
Di langit halaman dalam sekte Naga Biru, Tian Lei melesat dengan cepat menuju ke salah satu puncak.
Dalam beberapa menit, dia mendarat di puncak yang familiar dan berjalan mendekati kediaman orang yang ia sayangi.
Saat Tian Lei sudah dekat dengan kediamannya, Tian Lei dapat melihat seorang gadis cantik sedang berkultivasi di bawah pohon yang memiliki kenangan baginya.
Gadis itu adalah Xie Ningxiang. Di sebelah Xie Ningxiang, tampak Zui Zhang Li sedang memberikan arahan pada Xie Ningxiang.
Zui Zhang Li menyadari kehadiran Tian Lei, ia melirik ke arah Tian Lei dan berbalik.
Tatapan matanya memancarkan aura yang tegas, walaupun tua dia tetap memiliki wibawa.
Tian Lei segera membungkuk dengan sopan dan memberi hormat pada Zui Zhang Li.
"Memberi hormat pada Patriack sekte..." Ucapnya dengan sopan.
"Kau adalah?..." Zui Zhang Li bertanya karena tidak pernah melihat Tian Lei mengunjungi Xie Ningxiang sebelumnya.
Walau kenyataannya Tian Lei pernah mengunjungi Xie Ningxiang, tapi itu pada saat Zui Zhang Li sedang berlatih tertutup. Jadi, tidak heran Zui Zhang Li tidak mengetahui Tian Lei.
Xie Ningxiang yang merasa bahwa gurunya sedang berbicara dengan seseorang, segera membuka matanya karena penasaran.
Setelah ia membuka matanya ia menoleh ke arah gurunya dan melihat siapa yang sedang menjadi lawan bicara gurunya.
Setelah melihat sosok itu, wajah ceria Xie Ningxiang tercipta dan suara yang indah keluar dari mulutnya.
"Kak Tian Lei?..." Ucapnya dengan senang setelah melihat kekasihnya telah datang.
Tian Lei membalas sapaan Xie Ningxiang dengan senyuman hangat dari kejauhan.
Xie Ningxiang segera berjalan dengan cepat ke arah Tian Lei dan memeluknya untuk melepas kerinduan selama beberapa waktu.
Tian Lei membalas pelukan dari Xie Ningxiang dengan mengelus-elus rambut halus dari gadisnya.
Sementara itu, Zui Zhang Li mengangkat alisnya. "Tian Lei? Kau adalah tunangan dari Xie Ningxiang?..." Ucapnya.
Saat mendengar perkataan gurunya, wajah Xie Ningxiang menjadi merah karena malu, ia sebelumnya tidak memperdulikan sekitar saat memeluk Tian Lei. Bahkan tidak menyadari bahwa gurunya memang masih ada di sana.
__ADS_1
Xie Ningxiang melepaskan pelukannya dan menunduk malu, tapi Tian Lei yang melihat kekasihnya tertunduk malu masih mengelus rambutnya.
Ia lalu melihat ke arah Zui Zhang Li dan kembali membungkuk. "Ya, patriak. Saya adalah Tian Lei, tunangan dari Ning'er..." Ucapnya.
Zui Zhang Li memberikan tatapan dingin pada Tian Lei. "Xie Ningxiang adalah seorang saint. Keberadaannya jauh diatas semua murid sekte ini. Jika kau ingin tetap bersamanya, maka buktikan bahwa dirimu layak..." Ucapnya.
Tian Lei tersenyum samar, ia tahu bahwa Zui Zhang Li menjunjung tinggi kejeniusan seorang murid, terlebih lagi seorang saint.
Dan pastinya ia tidak akan terima jika seorang saint dari sekte miliknya akan memiliki suami yang tidak pantas atau rendah.
Tian Lei membungkuk lagi. "Kalau begitu, saya akan mengikuti arahan dari patriak..." Ucapnya.
Zui Zhang Li memejam. "Tiga hari kemudian, kau datanglah ke menara Naga Biru. Jika kau mendapatkan posisi sepuluh besar, maka kau cukup layak menjadi pasangan muridku. Jika tidak, maka menjauhlah..." Ucapnya.
Tian Lei mengangguk. "Baik patriak. Tiga hari kemudian, saya akan membuat anda kagum..." Ucapnya.
Zui Zhang Li berbalik. "Muridku, kita sudahi dulu latihan hari ini. Aku pergi dulu..." Ucapnya dan pergi dari puncak tersebut.
Setelah melihat Zui Zhang Li pergi, Tian Lei melihat ke arah Xie Ningxiang, ia mengelus rambut lembut Xie Ningxiang.
Xie Ningxiang mengangkat wajahnya dengan senang dan mengangguk. "Em, tentu saja. Ning'er tidak mau tertinggal jauh dari kak Tian Lei..." Ucapnya.
Tian Lei hanya tersenyum. "Gadis ini semakin dewasa... Juga semakin cantik..." Ucapnya dalam hati.
Xie Ningxiang mengangkat alisnya karena Tian Lei terus melihat wajahnya dengan senyuman.
"Kak Tian Lei, ada apa?..." Ucapnya.
Tian Lei menggeleng. "Tidak apa-apa..."
Tian Lei lalu teringat dengan kata-kata Zui Zhang Li tadi yang membahas tentang menara Naga Biru.
"Oh, iya. Ning'er, apakah kau bisa memberitahuku apa itu menara Naga Biru?..."
Xie Ningxiang mengangguk. "Itu adalah tempat pelatihan terbaik di sekte Naga Biru. Ada lima lantai dan lantai tertinggi yang pernah di capai oleh para murid saat ini adalah lantai empat. Kak Chen Tian yang berada di peringkat pertama juga meraih peringkat teratas disana..." Ucap Xie Ningxiang.
Tian Lei mengangguk, ia menyentuh dagunya dan sedikit menunduk. "Hm, jika dari namanya, sepertinya ada roh Naga Biru di lantai teratas. Dan jika benar, maka kekuatan naga biruku akan semakin kuat..." Ucap Tian Lei di hatinya.
__ADS_1
Ia kemudian melihat ke arah Xie Ningxiang lagi.
"Ning'er..." Panggil Tian Lei dan Xie Ningxiang menoleh ke arah Tian Lei.
"Ada apa?..." Tanya Ning'er dengan lembut.
Tian Lei mengeluarkan botol pil yang besar dari dalam cincin penyimpanannya, lalu ia mengeluarkan Spirit Es Suci dari dalamnya.
Tian Lei menunjukkan Spirit Es Suci itu pada Ning'er dan Ning'er tampak takjub dengan Spirit Es Suci yang ditunjukkan oleh Tian Lei.
"Kak Tian Lei, ini apa?..." Ning'er semakin mendekatkan pandangannya ke Spirit Es Suci yang tampak indah di matanya.
"Ini adalah Spirit Es Suci. Ini merupakan harta elemen es tertinggi di daratan Xuanwu ini. Jika kau bisa bersatu dengan ini, ranah kultivasi Immortal bintang 1 mu akan meningkat menjadi Immortal bintang 7, atau mungkin lebih dari itu, karena kau adalah spesialis elemen es..." Ucap Tian Lei.
Ning'er yang mendengar penjelasan Tian Lei sangat terkejut, ia tidak menyangka bahwa benda yang di depannya bukan hanya indah, tapi juga sangat kuat.
Walau ia telah merasakan adanya kekuatan dingin yang besar, tapi ia kira itu hanyalah bahan herbal saja.
"Kak Tian Lei, ini benar-benar berharga! Ning'er tidak bisa menerimanya..." Ucap Ning'er, ia melambai-lambaikan tangannya di depan dadanya.
Tian Lei tersenyum mendengar penolakan dari Ning'er.
Tian Lei menggerakkan tangan kanannya dan mencubit hidung Ning'er yang lembut.
"Ning'er, kau adalah calon istriku. Benda ini juga tak berguna bagiku, karena aku tak memiliki pengalaman dengan elemen es. Lagipula, aku belum memberikan seserahan pada keluargamu. Anggap saja ini adalah pengganti sementaranya..." Ucap Tian Lei, ia tersenyum manis tepat di depan wajah Ning'er.
Ning'er mengangguk malu. "Baiklah..." Ucapnya dengan suara yang menggemaskan.
Tian Lei kembali menegakkan badannya dan melihat ke arah kejauhan.
"Baiklah, ayo aku bantu memurnikan ini..." Ucap Tian Lei dan Ning'er mengangguk.l
.
PARA PEMBACA SEKALIAN, TERNYATA MEMBUAT CERITA BERUNSUR ROMANSA ITU SULIT ðŸ˜ðŸ˜
KARENA ITU JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, HADIAH DAN VOTE ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
__ADS_1