
Keesokan harinya...
Matahari yang menyala terang turun menghangatkan seluruh daratan, cahaya yang hangat itu menghiasi pagi di Sekte Naga Biru.
Di puncak yang di tempati Xie Ningxiang, tempat Xie Ningxiang sedang tertidur bersandar di bawah pohon yang rindang.
Ia hanya sendirian tanpa ada kehadiran dari Tian Lei, mungkin ia telah diam-diam berangkat untuk memulai perjalanan di dunia luar.
Saat cahaya matahari yang kuat telah menembus pertahanan kelopak mata Xie Ningxiang, ia akhirnya bangun.
Xie Ningxiang membuka matanya dan mengusap-usap matanya sebelum ia merenggangkan kedua tangannya.
Wajahnya begitu cerah, itu memancarkan aura yang membahagiakan setelah ia mengingat kejadian menyenangkan tadi malam.
Saat itu juga Xie Ningxiang tersadar, ia melihat ke arah samping kanan dan samping kirinya namun tidak menemukan keberadaan Tian Lei.
Xie Ningxiang melihat ke arah kejauhan di hamparan awan, dan bergumam dengan suaranya yang begitu pelan. "Kak Tian Lei..."
Saat tangan kanannya bergerak, tangannya tak sengaja menyentuh sebuah benda yang halus namun keras.
Xie Ningxiang melihat ke arah benda yang ia sentuh dan melihat sebuah botol pil dan sepucuk surat.
Xie Ningxiang memalingkan pandangannya dari botol pil dan fokus melihat ke arah sepucuk surat.
Ia meraih sepucuk surat itu dan membacanya dalam hati.
"Ning'er. Maafkan aku karena tidak pamit secara langsung padamu. Saat kau membaca surat ini, artinya aku telah berada di luar sekte ini. Aku harap kau tidak membenciku. Berlatihlah dengan baik di sana, tapi jangan terlalu memaksakan diri. Bagaimanapun, melindungimu adalah tanggungjawabku... Oh, iya. Botol pil yang ada di sebelahmu berisi dua pil permata dewi yang bisa meningkatkan kultivasimu sebanyak dua bintang. Ingatlah untuk menggunakannya. Jangan khawatirkan aku. Aku pasti akan baik-baik saja. Tunggulah aku, sampai waktunya tiba, aku akan menjemputmu dan memperlihatkan dunia yang sebenarnya...."
Setelah membaca surat itu, wajah cantik Xie Ningxiang akhirnya menunjukkan kesedihan. Ia kemudian melihat ke arah langit.
"Kak Tian Lei. Ning'er akan berlatih keras agar tidak membebanimu..."
..
Tiga hari kemudian.
Tian Lei yang telah melakukan perjalanan selama tiga hari akhirnya sampai di tempat tujuannya yang pertama, yakni pegunungan Awan Suci.
Itu adalah salah satu dari tiga pegunungan terbesar dan terkaya aura di seluruh wilayah reruntuhan kuno.
__ADS_1
Ada tiga pegunungan hebat di wilayah reruntuhan kuno, yakni pegunungan Awan Suci yang merupakan tujuan Tian Lei saat ini, pegunungan Hantu Langit, dan pegunungan Roh Hewan Buas yang merupakan tempat Xiao Bai melakukan pelatihan.
Setiap pegunungan memiliki kekayaan aura yang luar biasa, tapi tidak bisa di bandingkan dengan puncak Suci wilayah dalam sekte naga biru.
Jalan kecil di tengah hutan, jangkrik dan serangga lain berbunyi menghiasi sepinya hutan, pepohonannya rimbun dan dihiasi angin-angin yang berhembus pelan hingga menyejukkan suasana.
Itu adalah salah satu jalan setapak untuk mencapai pedalaman hutan di pegunungan Awan Suci, biasanya di gunakan oleh murid-murid dari setiap kekuatan di wilayah reruntuhan kuno untuk masuk pedalaman hutan dan berlatih.
Tian Lei kini sedang berjalan disana, ia melihat ke arah kiri dan kanan dengan pedang Langit Naga Lava yang tergantung di punggungnya. Ia memasang itu di punggungnya, agar ia memperoleh manfaat selama berjalan beberapa waktu ini, yakni agar kekuatan fisiknya bisa naik sedikit demi sedikit.
Alasan Tian Lei memilih untuk menjadikan pegunungan Awan Suci sebagai tujuan awal bukannya kedua pegunungan lainnya, itu karena dahulu Tian Lei sama sekali belum pernah memasuki pegunungan ini. Jadi, kemungkinan besar ada harta yang belum pernah ia dapatkan di pegunungan ini.
Pada langkah tertentu, Tian Lei menghentikan langkahnya dan melihat ke arah hutan di sebelah kanannya. Tian Lei lalu memutuskan untuk keluar dari jalan dan masuk ke dalam hutan.
Tian Lei dengan cepat berlari masuk ke dalam hutan, dan saat ia masih dalam keadaan berlari, Tian Lei merasakan bahaya dari belakangnya.
Tian Lei berhenti dan berbalik, ia bisa melihat seekor harimau api sedang melompat ke arahnya.
Tian Lei tersenyum. "Harimau Api tingkat 5? Lumayan, aku bisa merenggangkan otot setelah beberapa waktu tidak bertarung..."
Tian Lei dengan sangat cepat mengambil langkah yang tepat dan menghindari serangan dari Harimau Api.
"Groar!"
Lagi-lagi, Harimau Api melompat ke arah Tian Lei untuk menerkamnya.
Tian Lei melipat kedua tangannya dan melompat dengan santai untuk menghindari serangan Harimau Api.
Tian Lei yang masih ada di udara membuka lipatan tangannya dan melayangkan sebuah tinju kuat ke kepala Harimau Api.
Buak!
Harimau Api dengan kepalanya yang telah hancur kini terkapar menyedihkan di atas tanah.
Tian Lei melihat ke arah bagian bawah kepala harimau tersebut, ia samar-samar melihat ada yang bercahaya di sana.
Tian Lei dengan senyuman meraih benda bercahaya itu. "Hehe, inti Hewan Buas tingkat 5, ini cukup berharga. Apalagi elemennya adalah api..." Tian Lei dengan cepat menyimpan inti Hewan Buas itu ke dalam cincin penyimpanannya.
Tian Lei melihat ke arah semak-semak yang ada tidak jauh dari tempatnya saat ini. Ia tersenyum sebelum ia membuka mulutnya.
__ADS_1
"Hei, keluarlah. Bukankah tidak enak bersembunyi disana?..." Tian Lei berkata dengan santai.
Kemudian, dua orang pria dengan kekuatan tingkat Mahayana bintang 5 berjalan keluar dari dalam semak-semak tersebut.
"Aduh, bocah ini sepertinya memiliki pendengaran yang baik. Aku dan kau telah bersembunyi dengan sangat baik, dan dia dengan mudah menemukan kita..." Seorang pria botak berbicara dengan wajah yang gembira.
"Hahaha, benar. Tapi apa yang bisa dilakukan bocah ini? Walaupun dia dari sekte Naga Biru, asal kita tidak membunuhnya, sekte Naga Biru tidak akan bergerak..." Pria kurus di sebelahnya juga berbicara.
"Bocah! Lebih baik kau serahkan inti Hewan Buas tadi dan semua harta yang ada di cincin penyimpanan mu. Kalau tidak, kami tidak segan-segan untuk mematahkan kakimu..." Pria botak mengancam Tian Lei.
Tian Lei yang awalnya duduk di depan kepala Harimau Api yang telah hancur akhirnya berdiri dan menatap ke arah kedua pria itu.
"Heh, hanya Mahayana bintang 5 dan berani mengancamku?..." Tian Lei berkata dengan maksud meremehkan.
Tanpa pikir panjang, Tian Lei dengan cepat mengambil inisiatifnya untuk mengambil gerakan untuk yang pertama.
Tian Lei memegang pedang langit naga lava dengan satu tangannya saja dan melesat menuju pria botak yang mengancamnya.
Slash!
Dengan gerakan yang cepat Tian Lei telah menebas kepala pria botak itu hingga membuat kepalanya terlepas.
Sementara pria kurus yang ada di samping pria botak tadi langsung menggigil ketakutan.
Tian Lei dengan tatapan yang tajam layaknya seorang pembunuh berantai, menatap pria kurus dengan tatapan mengerikan.
"Sekarang giliran mu..." Ucap Tian Lei, ia melangkah secara perlahan menuju pria kurus dan menebas ke arah pria kurus itu.
Tapi, saat energi tebasan pedangnya telah di tengah perjalanan, seseorang yang cukup kuat datang dan menahan serangan itu.
"Anak muda, bukankah tidak baik jika terlalu kejam?..." Ucap pria yang menghalangi langkah Tian Lei.
Tian Lei menatap pria tersebut dan melihat kultivasinya hanya berada di tingkat Immortal bintang 2.
"Siapa kau?..." Tian Lei dengan cepat bertanya.
"Aku adalah Feng Jia. Wakil ketua dari geng Fenglong dari desa huajia. Dia adalah anak buahku, aku berharap kau memberikan belas kasihan dan membiarkannya pergi. Bagaimanapun, kau telah membunuh salah satu dari mereka..." Pria tersebut mencoba tawar-menawar dengan Tian Lei.
Tian Lei berpikir sejenak, dalam pikirannya saat ini mungkin lebih baik baginya untuk tidak membuat lebih banyak musuh sebelum ia menghancurkan sekte darah dan membunuh Mo Wei.
__ADS_1
Tian Lei menghela nafasnya. "Baiklah. Aku akan memaafkan kalian. Tapi, jika kalian berani mencari masalah denganku lagi, maka jangan salahkan aku menghancurkan seluruh geng Fenglong kalian..." Ucap Tian Lei dan ia melangkahkan kakinya untuk pergi dari tempat tersebut.