
Setelah pertarungan Tian Lei dengan Du Heng Luo telah selesai dan Tian Lei telah pingsan tak sadarkan diri, Ni Xien dan Yu'er membawa Tian Lei ke kota qingya, kota kecil terdekat dari tempat mereka.
Selama beberapa waktu ini, mereka telah mengundang beberapa tabib terkenal dari kota itu untuk mencoba menyembuhkan Tian Lei, tapi tak ada satupun dari mereka yang bisa menyembuhkan Tian Lei.
Mereka telah menyimpulkan bahwa jalur energi spiritual milik Tian Lei telah putus karena telah memaksakan kekuatan yang besar yang tidak bisa diterima oleh tubuh Tian Lei.
Jika mengesampingkan Tian Lei yang masih memiliki sedikit nafas dan detak jantung, Tian Lei saat ini tidak ada bedanya dengan seseorang yang telah mati.
Ni Xien juga telah beberapa kali menggunakan kekuatannya untuk memeriksa keadaan energi spiritual milik Tian Lei, dan dia menemukan bahwa energi spiritual Tian Lei telah menghilang.
Tian Lei saat ini sudah tidak bisa menggunakan kekuatan energi spiritual lagi, kecuali jika ada suatu cara untuk menyembuhkan jalur energi spiritual dan mengembalikan kekuatannya lagi.
Tapi, hal itu bisa dibilang sangat sulit atau mungkin mustahil, karena tak pernah terdengar di wilayah reruntuhan kuno ada seseorang yang telah kehilangan energi Spiritualnya dan dapat mengembalikannya lagi.
Walau para tabib telah menyerah untuk menyembuhkan jalur energi spiritual milik Tian Lei, tapi ada diantara dari mereka yang bisa membuat kondisi tubuh Tian Lei mulai membaik.
Dari pengobatan yang diberikan tabib itu, warna tubuh Tian Lei yang memucat perlahan mulai menghangat, dan tubuhnya perlahan mulai menyembuhkan sendiri.
Namun, pemulihan baik dari tabib ataupun dari diri Tian Lei sendiri masih terbilang cukup lambat. Pemulihan yang lambat ini berlangsung selama hampir satu bulan, dan akhirnya Tian Lei menunjukkan tanda-tanda akan sadarkan diri.
Di sebuah ruangan kamar yang sangat tenang dan menenangkan, mata Tian Lei mulai menunjukkan gerakan dan terbuka sedikit demi sedikit secara perlahan.
Sinar matahari yang telah menembus ruangan ikut menembus kelopak matanya dan membuat mereka menyengat.
Rasa sakit dan tidak nyaman pada matanya secara bertahap mulai menghilang setelah ia menyesuaikan diri dengan intensitas sinar matahari, ia lalu membuka matanya sepenuhnya.
Apa yang ia lihat dengan matanya saat ini adalah pemandangan yang sangat asing. Ia sepertinya telah di bawa ke sebuah penginapan.
Pada saat ini, Tian Lei mulai merasakan sakit di seluruh tubuhnya terutama dadanya. Butuh beberapa saat baginya untuk pulih dari rasa sakit tersebut.
Kemudian, ia meletakkan kedua telapak tangannya di masing-masing sisi tempat tidurnya, menekannya dan berusaha untuk bangun dari sana.
Namun, dia lalu merasakan bahwa telapak tangannya telah menekan rambut yang terasa halus. Dia lalu memutar pandangannya dan dapat melihat sosok ramping terbaring di sisi tempat tidurnya.
"Yu'er?"
__ADS_1
Tian Lei menatap sesosok gadis yang sudah dikenalnya dengan rasa terkejut.
Kenapa dia disini?
Tian Lei kembali menatap Yu'er yang masih terbaring disebelahnya dengan senyuman pahit, lalu ia bersusah payah meneguk ludahnya.
Apa yang aku lakukan?
Kenapa aku bisa tidur dengannya?
Apa yang aku lakukan saat masih tidak sadarkan diri?
Apakah aku dan dia telah...
Tian Lei memegang kepalanya dengan kedua tangannya, kepalanya kini dipenuhi dengan pikiran-pikiran yang membuatnya semakin pusing.
Di tengah dirinya yang terus memikirkan hal-hal yang sebenarnya terjadi, gadis di sampingnya mulai membuka matanya yang indah dengan linglung.
Setelah kesadarannya sudah terkumpul, gadis cantik itu menatap pemuda yang telah duduk di sampingnya.
"Kak Tian Lei, kau sudah bangun? Hiks..."
Tian Lei tersenyum lalu membalas pelukan dari gadis kecil yang memeluknya, tangannya mulai bergerak dan mengelus rambut Yu'er.
Setelah selesai bersukacita, Tian Lei segera melepaskan pelukannya dan mulai bertanya pada Yu'er tentang apa yang terjadi setelah ia pingsan, dan Yu'er menceritakan semuanya dengan jelas.
.
"Hm. Begitu ya..." Tian Lei bergumam dengan tangannya yang mengelus dagunya setelah ia mencerna semua cerita dari Yu'er.
"Jadi sudah sebulan..." Lanjutnya lagi dan Yu'er mengangguk.
Tian Lei terdiam sejenak dan melihat ke arah Yu'er lagi, lalu ia menyipitkan matanya saat menatap Yu'er terakhir.
"Lalu... Kenapa kau bisa tidur disini?..." Ucap Tian Lei dengan nada curiga.
__ADS_1
"Yu'er memang tidur disini, bahkan sudah sebulan..." Ucap Yu'er dengan wajahnya yang polos.
Sebulan?
Sebulan?
Aku telah tidur dengan gadis ini selama sebulan?
Kepala Tian Lei lagi-lagi di isi dengan pikiran yang seharusnya tidak begitu ia pikirkan, tapi bagaimanapun itu adalah hal yang tidak biasa baginya yang tidak pernah tidur dengan satu wanita pun.
"Haha, bocah, jangan terlalu banyak berpikir. Aku menyuruh gadis itu tidur disini karena rumahku tidak memiliki banyak ruangan, bahkan kakaknya saja harus tidur di kursi. Lagipula, kau dalam keadaan pingsan, jadi itu tidak akan apa-apa..." Suara dari orang yang sudah tua terdengar dari ruangan.
Sesosok orang tua dengan pakaian sederhana dan rambut-rambutnya yang mulai memutih berjalan perlahan memasuki ruangan dengan sebuah mangkuk yang terisi obat di dalamnya, dan tentunya itu obat untuk Tian Lei.
Tian Lei menatap orang tua itu penasaran, ia mengangkat alisnya lalu bertanya. "Siapa kau?"
Orang tua itu hanya tersenyum, ia dan Tian Lei lalu mengarahkan pandangannya ke arah Yu'er.
Yu'er lalu tersenyum ke arah Tian Lei. "Kakak Tian Lei, aku lupa memberitahumu. Ini adalah kakek Yao. Dia adalah tabib yang merawatmu selama ini. Sebelumnya kita berada di penginapan dikota, tapi kakek Yao menyarankan untuk pindah ke sini agar ia bisa melakukan penyembuhan dengan lebih nyaman..." Yu'er menjelaskan dan didengarkan dengan baik oleh Tian Lei.
Tian Lei mencoba untuk membungkuk di tempatnya sambil memegangi dadanya karena rasa sakitnya mulai terasa lagi.
"Terimakasih, karena telah membantu menyembuhkan saya..." Ucap Tian Lei dengan sopan.
Kakek Yao lalu memejamkan matanya dengan tampang serius, ia mengelus-elus janggutnya yang panjang lalu meletakkan mangkuk yang ia pegang di atas meja.
"Hm? Terimakasih? Jangan terlalu cepat berterimakasih. Kau harus memeriksa kondisi jalur energi spiritual mu terlebih dahulu..." Ucap kakek Yao dengan serius.
Tian Lei menatap kakek Yao dengan tatapan tegang dan juga cemas, ia meneguk ludahnya lalu mencoba untuk duduk bersila di atas tempat tidur.
Tian Lei mengambil sikap bermeditasi lalu menutup matanya untuk memeriksa kondisi tubuhnya dari dalam.
Dalam sekejap, mulutnya telah mengeluarkan darah segar dan membuatnya batuk-batuk.
Tian Lei mengeluarkan semua darah itu diatas tempat tidur dan membuat tempat tidur yang bersih dipenuhi dengan noda darah.
__ADS_1