
"Haha, gadis suci. Tak perlu repot-repot menyusul Fang Yuan. Ia kini telah mati..." Ucap Seseorang yang tiba-tiba muncul di atap sebuah bangunan tak jauh dari tempat Zi Bing Yan.
Zi Bing Yan menoleh ke arah puncak bangunan tersebut dan dapat melihat Ye Hao telah berdiri bersama dengan keempat rekannya.
Melihat ini, Zi Bing Yan menelan ludahnya dan membelalakkan matanya. "Ye Hao? Kalau begitu,,, senior Fang..." Zi Bing Yan berkata dengan pelan dan tak dapat melanjutkan perkataan nya.
Ye Hao tersenyum melihat reaksi Zi Bing Yan. "Haha, benar sekali. Fang Yuan kini sedang menikmati waktu terakhir nya sebelum ia benar-benar menutup matanya selamanya..." Ucap Ye Hao.
Mendengar ini, rahang Zi Bing Yan segera mengeras dan wajahnya sekarang di penuhi amarah.
"Apa kau bilang?!..." Ucap Zi Bing Yan yang menahan amarahnya yang akan meledak.
Ye Hao tersenyum. "Haha, sampai akhir pun dia sangat mengkhawatirkan mu. Aku sangat kasihan padanya. Dia sangat mencintaimu, tapi kau sama sekali tak melihat cintanya. Hahahaha!..." Ucap Ye Hao dan mereka berlima pun tertawa.
Bang!!!!
Sebuah paku es besar mengarah ke tubuh Ye Hao tapi keempat rekannya segera bereaksi dan menghancurkan paku es besar tersebut.
Ye Hao menatap Zi Bing Yan dengan dingin lalu ia tersenyum lagi. "Haha, ternyata gadis suci kami cukup galak. Kenapa? Apakah karena Fang Yuan? Apakah karena dia telah mati dan kau memutuskan untuk menerima cintanya? Wanita benar-benar makhluk yang menjijikkan..." Ucap Ye Hao dengan dingin saat berkata kalimat terakhir.
Ye Hao mengangkat tangan nya memberi aba-aba pada keempat temannya untuk menyerang.
Setelah Ye Hao memajukan tangannya, keempat orang yang telah kehilangan tombaknya ini segera melesat ke arah Zi Bing Yan dengan pukulan yang mengandung energi darah yang kuat.
Bang!!!
Zi Bing Yan mengangkat kedua tangannya dan dinding es segera muncul di udara untuk menghentikan pukulan dari empat orang yang akan menyerangnya.
Kemudian, saat tangan Zi Bing Yan menari, udara pun mengikutinya dan berubah menjadi udara dingin.
Ratusan paku es segera tercipta dan bersatu dengan udara dingin untuk menciptakan pertunjukan bersama dengan keempat musuh yang sedang menyerang Zi Bing Yan.
Ratusan paku es kemudian bergerak dan menyerang empat rekan Ye Hao.
Mereka di buat kesulitan untuk menghancurkan semua paku es yang bergerak terus menerus ke arah mereka.
Itu cukup menyulitkan, terlebih lagi mereka telah menghabiskan sebagian besar energi spiritual nya untuk menghadapi Fang Yuan yang sebelumnya telah putus asa.
Di saat keempat orang ini sedang sibuk menghancurkan paku paku es yang menyerang mereka layaknya peluru, udara di sekitar Zi Bing Yan terus saja berputar dan menciptakan ribuan paku es yang besar.
Ribuan paku es ini kemudian di buat menari dan berputar di udara oleh udara dingin, kemudian sesosok naga es terbentuk dari susunan paku es yang sebelumnya dan melayang di atas kepala Zi Bing Yan.
__ADS_1
Belum selesai berurusan dengan ratusan paku es, keempat rekan Ye Hao kini telah melihat Zi Bing Yan mengangkat dan memajukan tangannya.
Naga es besar di atas kepala Zi Bing Yan kemudian berputar di udara dan melesat ke arah keempat murid elit.
Mengabaikan ratusan paku es, keempat murid elit kemudian bersiap untuk meninju naga es bersama-sama untuk menghancurkan nya.
"Groarrr!!!..."
Tapi, naga es meraung keras dan mengeluarkan nafas dingin yang akhirnya membuat sebuah jalan es yang berhasil membekukan tubuh keempat murid elit.
Naga es terus melesat dan hendak menyerang Ye Hao di puncak bangunan.
Melihat ini, Ye Hao hanya tersenyum, ia mengeluarkan aura darah yang sangat luar biasa dan mengumpulkannya di tangan kanannya.
Ye Hao melompat ke udara dan melesat ke arah kepala naga es.
Buak!!!
Bom!!!
Ye Hao meninju kepala keras dari naga es dan berhasil menghancurkan tubuh naga es tersebut.
"Ackk..." Setelah naga es nya hancur, organ dalam Zi Bing Yan sedikit mendapatkan dampaknya sampai ia memuntahkan darah dari mulutnya.
Bang!!!
Dengan begitu, keempat murid elit lainnya berhasil bebas dari jalan es yang membekukan dan mengurung mereka.
Ye Hao tersenyum dingin ke arah Zi Bing Yan setelah keempat murid elit lainnya telah berdiri di belakangnya.
"Gadis suci, kau dapat menyusahkan keempat temanku karena energi spiritual mereka telah banyak di gunakan untuk melawan Fang Yuan. Sementara aku, aku masih memiliki sebagian besar energi spiritual ku. Karena itu, bersiaplah. Kita akan memulai pertarungan yang akan membunuhmu..." Ucap Ye Hao dengan senyuman dingin di wajahnya.
Zi Bing Yan menunjukkan rait wajah tegang tapi ia segera menghilangkan itu. "Majulah!..." Ucapnya dengan rahang mengeras.
Bang!!!
Tapi, sebelum Ye Hao dan Zi Bing Yan memulai pertarungan mereka, sebuah tombak milik salah satu rekan Ye Hao yang sebelumnya menancap di perut Fang Yuan sekarang telah menancap di tengah jarak antara Ye Hao dan Zi Bing Yan.
Ye Hao dan keempat teman di belakangnya menoleh ke arah asal dari tombak tersebut di lemparkan dan membelalakkan mata mereka.
Ye Hao tersenyum pahit dengan alis terangkat. "Yang benar saja?..." Ucapnya pelan setelah ia melihat Fang Yuan yang berdiri tak jauh dari tempat mereka dengan tiga tombak yang masih menancap di punggung dan di kedua pundaknya.
__ADS_1
"Orang ini masih memiliki tenaga untuk berjalan sejauh ini?..." Ucap salah seorang di belakang Ye Hao.
Sementara itu, Zi Bing Yan yang melihat kedatangan Fang Yuan dengan kondisi yang mengenaskan segera menutup mulut dan hidungnya karena syok.
Ia tak dapat berkata apapun dan hanya dapat melihat Fang Yuan yang berjalan ke arahnya dengan matanya yang mengeluarkan air mata.
"Be, belum berakhir..." Ucap Fang Yuan yang berdiri dengan sedikit membungkuk di depan Zi Bing Yan dengan membelakangi Zi Bing Yan.
"Hah?..." Ye Hao berucap pelan dengan alis terangkat.
"Daripada menggunakan sisa tenagamu untuk menikmati waktu terakhir, kau lebih memilih untuk kemari dan mencoba melindungi gadis ini?..." Lanjut Ye Hao dengan tatapan jijik.
"Senior Fang..." Zi Bing Yan membuka mulutnya perlahan dan berkata dengan pelan.
Fang Yuan menoleh ke arah Zi Bing Yan dan tersenyum. "Sudah ku bilang bukan? Aku akan terus melindungimu..." Ucap Fang Yuan dengan terbata-bata dan membuat Zi Bing Yan menangis.
"Wow, pemandangan yang begitu romantis..." Ucap Ye Hao dengan wajahnya yang dingin dan menatap dua orang di depan dengan jijik.
"Kalian berempat, serang Fang Yuan. Tak perlu memberinya kesempatan hidup lagi..." Ucap Ye Hao dan keempat murid elit di belakangnya mengangguk paham.
Keempat murid elit segera melesat ke arah Fang Yuan dan hendak melayangkan tinju padanya.
Melihat ini, Zi Bing Yan segera bereaksi, mata putihnya bercahaya dan segel teratai putih di dahinya semakin bercahaya.
Bang!!!
Tapi, baru sampai di tengah jalan dan Zi Bing Yan belum mengambil langkah untuk menghentikan mereka, keempat rekan Ye Hao segera terhenti karena ada suatu benda yang terlempar dari jauh ke arah mereka.
Setelah benda yang terlempar membentur daratan, asap berdebu kemudian muncul dan menghalangi penglihatan semua orang yang ingin melihat benda apa yang telah mendarat di sana.
Ketika debu telah menghilang, semua orang dapat melihat sebuah pedang besar layaknya balok besar tipis telah tertancap di tengah jalan.
"Apa itu..." Ye Hao bergumam pelan.
Kemudian, sesosok pemuda berjubah hitam berjalan di dekat mereka dengan santai dan mendekati pedang besar tersebut.
"Oh, maaf. Aku tampaknya salah sasaran sampai pedang ku mendarat disini..." Ucap pemuda tersebut saat dirinya mencabut pedangnya.
Ye Hao menyipitkan matanya dan menatap pemuda di dalam jubah dengan tajam. "Meleset? Kalau begitu, kau sebelumnya memangnya mau menyerang ke arah mana?..." Tanya Ye Hao dengan dingin.
Senyuman samar tampak terlihat dari wajah tampan pemuda yang tertutupi oleh jubah. "Haha, memang seharusnya ke arah sini. Tapi sasaran ku bukan jalanan ini. Tapi kepala kalian..." Ucap sang pemuda dan ia membuka tudung jubahnya.
__ADS_1
Pemuda itu menatap Ye Hao dengan tajam dan mengacungkan pedangnya ke arah Ye Hao. "Jangan lupa like dan komen..." Ucap Tian Lei dengan tatapan mengerikan.