LEGENDA JENIUS SELURUH ALAM

LEGENDA JENIUS SELURUH ALAM
Sosok Tetua Tertinggi


__ADS_3

"Siapa kau?..."


Ketika mendengar pertanyaan Tian Lei ini, sosok tua diatas dahan pohon hanya tersenyum dengan lembut lalu mulai membuka mulut nya perlahan.


"Apakah pencuri berhak menanyai identitas tuan rumah?..." Balas pria tua tersebut dengan lembut.


Mendengar balasan seperti ini lagi, hidung Tian Lei saat ini mulai berkedut kesal. "Hei, apakah semua orang disini akan berkata seperti itu?..." Ucap Tian Lei dengan kesal dan pria tua di atas dahan hanya tersenyum saja.


Tak lama kemudian, Sun Huo bersama dengan beberapa ahli Sovereign yang sebelumnya akhirnya tiba di sana dan mereka terkejut dengan Sun Tian yang sudah kembali dalam wujud manusianya dan terkapar di tanah, meskipun tak pingsan, tapi sepertinya Sun Tian tak bisa menggerakkan tubuhnya karena beberapa tulangnya yang patah.


"Apa-apaan ini?..." Ucap salah satu ahli Sovereign di belakang Sun Huo.


Sun Huo kemudian menoleh ke arah Tian Lei dan menaikkan alisnya, ia kemudian melihat ke arah suatu tempat yang di tuju oleh tatapan mata Tian Lei saat ini.


Setelah melihat ke atas suatu dahan pohon, wajah Sun Huo tampak menunjukkan keterkejutan.


"Tetua tertinggi?!..." Ucap Sun Huo dengan terkejut.


"Memberi hormat pada tetua tertinggi!..." Ucap Sun Huo dengan cepat dan ia membungkuk ke arah pria tua di atas dahan, begitu juga beberapa ahli Sovereign di belakangnya, mereka pun membungkuk dengan hormat juga.


Sosok tua yang di panggil tetua tertinggi pun segera mengangguk pelan dan semua orang yang membungkuk mulai berdiri tegak lagi.


"Kalian semua, bawalah Sun Tian ke tempat pengobatan..." Ucap tetua tertinggi dan semua orang mengangguk.


Tetua tertinggi kemudian melihat ke arah Tian Lei. "Dan kau. Nak, ikutlah denganku..." Ucap tetua tertinggi dan Tian Lei mengangguk dengan serius.


Setelah urusan di tengah hutan itu selesai, semua orang akhirnya kembali ke dalam tembok batu bersama dengan Tian Lei.


.

__ADS_1


Di dalam tembok batu, rombongan tetua tertinggi berjalan di tengah jalan dengan Tian Lei bersama mereka di tengah.


Beberapa penduduk biasa tampak melihat ke arah Tian Lei dengan tatapan bingung dan seperti melihat sosok yang aneh bagi mereka.


Di pertengahan jalan, beberapa ahli Sovereign yang dibawa oleh Sun Tian sebelumnya segera berpisah dengan Sun Huo dan tetua tertinggi karena mereka harus mengisi pos mereka.


Ketiga orang yang tersisa kemudian melanjutkan langkah kaki mereka dan ketika sampai di sebuah rumah kayu yang cukup tinggi, ketiga orang ini akhirnya berhenti.


"Kita berpisah disini. Kalian bawalah Sun Tian ke aula pengobatan dan aku akan berbincang sedikit dengan anak ini..." Ucap tetua tertinggi ketika ia melirik Sun Huo tanpa berbalik.


Sun Huo kemudian mengangguk dengan hormat dan mulai berjalan ke arah kiri untuk membawa Sun Tian yang ia gendong ke aula pengobatan.


"Ayo masuk..." Ajak tetua tertinggi dan Tian Lei mengangguk pelan.


Tetua tertinggi kemudian mulai membuka pintu dari bangunan sederhana tersebut dan Tian Lei berjalan mengikuti dari belakangnya.


Sesampainya di dalam, Tian Lei di arahkan ke sebuah ruangan sederhana yang hanya membuat meja dan kursi kayu.


"Silahkan di minum..." Ucap tetua tertinggi dan Tian Lei mengangguk dengan canggung.


Tetua tertinggi mengambil gelas yang sudah berisi teh hangat di meja dan meminumnya dengan pelan.


"Sebelumnya, bolehkah aku mengetahui namamu..." Ucap tetua tertinggi dengan lembut dan nada yang begitu sopan ketika ia meletakkan kembali gelas tehnya ke atas meja.


Tian Lei mengangguk dan member hormat pada tetua tertinggi. "Maaf sebelumnya karena tidak langsung memperkenalkan diriku. Junior ini bernama Tian Lei..." Ucap Tian Lei dengan hormat.


Tetua tertinggi kemudian tersenyum tipis. "Begitu ya. Meskipun aku tidak pernah keluar dari daratan yang cukup kecil selama lebih dari seribu tahun, tapi sepertinya kau adalah seseorang yang berasal dari dunia luar, ya?..." Tanya tetua tertinggi yang cukup penasaran tentang Tian Lei.


Tian Lei kembali mengangguk. "Benar sekali. Junior ini memang berasal dari dunia luar. Ada alasan mengapa aku harus datang kemari. Bahkan jika tempat ini mungkin saja hanyalah anganku saja..." Ucap Tian Lei dengan serius.

__ADS_1


"Alasan?..." Tetua tertinggi menaikkan alisnya ketika ia merasa tertarik dengan sesuatu yang di sebut alasan oleh Tian Lei.


"Aku pernah bertemu dengan Kaisar Sun Wu..." Ucap Tian Lei dan tetua tertinggi menunjukkan tatapan mata yang lebar penuh keterkejutan.


"Benarkah?! Dimana dia?! Dimana kau melihat Kaisar?!..." Tanya tetua tertinggi dengan tergesa-gesa, ia tampak bersemangat mendengar perkataan Tian Lei.


"Itu..." Tian Lei agak ragu untuk mengatakan apa yang akan ia katakan saat ini.


Melihat keraguan dari Tian Lei, tetua tertinggi kemudian menghela nafasnya. "Katakan saja nak, dikatakan bahwa Kaisar Sun Wu memang telah mati selama sepuluh ribu tahun. Bagaimana bisa aku masih berharap akan dirinya yang masih hidup..." Ucap tetua tertinggi dengan sedih.


Tian Lei mengangguk. "Sebenarnya aku bertemu sisa-sisa jiwa dari Kaisar Sun Wu di suatu situs peninggalan dunia kuno. Dia berkata padaku bahwa aku akan menemukan warisan terakhir dari leluhurku di suatu tempat. Dan yang terlintas di benakku hanyalah Danau Kabut Kematian. Aku memasuki tempat berkabut itu hingga akhirnya aku sampai di tempat ini..." Ucap Tian Lei dan tetua tertinggi mendengarkannya dengan seksama.


"Lalu, warisan terakhir yang kau maksud adalah warisan yang tersimpan di aula Langit Gelap?..." Tanya tetua tertinggi dan Tian Lei hanya memasang ekspresi bingung.


"Aku tidak tau apa yang Anda maksud dengan aula langit gelap, tapi yang pasti, aku sedang mencari warisan Kaisar Tiandi!..." Ucap Tian Lei dengan serius.


Tetua tertinggi memejam dan menghela nafasnya. "Kalau begitu benar. Tempat yang kau tuju itu melangkah aula langit gelap..." Ucap tetua tertinggi.


"Guruku dulu pernah bilang bahwa tugas klan kami adalah menjaga aula langit gelap dan menunggu seorang pewaris dari dunia luar untuk datang. Maka, aku akan membantumu untuk masuk ke dalam aula langit gelap..." Lanjut tetua tertinggi dan raut wajah Tian Lei menjadi sangat senang.


"Benarkah?!..." Tanya Tian Lei yang sangat senang dengan sikap tetua tertinggi yang kooperatif.


Tetua tertinggi mengangguk pelan. "Yah, tentu saja. Kau adalah orang yang ditunggu oleh klan ku. Bagaimana aku tidak membantu orang yang terpilih sepertimu..." Ucap tetua tertinggi dengan lembut.


Lalu, setelah mengatakan kata-kata lembut yang penuh harapan pada lawan bicaranya itu, tetua tertinggi segera memasang tatapan mata tajam. "Yah, tapi tidak semudah itu untuk membuka aula langit gelap..." Ucap tetua tertinggi dan Tian Lei menatapnya dengan serius.


"Apa maksud anda?..." Tanya Tian Lei dengan sangat penasaran.


Tetua tertinggi memalingkan wajahnya dan menghela nafasnya. "Memerlukan sebuah kunci untuk membuka aula langit gelap. Tapi dikatakan bahwa untuk menguji orang yang terpilih, leluhur kami yang terdahulu menenggelamkan kuncinya di suatu tempat. Aku mengetahui dimana tempatnya, tapi aku tidak tahu bagaimana bentuk kuncinya..." Ucap tetua tertinggi dan Tian Lei agak frustasi mendengarnya.

__ADS_1


Tian Lei kemudian tersenyum. "Yah, apapun itu aku akan mendapatkan kuncinya dan mendapatkan warisan terakhir..." Ucap Tian Lei dan tetua tertinggi tersenyum puas dengan sikap Tian Lei.


__ADS_2