LEGENDA JENIUS SELURUH ALAM

LEGENDA JENIUS SELURUH ALAM
Serangan beast (1)


__ADS_3

Halo reader semuanya πŸ‘‹πŸ‘‹


Jika kalian suka dan ingin author terus up cerita nya, disini author ingin mengajak semuanya untuk memberi dukungan pada author, dengan cara:



LikeπŸ‘


share


Favorit ❀️


Rate 🌟🌟🌟🌟🌟


Vote poin / koin


Dan jangan lupa untuk komen, agar author dapat memperbaiki cerita yang kurang menarik.


Mau nebak-nebak alur juga boleh.



______________________________________


Di gerbang tembok selatan.


Disana telah berkumpul belasan ahli tingkat Yin dan Yang, terlihat juga Yan Lao dan tuan mudanya yang telah sampai ditempat itu. Selain mereka, juga ada Qian Xin dan Zun zang chai yang ada yang ke tempat itu juga.


Bukan hanya mereka, ditempat itu juga tampak Tian Lei yang sedang berdiri diantara prajurit-prajurit kota teratai putih.


Seluruh prajurit di kota teratai putih telah dibagi menjadi empat tim dengan masing-masing pemimpin tingkat Yin dan Yang. Mereka telah diberi posisi masing-masing untuk melindungi setiap bagian tembok kota teratai putih.


Tapi, prajurit terkuat dan sebagian besar ahli tingkat Yin dan Yang dan diatasnya, dikumpulkan di tembok selatan karena itu merupakan tembok utama yang akan dihancurkan oleh serangan beast.


Tapi, walaupun para ahli telah berkumpul disana, walikota sama sekali tidak terlihat batang hidungnya. Ia sepertinya tengah memiliki urusan yang penting.


"Serangan kali ini, beast jenis apa saja yang akan menyerang?..." Tanya tuan muda dari Yan Lao.


Orang yang ada disebelahnya pun melirik kearahnya. "Ada empat jenis beast yang menyerang. Beast Serigala perak, Kera putih bertanduk, Babi hutan api, dan pemimpinnya badak api. Walaupun kita memiliki belasan ahli tingkat Yin dan Yang. Tapi, untuk menghadapi beast tingkat 5 sangat sulit. Entah kita bisa menahannya atau tidak..." Ucap orang tersebut.


"Hm, badak api? Pertahanannya sangatlah kuat! Mungkin perlu ahli tingkat puncak Mahayana untuk mengalahkannya. Ini benar-benar bencana. Pantas saja orang itu tidak percaya diri..." Pikir tuan muda dari Yan Lao sambil melihat kearah Tian Lei yang sedang memperhatikan gerombolan beast yang akan datang ditengah-tengah prajurit.


Sementara itu, Tian Lei menatap gerombolan beast yang ada di kejauhan, tatapan matanya tajam seperti pertempuran kali ini sangat berbahaya.

__ADS_1


Tian Lei lalu melirik ke arah prajurit-prajurit yang sedang berbincang satu sama lain. Mereka tampak ketakutan, seperti hari ini memanglah hari kematian mereka.


Tian Lei kemudian melirik lagi ke arah prajurit-prajurit yang ada di sebelahnya. Prajurit-prajurit ini berbeda dengan yang sebelumnya, mereka tampak memancarkan aura percaya diri. Mereka tampak sedikit ketakutan, namun harus tetap berjuang untuk sesuatu yang penting bagi mereka.


"Apakah kau takut?.." tanya salah seorang prajurit pada teman disebelahnya.


"Ya, aku agak takut. Tapi, demi keluargaku yang berada didalam tembok kota, aku harus berjuang sekuat tenaga!..." Ucapnya.


"Hehe, bagus. Memang awalnya sangat menakutkan. Tapi, setelah kau bertarung cukup lama, kau akan mulai menikmati pertarungan ini..."


Tian Lei memejamkan matanya sambil tersenyum. "Jika mental semua prajurit seperti mereka. Mungkin akan lebih baik..." Gumamnya dalam hati.


"Xiao Bai. Jika keadaan belum darurat. Kau tidak boleh melepas wujudmu yang sebenarnya..." Ucap Tian Lei dengan pelan.


"Gug!..." Xiao Bai mengiyakan.


Tian Lei kembali melihat kearah gerombolan beast yang semakin lama semakin mendekat ke tembok kota.


Saat gerombolan beast itu telah mendekat, sangat dekat dengan tembok kota, mungkin hanya berjarak 1 kilometer saja, jenderal yang memimpin pasukan kota langsung memberikan perintah.


"Semua prajurit bersiap diposisi! Siapkan busur elang angin, dan hujani mereka dengan panah!..." Ucap jendral pasukan kota teratai putih dengan tegas.


"Baik!..." Ucap semua prajurit.


Di udara dapat dilihat hujan anak panah yang tak terhitung jumlahnya, hujan anak panah itu langsung menembakkan dirinya ke tubuh-tubuh beast tingkat rendah dibawahnya.


Berkat serangan itu, puluhan beast tingkat 2 mengalami luka, namun tidak membuat luka yang berarti.


Prajurit kota terus menghujani para beast itu dengan anak panah yang kokoh dari busur elang angin. Namun, tetap saja hanya bisa memberikan luka kecil dikulit mereka.


"Jendral! Sepertinya busur elang angin tidak memberikan efek apapun!..." Salah satu prajurit senior memberikan laporan.


"Tetap menyerang! Aku tidak percaya anak panah, pusaka spiritual tingkat spiritual level tinggi tidak bisa menembus kulit mereka!..." Ucap jendral pasukan kota.


"Baik jendral!..." Ucap prajurit tadi dan kembali ke posisinya semula.


Jendral pasukan kota teratai putih berjalan mendekati kultivator-kultivator yang tengah berkumpul di sebelah kirinya.


Ia membungkukkan badannya dan menunjukkan rasa hormat terhadap kultivator-kultivator itu. "Tuan-tuan kultivator yang terhormat. Apakah kami bisa meminta bantuan anda sekalian sekarang?" Ucapnya dengan sopan.


"Tentu saja. Itulah alasan kami datang ke kota ini..." Ucap salah seorang kultivator.


"Terimakasih tuan..." Ucap jendral pasukan kota.

__ADS_1


"Baiklah semuanya! Mohon kerjasamanya!..." Ucap kultivator yang tadi.


"Ya!..." Ucap kultivator yang lainnya.


Mereka kemudian mengeluarkan serangan energi spiritual mereka masing-masing, untuk membantu para prajurit kota.


"Bola api naga!..."


"Jarum es pembeku!..".


"Tebasan sayatan angin!.."


"Jari-jari petir penghancur batu!..."


Semua serangan yang mereka miliki mereka keluarkan dengan sempurna, mereka mengarahkan serangan kuat mereka itu ke arah beast-beast yang hampir mencapai tembok kota.


DUAR!...


Keempat serangan penuh dari ahli tingkat Yin dan Yang membuat ledakan besar dan membuat beberapa monster tingkat dua mati, dan banyak beast tingkat 3 terluka, namun tetap tidak bisa menghentikan langkah mereka.


Yan Lao tidak mau berdiam diri saja ia mengeluarkan pedang dari cincin penyimpanannya. Yan Lao mengumpulkan energi spiritual yang besar ke pedang yang ada ditangannya.


Slash!


Yan Lao mengeluarkan tebasan kuat dengan kekuatan seorang kultivator tingkat Mahayana. Dan mengarahkannya ke kumpulan beast babi hutan api.


Bom!


Serangan itu sangat kuat hingga menyisakan bekas kerusakan yang besar diatas permukaan tanah. Dan berkat serangannya yang cukup besar itu, belasan beast tingkat 3 mati ditempat dan banyak yang mengalami luka parah.


Tapi, tetap saja tidak cukup untuk menghentikan langkah dari beast-beast tersebut. Mereka seperti sebuah robot yang diatur untuk menghancurkan kota apapun yang terjadi, terlepas dengan resiko kehilangan nyawa mereka.


Krak!.. krak!...


Tembok kota sedikit demi sedikit mulai retak karena terus di tabrak oleh beast Babi hutan api, dan juga pemimpin mereka beast badak api.


"Sialan! Sebagian prajurit, ikuti aku kebawah, kita akan menangani para monster itu sebelum mereka menghancurkan tembok kota! Ingat orang-orang yang kita sayangi masih berada didalam!..." Ucap jendral kota teratai putih dengan lantang sambil mengangkat pedangnya.


"Ya!..." Ucap sebagian prajurit yang tampak sangat bersemangat.


"Tuan-tuan, mohon bantuannya..." Ucap jendral pasukan kota lalu melompat kebawah bersama dengan puluhan pasukan.


"Kalian turunlah kebawah. Aku akan menyerang para monster kera putih bertanduk itu. Mereka pasti akan memanjat naik ke tembok ini..." Ucap Yan Lao dan bergegas pergi ke bagian tembok yang dekat dengan posisi kawanan kera putih bertanduk.

__ADS_1


"Baik!..." Para kultivator itu mengikuti jendral pasukan kota dan melompat kebawah.


__ADS_2