LEGENDA JENIUS SELURUH ALAM

LEGENDA JENIUS SELURUH ALAM
Sebuah Masalah


__ADS_3

Seminggu kemudian.


Dalam satu minggu ini, Tian Lei terus membaca buku yang diberikan Jiang Feng padanya untuk memudahkan nya dalam mencari keberadaan sekte Gerbang Dewa Racun.


Dia menghafal tempat-tempat yang sering di kunjungi oleh murid sekte Gerbang Dewa Racun dan juga mengingat setiap wajah yang telah di gambar di dalam buku tersebut.


Setelah satu minggu terlewati, Tian Lei telah memahami dan mengingat semua informasi yang ada di dalam buku tersebut.


Dengan semua informasi ini, Tian Lei segera membuat rencana untuk menemukan lokasi pasti dari sekte Gerbang Dewa Racun.


Dalam rencananya, Tian Lei akan berangkat hanya dengan ditemani oleh Xiao Hong saja dengan waktu keberangkatan yang belum di tetapkan.


Di bawah pohon kecil di dekat kediaman putra suci, Tian Lei duduk bersila di atas sebuah batu datar dengan matanya yang memejam.


Tak lama kemudian, Tian Lei membuka matanya dan mengeluarkan senyuman puas setelah dirinya telah menetapkan bagaimana rencana yang akan ia pakai dalam mencari keberadaan sekte Gerbang Dewa Racun.


"Ya, baiklah. Aku akan melakukannya seperti itu saja..." Ucap Tian Lei pelan.


"Kak Tian Lei..." Suara lembut yang menenangkan hati segera terdengar di telinga Tian dari arah sampingnya.


Tian Lei menoleh ke kanan dan melihat sesosok dewi yang cantik dengan senyuman lembut dan rambut indah yang menari dengan angin.


Gaun baru yang di kenakan sang dewi sangatlah indah dan bersinar terang di bawah pelayanan sinar mentari.


Tian Lei tersenyum untuk membalas senyuman lembut dari tunangannya tersebut. "Ning'er, ada apa? Kau terlihat senang..."


Ning'er membuka lebar matanya dengan senyuman dan pupil mata giok yang berbinar-binar.


"Kak Tian Lei, beberapa senior di sini mengatakan bahwa Gedung Perdagangan Bintang akan membuka pelelangan besar hari ini di pusat kota Bintang Utara. Ayo kita kesana..." Ucap Ning'er dengan raut wajah senang penuh harap.


Mendengar hal ini, Tian Lei tampak tertarik dengan Gedung Perdagangan Bintang yang dikatakan Ning'er.


Senyuman terpasang di wajah Tian Lei lalu ia mengangguk pelan. "Baiklah, ayo. Karena ini Gedung Perdagangan Bintang, maka pasti ada hal naik di pelelangan nya..." Ucapnya.


Mendengar hal ini, raut wajah Ning'er terlihat semakin senang dan gembira.


Kemudian, sepasang kekasih ini segera berjalan untuk menuju ke tempat transportasi yang bisa mengantarkan mereka ke kota Bintang Utara.


.


Di pusat kota Bintang Utara, keadaan sangatlah ramai, banyak pedagang-pedagang yang membuka lapak di pinggir jalan dan membuat tempat tersebut menjadi pasar.


Pedagang-pedagang dari kota Bintang Utara ini atau bahkan dari kota dekat lainnnya berkumpul disini untuk mencari untung yang lebih besar karena akan diadakannya pelelangan oleh Gedung Perdagangan Bintang.


Di jalan yang sangat ramai ini, Tian Lei dan Ning'er berjalan sambil melihat-lihat barang-barang yang di jual pedagang di sekitarnya.


Pada saat melihat-lihat barang disana, Ning'er tiba-tiba berhenti setelah melihat benda yang menarik perhatiannya.

__ADS_1


Dalam pandangan Ning'er, ia dapat melihat sebuah gelang giok yang bersinar karena di terpa sinar matahari.


Ning'er berjalan pelan ke arah lapak pedagang yang menjual gelang giok tersebut dan melihat gelang itu dari dekat.


Melihat kekasihnya yang berjalan ke suatu lapak pedagang, Tian Lei pun mengikutinya dan tersenyum setelah melihat Ning'er yang tertarik dengan sebuah gelang giok.


"Berapa harga gelang giok ini?..." Tian Lei langsung bertanya pada sang pedagang.


Pedagang paruh baya tersenyum ramah dan segera menjawab Tian Lei. "Anda memiliki penglihatan yang bagus tuan muda. Gelang ini dibuat oleh pengrajin yang sangat hebat. Aku menjualnya hanya dengan sepuluh ribu koin emas..." Ucap pedagang tersebut.


Tian Lei mengangguk. "Baiklah aku akan membelinya..."


Tian Lei menyentuh cincinnya dan mengeluarkan sekantong koin emas untuk diberikan pada si pedagang.


Setelah menyerahkan uangnya, Tian Lei segera mengambil gelang giok diatas gelaran kain dan memasangkannya ke tangan Ning'er.


"Gelang ini benar-benar cantik saat dipakai dewi yang sangat cantik seperti mu..." Ucap Tian Lei lembut dengan senyuman.


Mendengar pujian dari Tian Lei, wajah Ning'er seperti akan mengeluarkan asap karena memerah.


"Ayo kita lanjut jalan..." Ajak Tian Lei sambil mengulurkan tangannya untuk menggandeng Ning'er.


Ning'er mengangguk dan menggerakkan tangannya untuk menyambut tangan Tian Lei.


Tapi, belum sampai keduanya bergandengan tangan dengan mesra, suara seorang gadis terdengar dari arah belakang.


Mendengar ini, Ning'er dan Tian Lei segera berbalik untuk melihat orang yang berteriak.


Dalam pandangan mereka saat ini, Tian Lei dan Ning'er dapat melihat seorang gadis yang cukup cantik berjalan berdampingan dengan seorang pria tampan dengan kipas di tangannya.


Kedua orang itu terus berjalan hingga berhenti di depan Tian Lei dan Ning'er.


Tian Lei menatap kedua orang tersebut dengan tatapan dingin, begitu juga dengan sang pemuda di depannya yang menatapnya dengan senyuman sombong.


"Ada apa?..." Tanya Tian Lei dengan tatapan dingin.


Gadis di depannya kemudian tersenyum untuk memprovokasi dan berbicara dengan sombong. "Nona muda ini juga tertarik dengan gelang giok itu, akan sangat cocok gelang giok yang cantik itu untuk berada di tanganku..."


"Nona muda ini akan membayar dua puluh ribu koin untuk gelang itu..." Lanjutnya.


Tian Lei mengangkat alisnya sejenak sebelum dirinya memejam dan menggelengkan kepalanya. "Harga itu terlalu murah untuk membeli perhiasan dari seorang dewi..." Ucapnya dengan nada dingin.


Mendengar jawaban ini, hidung gadis di depan Tian Lei sedikit berkedut karena kesal, rahangnya mengeras dan tatapannya tampak penuh amarah.


Ia menghadap ke pemuda di sebelahnya yang tak lain adalah kekasihnya dan segera memeluk lengan pemuda itu. Ekspresi nya yang dipenuhi amarah sebelumnya segera berubah menjadi seorang gadis yang manja.


"Kak Yun, lihatlah. Gelang itu benar-benar cantik dan aku benar-benar ingin memilikinya..." Ucapnya dengan tatapan yang berbinar dengan sedikit air mata.

__ADS_1


Sosok yang dipanggil dengan marga Yun pun tersenyum dan mengelus rambut gadis yang memeluknya. "Tenang saja, serahkan ini padaku. Akan aku pastikan gelang itu akan menjadi milikmu..."


Setelah mengatakan kata-kata yang menghibur gadisnya, pemuda bermarga Yun ini menoleh ke arah Tian Lei dan tersenyum ramah.


"Saudara, nama ku adalah Yun Feng, anak dari penguasa kota Bintang Selatan, salah satu dari empat kota Bintang yang di banggakan Istana Petir Utara. Kalau boleh tahu, siapakah nama saudara ini?..." Ucap Yun Feng dengan ramah.


Mendengar pertanyaan ini, Tian Lei dengan ekspresi acuh tak acuh pun menjawab dengan dingin. "Namaku Tian Lei, dari Istana Petir Utara..."


Setelah mendengar bahwa Tian Lei adalah orang dari Istana Petir Utara, Yun Feng segera melotot karena terkejut.


Jantungnya segera berdetak kencang karena takut yang ia singgung saat ini adalah murid yang berpengaruh.


Yun Feng segera tersenyum lembut seperti akan menjilat Tian Lei. "Oh ternyata begitu. Kalau boleh tahu, apakah saudara Tian ini adalah murid inti atau anak dari seorang tetua?..." Tanya Yun Feng untuk memastikan seberapa berbahaya dan seberapa tingginya status orang di depannya saat ini.


Tian Lei menggeleng. "Tidak, aku bukan keduanya..." Ucap Tian Lei dan segera membuat Yun Feng tersenyum licik.


Dengan sombong, Yun Feng tersenyum di depan Tian Lei, ini karena dalam pikirannya saat ini jika Tian Lei bukanlah murid inti ataupun anak dari seorang tetua, maka Tian Lei hanyalah orang yang bisa ia injak kapanpun.


Dalam senyumannya saat ini, Yun Feng berkata. "Baiklah, karena kau bukan keduanya, maka ini akan menjadi lebih mudah. Berikan gelang itu dan aku takkan menganggap ini sebagai tindakan untuk menyinggung ku..." Ucap Yun Feng dengan percaya diri.


.


.


BUAT YANG LUPA.


TINGKAT KULTIVASI :


PENEMPAAN TUBUH


SPIRIT BUMI


SPIRIT LANGIT


YIN DAN YANG


MAHAYANA


IMMORTAL


XIANTIAN


SOVEREIGN


PENGUASA AGUNG


PENGUASA TERTINGGI

__ADS_1


__ADS_2