
Di perjalanan, tidak ada hal menarik bagi Tian Lei di dalam ruang berapi, setidaknya sebelum Tian Lei melihat ke arah sebuah kolam api besar di dekat jalan yang mereka ambil.
Tian Lei dengan matanya yang merah dapat melihat sebuah herbal berbentuk bunga yang mekar di dalam kobaran api.
"Itu... Bunga Api Pembakar?..." Tian Lei berkata dengan ceria.
Di sisi lain, ada kelompok lain yang berada di dekat kolam itu juga, seseorang dari mereka juga melihat ke arah kolam api tempat Bunga Api Pembakar.
Pemuda itu tertawa nyaring saat melihat ke arah Bunga Api Pembakar, kemudian ia bersama teman-temannya bergerak dengan cepat ke arah kolam api.
Tian Lei hanya diam dan menyaksikan dengan seksama, karena baginya tidak mungkin ada sebuah harta langit dan bumi tanpa ada yang menunggunya.
"Haha, Bunga Api Pembakar! Perjalanan ke makam ini benar-benar beruntung!..." Ucap salah satu dari mereka.
Dengan cepat salah satu dari mereka bertiga melompat ke dalam kolam api dan menggunakan perisai energi spiritual untuk melindunginya dari api.
Sementara kedua orang lainnya melakukan penjagaan, siapa tahu ada yang akan mengambil harta yang mereka dapatkan.
Sosok itu masih melayang di dekat Bunga Api Pembakar, karena ia melayang tanpa sayap, sudah dipastikan bahwa ia adalah kultivator ranah Immortal.
Sosok pemuda itu mencengkram tangkai api dari Bunga Api Pembakar dan menariknya dengan tawa bahagia. Namun, saat dia telah bersedia mencabut Bunga Api Pembakar itu, sesosok ular muncul dari dalam kolam dan melilit tubuh pemuda itu, hingga mendapatkan luka bakar.
"Arghhh!..."
Dengan teriakan keras, pemuda itu ditarik masuk ke dalam ke dalam kobaran api di dalam kolam.
Kedua temannya yang melihat pemandangan mengerikan itu menelan ludahnya dan merasa ngeri, dengan tangisan dan kecepatan luar biasa, mereka pergi meninggalkan teman mereka yang kemungkinan besar telah mati.
Tian Lei dari kejauhan melihat itu dengan matanya yang menyipit.
"Kak Tian Lei, hewan apa itu?..." Yu'er yang tampak ngeri bertanya dengan pelan.
"Entahlah, tapi sepertinya adalah ular..." Ucap Tian Lei dengan yakin.
Tian Lei melirik ke arah batu kecil di dekat kakinya, ia kemudian mengambil batu itu dan melemparkannya ke tepian kolam.
__ADS_1
Tak!
Batu kecil itu menghasilkan suara setelah berbenturan dengan tanah keras.
Disaat itu juga, api di dalam kolam juga mulai mengeluarkan gejolak yang kuat, hingga akhirnya seekor ular dengan kepala yang lebar keluar dari dalam kolam api.
"Itu... Raja Kobra Api?" Ucap Tian Lei.
"Kak Tian Lei, apa itu kuat?..." Yu'er tampak takut dengan ular api di depan sana, tentu saja karena sifat alami dari energi racun adalah takut dan selalu kalah dengan energi api.
"Ular ini adalah hewan buas tingkat 6 peringkat tertinggi. Dalam hal ini, tentu saja dia kuat. Tapi... Hanya seekor ular kecil tidak akan menghentikan langkahku untuk mendapatkan bahan selanjutnya yang aku butuhkan untuk membuat pil..." Ucap Tian Lei, dia dengan cepat bergerak menuju ke tempat Raja Kobra Api.
"Tshhh!"
Huu...
Saat Tian Lei berada di depan Raja Kobra Api, ular itu langsung mengeluarkan semburan api dari mulutnya.
"Hmph." Tian Lei tersenyum, ia dengan santai menghindari serangan dari Raja Kobra Api.
Bam!
Ketika energi tebasan pedang telah mengenai tubuh dari Raja Kobra Api, suara dentingan seperti tabrakan antar logam terdengar.
"Benar juga. Aku lupa kalau kulit dari Raja Kobra Api sangatlah keras sama seperti logam..." Ucap Tian Lei.
Tian Lei kemudian tersenyum. "Tapi, itu tidak akan berguna di depan Petir Hitam Asura milikku..." Ucap Tian Lei, ia segera membungkus Pedang Langit Naga Lava dengan energi petir hitam.
Dengan secepat kilat, Tian Lei menghilang dari tempatnya, ia muncul kembali di belakang tubuh Raja Kobra Api dan dengan kuat menebaskan pedangnya.
Tang!
Suara dentingan logam kembali terjadi, tapi kali ini menghasilkan luka di kulit Raja Kobra Api.
Merasakan serangan dari belakang, Raja Kobra Api mengangkat ekornya dan mengibarkannya hingga mengenai Tian Lei dan membuatnya jatuh ke daratan.
__ADS_1
Tian Lei tersenyum dingin saat ia telah menerima serangan ekor dari Raja Kobra Api. Ia mengangkat telapak tangannya dan mengeluarkan sebuah Teratai Penghancur hanya dengan tiga lingkaran segel untuk menghemat energi Spiritualnya.
Dengan langkah yang cepat, Tian Lei telah berada tak jauh di depan Raja Kobra Api. Ia mengambil ancang-ancang dan melemparkan Teratai Penghancur ke arah Raja Kobra Api.
Bom!
Ledakan yang kuat seketika terjadi dan membuat luka parah dikulit Raja Kobra Api. Tentu saja itu tidak akan membunuhnya, bagaimanapun dia memiliki pertahanan yang kuat dan kultivasi yang setara dengan puncak Immortal.
Dengan pijakan di udara, Tian Lei mengambil dorongan dari belakang untuk dirinya, ia lalu melesat dengan kecepatan penuh ke arah Raja Kobra Api.
Slash!
Dengan cepat, Pedang Langit Naga Lava yang telah di lapisi energi petir dapat memotong tubuh Raja Kobra Api dengan mudah. Tentu saja karena dari awal tubuhnya memiliki luka.
Setelah membunuh Raja Kobra Api, Tian Lei bergegas menuju ke kepala Raja Kobra Api dan mengambil sebuah permata di tengah-tengah dahi Raja Kobra Api.
Itu adalah inti hewan buas dari Raja Kobra Api, kualitas yang baik untuk meningkatkan kekuatan ataupun membuat pil.
Setelah menyelesaikan urusannya dengan Raja Kobra Api, Tian Lei melihat ke arah Bunga Api Pembakar lalu bergerak ke arahnya dan memetiknya.
Setelah ia memetiknya, puluhan orang yang awalnya tidak ada mulai berdatangan ke sana dengan melayang di udara.
Mereka tampaknya telah menargetkan Bunga Api Pembakar dari awal namun tidak memiliki kesempatan untuk mendapatkannya.
"Serahkan Bunga Api Pembakar! Jika tidak, maka kami tidak akan segan!..." Ucap salah satu dari mereka, sepertinya ia adalah pemimpin kelompok.
Tian Lei tersenyum mendengar perkataan orang itu, ia sudah menduganya bahwa hal ini akan terjadi, karena tidak mungkin jika harta Karun dengan tempat terbuka akan di biarkan begitu saja.
"Oh? Kalian menginginkan Bunga Api Pembakar ini? Silahkan ambil, jika kalian mampu!..." Tian Lei berteriak pada kalimat terakhirnya dan mengeluarkan aura kultivasinya yang kuat.
Seketika, semua orang menjadi begitu tertekan, mereka yang awalnya melayang di udara dengan sayap-sayap mulai berjatuhan dengan tekanan yang berat.
Tian Lei menghilangkan tekanan yang ia berikan dan dengan dingin berkata. "Aku tidak tertarik membunuh semut seperti kalian. Jika kalian tidak pergi dalam tiga hembusan nafas, maka aku yang tidak akan segan terhadap kalian..." Ucap Tian Lei, ia berkata begitu sebenarnya memiliki alasan lain, yakni dia tidak ingin menghabiskan energi Spiritualnya pada hak yang tidak berguna.
Kecuali, jika orang-orang di depannya bisa memberikan ia harta yang menarik perhatiannya bila ia membunuh mereka. Jika tidak, itu akan menjadi perbuatan yang sia-sia.
__ADS_1
Dengan cepat, semua orang yang ada disana mengangguk. Mereka kemudian mengepakan sayapnya dan terbang dengan cepat menjauhi Tian Lei.