
Setelah mengurus semua tetua halaman luar, Tian Lei dan yang lainnya kembali menghancurkan segala sesuatu yang ada di halaman luar.
Murid-murid luar pilar lembah iblis terus berlarian keluar untuk menyelamatkan diri mereka masing-masing.
Kini, halaman luar lembah iblis telah menjadi lautan kehancuran yang pastinya akan sangat merugikan bagi pilar lembah iblis.
"Heh, halaman luar ini tidak begitu kuat. Murid-murid yang terhebat adalah dasar dari ranah Spirit langit. Benar-benar membosankan..." Ucap Yan Lao.
"Ya, tentu saja ini lemah. Yang terkuat dari setiap pilar kekaisaran adalah halaman dalam dan juga para tetuanya yang semuanya adalah ranah Mahayana..." Balas walikota Zi Li Yan.
"Ah, ini masih belum cukup. Menghancurkan satu bangunan dalam keluargaku harus dibalas dengan ratusan bangunan mereka. Ayo masuk ke halaman luar..." Ucap Tian Lei.
"Ya, ayo!..."
Mereka semua dengan rasa takut yang telah menjadi rasa semangat mulai mengeluarkan sayap spiritual kecuali Yan Yuan Li yang masih di ranah Yin dan Yang bintang 1.
Tapi, saat masing-masing sayap Spiritual mereka baru saja terbentuk, para tetua halaman dalam dan Patriack pilar lembah iblis saat ini telah datang ke tempat mereka.
Para tetua itu berjumlah 5 orang dengan tingkat kultivasi diatas Yin dan Yang bintang 3 ke atas.
Patriack lembah iblis, Mo Zhi melihat ke sekelilingnya dan mendapati semua bangunan telah hancur.
Ia menatap tajam orang-orang yang ada di depannya. "Boleh aku tahu, apa alasan kalian melakukan hal ini?..."
Tian Lei tersenyum dan maju selangkah. "Kau Patriack lembah iblis?..."
"Ya, aku Mo Zhi Patriack pilar lembah iblis saat ini..."
Tian Lei menatap tajam ke arah Mo Zhi. "Orang tua ini ada ditingkat Immortal bintang 1. Ini akan sulit..." Pikir Tian Lei.
"Nak, kau belum menjawab pertanyaan dariku. Kenapa kau menghancurkan bangunan dihalaman luar ini?!..." Ucap Mo Zhi dengan keras dan mengeluarkan aura kultivasinya untuk menekan sekitarnya.
"Lalu aku akan bertanya mengapa pilar lembah iblis membiarkan anak bernama Mo Wei menghancurkan keluarga Tian?..." Ucap Tian Lei.
"Tentu saja karena ia memiliki dendam yang mendalam pada keluarga itu. Lagipula, keluarga Tian hanyalah keluarga yang telah jatuh!..."
"Begitu ya. Kalau begitu, aku juga memiliki alasan yang sama dengannya. Balas dendam!..."
"Hahaha! Baiklah! Aku ingin melihat kemampuan dari keluarga Tian saat ini. Apakah masih sehebat leluhur kalian ratusan tahun yang lalu? Semua tetua, serang orang-orang ini baik mereka orang biasa ataupun keluarga kekaisaran!..." Ucap Mo Zhi dengan keras dan langsung melesat ke arah Tian Lei.
"Baik!..."
Semua orang saling menyerang satu sama lain, walaupun kebanyakan dari pihak Tian Lei adalah Mahayana dibawah bintang 5, tapi masih ada Zi Lin Feng dan Xiao Bai yang tak akan kalah dari Mahayana bintang 7, serta Yan Lao yang telah mencapai ranah Mahayana bintang 4 bisa saja bersaing dengan Mahayana bintang 5.
Tian Lei yang melihat bahwa musuhnya telah mengarah padanya langsung menutup matanya.
__ADS_1
"Peningkatan Tubuh Kaisar Langit!..." Ucap Tian Lei dengan pelan lalu membuka kedua matanya.
Matanya kini telah berubah menjadi warna ungu yang sangat mendominasi, aura kultivasinya juga telah meningkat menjadi Mahayana bintang 7 walaupun hanya sementara, mungkin hanya bisa digunakan kurang dari 3 jam.
Tian Lei mengeluarkan Pedang Langit Naga Lava dari dalam cincin penyimpanannya dan memegangnya dengan erat.
Sementara itu, Mo Zhi yang telah berada di depan Tian Lei langsung meninjukan kedua tangannya dengan gerakan menusuk yang sangat cepat.
Tian Lei dengan mata yang memiliki kemampuan untuk mengikuti semua gerakan lawan bisa menghindarinya dengan mudah dan sesekali menahan serangannya dengan pedang Langit Naga Lava.
"Nak, apakah kau hanya bisa menghindar? Apakah ini adalah kekuatan dari keturunan Tian Jiulong?..."
Tian Lei menatap orang tua yang terus menyerangnya itu dengan tatapan dingin. "Dia tahu Tian Jiulong? Apakah kaisar bodoh itu membuat masalah untuk keturunannya?..." Pikir Tian Lei.
"Baik! Akan aku tunjukkan kekuatan dari keturunan kaisar Jiulong!..." Ucap Tian Lei, ia melompat mundur beberapa langkah ke belakang.
Tian Lei menebaskan pedangnya dengan kuat dan memunculkan serangan lava yang begitu kuat.
Mo Zhi dengan cepat menghindari serangan yang terbilang kuat bahkan untuk dirinya itu.
Serangan Tian Lei tadi terus bergerak hingga menabrak ke wilayah daratan dan membuat bekas lubang yang sangat besar, seperti tanah disekitarnya dibuat meleleh.
"Ini?...." Gumam Mo Zhi, matanya membelalak melihat dampak serangan Tian Lei yang sangat kuat.
"Bagaimana? Keturunan kaisar Jiulong tidak buruk bukan?..." Ucap Tian Lei dengan senyuman meremehkan.
.....
Sementara itu, di sebuah ruang bawah tanah di dalam halaman dalam pilar lembah iblis, tampak Tian Huang telah di rantai kedua tangannya hingga menggantung di dinding.
Ia menerima banyak luka cambuk dan pukulan di sekujur tubuhnya, sepertinya ia telah melewati hari-hari yang sangat menyiksa beberapa hari ini.
Tak lama kemudian, dari arah tangga menuju ruang bawah tanah bisa terdengar suara langkah kaki seseorang yang akan datang ke tempat tersebut.
Setelah banyak langkah kaki yang terdengar, orang itupun sampai di tempat tersebut, ia adalah Mo Wei.
"Tian Huang. Bagaimana? Apakah kau sudah merasakan siksaan dariku? Kau tenang saja, itu masih permulaan. Aku masih belum puas menyiksamu..." Ucap Mo Wei dan Tian Huang hanya diam dengan wajahnya yang terlihat lemas.
Beberapa saat kemudian, seorang murid yang merupakan bawahan dari Mo Wei datang ke sana untuk memberi kabar pada Mo Wei.
"Tuan muda. Beberapa orang datang dan telah menghancurkan seluruh halaman luar. Kabarnya, mereka menyerang karena salah satu dari mereka ingin membalas dendam. Mungkinkah orang ini yang anda maksud?..."
Mo Wei tersenyum mendengar itu. "Benar. Itu pasti dia. Tian Huang, aku akan kembali lagi kesini dengan membawa mayat anakmu. Dan kau, tetap disini. Jaga dia..." Ucap Mo Wei dan berjalan keluar dari ruang bawah tanah.
"Baik tuan muda..."
__ADS_1
Tian Huang mengangkat kepalanya dan melihat Mo Wei yang telah pergi. "Tian Lei, kenapa kau kemari?..." Gumam Tian Huang dengan lemas.
.
Di halaman luar, pertarungan antara pihak Tian Lei dengan pihak tetua halaman dalam pilar lembah iblis terlihat sangat sengit.
Serangan-serangan energi spiritual yang sangat kuat terus mereka luncurkan satu sama lain.
Begitu juga pertarungan Tian Lei dengan Mo Zhi, mereka berdua terus bertarung dengan sangat cepat di udara, kemungkinan hanya beberapa orang yang mampu melihat pertarungan itu dengan jelas karena kecepatannya yang luar biasa.
Pada momen tertentu, Tian Lei menggerakkan kakinya dan menendang dada Mo Zhi sehingga membuatnya mundur untuk menjaga jarak sesaat.
"Kau lumayan hebat juga bisa mendesakku seperti ini. Bagaimana kalau kau menjadi muridku dan aku tidak akan membunuhmu hari ini..."
Tian Lei tersenyum. "Ingin menjadi guruku? Bahkan jika kau berada di tingkat Xiantian, masih tidak layak menjadi guruku..."
"Kalau begitu matilah!..." Ucap Mo Zhi dengan keras dan melesat ke arah Tian Lei dengan cakarnya yang tiba-tiba muncul.
"Cakaran Lembah merah!..." Teriak Mo Zhi dan mencakar ke arah Tian Lei.
Tian Lei yang melihat cakaran Qi iblis yang menuju ke arahnya memberikan tatapan mata yang tajam.
Serangan yang sedang menuju ke arahnya saat ini adalah serangan yang terbilang sangat kuat karena itu merupakan teknik tingkat Kaisar.
Tian Lei memasukkan pedangnya ke dalam cincin penyimpanannya dan mulai membentuk segel tangan.
.
Sementara itu, pangeran Yan Yuan Li yang tidak bisa ikut dalam pertarungan hanya bisa melihat dari kejauhan karena kultivasinya masih jauh jika harus ikut dalam pertarungan yang sengit tersebut.
Tiba-tiba, di belakangnya telah muncul salah satu tetua halaman dalam pilar lembah iblis, tetua itu merapatkan telapak tangannya dan bersiap menusuk Yan Yuan Li.
Salah satu pengawal Yan Yuan Li yang melihat hal itu langsung membelalakkan matanya dan berteriak.
"Tuan muda! Di belakangmu!..."
Yan Yuan Li yang mendengar itu langsung membalikkan badannya dan melihat salah satu musuh mereka telah berada di belakangnya.
Yan Yuan Li sama sekali tidak bisa bergerak karena lawannya adalah kultivator tingkat Mahayana. Melihat hal itu, Yan Lao langsung melesat ke arah Yan Yuan Li untuk menolongnya.
Tapi sudah terlambat. Tetua itu langsung menggerakkan tangannya dengan gerakan menusuk ke arah Yan Yuan Li.
Krak!
"akhhh!..."
__ADS_1
Tapi, entah kenapa ada sebuah perisai angin yang sangat kuat yang melindungi Yan Yuan Li saat itu dan membuat tangan tetua tadi patah dan bengkok.
Yan Yuan Li yang melihat itu hanya terdiam dengan mata yang terbuka lebar. "Perisai angin? Apakah itu ayah?..." Gumam Yan Yuan Li.