
Saat Mo Wei memegang Tombak Darah Pembantaian dengan tangan kanannya, disebuah bangunan tak jauh dari Panggung Naga dan Phoenix, muncul dua sosok berjubah hitam memakai sebuah tudung yang menutupi wajahnya.
"Kau sudah mengabarinya?..." Tanya salah satu sosok.
Sosok yang lain mengangguk. "Ya, dia bilang akan sampai dalam beberapa menit karena dia kebetulan ada di dekat sini bersama dengan sepuluh jenderalnya..."
"Aku akan memulai. Kau pergilah dan katakan pada mereka nanti untuk bersembunyi dan muncul disaat yang tepat saja..."
"Baiklah..." Sosok lain menjawab dengan anggukan dan segera pergi dari tempat tersebut.
Salah satu sosok itu mengangkat sedikit tudungnya dan menunjukkan pupil mata merah yang mengerikan saat dia menatap Mo Wei.
Sosok itu mengangkat tangan kanannya dan meraih sebuah batu kerikil dari belasan batu kerikil yang di genggam tangan kirinya.
Dalam sekejap, batu kerikil telah di jepit oleh ibu jari dan jari telunjuknya.
Bang!
Sosok berjubah hitam segera memainkan ibu jarinya dan menembakkan batu kerikil ke arah Mo Wei.
Menyadari serangan yang cukup kuat, Mo Wei segera menoleh dan membuat gerakan pertahanan dengan tombak ditangannya.
Stank!
Krikil yang ditembakkan dengan kekuatan dorongan yang luar biasa segera menabrak tongkat dari Tombak Darah Pembantaian.
Krikil yang ditembakkan tampaknya telah dialiri energi spiritual yang besar dan yang menembakkannya tampaknya memiliki kekuatan yang hebat juga.
Ini dibuktikan dengan bekas goresan yang di buat oleh krikil tadi bahkan jika Tombak Darah Pembantaian adalah senjata tingkat Suci kelas menengah.
Mo Wei menurunkan tombaknya dan melihat ke arah bangunan tempat asal kerikil yang ditembakkan ke arahnya.
Di atas bangunan yang dilihatnya, Mo Wei dapat melihat satu sosok berjubah hitam yang juga menatapnya dengan dingin.
Bukan hanya Mo Wei saja yang menatap ke arah atap bangunan, hampir semua sosok juga melihat ke arah atap bangunan untuk memastikan siapa yang berani melakukan serangan diam-diam.
"Hei bajingan! Turun dan lawan aku disini! Jangan menyerang diam-diam seperti pengecut!..." Mo Wei tampak marah dengan sosok di atas bangunan.
__ADS_1
Di atas bangunan, sosok berjubah hitam menyeringai puas dengan dengusan kecil ketika dirinya di tantang oleh Mo Wei.
Dalam sekejap mata, sosok berjubah hitam telah menghilang dari atap bangunan dan tampil di atas Panggung Naga dan Phoenix tepat di samping Ning'er.
Semua orang yang melihat kecepatan luar biasa itu segera takjub dan semakin penasaran dengan sosok berjubah hitam.
"Hei sialan! Cepat buka tudungmu itu dan biarkan aku melihat siapa dirimu sebelum aku membunuhmu!..." Mo Wei berkata dengan marah ketika kembali melihat sosok berjubah hitam yang telah berpindah tempat.
Sosok berjubah hitam tersenyum tipis dan mendengus pelan. "Heh, kau sudah mengenalku, masih perlu mengetahui siapa aku?..."
Ketika suara ini terdengar, banyak sosok murid sekte naga biru yang terdiam karena tampak mengenal dan mengetahui siapa pemilik suara ini.
Di atas Panggung Naga dan Phoenix, Ning'er menatap sosok disebelahnya dengan rasa terkejut dan tak percaya.
Aura pedang yang ia keluarkan sebelumnya perlahan mulai menghilang sebelum ia memanggil dan menebak sosok di sebelahnya.
"Kak Tian Lei?..." Panggilnya dengan suara pelan.
Sosok berjubah hitam mengangguk dan mulai mengangkat tangannya untuk melepaskan tudung yang menutupi kepalanya.
Saat tudung anyaman bambu telah di turunkan, semua sosok dari pihak sekte naga biru seketika tak bisa berkata apapun.
Banyak murid sekte naga biru yang saling berbisik mengenai kedatangan Tian Lei, ini antara mereka bingung dan tak percaya dengan kedatangan Tian Lei yang tiba-tiba.
Sosok yang selama ini bersembunyi dalam pelatihan di puncak menara tiba-tiba ada disini?
Tapi, apapun itu, dengan adanya Tian Lei disini, kemungkinan mereka akan meraih kemenangan akan semakin besar.
Dalam kepercayaan yang di berikan, semua sosok tak menyadari bahwa sosok Tian Lei yang mereka lihat hanyalah salah satu dari dua Tubuh Bayangan milik Tian Lei yang sempat Tian Lei keluarkan sebelumnya masuk menara.
Tian Lei sengaja hanya mengeluarkan dua Tubuh Bayangan agar kedua Tubuh Bayangannya ini mampu bertahan selama mungkin hingga ia selesai dengan pelatihannya yang kemungkinan akan memakan waktu berbulan-bulan.
Mo Wei tersenyum bersemangat dengan tatapan dingin ketika melihat sosok yang selama ia tunggu sebenarnya telah berada di depannya.
"Ha,ha..."
"Hahaha!..."
__ADS_1
"Tian Lei! Akhirnya aku menemukanmu! Kupikir kau akan bersembunyi seperti pengecut, ternyata kau masih memiliki keberanian untuk datang..." Ucap Mo Wei dengan semangat.
Tubuh Bayangan Tian Lei mengangkat aslinya. "Hah? Aku hanya tak memiliki waktu untuk meladeni sampah. Jika bukan karena takut kau akan melukai Ning'er, aku juga akan malas untuk bertemu denganmu disini..."
Mendengar ejekan dari Tian Lei, Mo Wei menjadi marah sampai hidungnya berkedut.
Wuzz!!
"Baiklah! Jangan basa basi lagi!..." Ucap Mo Wei dengan keras.
Tian Lei tersenyum tipis. "Kapan pun..." Ucapnya dan mulai mengeluarkan kuda-kuda bertarungnya.
Tian Lei melirik ke belakang. "Ning'er, turunlah..." Ucapnya dan Ning'er mengangguk sebelum melompat turun.
Di sebelah singgasana Zui Zhang Li, sosok Xi Liang tampak kaget dengan kedatangan Tian Lei kali ini.
"Patriak, bukankah seharusnya senior Jie memberitahu kita jika Tian Lei telah keluar dari menara?..." Ia bertanya dengan telepati dalam rasa bingung dalam dirinya.
Zui Zhang Li menggeleng. "Tidak, apakah kau tak bisa merasakannya? Aura Tian Lei yang di atas Panggung lebih lemah dari tiga bulan yang lalu..." Ucapnya juga dengan telepati sambil Melihat Tian Lei di atas panggung.
Xi Liang melihat Tian Lei lebih dalam lagi dan membenarkan perkataan Zui Zhang Li.
"Yang anda katakan itu benar, tapi apakah dia palsu?..." Xi Liang kembali bertelepati
Zui Zhang Li menggeleng lagi. "Entahlah. Meskipun auranya lebih lemah, tapi aku merasa bahwa dirinya benar-benar adalah Tian Lei..."
"Hoho, apakah ini adalah Tian Lei, sang Raja Suci Sekte Naga Biru?..." Sosok Mo Yun berkata dengan remeh.
Zui Zhang Li melirik ke samping dan memejam dengan tenang. "Itu benar. Dia adalah Raja Suci kami, apakah patriak Mo ada komentar tentangnya?..."
Mo Yun mengeluarkan raut wajah sombong ketika dia mengelus janggut hitamnya.
"Hm, meskipun dia pengecut yang suka menyerang diam-diam, tapi bakat orang ini tampaknya lebih baik dari nona Xie Ningxiang dan hampir lebih baik dari Saint kami. Dengan adanya dirinya dan nona Xie Ningxiang, kemungkinan sekte naga biru akan maju untuk kedepannya..." Ucap Mo Yun.
.
Informasi Tubuh Bayangan Tian Lei :
__ADS_1
Mereka memiliki kekuatan yang berada di bawah Tian Lei, tapi tak mempengaruhi atau mengurangi kekuatan asli milik Tian Lei. Mereka juga memiliki jiwa dan pikirannya sendiri-sendiri, tapi perintah dari Tian Lei adalah yang terpenting bagi mereka.