LEGENDA JENIUS SELURUH ALAM

LEGENDA JENIUS SELURUH ALAM
Pulang


__ADS_3

Kali ini, Tian Lei benar-benar mendapatkan keberuntungan yang besar, teratai salju yang ia dapatkan bisa digunakan untuk meracik pil tingkat 6.


Dan sari teratai salju sangatlah langka, itu bisa digunakan untuk membuat pil tingkat 7, bisa juga di minum langsung, jika tingkat kultivasinya di bawah ranah Immortal, maka bisa meningkat satu ranah saat meminumnya setetes saja. Tapi, seseorang hanya bisa menggunakannya sebanyak tiga kali saja seumur hidupnya.


Tian Lei dengan cepat memperkuat elemen api ungu yang menyelimuti tubuhnya dan bergegas pergi ke kolam tersebut.


Tian Lei mengepakkan sayapnya dan terbang menuju meja batu yang terdapat teratai salju dan sari teratai salju.


Tian Lei memasukkan semua sari teratai salju ke dalam sebuah botol pil, kemungkinan ia mendapatkan 10 tetes sari teratai salju.


Setelah selesai dengan sari teratai salju, Tian Lei langsung mengeluarkan kotak kayu kecil dari cincin penyimpanannya.


Tian Lei dengan hati-hati mencabut teratai salju sampai ke akarnya agar ia bisa membudidayakannya kembali saat telah kembali ke keluarga Tian.


Tian Lei memasukkan teratai salju ke dalam kotak kayu kecil dan memasukkannya ke dalam cincin penyimpanannya.


Setelah itu, Tian Lei langsung kembali menghampiri Xiao Bai, Tian Lei mengelus-elus kepala Xiao Bai. "Kau benar-benar hebat! Pantas saja kau mendapatkan pencapaian besar, air kolam ini kaya akan energi spiritual sangat cocok untuk perkembangan manusia ataupun beast, khususnya untuk elemen es sepertimu..."


Tian Lei kemudian teringat akan sesuatu, Tian Lei mengeluarkan pedang langit naga hitam dan batu logam spirit api dari dalam cincin penyimpanannya.


"Tempat ini kaya akan energi spiritual, sangat cocok bagiku untuk menempa pedang langit naga hitam dan meningkatkannya ke tingkat suci..." Ucap Tian Lei.


Tian Lei duduk bersila di tempat tersebut dan mengeluarkan elemen api ungu untuk melelehkan batu logam spirit api dan menyatukannya dengan pedang langit naga hitam.


Tian Lei melemparkan batu logam spirit api ke dalam api ungu yang membara di atas udara dan ikut melemparkan pedang langit naga hitam ke dalam api tersebut.


Tian Lei menaikkan suhu apinya dan membuat kedua logam yang kuat itu meleleh menjadi cairan logam.


Tian Lei menyatukan kedua jenis logam tersebut hingga cahaya merah yang sangat menyilaukan keluar dari sana yang menandakan bahwa akan ada peningkatan senjata dari tingkat Kaisar ke tingkat Suci.


Tian Lei semakin memperkuat apinya untuk memastikan proses peningkatan ini berhasil.


Beberapa saat kemudian, cahaya merah menyilaukan tadi menghilang dan yang tersisa adalah sebuah pedang tebal sama seperti sebelumnya, tetapi corak naga di permukaannya kini telah berubah menjadi warna merah seperti lava.


Tian Lei menghilangkan apinya dari udara dan menggapai pedang langit naga hitam.


"Hm, kini naga di permukaan pedang ini menyerupai seperti lava. Apakah naganya masih hitam?..."


"Lebih baik dicoba..."


Tian Lei memegang pedang langit naga hitam dengan erat dan mengalirkan energi spiritual ke dalam pedang tersebut.


Tian Lei menebaskan pedangnya ke depan dan mencoba untuk mengeluarkan roh naga pada pedang tersebut.


Setelah Tian Lei menebaskan pedangnya, seekor naga yang tubuhnya terbuat dari lava muncul menyerang dinding gua yang tebal di depannya.


Setelah berbenturan dengan dinding di depannya, naga lava menghilang dan menyisakan lubang yang sangat dalam pada dinding gua.

__ADS_1


Jika dinding gua itu tidak diperkuat oleh elemen es pada tempat tersebut, mungkin naga lava akan menembusnya hingga tembus keluar.


Tian Lei membelalakkan matanya. "Hebat... Baiklah, karena kau sekarang telah menjadi naga lava. Maka pedang ini akan aku beri nama Pedang Naga Lava..." Ucap Tian Lei.


Tian Lei kemudian memasukkan pedang naga lava ke dalam cincin penyimpanannya dan berjalan ke arah Xiao Bai.


"Xiao Bai, ayo kita pulang..." Ucap Tian Lei, dan senyuman terukir di wajahnya.


"Wuuu..." Xiao Bai terdengar bersemangat.


"Baiklah. Ini..." Ucap Tian Lei, ia memberikan sebuah pil perubahan wujud pada Xiao Bai agar ia bisa berubah menjadi anj*ing kecil lagi dan Tian Lei bisa membawanya terbang dengan mudah.


Xiao Bai dengan semangat menelan pil perubahan wujud yang diberikan Tian Lei padanya dan langsung berubah menjadi seekor anjng kecil.


Tian Lei memegang Xiao Bai dan meletakkannya ke atas pundaknya lalu berjalan keluar dari gua.


"Ayah! Aku akan segera pulang..." Ucap Tian Lei.


Jarak antara kota awan dengan kota Naga harimau cukup dekat, perjalanan ini mungkin hanya akan memakan waktu setidaknya tiga jam jika Tian Lei terbang dengan sayapnya.


....


Kota naga harimau.


Setelah tiga jam melakukan perjalanan di udara dengan sayapnya yang kuat, Tian Lei akhirnya sampai di kota naga harimau desa Tian.


Semua prajurit tampak sedang mengangkat puing-puing dari tembok kediaman atau bangunan di sekitar sana. Ada juga prajurit-prajurit dari keluarga Xie dan pengawal-pengawal dari gedung Alchemist yang sedang membantu menyingkirkan puing-puing di sana.


"Apa yang terjadi?..." Raut wajah Tian Lei tampak panik dan bingung.


Seorang prajurit keluarga Tian menoleh ke arah Tian Lei ketika mendengar suara Tian Lei.


"Patriack muda?!..." Ucap prajurit itu dengan keras dan semua orang langsung melihat ke arah Tian Lei.


"Katakan, apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa kediaman keluarga Tian menjadi seperti ini?..." Tian Lei tampak semakin panik.


Prajurit tadi menunduk. "Patriack muda, lebih baik anda bertanya pada para panatua..." Ucapnya.


"Baiklah! Antarkan aku ke tempat para tetua!..." Ucap Tian Lei.


"Baik!..." Pengawal tadi berjalan di depan Tian Lei untuk membawa Tian Lei ke tempat para tetua.


Setelah Tian Lei memasuki gerbang kediaman keluarga Tian, mata Tian Lei langsung membelalak setelah melihat banyak bangunan yang telah hancur.


"Ini... Apa yang sebenarnya terjadi?..."


.

__ADS_1


Di sebuah kamar, tampak panatua Tian Gong Li sedang terbaring di atas tempat tidurnya karena telah mendapatkan luka yang cukup parah hingga ia tidak sadarkan beberapa hari ini.


Di samping tempat tidur tersebut, tampak panatua Tian Gu Cheng, panatua Tian Li Bao, panatua Tian Zi Mao, Patriack Keluarga Xie, Xie Qin Luo, tetua Gedung Alchemist, Gu Heng, dan tabib terkenal di kota naga harimau, Zhangli.


Mereka kemudian keluar dari kamar tersebut dengan raut wajah sedih.


"Tuan Zhangli, apakah tidak ada cara untuk menyembuhkan panatua Gong?..." Tanya panatua Tian Gu Cheng.


"Ada, tapi itu sangat sulit. Kita memerlukan Alchemist tingkat 6 untuk membuat pil pemulih organ. Organ dalam tubuh saudara Gong Li semakin lama akan semakin hancur karena luka itu. Jika saja aku memiliki hubungan dengan Alchemist tingkat 6, maka aku akan melakukan apapun agar ia mau menyembuhkan luka temanku ini..."


Semua orang mendengar itu hatinya menjadi sakit, dimana mereka bisa menemukan Alchemist tingkat 6, bahkan jika itu kaisar Yan, belum tentu bisa mengundang seorang Alchemist tingkat 6.


Beberapa saat kemudian, seorang pengawal yang menjaga pintu dari kediaman itu masuk dan berlutut.


"Tetua, Patriack muda telah kembali hari ini. Ia ingin bertemu dengan anda sekalian..."


Semua orang terkejut mendengar hal itu.


"Tian Lei?! Dimana dia sekarang?!..." Ucap panatua Tian Gu Cheng.


"Di depan..."


"Baik! Antarkan kami kesana..."


"Baik, tetua..."


Pengawal itu berdiri lagi dan berjalan di depan untuk mengantarkan orang-orang ke tempat Tian Lei, dan semua orang mengikutinya dari belakang.


.


Di depan kediaman.


Tian Lei telah duduk di kursi yang tersedia di teras kediaman tersebut untuk menunggu para panatua datang.


Tak lama kemudian, para panatua, Patriack Xie Qin Luo, tetua Gu Heng dan tabib Zhangli telah sampai di tempat Tian Lei.


"Hormat pada Patriack muda..." Panatua Tian Gu Cheng, panatua Tian Zi Mao, dan panatua Tian Li Bao memberi hormat pada Tian Lei.


Tian Lei melihat ke arah mereka bertiga dengan tatapan serius. "Apa yang terjadi? Kenapa kediaman keluarga Tian bisa hancur?..."


Semua orang saling berpandangan saat mendengar pertanyaan dari Tian Lei.


"Patriack muda, lebih baik kita berbicara di tempat lain saja..." Ucap panatua Tian Gu Cheng.


"Baiklah..." Tian Lei berdiri dari tempat duduknya.


Tian Gu Cheng kemudian berjalan mendahului mereka dan pergi ke arah taman, dan yang lainnya mengikutinya dari belakang.

__ADS_1


__ADS_2