
Keesokan harinya...
Tian Lei membuka matanya setelah semalaman melakukan meditasi untuk menstabilkan kekuatannya.
Ia bangun pagi sekali hari ini karena ia akan berangkat menuju wilayah murid dalam sekte naga biru yang letaknya diluar dari wilayah reruntuhan kuno, bahkan bisa dibilang di dalam dimensi yang berbeda.
Leluhur pendiri sekte Naga Biru dimasa lalu merupakan kultivator kuno yang hampir menembus batasan dan naik ke tingkat Penguasa Agung.
Kala itu, Leluhur sekte naga biru menggunakan kekuatan penuhnya untuk membuka ruang dan membentuk dunia baru di dimensi yang lain.
Dan akhirnya menjadi tempat bagi murid-murid dalam yang jenius dari sekte naga biru.
..
Di sebuah lapangan yang sangat sakral di sebuah tempat larangan di sekte naga biru murid luar, tampak puluhan murid yang telah resmi menjadi murid dalam berkumpul disana dan membuat lautan manusia terlihat jelas.
Tian Lei juga ada di sana dia ikut berkumpul dengan murid-murid yang lainnya tanpa perlakuan khusus dari para tetua walau sebenarnya ia mendapatkan hormat dari para murid yang lainnya.
Tak lama kemudian, para tetua akhirnya berkumpul semua di atas tempat yang cukup tinggi, yang menyerupai sebuah gerbang.
"Semuanya diam!" Salah seorang tetua berteriak dan membuat lautan manusia yang penuh dengan suara akhirnya menjadi hening.
"Tetua Jie. Silahkan..." Tetua tersebut mempersilahkan Jie longhuo untuk berbicara.
"Terimakasih tetua..." Jie longhuo mengambil nafas.
"Semuanya! Aku yakin bahwa kalian telah menunggu hari ini sejak kalian memasuki sekte naga biru! Kalian mungkin jenius jika dibandingkan dengan murid-murid di kekaisaran atau kota-kota kalian sebelumnya! Tapi, di jajaran murid dalam, kalian hanya mangsa yang sedang di tunggu-tunggu oleh para senior kalian. Jadi, jangan menyombongkan diri hanya dengan keberhasilan kecil..."
"Aku akan memberitahu kalian, bahwa kalian akan dipindahkan ke sebuah tempat khusus sebelum memasuki halaman dalam sekte naga biru. Disana, kalian akan mendapatkan arahan lagi oleh seorang tetua senior..."
"Baiklah! Tanpa berlama-lama lagi! Para tetua! Ayo buka portal ini bersama-sama!..."
"Baik!..."
Semua tetua mengeluarkan kekuatan spiritual terkuat mereka dan menyalurkannya ke dalam dinding yang mereka tempati saat ini secara bersamaan.
Energi yang mereka salurkan terus tersedot seperti pusaran Air di lautan dan akhirnya membuat Dinding tinggi itu bercahaya.
Semua tetua berhenti menyalurkan energi spiritual mereka dan memperhatikan dinding tersebut.
Beberapa saat kemudian, sebuah portal muncul di permukaan dinding tersebut, dan kemungkinan itu adalah portal untuk menuju pengujian yang selanjutnya.
__ADS_1
"Semuanya! Ini adalah tujuan kalian yang selanjutnya. Semoga kalian mendapatkan hal yang besar disana. Silahkan masuk dan lihat apa yang akan kalian hadapi..." Ucap tetua Jie longhuo.
Semua murid kemudian memantapkan hati mereka dan kemudian mulai melangkahkan kaki mereka untuk masuk ke dalam portal Dengan di pimpin oleh Tian Lei dan lima murid teratas lainnya.
..
Di dalam sebuah ruangan yang sangat besar, semua murid dalam yang baru telah masuk ke dalamnya untuk mendapatkan pengujian yang selanjutnya.
Mereka dapat melihat orang tua dengan pakaian putih semua rambut dan juga janggut panjangnya telah menjadi warna putih.
"Selamat datang untuk murid dalam baru. Aku adalah Xi Liang, salah satu tetua senior di halaman dalam sekte Naga Biru..." Orang tua itu berbicara dengan tekanan Spiritual yang cukup kuat untuk memberikan tekanan pada langkah kaki murid-murid biasa.
Tian Lei menatap orang tua itu dengan tajam karena ia sangat ingat, bahwa ia juga telah memberikan sebuah pukulan pada orang tua ini karena menghalanginya untuk mendapatkan Mutiara Naga Biru di dalam aula harta sekte naga biru.
Dengan kata lain, dahulu Tian Lei sempat mencuri harta yang sangat berharga dari sekte naga biru.
Semua orang dengan susah payah akhirnya berhasil mendekati tempat orang tua itu berdiri.
"Hoho. Seperti yang diharapkan dari murid baru tahun ini. Kalian bahkan bisa berjalan kemari lebih cepat dari murid-murid tahun-tahun sebelumnya..."
Pria tua itu melukiskan senyuman pada wajahnya dan melambaikan tangannya. Saat itu juga, di depan semua murid muncul sebuah bola cahaya dan akhirnya membentuk sebuah kartu logam berwarna hitam yang sangat cantik.
Di permukaan kartu logam itu, tampak angka-angka yang tertulis disana, dan dikartu milik Tian Lei sendiri terdapat angka 100 poin spiritual.
Suara kebingungan terdengar dari semua murid di ruangan itu, kecuali Tian Lei yang dulu sempat melihat kartu tersebut saat ia menerobos aula harta.
"Ini adalah kartu poin kontribusi. Angka yang ada di permukaannya adalah poin kontribusi yang dapat di tukarkan dengan herbal, pil, ramuan, senjata, teknik dan hal lainnya di aula harta sekte naga biru. Setiap diantara kalian mendapatkan 50 poin, kecuali lima teratas yang mendapatkan masing-masing 80 poin dan Tian Lei yang telah membuktikan dirinya mendapatkan 100 poin. Kalian bisa mendapatkan poin spiritual lagi saat berada di dalam wilayah dalam sekte naga biru dengan menjalankan misi atau pertukaran setara..."
Wow!
Keributan langsung meledak saat mereka semua membayangkan mereka dapat menukar poin mereka dengan teknik atau barang kelas tinggi lainnya di aula harta nantinya.
Banyak diantara mereka memandangi kartu poin kontribusi mereka dengan semangat dan tidak sabar untuk menjalankan misi.
Seseorang kemudian mengangkat tangannya. "Tetua senior! Lalu apa pengujian selanjutnya? Apakah kami akan langsung mencapai wilayah dalam?..."
Tetua Xi Liang tersenyum samar. "Ho? Ternyata masih ada yang berfikir diantara kalian. Baiklah, izinkan orang tua ini memberitahu kalian bahwa sekarang kalian telah resmi menjadi murid dalam sekte naga biru. Tapi, kami akan memberikan kalian kesempatan untuk mendapatkan banyak poin kontribusi..."
"Eh?"
"Dalam kesempatan yang kami berikan ini, kalian harus mengalahkan salah satu diantara murid dalam yang kami kirimkan disini. Kalian boleh tidak mengambil kesempatan ini. Tapi, perlu kalian ketahui bahwa jika kalian menang melawan salah satu dari murid-murid dalam ini. Maka kalian berhak untuk mendapatkan 1.000 poin kontribusi..."
__ADS_1
Ctek!
Tetua senior Xi Liang menjentikkan jarinya dan akhirnya memunculkan sebuah portal, dari dalam portal itu, keluarlah belasan murid dalam dengan tingkat kultivasi setidaknya Mahayana.
Mereka semua masih muda, mungkin memiliki kisaran umur antara 22 sampai 25 tahun. Namun aura yang mereka tunjukkan sangatlah kuat.
"Hm? Tampaknya selain junior Dai Xian, tidak ada lagi murid yang bisa dianggap lawan di antara semut-semut ini..." Ucap salah seorang diantara murid dalam yang memiliki rambut ungu sebahu. Dia adalah DuanXian, peringkat 89 daftar bumi dengan tingkat kultivasi Mahayana bintang 1 hampir menerobos bintang 2.
"Haha! Kakak DuanXian benar, mereka semua hanyalah sampah!..." Seorang pemuda dengan rambut merah pendek ikut berbicara.
"Ya, itu mungkin benar. Walau junior Dai Xian bisa saja setara dengan kak DuanXian, tapi dia masih jauh dari senior Shi Wujin yang berada di tingkat Mahayana bintang 2 dan menempati posisi 50 dalam daftar bumi..." Ucap murid lainnya.
"Ehem. Kawan-kawan, tugas kita disini adalah untuk menunjukkan bahwa dunia itu luas kepada adik-adik kita. Jadi, jangan terlalu kasar..." Seorang pemuda dengan suara yang lembut seperti wanita berbicara dan mendekati ketiga orang yang saling bersahutan.
Dia adalah orang yang dipanggil sebagai Shi Wujin, peringkat 50 daftar bumi dan telah mencapai Mahayana bintang 2.
"Kalian diamlah..." Ucap tetua senior Xi Liang dengan lembut, namun memiliki arti yang tegas.
Di aula tersebut, semua murid terpokus pada belasan murid senior mereka yang memiliki kekuatan jauh dari mereka.
Mereka mungkin harus putus asa untuk mendapatkan poin kontribusi kali ini, bahkan lima teratas dari mereka tidak layak.
Bagaimana dengan mereka?
Kemungkinan mereka akan dikalahkan dengan satu pukulan saja!
Tetua Xi Liang melirik ke arah Shi Wujin. "Shi Wujin. Aku yang tua ini sedikit lelah, apakah kau yang berpengalaman bisa memberitahu mereka bagaimana pertarungan akan dilakukan?..."
"Baik tetua..."
Shi Wujin mengangguk dengan sopan. Bagaimanapun, Xi Liang adalah orang nomor dua di sekte naga biru dengan umurnya yang telah lebih dari 500 tahun dan kultivasinya tidaklah rendah, ia memiliki kultivasi setingkat Xiantian bintang 6 dan hampir menyamai patriak sekte yang berada di tingkat Xiantian bintang 7.
Shi Wujin lalu mengalihkan pandangannya ke arah kumpulan murid baru. "Halo junior sekalian. Aku adalah Shi Wujin. Salah satu senior kalian. Kami di sini akan menerima tantangan pertarungan dari kalian yang menginginkan poin spiritual. Dan perlu diingat, bahwa kalian hanya memiliki satu kesempatan untuk berduel... Ini adalah Bola Mutiara Pertarungan. Memiliki dimensi yang setara dengan sebuah lapangan. Kita akan melakukan duel di dalamnya dan jika kalian menang, maka akan mendapatkan poin kontribusi yang telah ditentukan..."
Shi Wujin berucap dan di tengah-tengah itu, ia mengeluarkan sebuah bola yang menyerupai mutiara dan di permukaannya tampak sebuah lapangan hijau.
"Baiklah! Kalian bisa memulai untuk menantang para senior ini..." Ucap Shi Wujin dan membuat aula itu hening.
Semua orang hanya diam karena tidak berani melawan senior-senior mereka yang semuanya berada di tingkat Mahayana.
Tapi, ada seseorang yang memberanikan diri dan mengangkat tangannya, dia adalah Dai Xian.
__ADS_1
"Aku adalah peringkat pertama dalam kompetisi murid dalam kali ini, namaku Dai Xian! Aku akan menantang senior DuanXian!..." Dai Xian berkata dengan nada percaya diri tinggi.