LEGENDA JENIUS SELURUH ALAM

LEGENDA JENIUS SELURUH ALAM
Pelelangan


__ADS_3

Di pusat kota Bintang Utara, terdapat sebuah bangunan megah bertingkat tiga dengan puluhan ahli puncak Xiantian yang menjaga di sekitar bangunan tersebut. Ini adalah bangunan cabang dari Gedung Perdagangan Bintang.


Di depan pintu masuk, dua ahli Sovereign bintang satu menjaga pintu dan antrian agar tidak terjadi kericuhan.


Di dalam antrian ini, Tian Lei dan Ning'er telah berada di tengah-tengahnya.


Dalam beberapa menit, tiba giliran dari Tian Lei dan Ning'er untuk mendapatkan nomor peserta lelang masing-masing.


Setelah mendaftarkan diri, Tian Lei mendapatkan sebuah papan bertiang kecil layaknya sebuah bendera dengan nomor 99, sementara Ning'er mendapatkan papan nomor 98.


Setelah mendapatkan nomor peserta mereka, Tian Lei dan Ning'er segera masuk dan menaiki tangga untuk menuju lantai dua, tempat pelelangan berlangsung.


Setelah sampai di lantai dua, Tian Lei dan Ning'er dapat melihat sebuah aula yang sangat luas dengan ratusan kursi mewah yang mengelilingi ruang berbentuk lubang tabung yang cukup luas.


Lubang layaknya tabung ini adalah panggung pelelangan. Dengan memposisikan para peserta lelang di atas dan membuat panggung pelelangan di ruang yang lebih rendah, ini membuat para peserta lelang dapat melihat barang lelang dengan jelas.


Setelah memasuki ruangan yang mewah ini, Tian Lei dan Ning'er segera berjalan untuk duduk di tempat sesuai nomor yang mereka miliki.


Menunggu selama setengah jam, akhirnya keseluruhan kuota peserta lelang telah terisi dan pelelangan akan segera di mulai.


Di panggung di bawah sana, semua orang dapat melihat sosok orang tua berambut putih panjang dengan janggut putih panjang mulai keluar dari pintu dan berjalan menuju panggung kecil yang tak lain adalah panggung pelelangan.


Orang tua itu memutar pandangannya dan melihat-lihat orang berpengaruh yang mengikuti pelelangan kali ini.


Meskipun Jiang Feng sama sekali tak terlihat karena tak tertarik jika bukan pelelangan yang diadakan di pusat Gedung Perdagangan Bintang, tapi orang tua tersebut dapat melihat empat sosok yang cukup berpengaruh.


Empat orang itu adalah Zhao Yan, penguasa kota Bintang Utara, Yun Fei Sha, penguasa kota Bintang Selatan, Hu Bai, penguasa kota Bintang Timur, Li Feng, penguasa kota Bintang Barat.


Empat kota Bintang ini adalah empat kota besar yang menjadi wilayah kekuasaan utama dari Istana Petir Utara dan mengelilingi Istana Petir Utara dari empat arah hingga akhirnya di juluki sebagai empat kota Bintang.

__ADS_1


Setelah selesai melihat-lihat sekilas, orang tua di atas panggung pelelangan tersenyum tipis dan mengelus janggut panjangnya. "Haha, sebelum kita memulai pelelangan ini, izinkan orang tua ini memperkenalkan diri. Nama orang tua ini adalah Xing Jiu salah satu tetua Gedung Perdagangan Bintang. Akulah yang akan memimpin acara lelang kali ini, mohon kerjasama nya..." Ucap tetua tersebut dengan pelan tapi semua orang dapat mendengar suaranya dengan jelas.


Ketika sebelumnya orang tua di atas panggung mulai berbicara, semua orang tampak diam dan tampak sangat menghormati orang tua tersebut.


Hal ini bukan karena tak ada sebab, orang tua yang telah berumur ratusan tahun itu adalah satu dari tiga orang terkuat di Gedung Perdagangan Bintang dengan kultivasi puncak Sovereign. Juga, dia adalah salah satu orang yang pernah menjadi murid pendiri Gedung Perdagangan Bintang lima ratus tahun yang lalu.


Melihat keadaan yang telah menjadi hening dan merasa pusat perhatian semua orang telah tertuju padanya, tetua Xing Jiu segera tersenyum puas.


"Terimakasih atas perhatiannya dan kita akan mulai pelelangan nya sekarang..." Ucap tetua Xing Jiu dan ia mulai menepuk tangannya dua kali.


Setelah tetua Xing Jiu menepuk tangannya, dari pintu yang ada di dekat panggung pelelangan, seorang pelayan cantik dengan sebuah nampan giok bertutupkan kaca di tangannya mulai memasuki panggung lelang.


Pelayan itu kemudian meletakkan nampan giok tersebut diatas meja di panggung lelang dan mulai membuka kaca penutup giok yang ia bawa.


Aroma obat yang sangat harum kemudian tersebar ke seluruh ruangan di lantai kedua dan membuat semua orang merasakan nikmat atas aroma tersebut.


"Ehem, semuanya. Ini adalah pil tingkat 7 yang bernama pil Awan Pelangi. Ini adalah pil yang di racik oleh salah satu tetua di Istana Obat yang memiliki khasiat untuk meningkatkan persentase keberhasilan dalam menembus Bintang selanjutnya di ranah Xiantian..." Tetua Xing Jiu segera memberikan penjelasan atas barang tersebut.


Setelah mendengar penjelasan dari tetua Xing Jiu, semua peserta lelang menjadi sangat bersemangat. Terutama, para peserta yang masih berada di ranah Xiantian.


Bukan hanya orang-orang ini, Li Feng sang penguasa kota Bintang Barat juga tampak ingin mendapatkan Pil Awan Pelangi tersebut. Mengingat, bahwa putra satu-satunya juga masih berada di ranah Xiantian.


Melihat semua peserta lelang yang sangat bersemangat, tetua Xing Jiu juga mulai menetapkan harga dari barang tersebut.


"Baiklah, semua orang telah mendengar khasiatnya. Pil Awan Pelangi ini akan di lelang dengan harga awal sebesar sepuluh juta koin emas dengan peningkatan harga tidak kurang dari lima ratus ribu koin emas..." Ucap tetua Xing Jiu.


"Sebelas juta koin emas!..."


Seseorang langsung melemparkan tawaran yang ia berikan.

__ADS_1


"lima belas juta koin emas!..."


Orang lain yang tak ingin kalah juga mulai memberikan penawaran.


"Enam belas juta koin emas!..."


Tawaran demi tawaran terus di teriakkan oleh para peserta lelang dan tampak seperti perang harga yang tidak akan berakhir.


"Kak Tian Lei, apakah kakak tidak akan menawar?..." Ning'er bertanya pada Tian Lei yang hanya diam sementara yang lain terus bersaing dengan uang mereka.


Tian Lei menggeleng. "Itu memang barang bagus. Tapi, tidak ada diantara kita yang memerlukan pil tersebut..." Ucapnya dan Ning'er mengangguk paham.


Dalam waktu singkat, persaingan antara para peserta lelang telah berakhir dengan hasil pil Awan Pelangi dihargai dengan tiga puluh juta koin emas yang di tawar oleh penguasa kota Bintang Barat, Li Feng.


"Baiklah. Pil Awan Pelangi ini akan menjadi milik penguasa kota, Li Feng. Kemudian, mari kita lanjutkan acara lelang kita..."


Setelah barang pertama telah terjual, tetua Xing Jiu kembali menepuk tangannya untuk memanggil pelayan yang membawa barang lelang selanjutnya.


Seorang pelayan akhirnya kembali masuk dengan membawa kotak kayu hitam kecil yang menyimpan suatu harta di dalamnya.


Kotak kayu hitam itu di letakkan di atas meja dan mulai di buka oleh pelayan tersebut. Setelah kotak kayu itu terbuka, semua peserta lelang dapat melihat sebuah permata putih yang bersinar dengan aura dingin yang mencekam.


Berbeda dengan barang yang sebelumnya, Tian Lei tampak sangat tertarik dengan permata tersebut. Dapat dilihat dari sorot matanya yang sedang tertuju pada permata di panggung lelang.


Melihat Tian Lei yang tampaknya tertarik dengan barang di bawah sana, Ning'er pun tak tahan untuk bertanya.


"Kak Tian Lei, apakah kakak tahu barang itu?..." Tanya Ning'er pelan.


Tian Lei mengangguk dengan wajah serius. "Ya. Itu adalah Permata Inti Elemen Es. Itu adalah barang yang cocok untuk dimurnikan olehmu ataupun Xiao Bai. Tapi, itu sebenarnya sesuatu yang akan sangat berguna untuk Xiao Bai..." Ucap Tian Lei dan Ning'er ikut paham kemudian ikut mengamati permata tersebut.

__ADS_1


__ADS_2