
Dua bulan kemudian.
Di area kediaman Istana Petir Utara, tampak sekali bahwa ada ribuan pekerja yang sedang sibuk untuk membangun dan memperluas kediaman yang ada di Istana Petir Utara.
Kini, setelah sekitar setengah tahun sejak Jiang Feng memulai memperluas area kediaman Istana Petir Utara, kediaman yang awalnya hanya menampung ribuan murid Istana Petir Utara kini telah menjadi sangat luas. Mungkin mencapai dua kali lipat dari kediaman para murid yang awal.
Ribuan pekerja ini di bantu oleh ribuan murid Istana Petir Utara dalam melakukan pembangunan, hal ini karena Jiang Feng ingin pembangunan selesai dalam beberapa tahun saja.
Jiang Feng juga telah membentuk pasukan khusus untuk menghadapi peristiwa langit runtuh yang akan terjadi dalam waktu dekat.
Pasukan ini terdiri dari empat penguasa kota bintang yang juga mengirim masing-masing lima Sovereign dari kota mereka.
Selain mereka, Jiang Feng juga memasukkan sepuluh murid inti terhebat dari Istana Petir Utara untuk bergabung ke dalam pasukan ini.
Jiang Feng memutuskan untuk tidak melibatkan kota lain selain empat kota bintang karena jika mereka harus hancur, maka jangan sampai hancur secara besar-besaran.
Di dalam sebuah ruangan besar dengan banyaknya buku-buku kuno dan buku lainnya, Jiang Feng tampak duduk di meja yang dipenuhi dengan banyak dokumen dokumen penting yang perlu ia urus.
Ia tampak serius dan teliti dalam mengurus semua dokumen yang telah diserahkan pada nya tersebut.
Kemudian, seorang tetua mengetuk pintu ruangan nya dan Jiang Feng segera mempersilahkan tetua tersebut untuk masuk.
Tetua tersebut kemudian membungkuk untuk memberi hormat pada Jiang Feng. "Hormat patriak, Tian Lei Huangdi dan Putra Suci telah kembali..." Ucap tetua tersebut dengan hormat.
Mendengar ini, Jiang Feng segera meletakkan laporan yang ia baca dan menatap tetua tersebut. "Dimana dia?..."
"Tian Lei Huangdi bilang dia akan menunggu anda di kediamannya..." Ucap tetua tersebut dan Jiang Feng mengangguk paham.
"Baiklah, kalau begitu anda bisa kembali..." Ucap Jiang Feng, tetua tersebut mengangguk dan keluar ruangan setelah memberi hormat pada Jiang Feng lagi.
.
__ADS_1
Di dalam hutan kayu Petir, sebuah tempat terbuka dengan sebuah batu datar di tengahnya tampak memiliki cahaya matahari yang menerangi.
Di atas batu datar, Tian Lei telah duduk bersila sambil melihat ke arah tangan kanannya yang mengepal erat.
Tak lama kemudian, Jiang Feng berjalan di dalam pepohonan dan muncul di dekat Tian Lei.
"Oh, apa ini? Kau kembali dan bukannya menemuiku, tapi aku yang kau suruh menemuimu?..." Ucap Jiang Feng dengan santai saat melihat Tian Lei yang duduk di atas batu.
Tian Lei kemudian mendengus kecil saat ia tersenyum, ia melepaskan kepalan tangannya dan melihat ke arah Jiang Feng. "Ah, ya. Maafkan aku..." Ucap Tian Lei.
Kemudian, mata Jiang Feng sedikit menyipit saat ia sekarang ini sedang melihat energi kuat dari dalam tubuh Tian Lei.
Matanya kemudian melebar setelah ia melihat masuk ke dalam tubuh Tian Lei dan merasakan bahwa kultivasi Tian Lei saat ini adalah puncak Sovereign.
"Bagaimana bisa?! Kultivasi mu..." Jiang Feng sangat terkejut sampai tak dapat berkata apa apa lagi.
Bagaimana tidak, Tian Lei hanya pergi keluar selama kurang dari setengah tahun dan dia sudah mencapai puncak Sovereign? Ini adalah perkembangan yang tidak masuk akal!
Melihat reaksi Jiang Feng setelah melihat kultivasi nya, Tian Lei hanya dapat tersenyum. "Aku hanya mendapat suatu keberuntungan..." Ucap Tian Lei dengan santai dan Jiang Feng menghela nafas frustasi setelah mendengar kata 'hanya' dari Tian Lei.
Kemudian, Jiang Feng segera memasang raut wajah serius. "Kau juga melihatnya bukan? Fenomena dua bulan yang lalu?..." Ucap Jiang Feng dengan penasaran.
Tian Lei mengangguk pelan. "Tentu saja. Itu terjadi di seluruh daratan..." Ucapnya.
Jiang Feng kemudian terdiam sejenak dan menunjukkan tatapan tajam. "Kau tahu? Jiaolong merasakan kehadiran seseorang yang menghentikan ruang dan waktu saat fenomena itu terjadi. Apa kau juga dapat merasakan nya?..." Tanya Jiang Feng penasaran, karena ia tahu bahwa saudaranya tersebut bukanlah orang yang biasa saja.
Tian Lei lagi lagi mengangguk pelan dan menunjukkan senyuman samar, ia kemudian menatap Jiang Feng dengan tatapan penuh arti.
"Yah, aku bukan hanya merasakan sosok itu, aku bahkan berhadapan dengannya dan menerima sesuatu yang besar darinya..." Ucap Tian Lei dengan hangat.
Mendengar ini, Jiang Feng segera memasang ekspresi terkejut dan matanya menatap lebar. "Seriusan?! Jadi kultivasi mu meningkat karena sosok tersebut?!..." Jiang Feng segera berkata dengan semangat dan dibalas dengan anggukan kepala Tian Lei.
__ADS_1
"Siapa dia?!..." Tanya Jiang Feng dengan penuh semangat dan rasa penasaran.
Tian Lei menunjukkan senyuman hangat ketika Jiang Feng bertanya demikian. "Orang itu berasal dari dunia atas. Dan dia adalah Ayahku yang sebenarnya..." Ucap Tian Lei dengan hangat.
Mendengar perkataan hangat dari Tian Lei, Jiang Feng tampak membelalakkan matanya dan terdiam sejenak.
"Ternyata begitu..." Ucap Jiang Feng dengan pelan saat ia membuka mulutnya perlahan.
Melihat tanggapan dan ekspresi saudaranya, Tian Lei tersenyum dan mengangkat alisnya. "Hah? Kau percaya begitu saja?..." Tanya nya dengan santai.
Jiang Feng kemudian menghela nafasnya dan tersenyum dengan hangat, ia menatap Tian Lei sejenak dan melihat ke arah langit. "Hanya itu yang dapat menjelaskan asal usulmu. Aku selalu bingung, bagaimana bisa seseorang yang dari bayi telah ada di pasar budak dan menjadi seseorang yang berdiri di puncak dunia ini. Jika bukan dunia atas, tempat mana lagi yang bisa menjadi asalmu. Bahkan jika ini bohong dan aku tak pernah mengetahui apa itu dunia atas, aku akan menjadi orang pertama yang percaya bahwa kau memang berasal dari sana..." Ucap Jiang Feng dan Tian Lei mengangguk dengan rasa haru.
Jiang Feng kemudian menurunkan pandangannya dan menatap ke arah Tian Lei. "Lalu, mengapa kau tidak meminta bantuan ayahmu untuk melenyapkan Kaisar Iblis yang masih tersegel?..." Tanya Jiang Feng dengan senyuman.
Mendengar ini, rasa haru pada Tian Lei segera menghilang dan ia mengangkat telapak tangannya untuk menggosok wajahnya yang prustasi.
"Baru saja kau mengatakan sesuatu yang menyentuh dan sekarang kau telah mengatakan hal yang bodoh lagi? Jiaolong sendiri telah memberitahumu kan? Ayahku itu memiliki kekuatan yang sangat dahsyat?..." Ucap Tian Lei dengan jengkel dan Jiang Feng mengangguk.
"Bahkan dengan kehadiran nya saja dapat mengguncang dunia. Jika ayahku melenyapkan Kaisar Iblis dengan satu serangan saja. Dunia kita pun akan hancur lebur! Jika begitu, mengapa tidak kita serahkan saja dunia ini pada klan darah?!..." Lanjut Tian Lei dan Jiang Feng tersenyum malu dengan tangannya yang menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"Baiklah ayo serius..." Ucap Tian Lei dengan serius dan Jiang Feng menatapnya dengan seksama.
Tian Lei memejam dan menarik nafasnya. "Aku ingin kau menambah pekerja dan kuharap pembangunan dapat selesai kurang dari dua tahun. Dalam waktu ini, entah fenomena dalam ramalan akan terjadi atau tidak. Kita akan melangsungkan pembentukan aliansi!..." Ucap Tian Lei dengan serius ketika ia membuka matanya lagi.
Jiang Feng mengangguk paham, Ian kemudian melihat ke arah Tian Lei lagi dengan rasa penasaran. "Lalu, apa yang akan kau lakukan dari saat ini?..."
Tian Lei menunjukkan tatapan tajam pada Jiang Feng. "Aku telah mencapai puncak Sovereign. Lalu dari sekarang, untuk mengantisipasi bahaya dari fenomena dalam waktu dekat, aku harus mencoba untuk menembus Penguasa Agung dengan buah spiritual ku yang tersisa..." Ucap Tian Lei dengan serius dan Jiang Feng hanya menatap nya dengan serius.
Tian Lei lalu melompat dari atas batu datar dan berjalan membelakangi Jiang Feng untuk masuk ke dalam gubuk yang terletak tak jauh dari batu datar.
Jiang Feng kini menatap punggung Tian Lei dengan tajam dan menghela nafasnya. "Apakah kau tak bisa beristirahat walau hanya sebentar?..." Tanya Jiang Feng dengan serius. Meskipun ia kagum dengan Tian Lei, tapi ia juga sedikit merasa iba. Ini seperti Tian Lei sedang menanggung segala beban di pundaknya sendirian.
__ADS_1
Tian Lei yang mendengar ini hanya tersenyum tanpa berbalik, ia mengangkat tangannya dan melambai. "Tidak ada waktu untuk istirahat. Perang semakin dekat. Lagipula, kita tak tahu apa yang akan terjadi dalam waktu dekat..." Ucap Tian Lei dan akhirnya ia telah masuk ke dalam gubuk.
Jiang Feng menghela nafasnya, ia mengepalkan tangannya dengan kuat dan mendongak ke langit. "Tian Lei benar. Kami tak bisa istirahat, kami harus menggunakan waktu dengan baik..." Ucap Jiang Feng kemudian dirinya mulai berjalan masuk ke dalam pepohonan kayu petir untuk keluar dari tempat tersebut.