
Sementara itu, di puncak sebuah bangunan dekat dengan tempat Petarungan Tian Lei dengan Jiang Xuan, tampak dua murid laki-laki yang tampan sedang menonton jalannya pertarungan mereka.
Setelah melihat Petarungan yang sangat hebat dari Tian Lei, salah satu pemuda terkejut melihat kekuatannya.
"Ini adalah kekuatan dari Tian Lei? Seorang murid baru juga sekuat ini?..." Pemuda berambut hitam tampak tak percaya dengan yang ia lihat.
Pemuda berambut hijau di sebelahnya hanya tersenyum dan mengangguk. "Ya, kekuatan anak ini benar-benar sulit ditebak. Bahkan, mungkin saja dulu ia masih menyembunyikan kekuatannya saat bertarung denganku..."
"Benar. Bahkan aku akan yang berada di peringkat kelima dalam daftar peringkat langit saja belum tentu bisa menahan itu tanpa luka, bahkan jika aku menggunakan energi spiritual..." Ucapnya.
Pria berambut hitam melihat ke arah temannya. "Li Quan, sebaiknya kau lupakan saja untuk menjadikan Saint sebagai kekasihmu..."
Murid yang bernama Li Quan tersenyum. "Haha. Mu Qinlong, sebenarnya setelah aku bertemu dengan Tian Lei ini, aku sudah merasa bahwa aku tidak akan memiliki harapan untuk mendapatkan Ning'er..." Ucapnya, ia seperti ingin menangis saat ia berkata tadi.
Mu Qinlong yang awalnya melihat ke arah Li Quan lalu melihat ke arah pertarungan lagi, dia mengangguk. "Ya, kau memang berubah setelah bertarung dengannya. Bahkan kau lebih lembut dan ramah, tidak seperti kau yang dulu. Kejam!..."
Li Quan melirik sahabatnya Mu Qinlong, ia lalu menyipit dan menunduk, karena yang dikatakan oleh Mu Qinlong tadi adalah kebenaran.
.
Di area pertarungan Tian Lei dan Jiang Xuan, Tian Lei melihat ke arah Jiang Xuan dan melesat ke arahnya.
Dengan kepalan tangan yang erat, Tian Lei melayangkan tinjunya ke arah wajah Jiang Xuan.
Buak!
Jiang Xuan terlempar beberapa meter ke belakang, wajahnya telah bengkak oleh pukulan Tian Lei.
Tian Lei melompat ke udara, ia menyatukan kedua telapak tangannya dan bersiap menghantam Jiang Xuan dengan itu.
Tapi, saat aksinya masih belum dilancarkan, suara seorang pria dengan tegas terdengar di udara.
"Kurang ajar! Beraninya membuat masalah dengan muridku!..."
Sebuah serangan petir menyambar ke arah Tian Lei, karena posisinya tidak memungkinkan untuk menghindar, Tian Lei harus terkena serangan tersebut.
__ADS_1
Tian Lei melepaskan kedua telapak tangannya yang menyatu dan menyilangkan kedua pergelangan tangannya di depan dada untuk menahan serangan tersebut.
Duar!
Tian Lei terpukul mundur ke daratan dalam keadaan berdiri, tangannya mengeluarkan darah segar yang mengalir deras.
Tanpa sepengetahuan semua orang, Tian Lei mengeluarkan Api Teratai Langit Hitam dan menyembuhkan luka di tangannya.
Tian Lei melihat ke arah pria berbadan kekar dengan rambut merah panjang dan wajah garang yang sedang melayang di udara dengan beberapa pengawal.
Tian Lei mengangkat alisnya. "Puncak Immortal? Tapi ini lebih lemah dari Jie Longhuo..." Gumam Tian Lei.
Pria kekar diudara mendarat bersama dengan para pengawalnya, mereka mendarat di dekat Jiang Xuan.
Semu orang terkejut melihat kedatangan orang tersebut, mereka tidak tahu harus berkata apa lagi, Karena jika orang ini sudah datang, maka harus ada yang menjalani hukuman.
"Itu... Wei Kaishang?!..."
Wei Kaishang adalah salah satu keberadaan yang ditakuti oleh murid-murid di sekte Naga Biru.
Dahulunya, dia adalah murid sekte Naga Biru, setelah lulus dia memutuskan untuk menetap di sekte dan menjadi tetua yang menjabat sebagai ketua Aula Hukuman.
Sama seperti Wei Kaishang, Jie Longhuo juga adalah mantan murid sekte Naga Biru, dan setelah lulus dia menjadi tetua yang menjabat sebagai ketua Aula Pertarungan.
Diantara kedua aula ini, Aula Pertarungan adalah yang lebih baik, di dalamnya ada sebagian besar dari sepuluh teratas dari peringkat langit, termasuk Li Quan dan juga Chen Tian.
Pria yang bernama Wei Kaishang berjalan dengan acuh tak acuh ke arah muridnya.
"Muridku, kau tidak apa-apa?..." Tanya Wei Kaishang pada muridnya dengan khawatir.
Sepertinya Jiang Xuan juga memiliki sikap tidak tahu malu seperti adiknya, ia menangis di hadapan gurunya dan berharap mendapatkan bantuan.
"Guru, muridmu ini telah ditindas oleh murid itu. Dia bersikeras untuk membully adikku dengan energi spiritual. Aku berusaha menghentikannya tanpa energi spiritual dan malah dihajar seperti ini..." Ucapnya dengan tak tahu malu.
Semua orang memandang jijik ke arah Jiang Xuan, mereka tak menyangka bahwa reputasi seorang peringkat sepuluh daftar peringkat langit akan sangat 'baik'.
__ADS_1
Tian Lei juga menatap Jiang Xuan dengan jijik, tapi ia sudah menyangka ini akan terjadi.
Dan tentu saja ia takkan mau menanggapi hukumannya dengan serius. Bahkan jika ia harus membunuh, harga diri harus dijunjung tinggi!
Ekspresi wajah yang ditunjukkan oleh Wei Kaishang seperti ia telah mengetahui bahwa muridnya telah berbohong.
Tapi, ia menutupi kebohongan muridnya itu dengan mempercayai kebohongan yang ia katakan.
Wei Kaishang melihat ke arah Tian Lei yang sedang berdiri juga menatapnya dengan dingin.
"Sudah bertemu dengan tetua, masih tidak ingin memberi hormat?!..." Ucapnya dengan amarah.
Tian Lei semakin menatap Wei Kaishang dengan dingin. "Rasa hormat dariku sangatlah mahal. Aku hanya akan memberi hormat pada orang yang pantas untuk dihormati. Jika anda ingin aku memberikan rasa hormat pada anda, maka tunjukkan kehormatan dari diri anda..." Ucapnya.
Wei Kaishang semakin dibuat marah oleh Tian Lei, tangannya kini telah dipenuhi dengan energi kilat yang kuat.
"Bocah sialan! Memangnya kau siapa?! Menghajar sesama murid dengan energi spiritual, tidak menghormati tetua! Kau akan dihukum berat atas ini!..." Ucap Wei Kaishang melesat ke arah Tian Lei dengan tangan kanannya mencakar ke depan.
Semua murid yang melihat itu tampak mengutuk perbuatan Wei Kaishang dalam hati mereka, tapi mereka tidak berani mengatakannya karena Wei Kaishang terlalu mengerikan.
Di sisi lain, kedua kakak beradik Jiang tampak tersenyum licik melihat Tian Lei yang sudah berada di ujung kematiannya.
Tian Lei menghela nafasnya. "Guru dan murid sama-sama memiliki wajah yang tebal. Karena tetua sudah menggunakan energi spiritual untuk melanggar keadilan, maka murid ini juga akan mengikutinya!..." Ucap Tian Lei masih dengan tatapan dinginnya.
Tian Lei mengeluarkan aura membunuh yang sangat menekan, tangan kanannya telah dialiri oleh Petir Hitam yang sangat ganas.
Aura dan petir yang dikeluarkan oleh Tian Lei sempat membuat Wei Kaishang tampak gelisah.
Disaat Tian Lei telah mendapatkan puncak dari aura membunuh miliknya, Tian Lei dapat merasakan kehadiran seseorang yang sangat dikenal olehnya.
Tian Lei tersenyum, ia mengeluarkan energi petir hitam yang setingkat dengan puncak Immortal saja dan segera beradu pukulan dengan Wei Kaishang.
Buak!
Kekuatan energi spiritual yang sangat kuat membuat hembusan angin yang sangat kuat di sekitarnya.
__ADS_1