LEGENDA JENIUS SELURUH ALAM

LEGENDA JENIUS SELURUH ALAM
Aksi hina geng Fenglong (2)


__ADS_3

Adik Ni Xien melihat ke arah pemuda tampan di depannya dengan sikap yang masih waspada.


"Si, siapa kau?..." Adik Ni Xien berkata dengan takut.


Tian Lei melihat ke arah gadis kecil di depannya, ia merebahkan posisinya. "Namaku Tian Lei. Jangan takut, aku tidak akan menyakitimu. Sekarang, ayo kita membantu kakakmu..." Ucap Tian Lei dan gadis kecil di depannya hanya mengangguk.


..


Sementara itu, di tempat pertarungan antara Ni Xien dan beberapa bawahan Kang Li, Ni Xien telah meraih kemenangan. Ia telah memukul mundur beberapa ahli tingkat Mahayana yang menyerangnya tadi.


Prok! Prok! Prok!


Kang Li menepuk tangannya dan Ni Xien langsung mengalihkan pandangannya ke arah Kang Li yang sedang bertepuk tangan.


"Seperti yang diharapkan dari Ni Xien, penjaga dari desa Huali. Kau benar-benar masih bisa melawan walau telah terluka. Tapi, apakah kau bisa melawanku yang merupakan ahli tingkat Mahayana bintang 7?..." Ucap Kang Li.


"Heh. Jika kau memang ingin bertarung, maka bertarung lah! Jangan banyak bicara! Aku harus menyusul adikku!..."


"HAHAHAHA! Adikmu saat ini mungkin masih hidup. Tapi, aku tidak menjamin kalau dia masih suci. Kau tenang saja, saat kami membunuhmu, kami akan merawatnya dengan baik..." Ucap Kang Li dan berhasil membuat Ni Xien marah.


"Baj*ngan kau!..." Ni Xien berkata dengan keras, ia melompat tinggi ke arah Kang Li dan menebaskan pedangnya dengan kuat.


Kang Li yang melihat itu hanya memberikan tatapan santai, ia dengan santai mengeluarkan sebuah kapak besar dari dalam cincin penyimpanannya dan memegangnya dengan erat.


Slash! Krak!


Dengan satu tebasan yang kuat dari Kang Li, pedang yang dipegang oleh Ni Xien tadi langsung hancur berkeping-keping dan membuat Ni Xien harus bertarung dengan tangan kosong.


"Hehe, kau lihatlah senjata ini. Ini adalah Kapak Sisik Piton Api. Merupakan artefak tingkat Raja peringkat menengah. Jika saja kau bergabung dengan kami, kau mungkin akan mendapatkan pedang yang lebih baik dari kapakku ini. Tapi, itu semua sudah terlambat, karena kau akan mati disini..." Ucap Kang Li, ia kemudian mengayunkan kapaknya untuk menebas leher Ni Xien.


Ni Xien yang tidak bisa berbuat apa-apa karena kalah cepat dengan Kang Li hanya bisa menutup matanya dan pasrah terhadap keadaan. Tapi, disaat itu juga pahlawan datang menyelamatkannya.

__ADS_1


Stank!


Ayunan kapak yang kuat dari Kang Li di tahan dengan mudah oleh sebuah pedang berwarna hitam yang memiliki ukiran naga berwarna merah di permukaannya.


Melihat hal ini, Kang Li menjadi terkejut, bukan hanya Kang Li, Ni Xien juga ikut terkejut dengan kejadian itu.


"Siapa?!..." Ucap Kang Li dengan keras, ia tampak sangat marah saat ini.


"Hm, kenapa geng Fenglong suka sekali menindas? Dahulu, anj*ng kecil yang tak punya mata ingin menindasku. Sekarang, anjng tua yang buruk rupa ingin menindas juga? Bukankah kalian terlalu berpikir tinggi terhadap diri kalian sendiri?..." Suara seorang pemuda dengan santai keluar dari balik semak-semak.


Dari arah sana juga, semak-semak mulai bergoyang-goyang, dan akhirnya seorang pemuda tampan dan gadis kecil cantik keluar dari sana.


Ni Xien melihat ke arah gadis kecil itu dengan wajah yang bahagia. "Yu'er?..." Ucapnya dengan senang.


Tian Lei melihat ke arah gadis yang di panggil yu'er oleh Ni Xien di sampingnya. "Oh? Jadi namamu Yu'er? Hm, nama yang cantik..." Ucap Tian Lei dan gadis kecil di sampingnya mengangguk dengan wajah memerah.


Saat melihat ke arah Tian Lei dan Yu'er, Kang Li merasakan ada yang salah di sana, ia kemudian teringat dengan anak buahnya yang mengejar Yu'er tadi.


"Hei, nak. Gadis kecil itu berada di sini. Jadi, anak buahku..." Kang Li mencoba menebak apa yang terjadi.


Mendengar hal itu, tubuh Kang Li seketika bergetar hebat, ia sekarang begitu marah karena salah satu anak buah pribadinya telah mati.


"Kau!... Akan aku buat kau membayar semua ini!..." Kang Li meluapkan energi spiritual dalam tubuhnya dan membuat kekuatannya melonjak naik, tapi itu tidak baik untuk kultivasinya, karena basis kultivasinya akan hancur jika ia tidak beruntung.


Tian Lei melihat pemandangan di depannya sambil menjepit dagunya dengan kedua jari telunjuk dan jari tengahnya. "Hm, lumayan. Setidaknya detik-detik menuju kematiannya agak berbeda dengan orang-orang yang kubunuh sebelumnya..."


Tian Lei melihat ke arah Yu'er, ia kemudian mengeluarkan sebuah botol pil dari dalam cincin penyimpanannya. "Hei, gadis kecil. Lebih baik kau urus luka kakakmu..." Ucapnya, ia langsung menyerahkan botol pil di tangannya kepada Yu'er.


Yu'er mengambil botol pil yang diberikan Tian Lei dan mengangguk, ia lalu bergegas menuju ke tempat kakaknya.


"Kakak, kau tak apa?..." Yu'er tampak sangat khawatir.

__ADS_1


Ni Xien mengelus rambut pendek merah jambu milik yu'er dengan lembut. "Kakak tidak apa-apa. Jangan khawatir..." Ucapnya.


Ni Xien lalu mengarahkan pandangannya ke arah Tian Lei. "Siapa dia?..."


"Namanya kak Tian Lei. Dia adalah orang baik yang menolong yu'er saat terpojok oleh bawahan Kang Li..." Yu'er menjelaskan.


Ni Xien menghela nafas lega. "Syukurlah jika dia orang yang baik..." Ucapnya.


"Sudahlah kakak. Telanlah dulu pil pemberian kak Tian Lei ini agar kau bisa sembuh..." Ucap yu'er, dia membantu kakaknya menelan sebuah pil berwarna hijau.


Setelah menelan pil itu, Ni Xien merasakan bahwa energi penyembuh menyebar ke seluruh tubuhnya, ia pun duduk bersila untuk menyerap esensi pil dalam tubuhnya.


Sementara itu, Tian Lei masih menunggu luapan energi spiritual dari Kang Li selesai, bagaimanapun ia akan menjadi pemenang di akhir pertarungan, jadi apa salahnya baginya untuk memberikan sedikit harapan pada orang lain. Terlebih lagi, Tian Lei merasa tertarik karena Kang Li merupakan mungkin satu-satunya orang yang melawannya tanpa banyak bicara.


Walaupun ia ingin memberikan harapan pada lawan, itu hanya untuk Kang Li, jadi Tian Lei mengambil langkahnya dengan cepat.


Ia melesat dengan kilatan cahaya yang sangat cepat, ia melesat menuju ke tempat Pedang Langit Naga Lava miliknya tadi dan kembalikan melesat dengan cepat ke arah bawahan-bawahan Kang Li. Dengan kecepatannya ini, ia membunuh semua bawahan dari Kang Li satu persatu hingga semuanya habis terbantai.


Beberapa saat kemudian, Kang Li telah selesai dengan luapan energi Spiritualnya sampai ke titik maksimal. Ia membuka matanya dan matanya menjadi merah karena emosi.


Bagaimana tidak, ia melihat semua anak buahnya kini telah terkapar di tanah dengan lumuran dengan semua kepala masing-masing dari mereka telah hilang dari posisinya.


Ia mengalihkan pandangannya ke arah Tian Lei dengan tatapan mengerikan. "Kau! Akan aku bunuh kau!..." Kang Li dengan cepat mengangkat kapaknya yang besar dan melesat menuju Tian Lei.


Tian Lei dengan santai melihat gerakan Kang Li dengan jelas, ia kemudian ikut melesat menuju Kang Li dan menebaskan pedangnya dengan kuat di leher Kang Li.


Kepala Kang Li akhirnya terpisah dari tubuhnya sama seperti semua anak buahnya tadi.


Tian Lei melihat ke arah mayat Kang Li. "Yah, setidaknya aku tadi telah memberikan sedikit harapan..." Ucapnya, ia berjalan melalui mayat-mayat di depannya dengan santai.


Tian Lei berjalan perlahan menuju kakak-beradik tak jauh dari tempatnya, bersamaan dengan itu, Ni Xien juga telah selesai menyerap esensi dari pil penyembuhan.

__ADS_1


Ni Xien menggerakkan tubuhnya untuk berdiri dan membungkuk ke arah Tian Lei. "Saudara Tian. Terimakasih karena telah berbaik hati untuk membantu kami..." Ni Xien berkata dengan sopan.


"Ya, tak masalah. Sekarang, ceritakan padaku tentang situasi saat ini. Mengapa geng Fenglong menyerang kalian?..." Tian Lei agak penasaran dengan gerakan yang dibuat geng Fenglong.


__ADS_2