
Di dalam sebuah ruangan dalam kediaman Ning'er, Tian Lei dan Ning'er telah berada di sana.
Ning'er duduk bersila di lantai ruangan dan mulai memurnikan Spirit Es Suci yang melayang di depan dadanya.
Tian Lei duduk bersila di depan Ning'er untuk berjaga-jaga, karena ia tahu tidak mudah untuk memurnikan benda di depannya.
Bahkan, di masa lalu, saat ia membantu Shi Luo untuk memurnikan Spirit Es Suci yang lain, Spirit Es Suci itu melawan hingga Tian Lei harus turun tangan untuk menundukkannya.
"Kak Tian Lei, aku akan mulai..." Ucapnya dengan lembut dan Tian Lei mengangguk.
Ning'er mulai menutup matanya ia mulai masuk dalam keadaan fokus mendalam dan kekuatan Spirit Es Suci mulai ia murnikan.
Spirit Es Suci mulai masuk ke dalam tubuh Ning'er dalam jejak-jejak energi spiritual dingin yang terserap ke dalam tubuh Ning'er.
Dalam waktu beberapa jam, Ning'er telah memurnikan sekitar sepertiga dari keseluruhan kandungan dalam Spirit Es Suci.
Malam hari telah tiba, dan Ning'er masih dalam proses pemurnian Spirit Es Suci.
Keesokan harinya, Ning'er hampir memurnikan keseluruhan dari Spirit Es Suci.
Dalam beberapa jam kemudian, Ning'er telah memurnikan semuanya dan semua kandungan dalam Spirit Es Suci telah ada dalam tubuhnya.
Energi dingin yang besar telah meluap keluar dari tubuh Ning'er, wajah Ning'er tampak tegang saat ini.
Tian Lei yang melihat itu menatap energi dingin dengan serius. "Sudah dimulai..." Gumamnya dan mulai memejamkan matanya.
Tian Lei mengeluarkan kekuatan Jiwanya dan menembakkannya masuk ke dalam lautan Spiritual milik Ning'er.
Di dalam lautan spiritual Ning'er, Tian Lei dapat melihat Ning'er duduk bersila dengan beralaskan lautan luas yang membeku.
Di sekitar Ning'er, tampak Roh sebenarnya dari Spirit Es Suci telah mempengaruhi jiwa Ning'er.
Tian Lei yang melihat itu memancarkan cahaya yang sangat terang dari telapak tangannya dan menembakkannya ke arah Spirit Es Suci.
"Hei, tidak baik mengganggu seorang gadis..." Ucap Tian Lei dengan senyuman dan Spirit Es Suci mulai bergejolak karena amarah.
Spirit Es Suci mulai mendatangi Tian Lei dengan kecepatan yang luar biasa, saat sosok dingin itu melewati lautan, lantai lautan mulai membeku dengan cepat.
Tian Lei menunjukkan tatapan tajam. "Sebagian dari dirimu telah ku tundukkan. Mengapa kau tidak tunduk saja?..." Ucapnya.
__ADS_1
Tian Lei mengeluarkan aura ungu yang sangat mendominasi, mengangkat telapak tangannya dan mengarahkannya ke bawah.
Di belakang Tian Lei, muncul sosok Kaisar sejati yang sangat mendominasi, mengeluarkan kekuatan dominasi yang luar biasa.
Spirit Es Suci tidak melanjutkan langkahnya, ia terhenti di tengah dan menggigil ketakutan.
Spirit Es Suci dapat melihat sosok yang sangat menakutkan, sebuah telapak tangan raksasa dengan aura mendominasi yang luar bisa mengarah padanya.
Telapak tangan itu menghempaskan tubuh Spirit Es Suci dan membuatnya tunduk.
Spirit Es Suci mengeluarkan cahaya biru yang bercampur dengan cahaya warna lainnya dan masuk ke dalam jiwa Ning'er.
Di dunia luar, Tian Lei membuka matanya perlahan dan melihat Ning'er yang sekarang mengeluarkan aura dingin yang semakin besar.
Rambut Ning'er mulai berubah menjadi warna biru dengan aura dingin yang besar, dan matanya mengeluarkan cahaya emas.
Ning'er kemudian membuka matanya, melayang di udara dan melupakan energi dingin yang besar.
Luapan energi dingin itu membawa hembusan angin yang dingin pula.
Bersamaan dengan itu, kultivasi milik Ning'er terus naik dan naik.
Immortal bintang 2!
Immortal bintang 4!
Immortal bintang 5!
Immortal bintang 6!
Immortal bintang 7!
Immortal bintang 8!
Melihat kultivasi Ning'er yang naik hingga Immortal bintang 8, membuat senyuman puas di wajah Tian Lei terbentuk.
Ning'er menurunkan tubuhnya dengan anggun dan melihat ke arah Tian Lei dengan ceria.
"Kak Tian Lei, kultivasi ku..." Ucapnya tak percaya bahwa ia juga bisa meningkat dengan cepat.
__ADS_1
Tian Lei tersenyum. "Ning'er, sekarang duduklah dan aku akan mengajari mu cara menyembunyikan kultivasi dengan baik. Akan jadi masalah jika orang lain mengetahui perkembangan cepat dalam satu malam..." Ucap Tian Lei.
Ning'er mengangguk. "Baik..." Ucapnya dan segera duduk bersila.
Setelah itu, Tian Lei mulai mengajari Ning'er teknik menyembunyikan kultivasi pada Ning'er.
.
Setelah selesai mengajari Ning'er untuk menyembunyikan tingkat kultivasinya, Tian Lei mengajak Ning'er untuk pergi ke Aula Hidangan (kantin) sekte naga biru untuk mengisi perut mereka.
Setelah menyelesaikan tawar menawar dengan perut mereka, Ning'er mengajak Tian Lei berkeliling sekte untuk melihat tempat pelatihan yang ada di dalam sekte.
Sekte Naga Biru memiliki lima tempat pelatihan selain pelatihan Puncak Guntur Ungu yang pernah di datangi Tian Lei.
Mereka adalah Menara Naga Biru yang dikatakan oleh Zui Zhang Li kemarin, selain itu masih ada Panggung Naga dan Phoenix yang merupakan tempat pertarungan antara murid. Ada juga taman spiritual yang kaya dengan aura Spiritual yang dihasilkan oleh tanaman herbal yang melimpah, dan yang terakhir adalah Tangga Gunung Azure tempat yang dipenuhi kekuatan yang menekan dengan kekuatan gravitasi.
Ning'er dan Tian Lei memutuskan untuk mengunjungi taman spiritual, dan juga Tangga Gunung Azure terlebih dahulu.
Dan untuk menara Naga Biru, itu akan diketahui oleh Tian Lei dua hari kemudian.
Tian Lei dan Ning'er tidak melakukan pelatihan di tempat-tempat pelatihan yang mereka kunjungi. Mereka hanya melihat-lihat murid-murid yang berlatih di sana.
Setelah mereka puas, Tian Lei dan Ning'er memutuskan untuk mengunjungi tempat pelatihan yang terakhir, yakni Panggung Naga dan Phoenix.
Di area Panggung Naga dan Phoenix, Tian Lei dan Ning'er dapat melihat kerumunan yang sedang menonton pertandingan antar murid.
Tian Lei dan Ning'er memutuskan untuk ikut melihat pertandingan tersebut, karena terlihat menarik, juga mereka sedang bosan.
Tian Lei dapat melihat dua murid senior yang masih ada di ranah Mahayana sedang bertarung dengan sengit diatas Panggung Naga dan Phoenix.
Pertarungan mereka bukanlah pertandingan yang biasa saja, mereka tampaknya sedang melakukan kegiatan resmi yang diperbolehkan oleh sekte, yakni bersaing untuk merebut peringkat langit.
Ya, peringkat langit bisa diperoleh dengan dua cara, yakni dengan menunjukkan kekuatan pada kompetisi peringkat langit. Dan cara yang kedua adalah dengan menantang orang yang berada di peringkat langit yang diinginkan.
Saat Tian Lei dan Ning'er sedang melihat jalannya pertandingan kedua murid di atas Panggung Naga dan Phoenix, ada beberapa orang yang menghampiri mereka.
.
"HEI, KAMU... IYA KAMU... YANG UDAH BERES BACA CHAPTER INI TAPI GAK LIKE...ðŸ˜ðŸ˜"
__ADS_1
HARI INI UP EMPAT CHAPTER LAGI, KARENA TADI ADA YANG NGASIH TIPS, MUNGKIN NANTI MALAM BAKAL TAMBAH SATU, ATAU BESOK PAGI
👇 TEKAN TOMBOL LIKE DI BAWAH😡