LEGENDA JENIUS SELURUH ALAM

LEGENDA JENIUS SELURUH ALAM
Ni Xien vs Tetua Kedua


__ADS_3

"Medan Amukan Racun!..." Ucap Yu'er dengan pelan dan aura racun nya mulai mengamuk saat mereka keluar dari tubuh Yu'er.


Energi racun merah yang sangat besar milik Yu'er menyerupai ular-ular yang beterbangan di udara sekitar yu'er dan membuat mereka layak di sebut sebagai sebuah amukan seperti pada nama tekniknya.


Kabut racun merah yu'er terus menyebarkan amukan nya dan menciptakan medan yang dikuasai yu'er secara penuh.


Bahkan seluruh panggung batu yang cukup luas kini telah berada di tangan yu'er.


Energi racun merah dari Yu'er kini nampak telah menjadi tanah yang di pijak dan ketiga tetua telah terjebak di dalamnya.


Tiga tetua hanya bisa membatalkan teknik gabungan mereka dan mereka terus melawan energi racun yang mengamuk dan beterbangan untuk menyerang mereka tersebut.


"Apa-apaan ini?! Apakah di dalam sekte ada teknik semacam ini?! Dari mana yu'er mendapatkan teknik gila macam ini?!..." Ucap tetua kelima yang tengah kesulitan untuk menghadapi serangan racun tak terhitung jumlahnya di dalam lautan kabut racun yang telah menjadi tanah yang mereka pijak.


Teknik racun ini adalah sesuatu yang sama sekali takkan bisa di temukan di Sekte Gerbang Dewa Racun, tapi ini ditemukan Yu'er di dalam reruntuhan saat dirinya dan kakaknya dahulu berpetualang dengan Tian Lei yang menjalankan misi.


Yu'er menatap ke arah tiga wanita yang berusaha payah untuk bertahan hidup di dalam medan racun ciptaannya.


"Ini sudah berakhir..." Ucap yu'er saat ia mengangkat tangannya dan memunculkan sebuah gelombang tsunami energi racun yang muncul dari dalam lautan racun yang menjadi medan racun miliknya.


Gelombang tsunami energi racun segera mengamuk dan mengelilingi tiga tetua dari empat arah yang berbeda sehingga tidak memberikan jalan keluar pada mereka bertiga.


"Tidak!!!..." Tetua ketiga berteriak saat dirinya dan kedua tetua lainnya mulai di telan oleh ombak energi racun hingga akhirnya menyisakan mereka sebagai tulang belulang.


Jika bertanya apakah Yu'er sangat kuat sampai dapat mengalahkan tiga tetua sekaligus saat ini, jawabannya tentu saja tidak.


Jika ketiga tetua tidak memutuskan untuk ceroboh dan menggunakan teknik gabungan yang membuat mereka tidak dapat bergerak, mereka mungkin akan menjadi lawan yang cukup merepotkan bagi Yu'er.


Tapi, lawan yang tak dapat bergerak seperti mereka, itu sangatlah mudah di bunuh di dalam medan amukan racun milik Yu'er. Karena yu'er sangatlah tahu dengan jelas bagaimana kemampuan teknik racunnya ini.


Tapi, saat lautan racun merah masih membara di atas panggung batu, sosok yang cukup besar melesat dari bawah dan hendak menyerang Yu'er hanya dengan tubuhnya saja.


Yu'er melirik ke belakang dan sebuah tangan raksasa segera terbentuk untuk menggenggam tubuh pria besar tersebut.


Bang!!!


Hanya dengan satu pukulan, energi racun yang membentuk tangan raksasa tersebut segera pecah dan si pria besar kembali melesat ke arah Yu'er.


Yu'er menyerap kembali energi racunnya yang telah menjadi lautan racun merah di atas panggung batu dan menyatukan semuanya untuk membentuk sebuah benteng racun besar untuk menahan tubuh si pria besar.


Bang!!!


"Huek!!..."


Pria besar segera meninju penghalang yang di buat oleh Yu'er dan membuat penghalang itu pecah hingga akhirnya yu'er terdorong ke belakang sambil muntah darah.


Saat darah masih menetes dari mulutnya, Yu'er menatap ke arah pria besar yang tersenyum lebar padanya. "Sial..." Ucap Yu'er yang menggerakkan tangannya untuk menghapus darah di bibirnya.

__ADS_1


Pria besar yang ada di depan Yu'er saat ini adalah tetua kedua yang merupakan ahli racun yang berfokus pada kekuatan fisiknya.


Daripada menyebutnya sebagai ahli racun, dia lebih cocok untuk di sebut sebagai kultivator tubuh. Ini karena ia sepenuhnya menggunakan energi racunnya untuk memperkuat fisiknya hingga akhirnya ia sama sekali tidak dapat menggunakan kekuatan racun, tapi kekuatan fisiknya sangatlah luar biasa.


Tetua pertama melirik ke arah kanan panggung batu dan menemukan kerangka tiga manusia yang masih sangat lengkap dan baru.


"Gadis kecil, kupikir sebelumnya tiga tetua di bawah ku mampu menghadapi mu meskipun aku telah merasakan energi luar biasa darimu, ternyata kau melampaui perkiraan ku ya..." Ucap tetua kedua.


Tetua kedua lalu tersenyum lebar, ia menggenggam tinjunya di depan dada. "Baiklah, aku adalah orang yang tidak membedakan laki-laki ataupun perempuan! Selagi kau layak, kau dapat menjadi lawanku! Karena itu, dari sekarang aku yang akan melawanmu gadis kecil!..." Ucap tetua kedua dengan semangat membara.


Tanpa aba-aba apapun, Yu'er segera melesat ke arah tetua kedua dengan membawa energi racun besar di telapak tangan kanannya.


Yu'er kemudian memajukan telapak tangannya dan menciptakan telapak tangan racun merah yang mengarah dengan cepat ke arah tetua kedua.


Bang!!!


Tetua kedua ikut melesat ke depan dan meninju telapak tangan racun di depan matanya hingga musnah.


Tapi, segera setelah telapak tangan racun itu musnah, energi racun nya berubah menjadi asap dan keberadaan Yu'er segera tersembunyi di sana.


Dengan mulus, Yu'er menembus lautan asap tanpa di tangkap tetua kedua dan melesat untuk kabur dari tetua kedua.


Untuk menghadapi tetua kedua yang memiliki fisik yang dapat bersaing dengan ahli Sovereign bintang 8, Yu'er sadar bahwa dirinya harus menemukan celah dan kesempatan terlebih dahulu.


Dengan perbedaan yang cukup besar di antara mereka, Yu'er tentunya takkan bisa menang. Jadi, pilihan untuknya saat ini benar-benar hanyalah mundur dan mendapatkan ruang untuk menang.


.


Sosok berambut putih ini memiliki tubuh yang cukup besar, pergelangan tangannya pun membesar dengan cakar yang sangat kuat di jari-jarinya.


Wajahnya sudah tampak mirip dengan sosok manusia harimau berkulit putih. Orang ini adalah Ni Xien yang telah masuk ke dalam mode tempur harimau putih tahap pertamanya.


Dengan mede tempur tahap pertama ini, Ni Xien bahkan sudah dapat dikatakan setara dengan Sovereign bintang 5 bahkan bintang 6.


Dalam beberapa waktu ini, bersama dengan sepuluh penguasa kota, Ni Xien berhasil membunuh beberapa murid yang telah ada di tingkat kabut racun merah yang kebanyakan setara dengan Sovereign bintang 1.


Dengan banyaknya ahli racun kabut merah yang gugur di pihak sekte Gerbang Dewa Racun, mereka kini hanya menyisakan tujuh orang termasuk tetua pertama dan tetua kedua.


Kini, Ni Xien yang telah membunuh beberapa murid lemah dari sekte Gerbang Dewa Racun pun melihat ke suatu arah dan melihat adiknya Yu'er yang sedang di kejar oleh tetua kedua.


Hal ini pun membuat Ni Xien khawatir juga marah, ia mulai melangkah untuk pergi dari sana tapi tiga sosok ahli racun kabut merah segera menghalanginya.


"Monster aneh, kemarilah dan kami akan... Huackk!..."


Sosok murid yang berbicara tak dapat melanjutkan perkataannya lagi setelah Ni Xien mencakar dadanya sampai ia mati bahkan sebelum murid tersebut menyelesaikan ancamannya.


Ni Xien kemudian mengangkat kedua tangannya dan ia segera mengamuk dengan mencakar kedua sosok lainnya yang menghalanginya.

__ADS_1


Setelah membunuh kedua sosok itu, Ni Xien kemudian melesat ke arah Yu'er yang posisinya sedang di kejar oleh tetua kedua.


"Gadis kecil! Apakah kau berencana untuk mengulur waktu dan mencari peluang?! Hah?!..." Ucap tetua kedua yang telah berada di samping Yu'er dan hal ini pun membuat Yu'er kaget dan sedikit syok.


Tanpa memandang Yu'er sebagai gadis kecil, tetua kedua segera mengangkat tangannya dan hendak melayangkan tinjunya pada Yu'er.


"Hentikan!!!..."


Bang!!!


Ni Xien yang telah dekat dengan mereka segera berteriak keras dan meninju tetua kedua untuk menyingkirkan bahaya untuk adiknya Yu'er.


"Kakak?!..." Yu'er cukup kaget saat melihat kakaknya berada di samping nya.


Tapi, hal yang membuat Yu'er lebih kaget adalah penampilan kakaknya saat ini, namun ia memilih untuk tidak bertanya apapun.


"Yu'er, kerja bagus. Sekarang menyingkir lah dan lakukan apapun yang kau inginkan dengan musuh yang lain. Orang ini biar kakak yang menghadapinya..." Ucap Ni Xien dengan tatapan mata yang tajam setelah matanya telah menilai seberapa kuat tetua kedua tersebut.


"Tapi, tetua kedua adalah kultivator tubuh yang setara dengan ahli Sovereign bintang 8! Lebih baik kita bekerja sama untuk melawannya!..." Ucap Yu'er dengan khawatir.


Ni Xien meletakkan tangan besarnya di atas rambut Yu'er tanpa menoleh sedikitpun. "Yu'er, percayalah bahwa kakakmu ini telah menjadi lebih kuat. Sekarang mundurlah dan jauhi pertarungan yang berbahaya untukmu. Kakak akan mengurus orang ini untukmu..." Ucap Ni Xien.


Dengan terpaksa, Yu'er mengangguk dengan yakin. "Baiklah kak. Tapi ingatlah untuk berhati-hati melawannya..." Ucap Yu'er kemudian ia melesat untuk membantu sepuluh penguasa kota untuk menghadapi musuh yang tersisa, sementara Ni Xien hanya mengangguk.


Tetua kedua yang di tinju Ni Xien mendarat di lapangan kosong dan tersenyum saat ia menatap ke arah Ni Xien yang ada dalam bentuk yang aneh.


"Ho? Kau kelihatannya cukup lebih menyenangkan dari gadis itu. Kemarilah dan lawan aku..." Ucap tetua kedua dengan semangat.


Sementara itu, Ni Xien yang sadar takkan bisa bersaing dengan tetua kedua pun akhirnya memutuskan untuk menggunakan tahap kedua dari mode tempur harimau putih miliknya.


"Aku takkan menahannya lagi! Bahkan jika aku harus terlihat menyedihkan, aku tetap akan menggunakan ini!..." Ucap Ni Xien dan meluapkan kekuatannya.


Wuzz!!


Energi putih yang ganas menyelimuti Ni Xien dan masuk ke dalam pori-pori kulitnya hingga kulit Ni Xien kini telah menjadi sangat putih.


Perlahan, tubuh Ni Xien mulai membesar dan membesar hingga mencapai dua kali dari tubuhnya yang asli.


Cakarnya juga telah membesar, wajah dan rambutnya pun begitu. Hal ini membuat Ni Xien sudah tampak seperti monster yang sesungguhnya.


Tapi, meskipun ia terlihat seperti monster, kekuatannya pun sangatlah luar biasa dan tak bisa dikatakan bahwa dirinya saat ini ada di bawah tetua kedua.


"Groarr!!..." Ni Xien meraung dengan keras layaknya harimau dan melesat untuk menyerang tetua kedua.


Tetua kedua tersenyum dan melesat ke arah Ni Xien juga. "Hahaha, biar ku coba kekuatan dari monster ini!!..." Ucapnya.


.

__ADS_1


__ADS_2