LEGENDA JENIUS SELURUH ALAM

LEGENDA JENIUS SELURUH ALAM
chapter 3


__ADS_3

Tian Lei menatap Liu Bai dengan dingin dan mulai berjalan perlahan ke arahnya.


Melihat adanya sumber kematian yang mendekatinya, mata Liu Bai membelalak dan wajahnya langsung berubah. Ketakutan menguasai dirinya dan kakinya tanpa sadar melangkah mundur perlahan.


"A, apa yang kau inginkan?..." Ucapnya dengan rasa takut yang menghantui.


Dengan wajah dingin, Tian Lei mulai tersenyum. "Oh? Masih ingin bertanya? Bukankah ada seseorang yang ingin mematahkan tanganku?..."


Mendengar kata-kata Tian Lei, Liu Bai segera memucat dan mengingat kembali bagaimana dirinya dengan sombongnya memerintahkan Tian Lei untuk mematahkan tangannya sendiri.


Liu Bai meneguk ludahnya dengan tegang dan mulai berkata dengan ketakutan yang menyelimutinya.


"A, aku adalah putra tunggal dari patriak keluarga Liu! Ayahku adalah seorang Sovereign bintang 3, jika kau melukaiku, kau takkan mampu menahan amarah dari ayahku!..." Ucap Liu Bai dengan tangan yang bergetar menunjuk ke arah Tian Lei.


Meskipun kata-kata ini cukup berani, tapi sebenarnya ada ketegangan dan keraguan dalam kata-kata yang dikeluarkan Liu Bai ini.


Mendengar ancaman kecil tak berarti dari Liu Bai, Tian Lei hanya bisa tersenyum dan mendengus kecil karena sedikit tak tahan dengan lelucon yang di keluarkan Liu Bai.


"Ayahmu? Sovereign bintang 3? Kukatakan padamu, kecuali empat patriak kekuatan besar Zhongjian, atau orang-orang kuat dari Lingkaran Surgawi, maka tak ada yang bisa membuatku mundur di dunia ini..." Ucap Tian Lei dengan percaya diri.


Tian Lei mengangkat tangannya dan bergerak untuk mencengkeram tangan kanan Liu Bai.


Krak!!


"Akhh!!!..."


Liu Bai berteriak keras setelah tangan kanannya telah di patahkan hingga bengkok oleh Tian Lei.


Bak!

__ADS_1


Tian Lei melepaskan cengkraman tangannya dan membuat Liu Bai terjatuh ke lantai.


Tian Lei segera berbalik dan berjalan membelakangi Liu Bai yang tengah kesakitan di lantai.


"Tu, tuan, terimakasih atas bantuannya..." Chen Fei'er segera membungkuk sopan ketika Tian Lei hendak melewatinya.


Tian Lei melirik dan menggeleng. "Aku sama sekali tidak ada niatan membantumu. Jika idiot itu tidak mengancam ku, aku mungkin akan langsung pergi tadi..." Ucapnya dan berjalan membelakangi Chen Fei'er.


Melihat Tian Lei yang mulai berjalan, Chen Fei'er segera mengangkat kepalanya dan berlari kecil mengejar Tian Lei.


"Ah, bagaimanapun anda telah menolong saya. Biasakah saya tahu nama anda?..."


Tian Lei melirik gadis kecil di sebelahnya, melihat gadis kecil yang ada di sebelahnya ini, seketika membuatnya teringat dengan Yu'er.


Tian Lei sedikit menunduk dan menghela nafas. "Apakah gadis itu baik-baik saja? Aku tidak bisa memastikan keadaannya, mengingat aku bahkan tak tahu apa itu Sekte Gerbang Dewa Racun..." Pikirnya dalam hati.


Melihat Tian Lei yang tampaknya sedang terpikirkan akan sesuatu, Chen Fei'er mengangkat alisnya karena heran.


Mendengar panggilan untuk dirinya, Tian Lei segera mengangkat kepalanya dan melihat ke arah Chen Fei'er.


"Tidak perlu berbicara formal. Namaku adalah Tian Lei. Kau bisa memanggilku semaumu..."


Chen Fei'er mengangguk. "Baiklah, aku akan memanggil mu dengan panggilan kakak..." Ucapnya.


Kedua sosok ini terus melanjutkan perbincangan mereka di perjalanan menuju bagian depan kapal untuk berkumpul dengan sosok lainnya.


"Kakak, kau sangat kuat, bahkan berkali-kali lebih kuat dari kakakku yang telah menerima warisan leluhur kami!...." Ujar Chen Fei'er saat kedua sosok ini telah mencapai bagian depan kapal.


Tian Lei menoleh dengan alis terangkat. "Kakakmu?..."

__ADS_1


Chen Fei'er mengangguk. "Ya, namanya adalah Chen Tian. Dia adalah sosok yang terlahir dengan garis keturunan leluhur tingkat Penguasa Agung keluarga kami..."


Tian Lei mengangguk pelan. "Hm, Chen Tian ya?..." Ucapnya pelan.


Ketika mendengar reaksi Tian Lei yang seakan tahu, Chen Fei'er mengerutkan keningnya dan menatap Tian Lei disampingnya.


"Kakak, apakah kau kenal kakakku?..." Tanya nya penasaran.


Tian Lei mengangguk dengan senyuman tipis. "Ya, dia adalah seniorku di sekte dan merupakan peringkat satu diantara murid-murid dalam. Tapi, entah kenapa dua tahun yang lalu, sejak aku dalam pelatihan tertutup, dia dan salah satu temannya kembali ke wilayah Xibian..."


"Ternyata begitu..."


"Sebenarnya, sejak lima tahun yang lalu, ayahku menjalani kultivasi tertutup untuk menerobos Sovereign bintang 4. Tapi, setelah tiga tahun kami menyembunyikan ini dari saingan kami, yakni keluarga Liu. Pada akhirnya semuanya terungkap karena adanya mata-mata. Setelah mereka mengetahui bahwa kekuatan utama kami sedang kosong, mereka melakukan segala upaya untuk menekan ekonomi keluarga kami..."


"Bersamaan dengan masalah yang menimpa kami, monumen peninggalan dari leluhur kami yang merupakan Penguasa Agung akhirnya mengeluarkan warisan pertamanya. Dan karena takut tak mampu mempertahankan warisan leluhur juga karena hanya kakakku yang memiliki garis keturunan leluhur tingkat Penguasa Agung kami, maka kakekku yang memegang kuasa sementara akhirnya memanggil kakakku untuk pulang dan mengambil alih posisi patriak muda..."


"Setelah menerima warisan pertamanya, kakakku yang awalnya adalah Immortal bintang 5 segera meningkat menjadi Xiantian bintang satu. Dan juga, dalam kepemimpinan kakakku, kami berhasil keluar dari kebangkrutan dan mulai pulih seperti sedia kala..."


Tian Lei mengangguk pelan setelah mendengarkan penjelasan dari Chen Fei'er.


"Hm, dia adalah orang yang hebat. Mungkin, keluarga Chen akan bangkit dibawah kekuasaannya..." Ucap Tian Lei pelan dan dibalas anggukan Chen Fei'er.


Chen Fei'er menoleh ke arah Tian Lei dengan kening sedikit mengerut. "Jika kakak berada dalam satu sekte dengan kakakku, maka itu artinya kakak berasal dari benua barat?..." Chen Fei'er bertanya karena cukup penasaran.


Tian Lei mengangguk. "Yah, aku adalah tuan muda dari keluarga kecil di sebuah kekaisaran. Tapi, ada warisan besar dari leluhur yang aku dapatkan..." Ucapnya.


"Hm, tak banyak orang-orang daratan lain yang berani untuk memasuki daratan utama. Mungkinkah kakak memiliki tujuan penting? Atau hanya untuk berkultivasi?..."


Tian Lei menghela nafasnya ketika mendapatkan pertanyaan untuk kesekian kalinya.

__ADS_1


"Tujuan ya?..."


Tian Lei mendongakkan kepalanya dan menatap aliran ruang dan waktu. "Entahlah, aku hanya memiliki tugas dari leluhurku yang harus aku selesaikan..."


__ADS_2