LEGENDA JENIUS SELURUH ALAM

LEGENDA JENIUS SELURUH ALAM
Pelatihan


__ADS_3

Tiga hari kemudian...


Sinar matahari sama dengan hari-hari yang sebelumnya, ia mengeluarkan sinar hangat yang menghangatkan dataran.


Air terjun yang di temukan Tian Lei tempo hari mengeluarkan percikan-percikan air yang kecil hingga diterpa oleh sinar matahari sampai terbentuklah pelangi yang cantik yang menghiasi tempat tersebut.


Di hamparan derasnya air, berdirilah sebuah batang kayu dengan kokoh, di atas batang kayu itu, Tian Lei telah berdiri dengan satu kaki untuk melatih keseimbangannya hingga ia bisa mengontrol kecepatannya dengan baik.


Tian Lei telah melakukan hal ini dari pagi sekali, dulu ia juga sering melakukan hal ini dengan tujuan yang sama.


Sembari menguatkan keseimbangannya, Tian Lei juga memainkan pedangnya agar ia lebih baik dalam menggunakan Pedang Langit Naga Lava.


Tian Lei lalu melihat ke arah derasnya air dan tersenyum, ia mengambil ancang-ancang dengan pedang di tangan kanannya.


Ia kini seperti dengan menunggu sesuatu yang akan datang dari dalam sungai yang mengalir deras.


Byurr!


Seekor ikan raksasa yang sering disebut sebagai Ikan Perak melompat naik ke atas hendak melewati batang pohon yang tinggi milik Tian Lei. Dia mungkin berniat untuk memakan Tian Lei hidup-hidup.


Tian Lei tersenyum. "Kau benar-benar datang di saat yang tepat. Aku benar-benar kelaparan..." Tian Lei ikut melompat ke arah Ikan Perak dan menebas sisik ikan yang keras dengan sangat mudah.


Slash!


Ikan Perak yang terkenal dengan sisik peraknya yang kuat terbelah menjadi dua hanya dengan satu tebasan dari Tian Lei.


Tian Lei melompat turun dari batang pohon dan bergegas menuju Ikan Perak yang telah terbelah menjadi dua.


Tian Lei dengan cepat mengolah daging-daging yang ada di tubuh Ikan Perak untuk ia panggang dan dijadikan sarapannya hari ini.


Setelah daging yang akan ia panggang telah siap, Tian Lei mengumpulkan kayu bakar dan membuat api unggun dekat dengan rumah sederhana miliknya.


Tian Lei segera membuat tempat memanggang dari kayu dan memanggang daging Ikan Perak.


Sembari menunggu ikannya matang, Tian Lei menebarkan bumbu-bumbu yang telah ia beli sebelum memasuki pegunungan Awan Suci ke daging yang sedang ia panggang.


Beberapa saat kemudian, daging panggang milik Tian Lei akhirnya telah matang dan Tian Lei memakannya dengan senang hati.

__ADS_1


"Mungkin aku harus melakukan pelatihan fisik sembari aku berlatih untuk mencapai bintang 7..." Tian Lei berucap saat ia sedang memakan makanannya.


Setelah ia selesai dengan makanannya, Tian Lei mengeluarkan bahan-bahan herbal dari dalam cincin penyimpanannya dan mulai membuat sebuah pil untuk membantu pelatihannya hari ini.


Tian Lei berniat membuat pil beastil, itu adalah pil yang sangat berguna untuk meningkatkan seekor hewan buas. Dan pastinya akan menarik perhatian hewan buas yang ada di sekitar Tian Lei.


Setelah bahan-bahan telah ia keluarkan, Tian Lei memulai pemurnian pil dengan santai.


Setelah beberapa saat, pil beastil yang dibuat oleh Tian Lei akhirnya selesai di buat dan Tian Lei menggenggamnya tanpa memasukkannya ke dalam botol pil. Karena memang itu tidak akan berguna untuk peningkatannya, jadi untuk apa memperlakukannya dengan baik.


Tian Lei dengan cepat menghilang dari tempatnya dan kembali masuk ke dalam jajaran pohon-pohon untuk mencari tempat pertarungan yang nyaman baginya, seperti tempat terbuka.


Setelah lama ia menggunakan langkah kakinya yang cepat, Tian Lei akhirnya berhenti di sebuah pohon yang besar. Di depannya, ia dapat melihat sebuah Padang rumput atau area terbuka yang tidak terlalu besar. Tapi, sangatlah cocok untuknya melakukan pertarungan.


Tian Lei menjongkokkan tubuhnya dan melompat dengan tinggi seperti per tekan yang telah di tekan lama, ia kemudian mendarat di tengah-tengah lapangan terbuka.


Tian Lei melihat ke sekelilingnya lalu duduk bersila di atas hamparan rumput, ia membuka telapak tangannya dan membuat pil beastil melayang dengan pancaran aura yang kuat.


Aura yang di pancarkan pil beastil begitu mempesona, itu juga memiliki aroma yang harum, tapi hanya berguna bagi hewan-hewan buas saja.


Tian Lei menutup matanya, ia memutuskan untuk bermeditasi terlebih dahulu sambil menunggu kedatangan tamu yang ia inginkan.


Tian Lei tersenyum, ia menggunakan Pedang Langit Naga Lava untuk menopang dirinya untuk berdiri. Tian Lei lalu mengusap-usap bagian pakaiannya yang kotor saat ia duduk tadi dan kembali melihat ke arah tamu-tamu yang telah datang.


Tian Lei dengan cepat menangkap pil beastil yang melayang di depannya dan membuat para hewan buas terlihat marah, itu seperti mereka merasa bahwa barang milik mereka telah di curi.


Hewan-hewan buas itu dengan inisiatifnya sendiri maju ke arah Tian Lei. Sementara Tian Lei, tubuhnya tiba-tiba menghilang dan muncul di depan hewan buas di dekatnya.


Tian Lei dengan secepat kilat menebaskan pedangnya dengan kuat hingga hewan buas di depannya akhirnya tumbang.


Tian Lei kembali menggerakkan tubuhnya dan muncul di depan satu persatu dari semua hewan buas yang mengepungnya.


Tian Lei dengan gerakan kilatnya menghilang dan muncul di tempat-tempat yang berbeda sembari menumbangkan setiap hewan buas yang ia lewati.


Tian Lei membuka telapak tangannya dan mengeluarkan teratai dengan satu lingkaran Aray kecil saja, ia melemparkan teratai itu ke arah hewan-hewan buas di depannya dan mengambil inisiatif untuk melompat mundur.


Bom!

__ADS_1


Dengan kekuatan ledakan yang hebat, Teratai Penghancur akhirnya meledakkan semua hewan buas di sekitarnya dan hanya menyisakan beberapa hewan buas.


Tian Lei dengan cepat memajukan langkahnya dan melesat ke arah hewan-hewan buas yang masih tersisa.


Slash! Slash!


Beberapa tebasan pedang Tian Lei lepaskan dalam satu waktu dan berhasil memisahkan kepala dari hewan-hewan buas yang tersisa dari tubuh mereka.


Tian Lei melihat ke arah mayat-mayat hewan buas di sekitarnya dan mengambil beberapa inti hewan buas yang ada di sana. Dari puluhan hewan buas yang ia lawan, ia hanya mendapatkan 6 inti hewan buas saja, tapi semuanya adalah tingkat 5.


"Aku akan mengumpulkan inti hewan buas dengan elemen api dan petir. Saat sudah terkumpul, lakukan di satu waktu untuk menembus bintang 7..."


..


Gelombang air terjun yang sangat dahsyat menghantam tubuh Tian Lei yang sedang duduk bersila di bawahnya. Tian Lei dengan pasrah menerima hantaman air terjun itu.


Selama dua Minggu ini, ia telah melatih kekuatan fisiknya dengan berkeliling hutan dengan beban yang berat, melawan kawanan hewan buas dan menahan hantaman derasnya air terjun.


Pada saat ini, energi spiritual Tian Lei mengalir deras di dalam tubuhnya, karena pelatihan terhadap tubuhnya, energi spiritual di dalam tubuh Tian Lei juga ikut menguat, ia sekarang tidak jauh dari Mahayana bintang 7.


Tian Lei membuka matanya, ia kemudian melompat dari hantaman derasnya arus air terjun.


"Sudah saatnya..." Ucapnya, ia melihat ke arah cincin penyimpanannya dan mengeluarkan puluhan inti hewan buas yang hampir semuanya adalah elemen api dan sisanya adalah elemen petir.


Tian Lei membawa puluhan inti hewan buas itu ke atas batu datar dekat dengan kediamannya, ia duduk bersila menghadap ke tumpukan inti hewan buas dan mengambil sikap bermeditasi.


Di dada Tian Lei kini muncul pusaran berwarna hitam yang merupakan Segel Kegelapan Tanpa Batas, ia mulai menyerap semua esensi yang ada di dalam inti hewan buas di depannya.


Semua esensi elemen api dan elemen petir itu akhirnya berubah menjadi energi spiritual yang kuat dan terus masuk ke dalam dantian Tian Lei.


Energi spiritual dalam tubuh Tian Lei terus berputar dan mengalir dengan deras layaknya air terjun yang telah menimpa Tian Lei tadi.


Semakin lama, energi spiritual dalam diri Tian Lei benar-benar semakin kuat, ia kemudian membuka matanya dan energi spiritual dalam tubuhnya seketika meluap dengan kuat.


Luapan energi spiritual itu sangat kuat, terlebih lagi saat inti hewan buas di depan Tian Lei telah habis terserap dan menyisakan kristal-kristal kosong saja.


Luapan energi itu menjadi begitu kuat dan akhirnya menjadi normal kembali.

__ADS_1


Tian Lei membuka matanya dengan senyum bahagia. "Heh, akhirnya menembus bintang 7..." Ucapnya dengan semangat.


__ADS_2