
Ni Xien mengeluarkan Pedang Pembelah Angin miliknya dan langsung melancarkan beberapa tebasan ke arah Du Heng Luo.
Tebasan-tebasan pedang itu memunculkan beberapa bilah angin yang bergerak menyerang Du Heng Luo.
Du Heng Luo dengan cepat menghindari semua itu dan dalam sekejap ia telah berada di depan Ni Xien.
Du Heng Luo menggerakkan tangannya dan mencekik leher Ni Xien dengan erat, ia langsung mengangkat tubuh Ni Xien dengan cekikan tangannya.
Ni Xien mencoba melepaskan cengkraman tangan Du Heng Luo pada lehernya dengan sekuat tenaga.
Saat masih mencekik Ni Xien, Du Heng Luo merasakan serangan dari jauh, ia dengan cepat menggerakkan tangannya dan menahan serangan itu dengan kabut racunnya.
Ia melihat serangan tadi berupa kabut racun juga. "Kabut Racun Abu-abu?..." Ucapnya dengan pelan.
Matanya kemudian terbuka lebar dan segera melihat ke arah sumber serangan racun tadi.
"Tunggu, Ini..."
Ia dapat melihat Yu'er yang telah melakukan transformasi Tubuh Laba-laba Iblis.
"Ini... Tekanan ini sama dengan milik Patriack! Jika aku membawa gadis ini pada Patriack, dia pasti akan senang dan aku akan menjadi tetua..." Ucapnya dengan semangat.
Du Heng Luo segara melemparkan tubuh Ni Xien dengan acuh tak acuh lalu melesat ke arah Yu'er.
"Hehe, gadis kecil, ikutlah bersamaku!..." Ucap Du Heng Luo.
Saat masih di perjalanan, di belakang tubuh Du Heng Luo tiba-tiba muncul sosok bayangan yang siap menghantam Du Heng Luo dengan gerakan menyiku.
Sosok itu adalah Tian Lei, ia menghantamkan sikunya di punggung Du Heng Luo sampai membuatnya terpental jauh dan gagal mendekati Yu'er.
Saat masih terdorong diudara, Du Heng Luo tiba-tiba di tendang oleh Tian Lei yang telah membelah dirinya.
Buak!
__ADS_1
Du Heng Luo kembali terpental ke tempat yang lebih jauh, tapi saat ia hampir menghantam sebuah batu besar, bayangan Tian Lei yang lain telah berada di atasnya dan memukul Du Heng Luo dengan sangat kuat.
BUAK!
Du Heng Luo yang telah terkena pukulan dari Tian Lei segera menghantam bumi dengan tubuhnya sendiri dan menyebabkan kerusakan yang besar disana.
"Huek!..." Darah segar menyembur dari dalam mulut Du Heng Luo yang terluka cukup parah.
Saat kesadarannya yang masih belum pulih, mata Du Heng Luo samar-samar melihat Tian Lei yang melayang di udara dengan sebuah Teratai merah darah yang sangat besar di tangan kanannya.
Tian Lei yang sudah melayang di udara menatap Du Heng Luo yang masih terbaring lemas dengan dengan dingin, ia lalu melemparkan Teratai merah darah di tangan kanannya ke arah Du Heng Luo.
"Teratai Penghancur 7 lingkaran!..."
DUAR!
Ledakan yang luar biasa dahsyat telah terjadi di permukaan bumi tepat di tempat Du Heng Luo yang masih terbaring tadi.
Tian Lei telah terpental ratusan meter dari tempatnya tadi karena gelombang angin yang dibawa oleh ledakan tersebut.
Tangan kanannya telah terluka parah dan di penuhi banyak darah segar yang mengalir deras, itu adalah dampak dari serangan yang baru saja ia lancarkan.
Dia melayang di udara dengan nafasnya yang terengah-engah karena kelelahan, matanya yang hampir terpejam memaksa untuk melihat ke arah area kerusakan yang di penuhi asap untuk melihat nasib dari musuhnya.
Setelah kepulan asap tebal telah menghilang, dapat terlihat lubang yang sangat besar, di udara di tengah-tengah lubang itu, tampak Du Heng Luo dengan pakaiannya yang telah rusak dan tubuhnya yang telah berlumuran banyak darah.
Ia memegangi tangan kanannya sambil melihat Tian Lei dengan raut wajah marah yang menyeramkan.
Ia kemudian melihat ke arah Yu'er yang telah lepas dari tranformasi tubuh Laba-laba Iblis miliknya lalu melihat ke arah Tian Lei lagi.
"Anak ini sangat tangguh, jika dibiarkan ini akan menjadi penghalang dimasa depan. Tapi, jika dia masih memiliki kartu as, aku mungkin akan mati..." Batin Du Heng Luo.
Du Heng Luo lalu menghela nafasnya. "Huh... Melaporkan tentang gadis itu pada Patriack jauh lebih penting..." Ucapnya dengan pelan.
__ADS_1
Du Heng Luo tersenyum pada Tian Lei lalu berkata. "Tidak mengherankan jika Zhi Xing bisa mati ditanganmu, kau itu sangatlah hebat. Untuk hari ini, aku akan membiarkan kalian pergi, tapi pertemuan kita yang selanjutnya pasti akan membekaskan luka di hati kalian..."
Dari belakang tubuh Du Heng Luo, muncul sebuah portal ruang ia mulai ditelan oleh portal ruang itu, sebelum ia menghilang, ia melihat ke arah Yu'er dengan senyuman.
Alasan Du Heng Luo pergi kali ini sudah jelas untuk melaporkan tentang tubuh yang dimiliki oleh Yu'er pada kekuatan besar di belakangnya.
Tapi, alasan lain tentunya karena ia sudah terluka parah dan takut jika Tian Lei masih memiliki kartu as lainnya.
Setelah Du Heng Luo menghilang, Tian Lei melihat ke arah Yu'er dan Ni Xien di kejauhan lalu berjalan mendekati mereka.
"Kita harus pergi secepatnya..." Ucap Tian Lei dengan suara yang lemah dan dibalas anggukan oleh keduanya.
Ni Xien dan Yu'er kemudian berdiri lalu mulai berjalan ke depan, tapi saat mereka telah berada di depan Tian Lei, mereka mendengar suara seperti ada benda berat yang jatuh.
Mereka lalu menoleh ke belakang dan melihat Tian Lei yang telah pingsan dan jatuh ke tanah.
"Kak Tian Lei?!" Yu'er berkata dengan keras dengan raut wajah panik.
"Saudara Tian?!" Begitu juga dengan Ni Xien, ia juga panik melihat Tian Lei yang telah pingsan tak sadarkan diri.
Yu'er segera bergegas berlari ke arah Tian Lei dan menggoyang-goyangkan tubuh Tian Lei untuk menyadarkannya tapi tak kunjung bangun.
Sementara Ni Xien, ia masih memegang Pedang Pembelah Angin miliknya sambil melihat sekitar untuk memastikan keadaan.
"Kita harus meneruskan perjalanan dengan berjalan kaki, aku akan membawa saudara Tian..." Ucap Ni Xien pada Yu'er dan Yu'er dengan cepat mengangguk.
Alasan mengapa Ni Xien memutuskan untuk berjalan kaki karena ia tidak bisa terbang dengan sayapnya jika harus membawa dua orang bersamanya, dan Yu'er juga belum bisa melayang di udara karena harus mencapai ranah Energi Kabut Racun Putih terlebih dahulu.
Setelah bersiap-siap dan telah mengikat tubuh Tian Lei pada Ni Xien, mereka akhirnya memulai perjalanan mencari kota terdekat.
.
[ Temen-temen semuanya yang tampan, berani dan tidak sombong (Tabrani Baong), mohon berikan like dan komennya ya, mencet tombol like gak sampe semenit kok, ]
__ADS_1