
Halo reader semuanya ππ
Jika kalian suka dan ingin author terus up cerita nya, disini author ingin mengajak semuanya untuk memberi dukungan pada author, dengan cara:
Likeπ
share
Favorit β€οΈ
Rate πππππ
Vote poin / koin
Dan jangan lupa untuk komen, agar author dapat memperbaiki cerita yang kurang menarik.
Mau nebak-nebak alur juga boleh.
______________________________________
Beberapa menit kemudian, asap tebal yang menutupi semua area di depan tembok kota teratai putih bagian selatan telah menghilang sepenuhnya.
Setelah asap tebal telah menghilang, dapat dilihat ratusan mayat beast yang telah terpanggang sampai gosong dan masih ada beberapa beast yang masih hidup.
Semua orang begitu gembira melihat keadaan yang telah berbalik saat ini, mereka memancarkan kebahagiaan dari tawa mereka.
Sementara itu, tuan muda dari Yan Lao berjalan ke arah tembok sebelah kanan untuk menghampiri Tian Lei dan Yan Lao.
"Halo tuan..." Ucap tuan muda dari Yan Lao.
Tian Lei menoleh ke arah orang yang berbicara. "Oh, kau. Ada apa?" Ucap Tian Lei.
Tuan muda dari Yan Lao tersenyum. "Tidak apa-apa..." Ucapnya.
Tian Lei melihat ke arah tuan muda dari Yan Lao dengan tatapan mata tajam, ia juga mengelus-elus dagunya. "Hm, jika dipikir-pikir, Yan Lao berasal dari kerajaan karena marganya adalah Yan. Seharusnya Kau adalah seorang tuan muda atau bahkan pangeran di istana bukan?..." Ucap Tian Lei.
"Kau, bagaimana kau tahu?..."
"Aku hanya menebak-nebak saja..." Ucap Tian Lei.
Tuan muda dari Yan Lao menghela nafasnya. "Baiklah. Karena kau telah mengetahui asalku. Maka aku akan memberitahumu identitasku yang sebenarnya. Aku adalah pangeran kedua dari kekaisaran Yan, Yan Yuan Li..." Ucap tuan muda dari Yan Lao yang sebenarnya adalah pangeran.
"Em, jadi kau adalah pangeran kedua ya. Apa yang kau lakukan di sini? Tidak mungkin bukan jika kalian kemari hanya karena serangan beast ini?...." Ucap Tian Lei, ia merasa penasaran dengan tujuan keluarga kerajaan.
"Kau sama sekali tidak terkejut bertemu dengan seorang pangeran?..." canda Yan Yuan Li.
Secara bersamaan Tian Lei sedikit berpikir dalam hatinya. "Heh, bahkan para pemimpin keluarga kuno saja sering memberi hormat padaku. Bagaimana mungkin aku terkejut bertemu dengan pangeran kecil?..." Pikir Tian Lei dengan remeh.
"Tujuan kami kemari karena aku merasakan adanya kejanggalan dalam kejadian ini. Beast badak api sama sekali tidak bisa mengacau kontrak darah antara beast dengan manusia. Satu-satunya orang yang bisa melakukan itu adalah master beast. Dan untuk membuktikan pemikiran tersebut, aku dan paman Yan Lao pergi kemari untuk meneliti secara langsung..." Ucap pangeran kedua.
__ADS_1
Tian Lei benar-benar tidak menyangka kalau ada orang lain yang sependapat dengan pemikirannya juga. "Ternyata rumor bahwa anda adalah seorang sampah adalah salah. Kau sangat jenius, pemikiranmu itu cocok untuk menjadi kaisar yang selanjutnya..." Ucap Tian Lei.
Pangeran kedua tersenyum. "Aku sama sekali tidak memiliki kesempatan untuk menjadi kaisar. Kakakku telah mengambil hati tiga pilar kekaisaran. Sementara aku hanya memiliki beberapa orang tahap Mahayana yang mengikuti ku, termasuk paman Yan Lao..." Ucap Yan Yuan Li.
Tian Lei menepuk pundak Yan Yuan Li dan meletakkan telapak tangannya di sana. "Kau tenang saja. Tidak ada seorangpun yang gagal mencapai sesuatu jika aku mendukungnya. Bahkan jika aku harus merebut paksa kekaisaran ini..." Ucap Tian Lei yang memang telah berpengalaman dalam mendukung seseorang.
Pernah dahulu Tian Lei mendukung kenalannya untuk menjadi pemimpin di keluarganya yang merupakan salah satu dari 5 keluarga kuno, namun tidak disetujui oleh seluruh tetua. Akibatnya, Tian Lei menggerakkan ke empat keluarga kuno lainnya dan mendesak Keluarga Phoenix Suci, dan akhirnya kenalannya itu menjadi Patriack, bahkan menjadi yang terkuat di seluruh keluarga kuno.
Pangeran kedua yang menganggap bahwa Tian Lei sedang bercanda langsung mengiringi pembicaraan mereka dengan tawa. "Kau benar-benar bisa bercanda. Aku menjadi saudaramu saja sudah bagus. Ingin di dukung menjadi kaisar? Itu terlalu jauh..." Ucap pangeran kedua.
Tian Lei mengangkat alisnya. "Apakah kau pikir aku bercanda?..." Tian Lei menghela nafasnya dan samar-samar menggelengkan kepalanya perlahan, memang jika sekarang itu tidak bisa, tapi saat ia kembali ke wilayah reruntuhan dunia kuno dan bertemu dengan Kaisar 1000 perang, maka bukan hanya kekaisaran Yan, bahkan seluruh wilayah di benua barat pasti akan tunduk.
"Sudahlah, suatu saat nanti kau pasti akan melihatnya..." Ucap Tian Lei lagi.
"Oh, iya. Saudara, siapa namamu?..." Tanya pangeran kedua yang penasaran dengan identitas Tian Lei.
"Namaku Tian Lei. Dan dia adalah Xiao Bai..." Ucap Tian Lei sambil menunjuk ke arah Xiao Bai.
Yan Yuan Li melihat ke arah Xiao Bai, "Itu pasti anjing kecil yang selalu kau bawa kan?..." Tanya Yan Yuan Li.
"Ya, begitulah. Karena tidak diperbolehkan masuk, aku memberinya pil perubahan wujud...." Ucap Tian Lei.
Tiba-tiba mata Yan Yuan Li terbuka lebar, ia ingat akan sesuatu yang hampir ia lupakan. "Oh, iya. Saudara Tian, kau adalah Alchemist yang menjual pil tingkat 4 itu bukan?..." Tanya Yan Yuan Li.
"Ya, benar. Aku mungkin akan membutuhkan uang untuk biaya perjalananku. Dan terimakasih telah menawar dengan harga tinggi..." Ucap Tian Lei.
Yan Yuan Li tersenyum, ia kembali pada niat awalnya. "Saudara Tian, aku penasaran apakah kita boleh... Eh?..." Yan Yuan Li berhenti berbicara setelah marasakan adanya getaran seperti gempa bumi di tembok kota.
"Pangeran! Anda tetap disini!..." Ucap Yan Lao dengan pelan.
"Baik!...." Jawab semua orang.
"Saudara Tian, ayo!..." Ajak Yan Lao.
Tian Lei menggertakkan giginya, ia masih ragu tentang apa penyebab getaran tersebut, tapi tetap mengiyakan ajakan Yan Lao.
"Baiklah! Ayo!..." Ucap Tian Lei, ia naik ke atas punggung Xiao Bai dan Yan Lao terbang dengan sangat cepat ke arah sumber kekuatan yang besar yang ada di pertengahan antara tembok barat dan selatan.
Saat masih di tengah perjalanan, mereka dapat melihat secara jelas seekor beast badak api sedang mendobrak pertahanan tembok kota.
"Sial!..." Ucap Yan Lao, ia semakin mempercepat kecepatan terbangnya.
"Xiao Bai! Lebih cepat lagi!..." Teriak Tian Lei.
Tapi, saat mereka hanya berjarak puluhan meter saja dari tempat beast badak api, badak api telah berlari mundur.
Tian Lei, Yan Lao, dan Xiao Bai berhenti tepat di bagian tembok yang hampir di hancurkan oleh badak api, mereka melihat ke arah luar gerbang dan melihat badak api telah berhenti berlari dan menghadapkan badannya ke arah tembok kota.
Tian Lei mengerutkan keningnya, ia melihat ke arah badak api dengan tatapan sipit, dan sepersekian detik kemudian ia menyadari sesuatu dan membuka matanya lebar-lebar.
"Xiao Bai! Yan Lao! Ayo kita pergi menjauh dari sini!..." Teriak Tian Lei.
Ia menyadari bahwa badak api berlari menjauhi tembok bukan untuk mundur, tapi untuk berlari kencang hingga kekuatannya bertambah dan tembok akan langsung hancur.
__ADS_1
Yan Lao mengeluarkan sayap spiritualnya dan langsung terbang menjauh dari tempat itu, Xiao Bai juga telah berlari kencang mengikuti Yan Lao dengan Tian Lei yang duduk di atasnya.
Di saat yang bersamaan, sesuai dengan perkiraan Tian Lei, badak api mulai berlari dengan sangat cepat walaupun ia tipe pertahanan tapi pada umumnya beast tingkat tinggi memang sangat cepat.
Beberapa detik kemudian, Tian Lei, Yan Lao dan Xiao Bai berhasil menjauh sejauh ratusan meter dari tempat tadi, badak api juga telah berada di depan tembok dan langsung menghantam tembok dengan culanya yang sangat tajam, keras dan kuat.
DUAR!
Karena hantaman yang begitu kuat dari cula badak api yang keras, tembok kota teratai putih yang terbilang sangat tebal bisa dihancurkan sampai menjadi bongkahan-bongkahan batu.
Setelah tembok hancur terbentuklah sebuah jalan untuk beast badak api masuk ke dalam kota, beast badak api tanpa berpikir apapun langsung memasuki kota dan berlarian untuk menghancurkan semua bangunan yang ada di dalam kota.
"Saudara Tian!..." Panggil Yan Lao.
"Baiklah! Ayo!..." Teriak Tian Lei, lalu Xiao Bai dan Yan Lao melesat untuk mengejar badak api.
Kini badak api telah memasuki wilayah barat kota teratai putih, semua pasukan yang menjaga gerbang kota dari serangan kecuali pasukan di gerbang selatan, langsung di kerahkan untuk menahan amukan dari badak api.
Mereka mengerahkan semua kekuatan mereka untuk menahan gerakan badak api agar ia tidak menghancurkan bangunan-bangunan kota lagi.
Beberapa saat kemudian, Tian Lei, Xiao Bai dan Yan Lao telah sampai di tempat beast badak api, mereka langsung menolong para pasukan untuk menahan beast badak api.
"Kau punya teknik penyegel?..." Tanya Tian Lei.
"Aku punya artefak rantai penyegel pusaka tingkat raja. Tapi aku tidak tahu itu akan kuat atau tidak..." Jawab Yan Lao, ia kemudian mengeluarkan sebuah gulungan rantai berwarna emas dari cincin penyimpanannya.
"Ini.." Yan Lao memberikan rantai penyegel kepada Tian Lei.
Tian Lei meraih rantai penyegel yang diberikan oleh Yan Lao. "Ini tidak cukup. Tapi, akan aku coba untuk menyatukannya dengan Aray penyegel..." Ucap Tian Lei.
Yan Lao sontak langsung terkejut dengan perkataan Tian Lei. "Kau bisa teknik Aray?..." Tanya Yan Lao.
"Sedikit..." Ucap Tian Lei.
"Kau benar-benar luar biasa..." Ucap Yan Lao.
"Ya, kalau itu memang benar. Jika aku jenius nomor dua di dunia ini. Maka tidak akan ada jenius yang pertama!..." Ucap Tian Lei.
Tian Lei lalu mengaktifkan rantai penyegel yang ada di tangannya, setelah aktif rantai penyegel langsung mengeluarkan aura emas yang kuat dan langsung bergerak mengikat beberapa bagian tubuh badak api untuk melumpuhkan pergerakannya.
Badak api semakin mengamuk saat dirinya telah terikat oleh rantai-rantai penyegel, ia terus memberontak untuk memutuskan rantai penyegel yang mengikat dirinya.
Melihat bahwa rantai penyegel masih tidak cukup, Tian Lei kemudian sedikit membaca beberapa kalimat yang tidak bisa dimengerti.
Setelah selesai mengucapkan kalimat-kalimat yang rumit tadi, rantai penyegel yang semulanya memancarkan aura emas, sekarang langsung berubah memancarkan aura mengerikan berwarna merah pekat.
Rantai penyegel itu semakin kuat untuk menahan amukan dari badak api, badak api sekarang telah berhenti mengamuk dan sepenuhnya tersegel oleh rantai penyegel.
"Hidup tuan kultivator!..."
"Kota teratai putih sekarang terselamatkan!..."
"Kedua kultivator itu sangat kuat, bahkan bisa menghentikan amukan dari badak api. Terutama pemuda itu..."
__ADS_1
"Benar! Dia sangat hebat!..."
Semua orang yang ada di sekitar area amukan badak api langsung merasa senang setelah melihat badak api yang tidak mengamuk lagi.