
Jangan lupa kasih hadiah😂
Yan Lao yang tadinya terbang di udara kemudian turun menghampiri walikota dan pasukan yang ada di belakangnya.
"Apakah berhasil?..." Tanya walikota Zi Li Yan.
"Entahlah, aku juga tidak yakin..." Ucap Yan Lao.
Beberapa saat kemudian, asap tebal yang menutupi area pertarungan itu perlahan-lahan mulai menghilang dan semua orang semakin fokus menatap ke tempat tersebut.
Setelah asap tebal itu benar-benar telah menghilang, semua orang terkejut dengan penampakan yang ada di depan sana. Mereka dapat melihat badak api yang masih berdiri kokoh tanpa goresan sedikitpun pada kulitnya. Bukan hanya itu, Qi iblis yang ada di sekitarnya juga semakin kuat.
"Bagiamana mungkin? Jika serangan itu tidak memberikan luka, aku sama sekali tidak terlalu heran. Tapi, dia jadi semakin kuat? Apa-apaan ini!..." Ucap Yan Lao.
"Sial!..." Ucap walikota Zi Li Yan.
Badak api kemudian mengeluarkan aura permusuhan yang amat besar, energi iblis disekitarnya perlahan membentuk sebuah pemadatan spiritual yang menyerupai kepala badak api dengan ukuran raksasa.
Kepala badak api yang terbentuk dari pemadatan energi iblis itu semakin lama semakin besar dan membuat aura penekanan yang sangat mendominasi.
Sementara itu, di puncak atas dari rumah makan teratai putih, tampak Tian Lei dan Xiao Bai yang sedang duduk sambil mengawasi jalannya pertarungan dengan serius.
Hati Tian Lei saat ini masih bimbang, antara ia membantu tapi resikonya sangat besar bahkan ia bisa mati, atau ia harus pergi sekarang juga dan mengingkari janjinya pada seseorang.
Tian Lei sebenarnya dari awal sudah memiliki niatan untuk pergi dari kota itu. Tapi, entah kenapa hatinya sangat sesak saat memikirkan kehancuran kota ini.
Xiao Bai yang terlungkup di sebelah Tian Lei melihat Tian Lei dengan raut wajah sedih karena Tian Lei tidak membantu. "Wu..." ucap Xiao Bai dengan pelan.
Tian Lei melihat ke arah Xiao Bai yang masih memasang wajah sedihnya, ia kemudian mengelus-elus bulu-bulu halus di kepala Xiao Bai.
"Aku sebenarnya bisa mengalahkannya dengan bantuan Segel Kegelapan tanpa batas. Tapi, kekuatanku sama sekali tidak cukup untuk melakukannya." Ucap Tian Lei.
"Wu..." Xiao Bai menjilati tangan Tian Lei yang mengelus kepalanya.
Tian Lei tersenyum. "Menggunakan kekuatanmu?..." Ucap Tian Lei dan kemudian menghela nafasnya. "Aku mungkin bisa mengalahkannya jika aku menggunakan seluruh kekuatanmu. Tapi, resikonya adalah kehilangan seluruh kekuatanmu. Apakah tidak apa-apa?..." Tanya Tian Lei.
"Wu..." Xiao Bai mengangguk dengan semangat.
Tian Lei menghela nafasnya dan tersenyum, ia kemudian berdiri dan melihat ke arah Medan pertarungan, dimana kekuatan yang akan di lepaskan oleh badak api menjadi semakin kuat.
"Baiklah. Jika kau memang tidak takut kehilangan semua pencapaianmu, maka aku juga akan menggunakan semua usaha yang aku bisa..." Ucap Tian Lei.
Tian Lei melihat ke arah Xiao Bai, kini ia dan Xiao Bai saling berhadap-hadapan. Tian Lei berjongkok didepan Xiao Bai dan meletakkan telapak tangannya tepat di atas segel emas yang ada di dahi Xiao Bai.
Cahaya emas yang disertai dengan kekuatan yang sangat besar keluar dari segel tersebut. Cahaya emas dan kekuatan itu adalah semua kekuatan dari Xiao Bai.
Cahaya emas itu mulai memasuki tubuh Tian Lei dengan sangat cepat, ranah kultivasi Tian Lei semakin naik dengan cepat dan berhenti di ranah Mahayana bintang 6.
__ADS_1
Sementara Xiao Bai, ia menjadi semakin lemah bahkan hanya memiliki energi spiritual setingkat dengan Body tempering bintang 6.
Kekuatan yang besar di dalam tubuh Tian Lei hampir tidak bisa ia kendalikan, bahkan tubuhnya sekarang hampir meledak.
Tian Lei kemudian duduk bersila dan menggunakan kekuatan jiwanya untuk menstabilkan kekuatan yang ada dalam tubuhnya.
Beberapa detik kemudian, kekuatan itu bisa ia kontrol dengan baik, tapi hanya bisa ia gunakan dengan waktu 10 menit saja.
Tian Lei mengeluarkan sebutir pil perubahan wujud dan memberikannya pada Xiao Bai. "Xiao Bai. Untuk sementara, kau menjadi kecil terlebih dahulu..." Ucap Tian Lei.
"Wu..." Xiao Bai mengangguk lalu menelan pil perubahan wujud yang diberikan oleh Tian Lei.
Xiao Bai kemudian langsung berubah wujud menjadi seekor anak anj*ng yang lucu.
Tak basa-basi lagi, Tian Lei meletakkan Xiao Bai di pundaknya dan langsung terbang ke arah Medan pertempuran.
.
Di tempat pertarungan, kekuatan yang dikeluarkan oleh badak api semakin kuat dan para pasukan kota, Yan Lao dan walikota Zi Li Yan telah bersatu untuk membentuk sebuah perisai dengan energi spiritual yang besar.
Beberapa detik kemudian, Tian Lei bersama dengan Xiao Bai telah sampai di tempat tersebut dan hal ini membuat Yan Lao terkejut.
"Kenapa kau kembali lagi?..." Tanya Yan Lao.
Tian Lei melihat ke arah Yan Lao dan tersenyum. "Aku memiliki janji untuk menjemput seseorang beberapa tahun lagi. Tapi, aku juga memiliki janji untuk menyelamatkan kota ini pada seseorang..." Ucap Tian Lei.
Tian Lei memberikan Xiao Bai pada Yan Lao. "Pergi menjauhlah. Dan jaga dia..." Ucap Tian Lei.
Yan Lao mengerti apa yang dimaksud oleh Tian Lei, ia kemudian mengangguk. "Baiklah..."
"Semuanya! Ayo menjauh dari sini! Jangan mengganggu konsentrasi saudara Tian!..." Ucap Yan Lao.
"Baik!..."
Semua orang pun langsung dengan kecepatan penuh mereka pergi menjauh beberapa kilometer dari tempat pertarungan.
Setelah semuanya menjauh, Tian Lei kembali melihat ke arah badak api yang semakin memberikan aura permusuhan yang kuat terhadap Tian Lei.
Tian Lei tersenyum. "Oh? Kekuatan yang besar dan mengerikan? Aku juga punya..." Ucap Tian Lei.
Tian Lei kemudian memfokuskan dirinya untuk mengeluarkan Pedang Penghancur Langit dari dalam tubuhnya. Perlahan, sebuah pedang mulai terbentuk di depan Tian Lei dan saat pedang itu telah terbentuk sepenuhnya, Tian Lei langsung menggapai pedang tersebut.
Tian Lei mengangkat pedangnya ke arah langit dan mulai mengeluarkan kekuatan dari pedang tersebut.
"Pedang Penghancur Langit memiliki energi 40%. Itu cukup untuk mengeluarkan 2 serangan Tebasan Phoenix Ungu. Jika masih belum bisa, maka aku akan menggunakan kekuatanku sendiri!..." Ucap Tian Lei.
"Phoenix Ungu! Muncullah!..." Ucap Tian Lei lalu seekor Phoenix dengan api berwarna ungu muncul di belakang Tian Lei.
__ADS_1
Setelah Phoenix Ungu benar-benar telah terbentuk di belakangnya, Tian Lei langsung menggunakan Phoenix Ungu tersebut untuk menyerang badak api.
"Phoenix Ungu! Serang!..." Teriak Tian Lei, lalu Phoenix Ungu di belakangnya melesat dengan cepat untuk menyerang badak api.
Bersamaan dengan itu, badak api juga langsung melancarkan serangannya yang telah ia perkuat dari tadi.
Serangan pemadatan spiritual yang berbentuk seperti kepala badak api itu langsung bergerak ke arah Phoenix Ungu yang di keluarkan Tian Lei tadi.
DUAR!...
Ledakan yang dahsyat terjadi setelah kedua kekuatan hebat itu saling berbenturan satu sama lain.
Tian kemudian langsung melesat dengan cepat ke arah badak api, Tian Lei membentuk segel tangan untuk mengeluarkan teknik Segel Kematian Asura, ia mengumpulkan energi spiritual yang besar pada kedua telapak tangannya.
Perputaran energi spiritual berwarna merah gelap semakin kuat di kedua telapak tangan Tian Lei. Sepersekian detik kemudian, saat Tian Lei telah berada di depan badak api, ia langsung mengeluarkan teknik miliknya.
Tian Lei memajukan segel tangan yang ia bentuk ke arah badak api. "Segel Kematian Asura!..." Teriak Tian Lei.
Lingkaran segel berwarna merah gelap dengan aura yang sangat mendominasi muncul dari segel tangan Tian Lei dan melesat menembus tubuh beast badak api.
Wuzz!... Srak! Srak!
Setelah lingkaran Segel Kematian Asura menembus tubuh badak api, kulit badak api yang sangat terkenal dengan pertahanan yang luar biasa kuat, seketika mengeluarkan darah di beberapa bagian tubuhnya.
Pertahanan dari kulit badak api memang sangat kuat, tapi Segel Kematian Asura bukanlah teknik penyerang pertahanan luar, melainkan menyerang organ dalam tubuh musuh dan meledakkannya. Jadi, bahkan jika pertahanannya kuat, Segel Kematian Asura tetap bisa memberikan serangan yang luar biasa. Kecuali, jika perbedaan ranahnya sangat jauh.
Semua orang yang memperhatikan pertarungan Tian Lei dengan Beast Badak api langsung membelalakkan matanya karena terkejut.
"Luar biasa!..." Ucap seseorang dengan pelan.
"Apakah anak itu adalah seorang master yang sedang menyamar?..."
"Sepertinya begitu..."
"Anak ini sangatlah hebat. Apakah dia dari sekte terkenal diluar sana?..." Tanya walikota Zi Li Yan.
"Entahlah. Aku juga baru mengenalnya tadi siang.(sekarang udah malem ya!)" Ucap Yan Lao.
Yan Lao melihat ke arah Tian Lei di kejauhan sana. "Dia lebih kuat dari yang tadi siang. Dan beast ini menjadi sangat lemah. Benar-benar aneh..." Pikir Yan Lao.
Sebuah pemikiran kemudian terlintas di kepala Yan Lao, ia membuka matanya lebar-lebar dan melihat ke arah Xiao Bai yang ia gendong di depan dadanya. "Tunggu! Apakah mereka bisa berbagi kekuatan? Benar-benar luar biasa!..." Pikir Yan Lao.
Sementara itu, Tian Lei yang telah membuat Beast Badak Api terluka bukannya senang malah menjadi tegang. Ia benar-benar tegang memikirkan sisa waktu yang tinggal sedikit lagi untuk menggunakan kekuatannya saat ini.
Tian Lei menyimpan pedang Penghancur Langit ke dalam tubuhnya lagi dan mengeluarkan Pedang Langit Naga Hitam dari dalam cincin penyimpanannya.
Tian Lei menodongkan pedang berat itu ke depan. "Baiklah. Tidak perlu membuang waktu lagi! Ayo kita bertarung habis-habisan!..." Ucap Tian Lei dan entah kenapa beast Badak Api menjadi terprovokasi seperti memiliki sebuah perasaan.
__ADS_1