LEGENDA JENIUS SELURUH ALAM

LEGENDA JENIUS SELURUH ALAM
Keluar Makam


__ADS_3

Teknik yang ada pada tangan Tian Lei adalah teknik beladiri tingkat Suci peringkat rendah, Pedang Sabit Cahaya.


Walaupun itu adalah teknik berpedang tingkat tinggi, itu masih kalah jauh dengan semua teknik yang dimiliki oleh Tian Lei saat ini. Jadi, Tian Lei memutuskan untuk memberikannya pada Ni Xien agar perkembangannya menjadi jauh lebih cepat.


Saat Tian Lei masih melihat ke arah gulungan teknik yang ia pegang, sosok cahaya yang menjaga Aula telah menghilang dari tempatnya.


Kekuatan ruang yang awalnya tersegel, sekarang telah terbuka dan hawa mematikan yang menghantui pikiran semua orang telah menghilang.


Mereka kemudian melihat ke arah Tian Lei dengan tatapan iri, mereka kemudian saling bertatapan dan mengangguk, seolah telah melakukan telepati.


Mereka satu persatu mengeluarkan senjata mereka dan memegangnya dengan erat di tangan kanannya.


Semua sosok satu persatu berjalan perlahan menuju ke arah Tian Lei yang masih berdiri sendirian, kecuali Zhi Xing yang sepertinya akan mengambil keuntungan di akhir pertarungan.


Tian Lei kembali mengangkat pandangannya, ia melihat semua sosok yang bergerak perlahan ke arahnya dengan aura permusuhan. Sementara kedua kakak beradik, mereka terlihat begitu cemas terhadap situasi saat ini.


"Hei nak, jika kau masih ingin hidup, serahkan gulungan teknik itu pada kami..." Ucap sosok yang terdepan.


Tian Lei mengangkat alisnya lalu berkata. "Teknik ini hanyalah satu. Jika kalian ingin mengambilnya, maka siapa yang akan pertama mempelajarinya?..." Ucap Tian Lei yang ingin memecah belah musuhnya.


Orang yang berbicara tadi tersenyum mendengar perkataan Tian Lei. "Jangan pernah berfikir untuk memecah belah kami. Sekarang kami akan mengambil teknik itu dulu dan membaginya nanti..."


Tian Lei menghela nafas pasrah. "Padahal aku tidak ingin membunuh kalian secara langsung..." Ucapnya dan dengan cepat menghilang dari tempatnya saat ini.


Semua orang menjadi sangat waspada saat Tian Lei telah menghilang dari tempatnya tadi, mereka memutar-mutar pandangannya untuk mengintai sekitar mereka.


Tian Lei lalu muncul di belakang salah satu dari orang-orang yang hendak melawannya, ia merapatkan telapak tangan kanannya dan langsung menusuk jantung orang tersebut.


Srak!


"Hwak!" Orang yang di tusuk jantungnya oleh Tian Lei memuntahkan banyak darah sebelum ia menghembuskan nafas terakhirnya.

__ADS_1


"Satu..." Ucap Tian Lei dengan dingin dengan tatapan dan auranya yang mengerikan.


Semua orang yang tadinya waspada, segera langsung melihat ke arah Tian Lei yang tangan kanannya sudah berlumuran darah.


"Orang ini... Membunuh ahli Puncak Immortal dalam satu serangan?...." Ucap salah seorang saat suasana masih hening.


Orang yang semula memimpin mereka menjadi geram, ia mengeratkan genggaman tangannya terhadap Pedang di tangannya dan berteriak keras.


"Semuanya! Serang bersamaan!..." Teriaknya saat mengangkat senjatanya dan berlari ke arah Tian Lei memimpin semua orang.


Tian Lei tersenyum, walaupun orang-orang yang ada di depannya sangatlah banyak dan terbilang hebat untuk wilayah Reruntuhan Kuno, tapi semua itu masihlah lemah untuk Tian Lei.


Tian Lei menggerakkan jarinya dan mengeluarkan Pedang Langit Naga Lava di tangan kanannya, ia mengangkat pedangnya dan mengarahkannya pada semua orang.


"Baiklah, hari ini... Entah kalian atau aku yang bisa hidup..." Ucapnya saat ia mengeluarkan aura kultivasinya.


Di saat suasana dalam aula menjadi sangat tegang karena pertarungan, sebuah retakan ruang akhirnya terbuka di makam.


Satu persatu sosok di dalam aula mulai merasakan bahwa tubuh mereka sama sekali tidak bisa mereka gerakkan. Sepertinya, kekuatan ruang di sekitar mereka telah terkunci rapat.


Di saat itu juga, retakan ruang semakin menjadi-jadi dan melahap semua orang yang ada di dalam aula. Bahkan jika mereka tidak mau, retakan ruang itu tetap melahap mereka sebelum akhirnya keadaan menjadi stabil lagi.


.


Di sebuah wilayah yang terbuka, semacam Padang rumput yang luas di dekat bukit-bukit yang mengelilingi makam kuno, suasana malam begitu terasa. Sinar rembulan dan banyaknya kunang-kunang, membuat suasana menjadi sangat nyaman.


Tapi, semua itu kemudian menghilang karena gangguan dari retakan ruang yang muncul di atas langit. Satu persatu sosok mulai berjatuhan dari retakan itu dan terhempas ke Padang rumput.


Tian Lei juga ikut terlempar keluar dari sana, saat masih di udara ia langsung mengendalikan dirinya dan melihat ke sekitar untuk mencari keberadaan Yu'er dan Ni Xien.


Setelah menentukan posisi mereka berdua, Tian Lei langsung memijak ruang yang ada di udara dan melompat ke arah Yu'er yang kebetulan ada paling dekat dengannya.

__ADS_1


Tian Lei dengan cepat menggendong Yu'er di depan dadanya, Yu'er yang merasakan ada yang menyentuhnya segera menoleh dan melihat bahwa yang menggendongnya adalah Tian Lei.


"Kak Tian Lei!" Ucap Yu'er dengan gembira dan dibalas senyuman oleh Tian Lei.


Tian Lei segera mengeratkan pegangan tangannya terhadap Yu'er dan segera mendarat di Padang rumput setelah melihat Ni Xien telah menyadari mereka berdua.


Setelah sampai di hamparan rumput, Tian Lei segera menurunkan tubuh Yu'er dan saat itu juga Ni Xien telah menghampiri mereka.


"Saudara Tian, sekarang bagaimana?," Ucap Ni Xien dengan sikap waspadanya setelah melihat di depan mereka bahwa orang-orang tadi telah kembali mengepung mereka.


Tian Lei masih dengan wajahnya yang tenang mengeluarkan senyuman. "Tenang saja, kita tidak perlu bertarung disini..." Ucapnya dan Ni Xien hanya mengangguk percaya.


"Hei Bocah! Cepat serahkan gulungan teknik tadi pada kami!..." Ucap salah satu dari orang-orang di depan Tian Lei.


Tian melihat ke arah orang tersebut. "Oh? Maaf saja, kami tidak bisa berlama-lama lagi disini. Jadi..."


Tian Lei berkata sambil mengeluarkan sebuah giok ruang yang pernah di berikan oleh Jie Xuan Long sebagai alat keamanan misi padanya dulu.


"Sampai jumpa..." Ucap Tian Lei lalu memecahkan giok ruang yang ada di tangan kanannya.


Krak!


Giok ruang telah pecah dan memunculkan sebuah portal ruang yang kemudian menelan Tian Lei dan kelompoknya lalu menghilang dari sana.


"Sial!" Teriak salah seorang diantara mereka yang kesal setelah Tian Lei menghilang dari sana.


"Uh, sepertinya perjalanan kali ini benar-benar sia-sia..." Seseorang yang lain pasrah dengan keadaan.


Disaat yang lain pasrah dan putus asa karena harus pulang tanpa membawa barang berharga, Zhi Xing berdiri dengan tenang di suatu tempat tak jauh dari kerumunan.


Zhi Xing melihat ke arah langit di kejauhan di suatu tempat, lalu tersenyum seperti telah mendapatkan harapan.

__ADS_1


Ia lalu membuka portal ruang dan segera menghilang dari sana meninggalkan semua orang.


__ADS_2