
Di dalam ruangan yang dipenuhi banyak dokumen dan laporan, Jiang Feng tampak duduk di meja untuk mengurus semua dokumen tersebut.
Kemudian, tanpa mengetuk pintu sekalipun, seseorang mulai membuka pintu dan tampak Tian Lei yang telah menggunakan pakaian serba merah gelap mulai melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam ruangan.
Melihat ini, Jiang Feng sama sekali tidak bisa marah karena ia sudah tahu bagaimana sifat sembrono dari saudaranya ini.
"Wah, aku sangat iri dengan jenius sepertimu. Hanya dalam dua tahun, kau yang awalnya hanyalah ahli Sovereign bintang 6 telah mencapai Penguasa Agung bintang 2. Benar-benar bakat yang mengerikan..." Ucap Jiang Feng yang agak frustasi dan tertekan melihat orang yang sangat berbakat di depannya tersebut.
Tian Lei kemudian tersenyum. "Hehe, kau tenang saja Jiang Feng. Suatu hari nanti aku akan menghancurkan segel yang mengikat akar duniawi dan membuatmu meningkat sebanyak mungkin!..." Ucap Tian Lei dan Jiang Feng yang sebelumnya kelelahan kini tersenyum dengan lembut kemudian dirinya mengangguk perlahan.
Tian Lei kemudian menatap ke arah Jiang Feng dengan lebih serius. "Nah, sekarang katakan, apa masalah yang ada pada undangan aliansi..." Ucap Tian Lei.
Jiang Feng tidak langsung menjawab pertanyaan Tian Lei tersebut, ia kini mengangkat tangannya dan meraih sebuah kertas dengan kualitas tinggi di dekatnya.
Jiang Feng kemudian melemparkan kertas tersebut layaknya pisau terbang dan Tian Lei menangkap kertas itu dengan kedua jarinya.
"Bacalah..." Ucap Jiang Feng dan ia menatap Tian Lei dengan seksama.
Tian Lei menatap Jiang Feng sejenak dengan alisnya yang terangkat, kemudian ia menatap sepucuk surat di tangannya dan mulai membuka lipatan kertas tersebut.
"Setelah penghinaan bertahun-tahun yang lalu, kalian bahkan berani untuk mengundang kami ke tempat kalian? Aku masih harus menghargai harga diriku. Bahkan jika aku harus kehilangan satu mataku lagi!..." Sekiranya itulah yang tertulis di surat yang sedang dibaca Tian Lei saat ini.
Dengan membaca surat ini, Tian Lei segera mengetahui bahwa asal surat itu adalah dari Sekte Pembakar Langit.
Kemungkinan terbesar mengapa mereka menolak undangan untuk datang ke Istana Petir Utara beberapa bulan lagi, itu mungkin karena dahulu Tian Lei pernah mengacak-acak seluruh Sekte Pembakar Langit dan mengambil salah satu mata dari patriak Sekte Pembakar Langit.
Karena Tian Lei dianggap berasal dari Istana Petir Utara, Sekte Pembakar Langit pun menganggap Istana Petir Utara selayaknya Tian Lei
__ADS_1
Dalam hal ini, ketika Tian Lei dahulu sangatlah nakal, Hanya Sekte Es Agung dan Gedung Perdagangan Bintang saja yang lolos dari kenakalan nya tersebut.
Setelah membaca isi surat dari Sekte Pembakar Langit tersebut, Tian Lei tampak tersenyum dengan lebar dan menggenggam surat ditangannya di dalam kepalan tangan yang erat.
"Yah, baiklah. Akan aku beri mereka penghormatan dengan aku sendiri yang akan mengacak..."
"Ehem..." Tian Lei segera batuk untuk mengubah kalimatnya yang hampir saja sembrono.
"Maksudku aku akan mengunjungi mereka dan menjenguk orang tua yang kehilangan mata kirinya itu..." Ucap Tian Lei yang seketika merubah senyumannya menjadi lembut.
Ketika melihat Tian Lei di depannya saat ini, hidung Jiang Feng tampak sedikit berkedut karena kesal dengan temannya yang kekanakan tersebut.
Jiang Feng mengangkat kedua telapak tangannya dan menggosok wajahnya yang frustasi. "Tian Lei, jangan membuat hal yang akan menyulitkan pembentukan aliansi ini..." Ucap Jiang Feng yang kembali pusing.
Tian Lei tersenyum penuh arti. "Hei, tenanglah. Kan sudah ku bilang bahwa aku hanya akan mengac... Em, maksud ku, aku hanya akan mengunjungi mereka. Yah, mengunjungi mereka..." Ucap Tian Lei yang kini tersenyum canggung.
Jiang Feng menghela nafas sekali lagi dan kembali menatap Tian Lei dengan tatapan serius. "Baiklah. Tapi, bukan hanya Sekte Pembakar Langit saja yang menolak undangan untuk datang kesini. Istana Obat juga menolaknya..."
Mendengar ini, Tian Lei mengangkat alisnya dengan bingung. "Hm? Kenapa mereka juga menolaknya?..." Tanya Tian Lei tanpa rasa bersalah dan membuat hidung Jiang Feng yang mendengarnya kembali berkedut kesal.
"Bocah gila, kau tidak lupa bukan? Bahwa yang kau acak-acak bertahun-tahun yang lalu itu bukanlah Sekte Pembakar Langit saja. Tapi, Istana Obat juga!..." Ucap Jiang Feng dengan rahangnya yang telah mengeras sampai giginya berbunyi dan wajahnya yang memerah dengan urat marah yang muncul disana.
Mendengar ini, Tian Lei hanya dapat menelan ludahnya dengan canggung dan memalingkan wajahnya.
"Yah, aku sedikit ingat..." Ucap Tian Lei pelan dengan canggung.
"Baiklah, cukup. Aku akan 'mengundang' Sekte Pembakar Langit, bahkan jika harus mengacak-acak mereka lagi. Lalu, kau akan mengirim kakek Jiang untuk mengundang mereka secara langsung. Sang Kaisar Alkemis pastinya akan memberi muka pada sosok yang berasal dari generasi nya tersebut..." Ucap Tian Lei yang telah merubah wajahnya menjadi serius dan Jiang Feng mengangguk paham.
__ADS_1
Tian Lei kemudian berbalik untuk keluar dari ruangan tersebut dan Jiang Feng menatap punggungnya.
"Tian Lei, apakah kau akan berangkat sendirian? Tidak perlu ditemani Xiao Hong?..." Tanya Jiang Feng.
"Xiao Hong sedang di latih oleh kakek Jiang, Xiao Bai dan Ni Xien mulai di latih oleh senior Wang hari ini. Ning'er juga telah dilatih oleh senior shen sejak sebulan yang lalu. Kita tak perlu mengganggu mereka dan kita akan menyambut mereka yang telah sangat kuat ketika mereka keluar dari pelatihannya..." Ucap Tian Lei tanpa berbalik.
"Bagaimana dengan gadis yang bernama Yu'er itu?..." Jiang Feng kembali bertanya, tampaknya ia agak kurang yakin untuk membuat Tian Lei pergi sendiri ke Sekte Pembakar Langit. Yah, setidaknya ia akan menahan diri jika ada teman yang menemani.
Tian Lei menghentikan langkahnya dan tersenyum. "Yu'er? Haha, kita harus memberi kesempatan pada bocah Jiaolong itu untuk menjalin cinta..." Ucap Tian Lei dan mulai menutup pintu ruangan tersebut.
Setelah Tian Lei menutup pintu ruangannya, Jiang Feng sedikit tersenyum dan menunduk. "Aku agak khawatir dengan nasib Sekte Pembakar Langit..." Ucap Jiang Feng.
.
Dua minggu kemudian.
Di depan gerbang kediaman Sekte Pembakar Langit, seorang pemuda dengan jubah hitam yang menyembunyikan identitas nya kini berdiri dan menatap papan nama sekte tersebut.
Kemudian, kedua murid yang sedang bertugas menjaga gerbang tersebut pun agak risih dengan pemuda berjubah hitam yang sudah cukup lama berdiri di depan gerbang sekte mereka.
Mereka kemudian mulai berjalan untuk menghampiri pemuda berjubah hitam tersebut.
"Hei! Jika kau ada urusan, maka melaporlah untuk mendaftarkan namamu. Jika tidak, tolong jangan berdiri disana..." Ucap salah satu murid.
Pemuda di dalam jubah hitam ini kemudian tersenyum ketika salah satu murid berkata dengan nada yang tinggi di depannya.
"Oh? Apakah Yang Yantian ada didalam? Aku memiliki beberapa urusan dengannya..." Ucap pemuda berjubah hitam dan kedua murid tersebut saling bertatapan.
__ADS_1