
Dalam beberapa jam, Tian Lei telah berhasil memisahkan semua esensi herbal dari ampasnya.
Ia lalu mengangkat telapak tangan kanannya ke atas dan memaksa semua esensi herbal untuk naik ke atas.
Semua herbal di paksa bergerak ke atas dan masuk ke dalam teratai emas untuk dimurnikan sebagai bahan peningkatan.
Setelah semua herbal telah terserap semuanya, cahaya emas yang lebih besar keluar dan memenuhi ruangan.
Peningkatan yang lebih besar akhirnya tercapai tapi tidak menghentikan langkah Tian Lei.
Tian Lei sepertinya masih belum puas, dan karena merasa bahwa Xiao Hong juga belum menyelesaikan pelatihannya, ia pun memutuskan untuk melanjutkan...
Tian Lei terus melakukan pelatihannya, ia berlatih saat siang hari dan beristirahat di malam hari, sesekali ia juga melihat pelatihan Xiao Hong yang belum selesai.
Dalam pelatihan secara terus-menerus ini, teratai di dalam lautan spiritual Tian Lei kini telah memiliki diameter sekitar dua meter dan kekuatannya tidak lebih lemah dari seorang kultivator Mahayana.
Dalam seminggu, Tian Lei telah menghentikan aktivitasnya karena herbal elemen api miliknya telah menipis, juga hari ini kemungkinan Xiao Hong akan mendapatkan keberuntungan dengan kultivasinya.
Tian Lei melangkah pergi dari tempatnya saat ini, menyusuri seluruh lorong gua dan keluar dari gua dengan cepat.
Setelah menyusuri banyak pepohonan, Tian Lei akhirnya dapat melihat Kolam Hewan Buas Kuno lagi.
Mata Tian Lei langsung tertarik untuk menatap ke arah Xiao Hong yang sedang duduk bersila di udara.
Tubuh Xiao Hong kini telah di penuhi energi spiritual yang sangat besar, tapi energi spiritual itu terus di telan oleh sosok hewan buas di dalam dantian miliknya.
Tapi, pergerakan dari hewan buas itu sepertinya telah mengurang, mungkin karena telah kekenyangan setelah mengkonsumsi banyak energi spiritual yang di serap oleh Xiao Hong.
Dalam dantian Xiao Hong kini energi spiritual telah melimpah ruah, pergerakan mereka bagaikan ombak di tengah badai.
Xiao Hong semakin memfokuskan dirinya karena fase yang saat ini telah banyak ia lalui tapi pada akhirnya gagal.
Pada saat ini juga, hewan buas yang terbentuk dari petir mulai meraung-raung dengan ganas di dalam dantian Xiao Hong dan menyebabkan gejolak yang semakin besar di dantian Xiao Hong.
Roar!
__ADS_1
Raungan dari hewan buas itu terdengar lebih jelas di telinga Xiao Hong walaupun sebenarnya itu hanyalah sesuatu yang ada di dalam dantiannya.
Wajah Xiao Hong menjadi sedikit tegang dengan diiringi keringat dingin yang mengucur di lehernya.
Hewan buas yang ada di dalam dantiannya membuat ia sedikit takut, tapi ia mencoba untuk melihatnya lebih jelas lagi.
Xiao Hong ingin tahu, bagaimana bentuk dari hewan buas yang ada di dalam dantiannya.
Saat mata batin memandang, hewan buas itu juga memberikan tatapan berdarah pada Xiao Hong.
Xiao Hong mencoba untuk tidak takut karena pada akhirnya dia adalah majikan dari hewan buas itu.
Dalam pikiran Xiao Hong saat ini, ia hanya memerlukan dominasi yang kuat untuk menekan hewan buas itu agar ia bisa menurutinya.
Dalam tatapan Xiao Hong, mengandung dominasi yang sangat kuat, saat mata berdarah milik hewan buas melihat itu, ia mengerang dengan tubuh petirnya yang menggigil.
Sebuah telapak tangan seperti turun dari suatu tempat menuju ke arah hewan buas, hewan buas itu tertekan dan harus menerima dominasi tersebut.
Setelah hewan buas telah di dominasi oleh Xiao Hong, petir-petir ungu yang membentuk tubuh hewan buas mulai menyebar dan membuat dantian Xiao Hong tersebar kekuatan petir ungu yang luar biasa.
Xiao Hong membuka matanya dengan kilatan petir yang terpancar, dia meluapkan energi yang sangat besar untuk mencoba menghancurkan dinding penghalang.
ROAR!!!
Saat Xiao Hong berteriak keras, hewan buas miliknya muncul dan meraung dengan keras, ia nampak sedang membantu Xiao Hong untuk menembus.
Hewan buas itu muncul di belakang tubuh Xiao Hong, ia memiliki tubuh yang menyerupai singa yang sangat besar dan tubuhnya seutuhnya terbentuk dari petir ungu hewan buas.
Boom!
Ledakan energi spiritual yang besar terjadi di tempat Xiao Hong melayang, bersamaan dengan itu, kultivasi Xiao Hong yang sekarang telah meningkat menjadi Sovereign bintang 1.
Xiao Hong memancarkan aura kultivasinya dan melihat itu dengan senang dan rasa puas di hatinya.
Ia lalu melihat ke belakang dan melihat ke arah singa yang merupakan roh hewan buas dari dantiannya.
__ADS_1
"Terimakasih..." Ucapnya dengan senyuman lalu mengusap-usap tubuh singa petir ungu yang memang telah memadat.
"Sekarang kembalilah..." Ucap Xiao Hong lagi dan dia menghilangkan singa petir ungu dari permukaan.
Di sisi lain, Tian Lei yang ada di daratan tersenyum puas melihat Xiao Hong yang telah berhasil dalam latihannya.
Xiao Hong lalu melihat ke arah Tian Lei, ia lalu merendahkan terbangnya dan mendarat di daratan dengan mulus.
Xiao Hong tersenyum lebar pada kakaknya. "Hehe, kakak, aku sekarang telah mencapai ranah Sovereign. Kakak tenang saja, jika ada yang mengganggu kakak, gantian aku yang melindungi mu..." Ucapnya dengan bangga.
"Hah? Hanya Sovereign saja, untuk apa sombong. Tak lama lagi aku akan mencapainya juga..." Tian Lei mengangkat kedua bahunya saat berbicara.
"Huh... Tidak bisakah membuat adikmu merasa bangga walau sebentar?..." Xiao Hong berbicara dengan sedikit sesak dihatinya.
"Haha, baiklah. Walau begitu, kau melakukannya dengan cukup baik. Nanti aku akan... Eh?..." Tian Lei menghentikan kata-katanya saat menatap wajah Xiao Hong yang tiba-tiba tegang.
Wajah Tian Lei yang sebelumnya bercanda sekarang berubah menjadi serius. "Ada apa?..." Ucapnya dengan serius.
Xiao Hong memegang kepalanya dengan tangan kanannya, wajahnya tampak panik dan tegang saat itu.
"Aku... Walau kita berada disini. Tapi aku bisa merasakan bahwa Istana Kaisar Perang diserang oleh sosok yang menakutkan..." Ucap Xiao Hong dengan wajah yang ketakutan juga panik.
Tian Lei mencoba untuk tetap tenang, ia berpikir sejenak untuk memikirkan sosok menakutkan yang dikatakan oleh Xiao Hong.
Lalu, di pikiran Tian Lei terlintas kata-kata yang pernah di ucapkan oleh Kaisar Racun dulu.
Tian Lei segera memalingkan wajahnya ke arah Xiao Hong. "Kita harus kembali secepatnya!..." Tian Lei berkata dengan cepat.
Xiao Hong mengangguk, mereka berdua segera beranjak dari tempatnya dan bergerak ke arah salah satu tiang.
Xiao Hong menyalurkan energi spiritual miliknya ke dalam tiang itu dan membuat cahaya terang muncul dari tiang tersebut.
Dalam hitungan detik, Tian Lei dan Xiao Hong telah kembali pada altar yang sebelumnya.
Tanpa pikir panjang, Xiao Hong segera memunculkan portal ruang miliknya dan memasukinya bersama dengan Tian Lei.
__ADS_1
"Pertemuan selanjutnya, pasti akan memberikan luka pada hati kalian..." Saat masih di dalam aliran ruang, Tian Lei bergumam, itu adalah kata-kata yang pernah diucapkan oleh Kaisar Racun dulu.
"Jangan-jangan, tujuan mereka adalah..." Tian Lei mengepalkan tangannya dengan erat dan menggertakkan giginya saat memperhitungkan tujuan dari musuh.