
Sekte naga biru hari ini mengadakan acara yang cukup besar, hampir seluruh kekuatan besar di wilayah Reruntuhan Kuno telah berkumpul di dalam sekte Naga Biru.
Acara ini sebenarnya adalah saran dari patriak Sekte Darah di saat acara terbukanya Dunia Reruntuhan Kuno beberapa waktu yang lalu.
Meskipun tak ada murid yang mewakili sekte naga biru, tapi demi kehormatan dan untuk menghormati kekuatan lain, beberapa tetua sekte naga biru datang untuk meramaikan acara tersebut.
Dan dalam pertemuan itu, sekte darah mengajukan proposal untuk mengadakan sebuah acara pertemuan seluruh kekuatan besar di wilayah reruntuhan kuno.
Semua sosok setuju dengan saran ini, ini tak sepenuhnya karena mereka benar-benar setuju atau untuk menjalin hubungan yang lebih baik antar kekuatan, tapi semua orang setuju pastilah karena tak berani menolak.
Secara, sosok yang mengajukan saran ini adalah patriak dari sekte darah, Mo Yun.
Dan dalam sarannya yang baik ini, ia menyarankan tempat berlangsungnya acara ini adalah sekte naga biru dua bulan setelah acara terbukanya Dunia Reruntuhan Kuno.
Entah ada maksud tersembunyi atau tidak, hanya pihak mereka yang tahu.
.
Di atas panggung Naga dan Phoenix, dua sosok pemuda tampak sedang bertarung dengan sengit.
Dua pemuda itu adalah Lu Zhun, peringkat dua dari sekte darah dan Mu Qinlong, peringkat langit ketiga sekte naga biru.
Dalam pertarungan ini, tampak Mu Qinlong di tekan habis-habisan oleh Lu Zhun yang kultivasinya adalah Immortal bintang 3, sedangkan Mu Qinlong masihlah Immortal bintang 1.
Buak!
Krak!
Lu Zhun dengan kuat menendang pinggang kiri Mu Qinlong hingga tulang rusuknya terdengar patah.
Mu Qinlong yang telah di tendang oleh Lu Zhun terpental ke sisi kanan panggung.
Sebelum ia keluar dari Panggung Naga dan Phoenix, Mu Qinlong segera menggunakan lututnya untuk menghentikan tubuhnya yang terus terpental.
Mu Qinlong menghapus darah di bibirnya lalu memegang tulang rusuknya yang patah.
"Orang ini benar-benar gila. Mungkin dia setara dengan Li Quan atau bahkan Chen Tian..." Pikirnya dengan raut wajah tegang.
Buak!
Krtak!
__ADS_1
"Akhh!"
Ketika dirinya masih berjongkok di pinggir Panggung Naga dan Phoenix, Mu Qinlong segera di tendang untuk yang kedua kalinya oleh Lu Zhun.
Akibat dari serangan yang lebih kuat ini, pergelangan tangan Mu Qinlong yang menahan tendangan Lu Zhun harus patah dan Mu Qinlong juga harus menerima kekalahannya karena dirinya telah keluar dari Panggung Naga dan Phoenix.
Semua orang yang menyaksikan ini langsung tercengang terutama para murid sekte naga biru yang menonton jalannya pertandingan sejak awal.
Mereka benar-benar tak menyangka, sebelumnya Lu Zhun telah mengalahkan Xiang Shen Yi yang berada di peringkat kelima dan Fang Yan yang berada di peringkat keempat.
Dan sekarang? Bahkan Mu Qinlong juga harus mengalami kekalahan?
.
Di sekitar area Panggung Naga dan Phoenix, tampak banyak sosok kuat duduk di tempat yang telah di sediakan.
Di tempat khusus, aura kuat dan mendominasi memenuhi area, dua sosok duduk di singgasana megah dengan satu sosok di belakang masing-masing sosok.
Kedua sosok itu adalah Zui Zhang Li dan Mo Yun, patriak dari sekte darah, juga seorang kultivator tingkat puncak Xiantian.
Di belakang Zui Zhang Li, sosok ahli Xiantian yang kuat berdiri tanpa menekan kekuatannya, dia adalah Xi Liang dan di belakang Mo Yun, sosok yang berdiri dengan wajah serius tak kalah kuat dari Xi Liang.
"Haha, tampaknya Lu Zhun terlalu berlebihan dengan tendangan yang terakhir. Aku harap patriak Zui dapat memaklumi. Anda tahu, Lu Zhun telah mencapai Immortal bintang 3, satu tendangan darinya tadi mungkin telah mematahkan tulang rusuk murid anda tadi..." Mo Yun berkata dengan lembut, tapi dalam kelembutan itu tersembunyi penghinaan dan kesombongan yang mendalam.
"Haha, patriak Mo terlalu sungkan. Murid sekte naga biru ku sering menjalankan misi berbahaya. Hanya patah tulang saja bukanlah hal yang sangat buruk..." Zui Zhang Li menjawab dengan tenang.
Dengan jawaban yang tenang tanpa ada rasa kesal dari Zui Zhang Li, Mo Yun segera melirik dengan tajam ke arah Zui Zhang Li.
Ekspresi dinginnya saat ini segera berubah sedetik kemudian, Mo Yun kembali melihat Panggung Naga dan Phoenix dan mendengus pelan.
"Kalau patriak Zui telah berkata seperti itu, maka saya bisa tenang untuk tidak menahan tindakan dari Lu Zhun..." Ucapnya.
.
"Hahaha! Apakah sekte naga biru yang telah berdiri sejak seribu tahun yang lalu hanya memiliki murid yang tak lebih baik dari sampah?..." Lu Zhun berkata lantang dengan tawa menghina yang besar.
"Hmph! Kau bisa sombong hanya karena kak Chen Tian dan Li Quan telah kembali ke asalnya! Jika mereka masih disini, apakah kau memiliki wajah untuk berkata begitu?!..." Salah seorang murid tampak kesal.
Lu Zhun dengan senyuman meledek mengangkat kedua bahunya dan berkata dengan santai.
"Mungkin yang kau katakan benar, tapi faktanya tetap tak ada yang bisa mengalahkan aku di antara kalian semua..." Ucapnya.
__ADS_1
Mendengar Lu Zhun yang semakin dan semakin menghina mereka juga sekte mereka, setiap murid sekte naga biru tampak kesal dan marah.
Banyak diantara mereka yang ingin segera menurunkan Lu Zhun dari Panggung Naga dan Phoenix dan menjahit mulut nakalnya.
"Murid dari sekte darah ini tampaknya terlalu kelewatan..." Gumam patriak sekte lembah hitam.
Patriak sekte Api Suci mengangguk. "Ya, kau benar. Tapi, mau bagaimana lagi? Sifat sombong memanglah dasar dari sekte darah..."
Ditengah-tengah kerumunan murid-murid sekte naga biru, tampak Xiang Shen Yi dan Fang Yan sedang membantu Mu Qinlong untuk berdiri.
Xiang Shen Yi tampak geram dengan perkataan Lu Zhun yang sebelumnya, ia benar-benar tak tahan untuk mendengarkan hinaan untuk dirinya apalagi untuk sekte yang telah membesarkannya.
Dalam amarahnya itu, Xiang Shen Yi menggertakkan giginya dan mengepalkan tangannya dengan erat.
"Aku akan melawanmu lagi!..." Teriaknya dengan geram.
Lu Zhun melihat ke arah Xiang Shen Yi yang telah terluka dengan alis terangkat.
"Ho? Kau serius? Apakah tidak ada orang lain selain kalian bertiga?..." Ucapnya merendahkan.
"Tutup mulutmu..." Ucap Xiang Shen Yi dengan dingin dan mulai melangkah.
"Jangan!..." Fang Yan segera menghentikan, bagaimanapun Xiang Shen Yi telah mendapatkan luka di sekujur tubuhnya bahkan tangan kirinya telah patah.
Xiang Shen Yi berhenti setelah melangkahkan langkah kaki pertamanya. "Fang Yan, nampaknya kalian masih tak tahu sifatku setelah berteman selama dua bulan ini..."
"Aku Xiang Shen Yi lebih baik bertarung sampai mati daripada harus mendapatkan penghinaan!..." Ucapnya dengan tegas.
"Cukup! Biarkan aku yang menghadapinya..."
Suara cantik dan halus mulai terdengar dengan nada yang marah, setiap mata kemudian mulai melihat ke arah sosok gadis kecil yang sangat cantik.
"Nona saint?!..."
Ning'er berjalan diantara kerumunan dan setiap kerumunan yang ia lewati segera membuka jalan untuknya.
Ditangannya, tampak sebuah pedang perak panjang lengkap dengan sarung pedangnya yang sangat cantik.
Pedang ini adalah senjata tingkat suci yang diberikan oleh Zui Zhang Li saat Ning'er pertama kali bergabung dengan sekte Naga Biru.
"Nona saint, jangan maju. Biarkan kami saja yang menanggung beban ini, bagaimanapun anda adalah wanita!..." Xiang Shen Yi berkata dengan nada yang sedikit lembut ketika melihat Ning'er berjalan melewati mereka bertiga.
__ADS_1
Ning'er melirik dengan tajam. "Kalian telah dikalahkan dan masih ingin menanggung beban? Ini masalah kehormatan sekte, bahkan jika aku wanita, aku masihlah saint disini. Sudah tanggung jawabku untuk menjaga kehormatan sekte..."
Mendengar ucapan Ning'er, Xiang Shen Yi mendengus dengan berat dan hanya bisa terdiam. Sementara Ning'er, dia terus berjalan dan mulai menaiki Panggung Naga dan Phoenix.