LEGENDA JENIUS SELURUH ALAM

LEGENDA JENIUS SELURUH ALAM
Peramal


__ADS_3

Setengah bulan kemudian, kapal dimensi ruang dan waktu yang di tumpangi Tian Lei akhirnya mendarat dengan selamat di kota Wangxuan yang merupakan kota kekuasaan dari keluarga Chen juga keluarga Liu.


Setelah turun dari kapal, Tian Lei dan Chen Fei'er dapat melihat keadaan yang sangat ramai, banyak yang membuka lapak untuk berjualan dan lainnya.


Dari sekian banyak hal yang ada disekitar, Tian Lei hanya tertarik dengan sosok pemuda berusia 18 tahun dengan sebuah giok yang tergantung di pinggangnya.


Melihat dari apa yang terlihat di lapak pemuda itu, tampaknya dia membuka sebuah jasa peramalan.


Tian Lei tampak serius saat mengetahui kebenaran tentang giok dan pemuda tersebut.


"Mungkinkah?..." Gumamnya dan segera berjalan ke arah peramal.


Melihat Tian Lei yang berjalan sendiri ke arah lapak yang sepi tanpa pengunjung itu, Chen Fei'er hanya bisa menatapnya dengan heran, tapi mau tak mau dia pada akhirnya mengikuti Tian Lei dari belakang.


"Kak Tian Lei, ada apa? Apakah ingin diramal?..." Tanya Chen Fei'er penasaran dan Tian Lei hanya mengangguk tanpa menoleh.


Melihat balasan dari Tian Lei, dan merasa Tian Lei hanyalah orang baru tanpa pengalaman di kota ini, Chen Fei'er hanya bisa menghela nafas.


"Kakak, aku beritahu ya, banyak sekali orang yang melakukan bisnis penipuan di tempat seperti ini. Terlebih lagi, jasa ramalan? Apakah dia akan mengatakan bahwa kakak akan mendapatkan keberuntungan hari ini, atau apalah itu? Orang-orang yang membuka jasa seperti ini, hanyalah mereka yang mampu berkata manis..." Ucap Chen Fei'er dan hanya di respon dengan senyuman samar oleh Tian Lei.


"Tak apa, bahkan jika dia menipu, aku tak merasa dirugikan. Aku hanya ingin memastikan sesuatu..." Ucapnya.


Mendengar ini, Chen Fei'er tampak terkejut dan pasrah, Chen Fei'er menggelengkan kepalanya pelan dan kembali menatap Tian Lei.


"Yah, baiklah. Aku takkan melarangmu lagi. Tapi... Bahkan jika ingin meminjam jasa seperti ini, harusnya memilih tempat lain yang cukup ramai. Lihat tempat ini, sepi tanpa pengunjung, benar-benar usaha yang gagal..." Ucapnya.


Mendengar ini, Tian Lei hanya bisa tersenyum pahit, karena ia tahu bahwa pemuda yang tertidur dengan kepala di atas meja sebenarnya telah bangun sejak mereka sampai di depan lapak.


"Hei gadis kecil, kau benar-benar akan menusuk hatinya..." Ucap Tian Lei dalam hati.

__ADS_1


Dan dalam sekejap, pemuda di belakang meja mulai membuka matanya dan mengangkat kepalanya untuk menatap ke arah Chen Fei'er.


"Nona, tempat ini sepi bukan karena jasa ramalan ku ini palsu atau tidak bekerja. Hanya saja, orang-orang bodoh tidak mengerti kualitas ramalanku..."


"Ah..."


Ketika suara dari belakang meja terdengar, Chen Fei'er segera menoleh dan dapat melihat sosok pemuda tampak yang tampaknya seumuran dengannya.


Dirinya tercengang dengan ketampanan dan pesona pemuda tersebut yang hampir melebihi Tian Lei.


Ketika tersadar, Chen Fei'er segera membungkuk sopan. "Aku minta maaf atas perkataan ku yang menyakitkan. Itu benar-benar tidak disengaja..."


"Bahkan, jika dilihat kembali, sepertinya tempat ini cukup baik dan tak memiliki aura penipuan di sekitarnya..." Ucapnya lagi ketika dengan canggung melihat keadaan lapak yang sederhana.


Tian Lei hanya tersenyum tipis dan menggeleng kecil melihat tingkah gadis di sampingnya.


"Aku ingin kau melihat keberadaan dan dimana aku bisa menemukan mereka..." Ucap Tian Lei tanpa basa basi.


Pemuda mengangguk dan mengambil ketiga lukisan, setelah meletakkan kembali ketiga lukisan itu, pemuda itu menatap Tian Lei.


"Aku akan mulai..." Ucapnya dan dibalas dengan anggukan kepala dari Tian Lei.


Pemuda itu segera memegang pergelangan tangan kanan Tian Lei dengan tangan kirinya dan meletakkan jari telunjuk dan jari tengahnya di atas telapak tangan kanan Tian Lei.


Ketika membacakan beberapa kalimat yang rumit, tubuh pemuda itu segera diselimuti aura emas dan kebijaksanaan yang luar biasa.


Jika ingin membandingkan antara kebijaksanaan Tian Lei dalam Sembilan Pilar Penjara Dewa, maka ini berkali-kali lebih kuat.


Dalam beberapa detik, pemuda itu segera membuka matanya dengan cepat dengan keterkejutan yang mendalam.

__ADS_1


Dia segera mengangkat kepalanya dan menatap Tian Lei dengan serius.


"Dia!..." Ucapnya dalam hati.


Melihat reaksi yang menurutnya berlebihan, Tian Lei segera mengerutkan keningnya.


"Ada apa? Apakah ada sesuatu yang salah?..." Tanya Tian Lei dengan heran.


Pemuda segera tersadar, dia segera melepaskan cengkraman tangannya dan membungkuk untuk meminta maaf.


"Maafkan aku, aku hanya terkejut akan suatu hal..." Ucapnya dengan hormat, ini benar-benar berbanding jauh dengan caranya bicara sebelumnya.


Tian Lei mengangguk. "Ya, lalu bagaimana? Dimana aku bisa menemukan mereka?..." Tanya Tian Lei penasaran.


"Aku tak meramal lebih jauh kedepan. Tapi, kau akan mengetahui keberadaan mereka sebentar lagi, tentunya dari seseorang yang kau kenal..."


Tian Lei menghela nafasnya. "Ah, baiklah. Aku akan percaya padamu. Kalau begitu, ini adalah biayanya..." Ucap Tian Lei saat dirinya mengeluarkan sejumlah koin emas.


Pemuda mengangguk dan menerima bayaran dengan hormat. "Terimakasih..." Ucapnya.


Tian Lei mengangguk dan pergi dari tempat tersebut bersama dengan Chen Fei'er setelah dirinya mengambil kembali ketiga lukisan.


Tian Lei sedikit melirik ke arah belakang dengan tajam. "Orang ini, aku bisa merasakan aura kebijaksanaan yang sama. Dia pastilah muridnya!..." Pikir Tian Lei.


Sementara itu, jauh di belakang, pemuda peramal menatap punggung Tian Lei dengan serius.


"Tanpa di duga, aku, Xuanming Jiaolong. Telah melupakan hal itu..."


"Yah, jika diingat kembali, ini sudah satu tahun sejak hari itu. Akhirnya pertemuan kami telah tiba dan aku akan langsung menunggunya di tempat itu..." Ucapnya dan segera menghilang setelah di telan portal ruang dan waktu.

__ADS_1


__ADS_2