
Setelah urusan dengan roh Laba-laba Iblis telah selesai, Tian Lei keluar dari dalam memori itu dan naik untuk kembali ke permukaan lautan spiritual milik Yu'er.
Tian Lei meletakkan tubuh jiwa Yu'er di lautan Spiritual dan dapat melihat bahwa jiwa Yu'er yang hampir menghilang sedikit demi sedikit pulih.
Sementara itu, di dunia luar telah terlewat dua hari sejak Tian Lei memasuki lautan spiritual Yu'er.
Di luar juga tampak Ni Xien sedang memanggang daging hewan buas yang ia bunuh sambil menunggu Yu'er dan Tian Lei.
Di sisi lain, Tian Lei perlahan-lahan mulai membuka matanya, dan melihat ke arah Yu'er yang telah lepas dari tranformasi tubuh Laba-laba Iblis dan kembali menjadi gadis cantik lagi.
Melihat usahanya yang berhasil, Tian Lei menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya dengan kuat karena merasa lega.
Ia kemudian menghilangkan lingkaran Aray penyegel yang menyegel Yu'er, Tian Lei menggendong Yu'er di depannya dan membawanya mendekati Ni Xien yang ada di kediaman sederhana miliknya.
Melihat hal itu, Ni Xien langsung bergegas mendekati Tian Lei. "Saudara Tian, bagaimana? Apakah Yu'er baik-baik saja?..." Ni Xien tidak sabar untuk bertanya.
Tian Lei mengangguk lalu melihat wajah Yu'er. "Ya, dia baik-baik saja. Tapi, aku tidak tahu apakah ini akan terjadi lagi atau tidak. Jadi, lebih baik kalian berdua untuk mengikutiku saja..." Ucap Tian Lei dengan serius lalu menatap mata Ni Xien.
"Jika itu memang yang terbaik, maka kami akan mengikutimu sampai semuanya benar-benar membaik..." Ucap Ni Xien.
Tian Lei mengangguk kemudian berjalan menuju kediamannya dan membaringkan tubuh Yu'er di sana.
"Kita akan pergi setelah Yu'er siuman..." Ucap Tian Lei dan Ni Xien mengangguk setuju.
..
Sambil menunggu Yu'er siuman, Tian Lei dan Ni Xien memutuskan untuk berlatih, hingga tak terasa seminggu telah terlewati.
Pada hari ini, Tian Lei memutuskan untuk melatih fisiknya, ia telah berkeliling hutan dengan mengangkat batu besar sebelum fajar menyongsong.
Dan sekarang, ia terlihat menggunakan kekuatan otot lengannya untuk menggerakkan tubuhnya naik dan turun dengan sebuah batu besar di atas punggungnya.
__ADS_1
Nafasnya terengah-engah saat ia mengucapkan angka demi angka untuk menghitung jumlah yang telah ia capai, keringatnya kini telah membasahi seluruh pakaiannya, hingga keringatnya yang deras turun menyirami rumput-rumput di bawah tubuhnya.
Keringat yang mengalir di wajahnya juga sama derasnya, itu menetes ke matanya dan menyebabkan matanya perih hingga ia mengeraskan rahangnya dan menggenggam rumput dibawahnya dengan erat.
Pada titik ini, Tian Lei telah mengalami kelelahan pada tubuhnya, tapi ia memaksakan dirinya hingga setelah angka ke 10.000 telah keluar dari mulutnya, ia kemudian berhenti.
Tian Lei berdiri dan menggendong batu di punggungnya, setelah ia berdiri Tian Lei langsung melemparkan batu itu masuk ke dalam sungai.
Tian Lei berjalan mendekati sungai dan duduk di pinggirannya, ia mengambil air dengan kedua telapak tangannya dan meminumnya.
"Ah..." Tian Lei sedikit mengeluarkan suara saat selesai minum.
Tian Lei mengambil kayu bakar yang telah ia dan Ni Xien kumpulkan selama beberapa hari ini, ia menyalakan api dari telapak tangannya dan membakar kayu bakar itu.
Setelah dirasa cukup, Tian Lei membuat sebuah tempat untuk memanggang dan memanggang daging hewan yang telah mereka bunuh beberapa hari ini.
Ia kemudian melihat ke arah Ni Xien yang ada tak jauh dari tempatnya saat ini. Selama beberapa hari ini, Ni Xien mencoba untuk berlatih teknik tinju yang ia peroleh dari dalam cincin penyimpanan Feng Xuan.
Di mulai dari beberapa hari yang lalu sampai sekarang ini, Ni Xien baru memahami sedikit saja dari teknik tersebut karena pemahamannya terhadap teknik beladiri tidak sehebat para jenius.
Di tempatnya saat ini, Ni Xien berdiri tegak dengan kuda-kuda bertarung dihadapan sebuah pohon besar.
Ni Xien mengalirkan energi Spiritualnya ke dalam kepalan tangannya yang telah menguat.
Setelah itu, Ni Xien langsung meninjukan tangan kanannya ke arah pohon besar, dan energi pukulan dari tangannya benar-benar terasa begitu kuat.
"Tinju Harimau!"
Buak!
Sebuah suara benturan antara pukulan tangan dan sebuah batang pohon terdengar keras. Saat melihat ke arah pohonnya, Ni Xien dapat melihat bahwa pohon besar di depannya telah tumbang.
__ADS_1
Ni Xien tersenyum puas melihat hasil yang baik dari kerja kerasnya selama beberapa hari ini, ia kemudian berbalik dan melihat Tian Lei sedang memakan daging panggang.
Merasa cukup lapar juga, Ni Xien melangkahkan kakinya dan berjalan menuju ke arah Tian Lei yang sedang menikmati sepotong daging panggang.
Tian Lei yang sedang memakan daging panggangnya melihat ke arah Ni Xien. "Bagaimana? Apakah hasilnya sangat memuaskan?..." Tian Lei bertanya, karena menurutnya itu hanyalah hal kecil yang tidak mungkin untuk ia banggakan.
Ni Xien mengangguk. "Ya, ini sangat baik. Dengan ini, walau aku hanya Mahayana bintang 6, tapi aku bisa berhadapan dengan Mahayana bintang 7..." Ucapnya dengan bangga.
"Itu bagus. Lebih baik kau makan dulu. Setelah ini, aku akan pergi ke suatu tempat..." Ucap Tian Lei dengan mulutnya yang penuh dengan daging.
"Ya, baiklah..." Ni Xien mengambil daging yang masih ada di dekat api dan memakannya dengan lahap.
Setelah selesai makan dan membersihkan dirinya, Tian Lei bergegas menuju suatu tempat yang selalu ia kunjungi setiap hari setelah selesai berlatih.
Itu adalah puncak bukit milik Raja Harimau Ungu Bersayap. Selama beberapa hari ini, ia selalu melakukan duel yang tidak serius dengan Raja Harimau Ungu Bersayap.
Dalam beberapa menit, Tian Lei kini telah sampai di depan sarang Raja Harimau Ungu Bersayap, ia mengeluarkan Pedang Langit Naga Lava miliknya dan memegangnya dengan erat.
Ia kemudian mendarat di atas bukit tepat di depan gua milik Raja Harimau Ungu Bersayap, dengan kuat Tian Lei menancapkan pedangnya ke tanah lalu ia duduk di dekatnya.
"Hei, kucing bodoh! Cepat keluar dan temani aku berlatih..." Tian Lei berteriak dengan kencang.
Dalam beberapa menit, tidak ada jawaban sama sekali dari dalam gua Raja Harimau Ungu Bersayap. Karena ini, Tian Lei kembali berteriak.
"Kucing bodoh! Jika kau tidak keluar, rumahmu hanya akan menjadi bongkahan batu saja!..." Ucap Tian Lei dengan nada mengejek.
Setelah kata-kata Tian Lei telah terucap, aura mengerikan dari dalam gua memiliki pergerakan, itu bergerak keluar dari gua dengan cepat.
"Roar!..." Auman yang sangat keras dari Raja Harimau Ungu Bersayap membuat banyak burung keluar dari pepohonan dan terbang menjauh dari sana.
"Manusia! Selama beberapa hari ini kau selalu menggangguku! Apakah kau pikir aku tidak mampu membunuhmu?!" Suara serak dengan amarah dari Raja Harimau Ungu Bersayap terdengar mengerikan.
__ADS_1
Tian Lei tersenyum ke arah hewan buas raksasa di depannya. "Heh, jika kau memang bisa membunuhku, aku yakin bahwa aku sudah menjadi mayat saat ini. Tapi, faktanya kau tidak bisa melakukan hal itu..." Ucap Tian Lei dengan santai.