LEGENDA JENIUS SELURUH ALAM

LEGENDA JENIUS SELURUH ALAM
Pertarungan Sengit


__ADS_3

Du Heng Luo dengan cepat menghilang dari tempatnya, ia berubah menjadi sosok bayangan dan melesat ke arah Tian Lei.


Klang!


Pedang milik Du Heng Luo dengan cepat menebas ke arah Tian Lei dan dengan mudah ditangkis oleh Tian Lei dengan pedangnya.


Du Heng Luo tersenyum. "Heh, boleh juga..." Ucapnya, ia menempatkan pedangnya di depan wajahnya dengan matanya yang terpejam.


Dia tiba-tiba membuka matanya dengan luapan energi racun yang kuat pada pedangnya.


"Sembilan Pedang Racun!..."


Dari bawah tanah, cahaya hijau dengan kabut racun yang kuat mulai meretakkan permukaan bumi, mereka keluar dengan jelas dari bawah dan perlahan membentuk sembilan bentuk pedang yang masing-masing sama.


Setiap pedang bergetar dengan hebat dan mengarahkan ujungnya yang tajam dan mematikan ke arah Tian Lei, mereka layaknya anak panah yang hanya perlu di lepaskan saja.


Du Heng Luo mengarahkan pedangnya ke arah Tian Lei dan berkata dengan keras.


"Serang!"


Sembilan Pedang melesat di udara dan menyerang Tian Lei satu persatu, Tian Lei juga dengan cepat melakukan gerakan yang cepat untuk menghindari itu semua.


"Phoenix Ungu!"


Teriak Tian Lei dan di belakang tubuhnya telah muncul sesosok Phoenix dengan kobaran api ungu yang kuat.


"Hancurkan Pedang Pedang itu!" Teriak Tian Lei dan Phoenix Ungu dengan cepat mengibaskan sayapnya.


Phoenix ungu melesat di udara dan menghancurkan segala sesuatu yang hendak menyerang tuannya, hingga akhirnya semua pedang yang hendak menghujani Tian Lei telah tersingkirkan.


Bang!


Phoenix Ungu yang ada di udara seketika meledak dengan kuat ketika sebuah bilah pedang racun raksasa dengan kekuatan yang besar menembak ke arahnya.


Tian Lei seketika memuntahkan darah segar dari mulutnya, ia berlutut di tanah dan menggunakan pedangnya untuk menopang tubuhnya.


Tian Lei segera memuntahkan semua darah dari mulutnya dan melihat ke arah Du Heng Luo yang sedang mengarahkan pedangnya ke arah Phoenix Ungu nya tadi.


Tian Lei menggertakkan giginya dan memegang pedangnya dengan kuat untuk menahan rasa sakit dan amarahnya.


"Dia, benar-benar orang yang gila..." Ucap Tian Lei dan saat itu juga Du Heng Luo tersenyum puas ke arahnya.

__ADS_1


.


Du Heng Luo tersenyum puas ke arah Tian Lei. "Heh, hanya itu yang kau punya?..." Ucapnya dengan sombong.


Tian Lei dengan tatapannya yang dingin, kembali berdiri dan mengarahkan pedang panjangnya ke arah Du Heng Luo.


"Aku masih belum kalah!" Ucap Tian Lei dengan tegas.


"Baiklah, kalau begitu aku akan membuatmu kalah..." Ucap Du Heng Luo, saat ia berkata seperti itu matanya sedikit melotot lalu menghilang dari tempatnya.


Dia kemudian muncul kembali ke depan Tian Lei, dengan cepat ia menggerakkan tangannya dan memainkan pedangnya untuk menyerang Tian Lei.


Klang! Klang!


Tian Lei juga menahan semua ayunan pedang yang diarahkan padanya dengan tepat.


Mereka berdua lalu bertarung dengan sangat cepat diudara dan dapat dikatakan bahwa Du Heng Luo jauh lebih unggul dari Tian Lei.


Tian Lei terus-terusan menghindari serangan-serangan pedang dari Du Heng Luo, ia tidak bisa mengikuti kecepatan serang dari pedang milik Du Heng Luo.


Di udara, Du Heng Luo melirik ke arah Ni Xien lalu tersenyum licik, ia menghentikan serangan pedangnya dan menembakkan serangan beracun ke arah Ni Xien.


Tian Lei dengan cepat melihat serangan itu dan segara menyusulnya untuk menahan serangan tersebut.


Bang!


"Hahaha! Kau benar-benar baik hati!..." Du Heng Luo telah berada di depan Tian Lei, ia kemudian menendang perut Tian Lei hingga terpental jauh dan menabrak pepohonan.


Belum berhenti di situ, Tian Lei yang telah lemas setelah menabrak beberapa pohon di belakangnya segera di tendang lagi oleh Du Heng Luo yang telah muncul di depannya dengan cepat.


Buak!


Untuk yang kedua kalinya, Tian Lei kembali menabrak lusinan popohonan di belakangnya dan berhenti dengan tabrakan yang besar.


Darah segar mengalir dari dalam mulut Tian Lei, ia mencoba mengatur nafasnya dengan baik dan mencoba menjelaskan penglihatannya yang mulai kabur.


Sementara itu, Du Heng Luo tersenyum puas dan berjalan perlahan ke arah Tian Lei dengan tangan kanannya yang memegang Pedang merahnya.


Saat ia berada di depan Tian Lei, ia mengarahkan pedangnya ke arah Tian Lei dan berkata.


"Apakah ada kata-kata terakhir? Atau perlukah aku membiarkan kau menulis surat wasiat pada keluarga mu?..." Ucap Du Heng Luo dengan senyum sombongnya.

__ADS_1


Tian Lei tidak menjawab, tatapan kosongnya yang menghadap ke bawah tiba-tiba berubah menjadi senyuman.


"Hehe, maafkan aku, tapi aku masih belum kalah!..." Ucap Tian Lei dengan keras, ia menyatukan kedua telapak tangannya.


Permukaan bumi di sekitar mereka menjadi semakin hangat, dan akhirnya kobaran api ungu mulai keluar dari retakan permukaan bumi.


Kobaran api ungu itu mulai membentuk sepasang tangan di sebelah kanan dan kiri Du Heng Luo, kedua tangan itu kemudian bergerak dengan arah yang berlawanan dan mengurung Du Heng Luo dengan telapak tangan yang telah bersatu.


BUM!


Kobaran api yang menyerang Du Heng Luo meledak dengan kuat setelah menghantam tubuh Du Heng Luo.


Du Heng Luo yang telah terluka segera melompat ke belakang untuk menghindari kobaran api ungu tersebut.


"Api ungu? Ternyata anak ini benar-benar berbakat..." Ucapnya dengan wajah yang tegang.


Ia memegangi tangan kirinya yang terluka parah akibat serangan api tadi, tangan itu mengeluarkan darah segar yang banyak tapi kemudian sembuh setelah banyak kabut racun yang masuk ke dalamnya.


Jauh di depan sana, Tian Lei memaksa tubuhnya untuk berdiri, kultivasinya kembali normal, turun menjadi Immortal bintang 6.


Wajah Du Heng Luo marah saat ia melihat ke arah Tian Lei, ia kemudian berubah menjadi sosok bayangan dan melesat ke arah Tian Lei.


"Bocah! Matilah!..." Ucapnya saat hendak mengayunkan pedangnya ke arah Tian Lei, sedangkan Tian Lei mengangkat pedangnya untuk menahan serangan itu, walau tubuhnya terlihat tidak mampu.


.


"Berhenti!" Teriak sosok pemuda dari sebelah kiri Du Heng Luo, ia adalah Ni Xien yang mencoba mengambil tindakan.


Ni Xien telah berada di dekat Du Heng Luo dan bersiap untuk menendang tubuhnya, sedangkan Du Heng Luo, ia tidak sempat untuk menghindar dan harus menerima serangan itu.


Buak!


Du Heng Luo telah di tendang oleh Ni Xien dan terpental hingga beberapa meter.


Setelah mengendalikan dirinya, Du Heng Luo mengarahkan pandangannya ke arah Ni Xien, orang yang bahkan dia abaikan sejak awal telah menendangnya?


Ini penghinaan!


Du Heng Luo tersenyum mengerikan, ia begitu marah dan kesal pada Ni Xien. "Hei bocah, apakah kau ingin merasakan siksaan yang kejam?..." Ucapnya.


.

__ADS_1


**Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya ya.


Klik like gak sampe seabad kok✌️😅**


__ADS_2