LEGENDA JENIUS SELURUH ALAM

LEGENDA JENIUS SELURUH ALAM
Walikota dan jendral Shaoli


__ADS_3

Tian Lei mengalihkan pandangannya ke arah Ming Li dan berjalan ke arahnya. Ming Li yang melihat hal itu langsung ketakutan dan menghancurkan sebuah liontin giok tanpa sepengetahuan Tian Lei.


Tian Lei mencekik leher Ming Li dan mengangkatnya ke atas, hal itupun membuat Ming Li menggigil ketakutan.


"A, apa yang akan kau lakukan?..." Ucap Ming Li yang ketakutan.


"Bukankah tuan muda Ming ingin 'meminjam' resep pil darah giok milik 'orang rendah' ini?..." Tanya Tian Lei dengan tatapan dingin.


"Tidak, aku sama sekali tidak memiliki niatan itu lagi. Tolong lepaskan aku..." Ucap Ming Li.


"Baiklah. Aku akan melepaskanmu..." Ucap Tian Lei dengan nada bersahabat.


"Benarkah?..." tanya Ming Li yang terlihat senang karena merasakan aura permusuhan dari Tian Lei tiba-tiba menghilang.


"Ya, aku akan melepaskanmu dari kehidupan yang sekarang ini..." Ucap Tian Lei dengan tatapan dan aura yang mengerikan lalu semakin mengeratkan tangan Tian Lei untuk menyekik leher Ming Li dan merapatkan telapak tangan kirinya, ia mulai menggerakkannya untuk menusuk jantung Ming Li.


Tapi, gerakan tangan kiri Tian Lei tiba-tiba terhenti, ia melihat ke arah langit dan melihat sebuah bola api sedang terbang turun ke arahnya.


Tian Lei melemparkan tubuh Ming Li ke arah bola api yang hampir sampai ke tempatnya dan langsung melompat mundur dengan cepat.


Tubuh Ming Li dan bola api semakin mendekat dan akhirnya saling bertabrakan dan membuat ledakan yang cukup besar.


Duar!


Karena ledakan itu juga, asap yang tebal akhirnya menutupi area disekitarnya dan membuat semua orang tidak bisa melihat apa yang terjadi pada Ming Li.


Setelah asap tebal tadi menghilang, tampak Ming Li yang sudah penuh dengan luka bakar di sekujur tubuhnya dan sedang di gendong oleh seseorang di depan dadanya.


Orang yang menggendong Ming Li adalah laki-laki tua dengan rambut hijau tua yang panjang terurai, matanya juga hijau yang menatap Tian Lei dengan tatapan tajam yang menunjukkan aura permusuhan yang besar.


Semua orang yang melihat orang tua itu membelalakkan matanya, kecuali Tian Lei yang sudah biasa melihat orang-orang seperti itu.


"G, grand master Ming Zhu?..." Ucap panatua pertama dengan rasa takut, sampai jari telunjuknya yang menunjuk ke arah grand master Alchemist Ming Zhu bergetar karena takut.

__ADS_1


"Hahaha!... Keluarga Tang! Kalian sudah habis! Grand master Ming Zhu adalah seorang kultivator ranah Mahayana bintang 3! Tidak ada yang bisa menghadapinya di keluarga kalian!..." Ucap Dan Zun sambil memegangi luka pada tubuhnya.


"Oh? Memangnya sekuat apa kultivator Mahayana bintang 3? Itu hanya mainan untuk kawan kecilku..." Ucap Tian Lei dengan santai.


Grand master Ming Zhu melihat ke arah Tian Lei dengan tatapan tajam. "Nak, Keberanianmu sangat besar sampai berani melukai murid dari orang tua ini. Apakah kau meremehkan orang tua ini?..."


Tian Lei dengan santai mengangkat kedua bahunya. "Bukankah kau sendiri yang melukai murid kesayanganmu itu? Dan memang benar, aku memang meremehkan dirimu..." Ucap Tian Lei, ucapan terakhirnya tadi berhasil membuat grand master Ming Zhu marah.


"Kau!..." Grand master Ming Zhu menggertakkan giginya, matanya melotot seperti akan keluar.


"Apa? Apakah kau tidak percaya bahwa teman ku bisa melawanmu? Kalau begitu, kemarilah..." Ucap Tian Lei, ia memainkan jari telunjuknya maju mundur untuk menantang grand master Ming Zhu.


Grand master Ming Zhu menghela nafasnya dan meletakkan tubuh muridnya di lantai teras sebuah toko di dekatnya.


Setelah meletakkan tubuh muridnya, grand master Ming Zhu menatap Tian Lei dengan tajam lalu mengeluarkan api di kedua telapak tangannya.


"Nak, jangan pernah berkata bahwa orang tua ini menindasmu. Kau sendiri yang memintanya..." Ucap grand master Ming Zhu, matanya tampak tajam dengan aura membunuh yang kuat.


Tian Lei menyipitkan matanya menatap grand master Ming Zhu dengan serius. "Orang tua ini berada di tingkat Mahayana bintang 3. Tapi kekuatannya lebih kuat dari Mahayana bintang 4. Ini berarti ia adalah kultivator yang mengkultivasikan penguatan tubuh. Aku sama sekali bukan lawannya, bahkan tadi saat aku mengaktifkan peningkatan kekuatan dari tubuh Kaisar Langit, aku hanya bisa melawan puncak Yin dan Yang. Dalam proses memperbaiki inti ikatan darah, aku tidak boleh menggunakan kekuatan dari Xiao Bai terlebih dahulu. Setidaknya sampai setengah tahun. Sepertinya hanya bisa bergantung pada Xiao Bai..." Batin Tian Lei.


"Xiao Bai!..." Teriak Tian Lei dan Xiao Bai langsung melompat ke depannya untuk menghalau Ming Zhu yang hendak menyerang Tian Lei.


Xiao Bai mengambil ancang-ancang untuk melolong dengan keras lalu melepaskan lolongan.


"Auuu!!!...." Xiao Bai melolong dengan keras hingga membuat gelombang angin yang dahsyat.


Gelombang angin yang dibawa oleh lolongan dari Xiao Bai tadi mengenai tubuh Ming Zhu dan membuatnya terpental mundur.


Dalam keadaan berlutut Ming Zhu melihat ke arah Xiao Bai. "Beast tingkat 5 menengah? Bagaimana beast sekuat ini bisa tunduk pada bocah sialan itu?..." Ucap Ming Zhu.


"Orang tua. Jika kau tidak berlutut memohon maaf padaku, maka jangan salahkan aku jika 'sang raja beast lingkaran surgawi' akan mencabik-cabik tubuhmu..." Ucap Tian Lei.


Ming Zhu tersenyum lalu tertawa terbahak-bahak. "Hahaha! Memangnya kau berani membunuhku? Bahkan walikota begitu menghormatiku! Mana mungkin ia akan membiarkan aku mati begitu saja..." Ucap Ming Zhu.

__ADS_1


"Baiklah, kalau itu mau mu. Aku tidak akan segan lagi. Xiao Bai! Mungkin dagingnya sama sekali tidak enak. Jadi, kau hanya perlu mencabik-cabiknya dengan taring tajammu..." Ucap Tian Lei.


"Grrr..." Xiao Bai menggeram dan menunjukkan aura permusuhan pada Ming Zhu.


"Hahaha! Ingin mencabik-cabik diriku? Itu pun jika kau memiliki kemampuan. Kalian semua! Ayo keluar!..." Teriak Ming Zhu lalu tiga orang yang awalnya bersembunyi langsung berjalan ke arah Ming Zhu.


Tian Lei mengangkat alisnya sebelah. "Mereka..."


"Hahaha! Benar! Mereka bertiga adalah Patriack dari tiga keluarga besar yang telah mencapai ranah Mahayana bintang 5! Itu sudah cukup untuk melawan beast mu!..."


Tian Lei melihat ke arah Xiao Bai. "Xiao Bai! Apakah kau bisa melawan mereka?..."


"Wuu..."


Tian Lei tersenyum. "Bagus! Kalau begitu aku akan berusaha menahan orang tua itu selagi kau melawan mereka bertiga! Ayo maju!..." Ucap Tian Lei dan membuat pertarungan yang bisa membuat perubahan pada kota Shamo akhirnya dimulai.


Tapi, saat mereka hampir saling menyerang satu sama lain, dua sosok pria yang sangat kuat muncul di udara untuk menghentikan pertarungan.


"Hentikan!..." Teriak salah seorang dari mereka dengan suaranya yang terdengar tegas dan berwibawa.


Semua orang yang sedikit lagi hampir mencapai satu sama lain, akhirnya berhenti dan melihat ke atas.


Sementara itu, salah satu dari dua pria itu menggunakan aura menekan yang luar biasa untuk menekan kedua belah pihak yang akan bertarung.


Akibatnya, semua orang yang disana merasakan aura menekan yang luar biasa sampai membuat mereka berlutut. Tapi, berbeda dengan Tian Lei, ia memegang lututnya dan menopang tubuhnya agar tidak sampai berlutut, karena ia memiliki prinsip dalam hidupnya bahkan jika lawannya memiliki kekuatan ribuan kali lipat darinya, ia tidak akan pernah berlutut.


"I, ini... Ini pasti kekuatan dari jendral Shaoli..." Ucap Patriack keluarga Du.


"Jika dia jendral Shaoli, maka orang yang disebelahnya dan yang berteriak tadi adalah walikota?..." Ucap grand master Ming Zhu.


Kemudian, kedua orang yang ada di udara perlahan mulai turun dan rupa mereka sudah mulai terlihat dengan jelas. Benar saja, mereka berdua adalah walikota San Ye dan jendral terkuat dari 10 jendral kota Shamo, Jendral Shaoli.


Jendral Shaoli melihat ke arah Tian Lei yang masih berusaha untuk tidak berlutut, ia kemudian semakin memperkuat aura menekannya dan hampir membuat Tian berlutut.

__ADS_1


Tapi, walikota San Ye menepuk pundaknya dan menggeleng, akhirnya jendral Shaoli menghela nafas dan menghilangkan aura menekan miliknya.


Semua orang yang telah lepas dari tekanan yang diberikan oleh jendral Shaoli nafasnya menjadi terengah-engah, termasuk Tian Lei yang wajahnya telah memerah karena sudah sekuat tenaga menahan tekanan.


__ADS_2