran nya.
Bang!!
Tian Lei meninju ke depan dan gelombang energi kehancuran segera menembak dari tubuhnya lalu menerjang tubuh energi di depan hingga menghilang dan menyisakan permata ungu yang tergeletak di tanah gersang.
Tian Lei kemudian mengambil permata ungu di tanah dan langsung menyerapnya.
Ketika selesai, Tian Lei menunjukkan raut wajah senang. "Haha, lumayan. Tampaknya aku akan melupakan permata merah dan mencari tubuh energi permata ungu saja..." Ucap Tian Lei dengan senang.
Tapi, baru saja Tian Lei menunjukkan kesenangan di wajahnya, Tian Lei kini menunjukkan raut wajah serius setelah merasakan sesuatu di atas langit.
__ADS_1
Ia kemudian mendongakkan kepalanya dan mengangkat alisnya dengan bingung setelah melihat sesuatu di atas langit.