
Tian Lei mengepakkan sayapnya segera setelah ia keluar dari Aula Harta sekte naga biru dan terbang menuju Puncak Guntur Ungu.
Setelah sampai di depan portal masuk ke tempat pelatihan Puncak Guntur Ungu, Tian Lei dapat melihat beberapa tetua menjaga tempat tersebut.
Tian Lei berjalan mendekati ketiga tetua yang berjaga. "Tetua, murid baru ini hendak melakukan pelatihan di Puncak Guntur Ungu..." Tian Lei membungkuk dan berkata dengan sopan.
Ketiga tetua itu saling berpandangan kemudian melihat ke arah Tian Lei lagi.
"Nak, kau mungkin harus mengurungkan niatmu..." suara tua dari salah satu diantara tiga tetua terdengar saat itu.
Tian Lei mengangkat alisnya keheranan. "Hm? Kenapa begitu? Apakah Puncak Guntur Ungu kehabisan Guntur?..."
"Itu tidak akan pernah terjadi. Tapi, energi petir yang ada di Puncak Guntur Ungu sekarang menjadi lebih kuat. Bahkan murid-murid seniormu yang ada di peringkat Langit tidak akan bertahan walau hanya satu menit..."
Berbeda dari seharusnya, Tian Lei tidak menggambarkan ketakutan dalam dirinya, ia bahkan terlihat sangat bersemangat saat ini.
"Para tetua, saya telah mendapatkan teknik menempa tubuh yang mengandalkan energi petir. Semakin kuat petir yang ada maka semakin baik penempaan tubuh saya. Apakah saya boleh memasuki Puncak Guntur Ungu?..."
Suara yang begitu semangat dari Tian Lei membuat ketiga tetua berkeringat.
"Ah, baiklah. Karena kau ingin memaksakan dirimu, maka kami tidak akan menahanmu. Semoga kau bisa bertahan, jika kau tidak bertahan, maka kami akan membawamu keluar..."
Salah seorang tetua dengan hati yang sakit akhirnya mengizinkan Tian Lei untuk masuk.
Tian Lei membungkuk. "Terimakasih tetua..."
Tian Lei berjalan menuju portal, dan akhirnya masuk ke dalamnya...
..
Pada saat ini, Tian Lei telah berada di dalam sebuah ruangan yang terdapat sebuah pintu perunggu besar untuk menuju ke suatu tempat.
Tian Lei lalu berjalan melalui pintu perunggu itu dan melihat cahaya terang dari pintu keluarnya.
Kini Tian Lei telah berada di suatu tempat yang lain. Tempat ini adalah Puncak dari sebuah gunung yang sangat besar, tapi memiliki permukaan yang rata seperti sebuah lapangan tapi berbentuk lingkaran.
Langit gelap menutupi seluruh area yang dapat di lihat oleh mata dari tempat tersebut. Petir Ungu sesekali melintas dengan intensitas kekuatan yang besar, lebih besar dari biasanya.
Dan suara gemuruh yang mengerikan memenuhi seluruh ruang di tempat tersebut.
Jika ini hari biasanya, mungkin tempat ini akan di datangi oleh beberapa murid dalam yang akan menjalani pelatihan. Tapi, karena masalah yang disebutkan tetua tadi, mungkin tidak ada pembudidaya elemen petir yang berani masuk ke Puncak Guntur Ungu.
"Jadi ini Puncak Guntur Ungu yang pernah mereka katakan dulu?..."
__ADS_1
Tian Lei Melihat ke arah langit dan melihat guntur-guntur ungu yang terus menyambar keluar dari sarang mereka.
Tian Lei menggelengkan kepalanya. "Ini saatnya untuk latihan..."
Tian Lei mengeluarkan sebuah kotak kayu yang ia dapatkan dari Aula Harta sekte naga biru tadi dan membukanya.
Dari dalam kotak itu, dapat dilihat sebuah akar berwarna merah yang hampir mirip dengan seorang bayi.
Tian Lei memakan herbal tersebut secara langsung dan langsung membuka pakaiannya.
Di dada Tian Lei, secara samar dapat dilihat dagingnya seakan bergerak hingga kemudian membentuk sebuah kepala bayi.
Tian Lei kemudian melihat ke arah sebuah lingkaran kecil yang merupakan perwujudan dari lingkaran Aray pengumpul energi spiritual.
Tian Lei berjalan ke arahnya dan duduk bersila di sana. Ketika Tian Lei duduk, dia langsung menutup matanya dan menanamkan energi spiritualnya untuk mengaktifkan Aray pengumpul energi spiritual.
Tiba-tiba, cahaya berwarna emas muncul dari setiap garis rumit pada lingkaran, Aray ini dapat di pastikan bisa menarik energi petir yang kuat setelah sekarang aktif.
Saat itu juga, awan hitam yang awalnya menyebar ke segala penjuru akhirnya berpusat di atas lingkaran Aray pengumpul energi spiritual yang telah aktif.
Suara Guntur bagaikan Auman dari hewan-hewan buas terus bergemuruh di atas langit tepat di atas kepala Tian Lei.
Tian Lei kemudian mengaktifkan kepala bayi yang ada di dadanya sehingga mulut dari kepala itu akhirnya terbuka dan menyedot energi spiritual di sekitarnya.
DUAR!
Petir ungu bergemuruh kencang sebelum ia menghantam tubuh Tian Lei dengan kuat, tapi itu kemudian terserap dengan baik oleh kepala bayi.
Ketika kilat petir terserap oleh kepala bayi dan diubah menjadi petir hitam yang lebih lemah dari petir hitam asli milik Tian Lei, itu salurkan ke seluruh tubuh Tian Lei hingga sekarang tubuh Tian Lei penuh dengan energi petir hitam yang perlahan mulai menempa tubuhnya.
Ketika petir-petir itu masih menempa tubuh Tian Lei, itu semua akhirnya menghilang karena energi petir yang terserap tidak cukup untuk menempa tubuh Tian Lei secara penuh.
Tian Lei tersenyum setelah ia membuka matanya. "Kekuatan Petir Ungu ini lumayan. Tapi di perlukan banyak Sambaran petir untuk menyelesaikan penempaan tubuhku..."
Tian Lei mengeluarkan sebuah pil yang telah ia siapkan sebelumnya, itu adalah Pil Petir yang memiliki fungsi untuk menyerap semua energi petir di sekitar tubuh penggunanya.
Tian Lei menelan pil tersebut, begitu pil masuk ke dalam tubuhnya, kemampuan dari pil itu kemudian bergabung dengan kepala bayi di dada Tian Lei.
Kepala bayi sekarang tidak memfokuskan diri untuk menyerap energi spiritual di sekitarnya, tapi berubah mengutamakan untuk menyerap energi petir yang ada di langit.
Daya tarik dari kepala bayi menjadi semakin kuat dan menyerap petir dari langit seperti magnet menarik sebuah logam.
DUAR! DUAR! DUAR!
__ADS_1
Petir ungu yang bergemuruh dengan semangat di atas langit terus menyambar Tian Lei karena daya tarik dari kepala bayi.
Tapi Tian Lei sama sekali tidak merasakan sakit karena semua energi petir yang hampir mengenai dirinya akhirnya diserap oleh kepala bayi.
Kejadian ini terus berulang-ulang hingga tubuh Tian Lei telah menjadi benar-benar kuat, dan tiga hari akhirnya berlalu.
Tian Lei membuka matanya, petir-petir hitam yang menyelimuti tubuhnya telah habis terserap oleh pori-pori kulit tubuhnya.
Ia kini telah berhasil menempa tubuh Petir Hitam yang legendaris.
Tian Lei melihat ke arah langit. "Hehe, karena aku telah selesai dengan energi yang diperlukan untuk menempa tubuh Petir Hitam Legendaris, maka ini waktunya untuk menerobos ke tingkat Mahayana bintang 6!.."
Tian Lei memfokuskan dirinya pada kemampuan dari kepala bayi yang ada di dadanya, kepala bayi akhirnya merespon dan membuka mulutnya dengan lebar.
"Hwaa!"
Suara keras terdengar dari mulut Tian Lei setelah energi petir ungu terus masuk ke dalam mulut kepala bayi yang akhirnya di ubah menjadi energi spiritual yang masuk ke dalam dantiannya.
Dengan adanya kepala bayi, Tian Lei kini hanya perlu menyempurnakan energi spiritual yang terus masuk ke dalam tubuhnya dan menunggu kepala bayi mengubah energi petir menjadi energi spiritual.
Dengan aliran yang cepat dan lancar, energi spiritual memasuki dantian Tian Lei dan akhirnya di sempurnakan oleh Tian Lei.
Semua aktivitas penyerapan ini berjalan dengan baik dan lancar, Tian Lei hanya harus menyempurnakan energi spiritual yang masuk ke dalam dantiannya dan menunggu saat yang tepat untuk melakukan penerobosan.
Ketika Tian Lei disibukkan dengan penyempurnaan energi spiritual dari kepala bayi, ia akhirnya melalui tiga hari lagi di Puncak Guntur Ungu.
Selama tiga hari ini, Tian Lei tidak mengetahui berapa banyak energi petir yang telah di ubah menjadi energi spiritual dan yang telah ia sempurnakan. Yang Tian Lei tahu hanyalah bahwa gejolak pada petir ungu di langit telah menghilang karena terlalu banyak ia serap, ini mungkin keuntungan baginya, tapi juga kepentingan untuk sekte karena akhirnya murid-murid bisa masuk ke Puncak Guntur Ungu lagi walau tidak sekarang.
Saat energi petir ungu telah banyak di ubah menjadi energi spiritual dan kepala bayi juga telah mencapai batasnya hingga akhirnya menghilang dan membuat dada Tian Lei kembali normal, Tian Lei akhirnya membuka matanya karena energi spiritual dalam dantiannya telah bergejolak.
"Ini waktunya..." Mata Tian Lei menggambarkan sorotan seperti kilat dan menutupnya lagi.
Tubuh Tian Lei yang masih dalam keadaan duduk memancarkan energi spiritual yang sangat kuat.
Wuzz!
Tian Lei membuka matanya yang memancarkan fluktuasi energi spiritual yang kuat.
Tian Lei memandang langit sebelum ia menghela nafasnya, ia menutup matanya dan merasakan kekuatan yang ada di dalam dantiannya.
Tian Lei dapat merasakan energi spiritual yang lebih kuat dari sebelumnya di dalam tubuhnya yang menandakan bahwa ia telah naik ke tingkat Mahayana bintang 6.
Tian Lei tersenyum sebelum ia menelan ludah dengan matanya yang terbuka lebar.
__ADS_1