
Tiga hari kemudian...
Pagi hari yang cerah, matahari terbit menyinari bumi dengan cahaya yang hangat. Sinarnya membuat bayang-bayang dari setiap dahan pepohonan.
Angin-angin sepoi-sepoi yang menyejukkan bergerak membuat pohon-pohon menari disertai dengan kicauan burung yang merdu.
Disisi lain dari sungai di tempat pelatihan Tian Lei, Yu'er sedang mengendalikan hawa mematikan dari energi racun yang ia miliki.
Dibawah air terjun yang deras, Ni Xien duduk bersila menahan beratnya beban air terjun untuk meningkatkan kekuatan fisiknya.
Dan di atas sebuah batu yang datar, Tian Lei duduk bersila, ia berniat untuk menyuling Kristal Yuan Ungu yang ia dapat beberapa hari yang lalu menjadi pil.
Tian Lei mengeluarkan tungku pil jiwa, dan mengeluarkan sepuluh Kristal Yuan Ungu dari dalam cincin penyimpanannya.
"Dengan sepuluh Kristal Yuan Ungu ini, aku bisa menyuling 20 pil. Itu setara bahkan lebih baik daripada pil kultivasi Xiantian kualitas tinggi..." Ucap Ling Chen, tangannya meraih Kristal Yuan Ungu dan menyusunnya ke dalam tungku pil jiwa.
Tian Lei menyipitkan matanya, dalam satu jentikan jari, api ungu telah keluar dari telapak tangannya dan masuk ke dalam tungku pil.
Api yang semula terbilang kecil, lama-lama semakin mengembang dengan bara api yang besar. Dalam tiga hembusan nafas, api ungu telah menjadi bara api yang ganas.
Saat energi api dalam tungku pil telah stabil, Tian Lei memajukan kedua telapak tangannya ke depan api seperti sedang menghangatkan tubuh dengan api unggun.
Dalam setengah jam, nyala api ungu Tian Lei telah melakukan pembakaran terhadap Kristal Yuan Ungu dan Kristal Yuan Ungu kini mulai meleleh layaknya baja yang meleleh.
Kristal Yuan Ungu dalam waktu yang singkat telah menjadi cairan ungu terang yang memancarkan energi spiritual yang sangat kuat.
Tian Lei mulai menggerakkan tangannya lagi, ia akan memulai fase pemadatan pil. Dalam lima belas menit selanjutnya, Tian Lei telah menyelesaikan langkah pemadatan dan memperoleh 23 butir pil.
Karena pil yang dibuat Tian Lei kali ini bukanlah pil yang sebenarnya, melainkan hanya memadatkan sejenis ramuan menjadi bentuk yang lebih mudah, itu tidak akan memiliki kesempatan untuk disempurnakan.
Tian Lei menghilangkan nyala api ungunya dari tungku pil dan menatap puluhan pil yang ada di depannya.
Dengan cepat, Tian Lei mengarahkan telapak tangan kanannya ke arah pil-pil, dalam sekejap semua pil itu telah masuk ke dalam cincin penyimpanannya.
__ADS_1
Tian Lei tidak langsung beristirahat, dia kembali mengeluarkan bahan herbal untuk membuat pil yang selanjutnya.
Bahan itu adalah sebuah bunga raksasa dengan energi racun yang kuat, Bunga Racun Pemikat.
Tian Lei menggerakkan kedua jarinya yang telah merapat ke arah bunga Racun Pemikat dan bunga itu seketika langsung terpotong menjadi beberapa bagian kecil.
Tian Lei memasukkan sebagian potongan bunga itu ke dalam tungku pil jiwa dan akan memulai pemurnian.
Tian Lei mengeluarkan api ungu dan membakar tungku pil jiwa hingga memiliki panas yang stabil.
Tian Lei semakin memperbesar nyala apinya dan mulai mengeluarkan esensi dari herbal beracun dalam tungku pil jiwa miliknya.
Perlahan, satu persatu potongan bunga Racun Pemikat mulai mengeluarkan gumpalan cairan yang memiliki warna hitam dengan energi racun yang dibawanya.
Setelah semua esensi herbal beracun telah keluar, Tian Lei memasukkan potongan bunga yang tersisa ke dalam kobaran api dalam tungku pil.
Dalam lima belas menit, semua esensi herbal beracun telah keluar dan menyatu menjadi satu gumpalan.
Dengan satu gerakan tangan, Tian Lei mulai memecah gumpalan esensi itu menjadi sekitar 30 gumpalan kecil.
Setelah itu, Tian Lei memasukkan kembali tungku pil jiwa miliknya dan beristirahat sejenak. Saat nafasnya telah teratur kembali, Tian Lei duduk bersila dan mulai mengeluarkan lagi 23 butir pil dari Kristal Yuan Ungu tadi.
Tian Lei mengambil nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya dengan tenang, ia menatap pil-pil yang melayang di depannya dan mengambilnya sebutir.
Dengan perlahan, Tian Lei mulai menelan pil itu, setelah pil yang pertama telah selesai, Tian Lei kembali menelan pil yang selanjutnya.
Dalam tiga hari, pil Kristal Yuan Ungu telah selesai dikonsumsi oleh Tian Lei, dia masih dalam kondisi fokus mendalam.
Ia terus memfokuskan dirinya dengan giat mengolah energi spiritual dalam tubuhnya sebagai hasil dari pil-pil yang telah ia telan.
Dua hari selanjutnya, energi spiritual dalam tubuh Tian Lei telah sangat kuat, dalam dantiannya energi spiritual terus berputar-putar meronta untuk keluar.
Tian Lei menyatukan kedua tangannya di depan perutnya, perlahan tubuhnya mulai mengeluarkan aura cahaya yang hangat.
__ADS_1
Dalam satu hembusan nafas, Tian Lei meluapkan energi spiritual dalam dantiannya dan meningkat menjadi Immortal bintang 6.
Tian Lei membuka matanya dan merasakan kekuatan dalam dirinya telah mencapai tahap selanjutnya.
Tian Lei melihat ke arah kakak beradik yang sedang beristirahat sambil memanggang daging di bawah pohon.
Ia berdiri dan meregangkan otot-otot tubuhnya yang pegal karena lama tidak bergerak, ia kemudian berjalan menuju Ni Xien dan Yu'er.
Merasa ada seseorang yang berjalan ke arah mereka, Ni Xien dan Yu'er menoleh ke arah sesosok pemuda.
"Kak Tian Lei! Kakak sudah meningkat?" Tanya Yu'er dengan semangat dan Tian Lei mengangguk dengan senyuman samar.
Tian Lei mengeluarkan sebuah kantong kain dari dalam cincin penyimpanannya, ia kemudian berlutut di dekat Yu'er.
"Yu'er. Ini adalah pil racun yang berasal dari Bunga Racun Pemikat. Ini mungkin lebih kuat dari energi racun di Lembah Kabut Racun karena ini berasal dari sumber energi itu sendiri. Jadi, gunakan secara perlahan..." Ucap Tian Lei dan menyerahkan kantung ditangannya pada Yu'er.
Yu'er meraih Kantong tersebut. "Baik, terimakasih kak Tian Lei..." Ucapnya dengan senyum yang manis, lalu mengikatkan kantung itu pada pinggangnya.
Tian Lei mengangguk, ia melihat ke arah Ni Xien dan Yu'er. "Setelah kita makan, kita akan pergi ke tujuan selanjutnya..." Ucap Tian Lei dan kedua kakak beradik mengangguk.
Bersamaan dengan itu, daging yang Ni Xien panggang telah matang dan ketiganya makan dengan lahap, terutama Tian Lei yang tidak makan selama beberapa hari.
Setelah selesai makan dan Tian Lei telah mengenakan pakaian sekte murid dalam miliknya, ketiganya terbang di udara dengan Ni Xien yang menggendong adiknya.
"Saudara Tian. Kita akan pergi kemana?..." Tanya Ni Xien yang penasaran.
Tian Lei melihat ke arah Ni Xien. "Kita akan pergi ke kota Jiuho untuk menyelesaikan misiku. Setelah itu, kita akan menuju ke Istana Kaisar Perang..." Ucap Tian Lei.
Ni Xien mengerutkan keningnya karena bingung dengan perkataan Tian Lei, dalam hatinya ia bertanya-tanya.
Mengapa ke Istana Kaisar Perang?
Bukankah Tian Lei murid sekte Naga Biru?
__ADS_1
Ni Xien kemudian menggelengkan kepalanya dan menghilangkan rasa penasarannya.
Tian Lei semakin mempercepat kecepatan terbangnya dan Ni Xien juga ikut mempercepat dirinya.