LEGENDA JENIUS SELURUH ALAM

LEGENDA JENIUS SELURUH ALAM
"Sepuluh Ribu Pedang Aura"


__ADS_3

Mendengar hal ini, Lu Zhun merasa marah karena dirinya menganggap bahwa Ning'er sedang mengejeknya.


"Satu serangan? Jangan sombong di hadapanku!..."


Di bawah pandangan yang penuh perhatian akan pertarungan mereka, Lu Zhun segera tersenyum dingin dengan wajahnya yang juga tegang.


Kekuatan Ning'er saat ini benar-benar telah di luar perkiraannya, mungkin sekarang ia telah menyesal karena dengan sombong membiarkan Ning'er untuk menyerang pertama kali.


Mendengar perkataan Lu Zhun, Ning'er tersenyum dingin dan mengeratkan pegangannya terhadap Pedang Naga Biru ditangannya.


Ning'er dengan perlahan mulai mengangkat pedangnya ke depan dan seluruh pedang aura segera tersusun rapi mengikuti pedang yang mengarah ke Lu Zhun dan membentuk dinding yang cukup tinggi dengan pedang aura itu sendiri.


"10.000 Pedang Aura..."


Ning'er bergumam pelan dengan suara dan tatapan mata yang dingin.


Wuzz!


Sebagian kecil dari seluruh pedang yang berkumpul di belakang Ning'er segera beterbangan ke arah Lu Zhun.


Ini membentuk sebuah arus deras yang bergerak stabil tapi begitu mematikan ketika memasuki arus pedang aura ini.


Melihat banyaknya pedang aura yang bergerak ke arahnya, Lu Zhun segera mengeluarkan aura Berdarah yang sangat mengerikan dari dalam tubuhnya.


Lautan darah kemudian muncul di atas panggung dan mulai meluap-luap.


"Ombak Laut Darah!..."


Lu Zhun mengangkat tangannya dan ombak yang cukup besar terbentuk dari lautan darah di sekitarnya.


Ombak darah kemudian bergerak dengan ganas ke arah arus pedang aura dan akan menghentikannya semaksimal mungkin.


Melihat hal ini, Ning'er tak ingin membuang waktu dan ingin menyelesaikannya sesegera mungkin.

__ADS_1


Dia menggerakkan pedang ditangannya dan mengendalikan jalur yang dilewati arus deras pedang aura.


Di saat ombak darah yang ganas akan menelan arus deras pedang aura, sepuluh ribu pedang aura segera berubah arah dan menari-nari layaknya kelompok burung dilangit.


Slash! Slash! Slash!


Suara-suara sayatan pedang yang tak terhitung jumlahnya segera menyayat tubuh Lu Zhun dengan indah tanpa meninggalkan bekas sayatan untuk yang pertama.


Ketika sepuluh ribu pedang aura menghilang dan seluruh pedang aura di belakang Ning'er juga menghilang, Ning'er memasukkan kembali pedangnya ke dalam sarung pedang di tangan kirinya.


Stap!


"Selesai..." Gumam Ning'er.


Buak!


Tubuh Lu Zhun segera meledak dan menampilkan ribuan sayatan pedang di tubuhnya lalu tubuhnya segera jatuh ke atas Panggung Naga dan Phoenix.


Ketika pemandangan ini ditampilkan di mata setiap orang, area Panggung Naga dan Phoenix yang sebelumnya cukup hening sekarang semakin hening bahkan tak sedikit dari kelompok sosok yang tercengang.


Di tempat kedua sosok kuat duduk, Mo Yun memejam lalu membuka matanya dengan tatapan dingin.


Ia kemudian memaksa dirinya untuk tersenyum. "Haha, ternyata patriak Zui sangat pandai dalam memberikan kejutan. Kekuatan nona saint sekte naga biru ini pastilah setara dengan dua besar peringkat langit..." Ucapnya dengan lembut, tapi aura marah dari dalam tubuhnya sama sekali tak bisa di sembunyikan.


Zui Zhang Li mengangguk. "Patriak Mo terlalu berlebihan. Aku bahkan sebagai gurunya juga tak mengetahui bahwa muridku akan memiliki kekuatan sehebat ini. Jika tak ada pertandingan hari ini, mungkin aku tak bisa melihat kekuatan sebenarnya dari muridku. Untuk itu, aku harus berterimakasih pada patriak Mo..." Ucapnya sambil memainkan janggutnya yang panjang.


Mo Yun melirik dengan dingin ke arah Zui Zhang Li dan segera merubah raut wajahnya untuk tersenyum.


"Jika itu baik untuk patriak Zui, ini bukanlah sesuatu yang besar..." Ucapnya.


"Karena Lu Zhun telah dikalahkan, maka pertandingan ini akan segera di akhiri. Sekte darah telah mendapatkan beberapa kemenangan dan beberapa murid kami telah mendapatkan pelajaran tentang luasnya dunia. Kedua belah pihak telah sama-sama diuntungkan. Dan bisa aku akui, sekte darah sangat dan sangat kuat, bahkan untuk sekte naga biru yang telah berdiri selama seribu tahun..." Ucap Zui Zhang Li dengan tenang.


Mendengar hal ini, sosok Mo Yun segera tersenyum licik dan menggeleng pelan. "Tidak, tunggu sebentar. Jangan terlalu terburu-buru, pertemuan ini akan membosankan bagi para tamu anda jika tidak memberikan pertandingan yang lain. Bagaimana dengan satu orang lagi? Sekte darah kami akan mengirim murid terakhir untuk membantu anda menghibur para tamu..." Ucapnya.

__ADS_1


.


Di Panggung Naga dan Phoenix, Lu Zhun yang setengah sadar menatap Ning'er dalam keputusasaan.


Tampaknya dirinya yang begitu sombong bahkan takkan mampu menyentuh sehelai rambut Ning'er, lalu bagaimana dirinya bisa bersaing?


Di sisi lain, Ning'er menatap Lu Zhun yang tampak putus asa dan berkata. "Energi spiritual dalam tubuhmu sebenarnya hanyalah Immortal bintang 1. Tapi ada sesuatu yang meningkatkan kultivasimu secara sementara hingga kau berada di Immortal bintang 3 untuk saat ini. Tapi, meskipun itu meningkatkan kultivasi mu, yang palsu tetaplah palsu..." Ucapnya dengan serius tapi tetap dalam batas kelembutan.


Pada saat kata-kata ini masuk ke telinga Lu Zhun, ia sangat ingin menyangkal dan mengutuk gadis di depannya.


Tapi, ia sama sekali tak bisa menyangkal kebenaran yang dikatakan Ning'er, terlebih lagi, bayangan ribuan pedang aura yang menyiksanya masih membekas di pikirannya.


Para murid sekte darah mengepalkan tangannya dan menggetakkan giginya untuk menahan amarah, tapi sekali lagi, mereka tak kuasa untuk mengatakan apapun apalagi untuk melakukan kesombongan apapun.


Bahkan senior mereka yang pernah menjadi nomor satu di sekte darah sudah dikalahkan, bagaimana karakter kecil seperti mereka dapat ikut bersaing?


Jangankan menyentuh rambut Ning'er, bahkan mereka mungkin akan dikalahkan dalam satu tatapan. Dengan ini, jelas takkan ada yang mampu untuk bersaing lagi diantara mereka.


Sementara pihak sekte darah tampak tertekan, pihak tamu lain begitu takjub dengan penampilan Ning'er yang sangat luar biasa.


Sebenarnya kekuatan Ning'er sangatlah kuat, ini bahkan mampu menyaingi tetua di kekuatan mereka!


Ning'er sekali lagi menatap murid-murid sekte darah yang menahan kemarahan dalam diri masing-masing.


Dia kemudian dengan anggun berbalik dan berjalan ke pinggir Panggung Naga dan Phoenix untuk pergi dari sana.


Meskipun dia sama sekali tak ada ketertarikan untuk bersaing dan bertarung dengan murid sekte naga biru, tapi ia juga takkan tinggal diam untuk melihat murid-murid sektenya dan sektenya dalam kemarahan dan keputusasaan.


Karena ia telah menyelesaikan tujuannya untuk muncul di Panggung Naga dan Phoenix ini, tak ada alasan lain baginya untuk tetap berada di arena.


Meskipun acara ini mengundang hampir seluruh kekuatan di wilayah reruntuhan kuno, tapi fakta yang ditunjukkan disini, hanya sekte naga biru dan sekte darah saja yang bersaing di atas Panggung Naga dan Phoenix.


Jelas tujuan sekte darah menyarankan diadakannya acara ini untuk mempermalukan sekte naga biru di hadapan kekuatan besar lainnya.

__ADS_1


Ketika Ning'er berada di pinggir Panggung Naga dan Phoenix, sosok berjubah hitam yang misterius segera melompat ke atas Panggung Naga dan Phoenix.


"Nona Xie Ningxiang, mengapa terburu-buru untuk pergi? Kami bukannya tak ada orang lagi untuk menghadapi anda..." Ucapnya.


__ADS_2