
Sementara yang lainnya menjelajahi peninggalan Kaisar Shenwu dan akan mendapatkan hasil baik dalam kultivasi mereka, seseorang di tempat yang sangat jauh tampak berjalan dengan frustasi di tempat yang tak pernah terpikirkan dalam benaknya untuk berada disana.
Di sebuah pinggiran sebuah daratan kecil yang tak di kenal dunia, ada sebuah perairan luas yang mengelilinginya.
Tapi, perairan luas yang terlihat hanyalah permukaan air yang berjarak sepuluh meter dari pesisir daratan, sementara perairan sisanya adalah sebuah hamparan kabut yang luas.
Di pinggiran hamparan kabut yang luas ini, sebuah kaki pemuda mulai keluar perlahan dari kabut untuk menginjakkan kakinya di dunia yang lebih baik.
Ketika keseluruhan tubuhnya telah bebas dari kabut, akhirnya tampak dengan jelas bagaimana tampannya pemuda berambut hitam kemerahan dengan mata merah ini.
Ya, secara alami orang ini adalah Tian Lei, seseorang yang telah berjalan dengan frustasi di dalam kabut yang membosankan.
Dengan tatapan mata kosong, Tian Lei mulai mendongakkan kepalanya dan melihat matahari yang bersinar terik dengan kedua matanya yang menyipit.
"Haha..." Senyuman mulai terbentuk di wajah Tian Lei yang hampir gila di dalam kabut.
"Hahahaha!!..." Tian Lei tertawa lebih keras yang menandakan dirinya benar-benar akan gila jika masih harus berjalan di dalam kabut selama beberapa hari lagi.
"Akhirnya!... Akhirnya!... Hahaha! Kabut sialan! Aku bebas!..." Teriak Tian Lei yang tersenyum lebar dengan keras ketika tangannya ia angkat untuk ikut merayakan kebebasan nya dari kabut.
Ketika Tian Lei kini sudah agak lebih tenang, Tian Lei kemudian menurunkan kepalanya dan menatap ke arah daratan di depannya.
Ia kemudian berlari di atas air dan segera melompat untuk mencapai daratan lebih cepat.
"Haha, ini benar-benar ada. Tempat ini benar-benar ada!..." Ucap Tian Lei yang sangat ceria.
Plak!
Tian Lei kemudian menampar dirinya sendiri dan menggigit bibirnya hingga berdarah untuk menyadarkan dirinya yang mungkin akan menjadi gila.
"Tenanglah Tian Lei, bagaimana bisa kau hampir gila hanya karena frustasi?..." Ucap Tian Lei dengan pelan ketika ia juga mulai mengatur nafasnya untuk menjadi lebih teratur.
Tian Lei kemudian duduk bersila di pinggiran daratan tepat di bawah sebuah pohon dan mengeluarkan sebuah pil pemulih jiwa untuk menenangkan jiwanya agar tidak benar-benar menjadi gila.
Dalam beberapa menit setelah Tian Lei menelan pil tersebut, Tian Lei mulai membuka matanya dan ia sudah berbeda dengan yang sebelumnya, kini ketenangan mulai menyelimuti dirinya.
Tian Lei kemudian berdiri dan menoleh ke arah kedalaman dari daratan yang ia pijak saat ini.
__ADS_1
"Aku harus mencoba untuk menemukan penduduk asli dari tempat ini..." Ucap Tian Lei dan ia mulai berjalan masuk ke dalam pepohonan.
Setelah beberapa menit berjalan di atas rerumputan di bawah pepohonan besar, Tian Lei akhirnya menemukan sebuah jalur jalan setapak di tengah hutan tersebut.
Dan dengan ini, Tian Lei menjadi sangat yakin bahwa ada manusia yang menghuni daratan tersebut.
Menyadari hal ini, wajah Tian Lei menjadi senang dan ia sedikit mempercepat langkahnya.
Dalam beberapa menit selanjutnya setelah Tian Lei menyusuri jalan di tengah hutan tersebut, Tian Lei kini berakhir di sebuah pinggiran jurang yang tidak terlalu tinggi.
Tak jauh dari dasar jurang tersebut, Tian Lei dapat melihat sebuah tembok batu besar yang memuat banyak bangunan di dalamnya, entah itu bangunan batu ataupun bantuan dari kayu.
Hal ini sudah terlihat seperti sebuah kota tapi itu juga tidak bisa dikatakan sebuah kota karena luasnya yang mungkin hanya dua kali dari sebuah kediaman suatu klan di dalam kota.
Melihat bangunan-bangunan di dalam tembok batu, Tian Lei kini mulai menunjukkan senyuman lebar. "Akhirnya ketemu..." Ucap Tian Lei dengan senang.
Tian Lei pun segera melompat dari atas tebing tersebut dan mendarat dengan sempurna di atas sebuah dahan pohon besar puluhan meter di luar tembok batu.
Tian Lei kemudian memunculkan kekuatan jiwanya dan menyebarkan kekuatan jiwanya ke seluruh kediaman di dalam tembok batu tersebut untuk memantau situasi di dalam.
Beberapa menit kemudian, Tian Lei dapat mengetahui bahwa di dalam kediaman tersebut kira-kira ada lebih dari seribu penduduk dan sekitar lima ratus diantaranya adalah kultivator.
"Ini bukan karena kultivasi mereka yang berbeda ataupun teknik menyembunyikan kultivasi. Alasan kultivasi mereka tidak bisa ku lihat dengan kekuatan jiwa saja pastinya karena tubuh mereka..." Ucap Tian Lei pelan ketika ia kini tengah berpikir keras.
"Hahahaha..." Suara tawa dari seorang pria kemudian terngar di dekat Tian Lei dan langsung membuat Tian Lei membelalakkan matanya.
Ia mengangkat pandangannya dan menatap dahan pohon yang lebih tinggi di pohon besar yang lain.
Di atas dahan pohon itu, Tian Lei dapat melihat sesosok pria paruh baya bertubuh besar kekar dengan rambut hitam yang mengurai dan senyuman lebar di wajahnya.
Pria besar ini berdiri dengan bersandar pada pohon besar di pangkal dahannya dengan kedua tangannya melipat di depan dada.
"Haha, anak muda. Kau cukup menarik. Aku belum pernah melihatmu selama aku hidup hampir seribu tahun di daratan ini. Dan lagi, apa tujuanmu menyebarkan kekuatan jiwamu di kediaman kami? .." Ucap sang pria berbadan kekar tersebut dan langsung memasang wajah serius saat mengatakan pertanyaan di kalimat terakhir.
Tian Lei kemudian menelan ludahnya dan mulai berdiri menghadap ke arah pria besar. Matanya kini mulai berubah menjadi ungu dan ia bisa melihat juga merasakan kultivasi sosok di kejauhan dengan jelas.
Tian Lei kembali menelan ludahnya dan mengeraskan rahangnya ketika ia sekarang mengetahui bahwa sosok besar di kejauhan adalah seorang ahli Penguasa Agung bintang 6.
__ADS_1
Dan jika di lihat dari fisiknya, seharusnya ia bukanlah ahli Penguasa Agung bintang 6 yang biasa saja.
"Siapa kau?..." Tanya Tian Lei dengan tegang.
Ketika mendengar pertanyaan yang lucu dari Tian Lei ini, sosok besar mulai mengangkat alisnya sambil tersenyum. "Ho? Baru kali ini aku melihat pencuri yang menanyai identitas pemilik rumah..." Ucap sang pria besar.
Tian Lei kemudian merasa agak malu di dalam hatinya dan tersenyum dengan canggung. "Haha, kalau begitu, bolehkah aku mengetahui nama anda? Atau bahkan berteman?..." Ucap Tian Lei dengan canggung.
"Yah, boleh saja. Itupun jika kau mampu bertahan dariku..." Ucap pria besar dan dengan cepat melesat ke arah Tian Lei.
Bang!
Tian Lei dan pria besar kemudian beradu tinju di udara setelah Tian Lei juga melesat ke arah pria besar.
Buak!
Tian Lei terdorong jauh hingga akhirnya tubuhnya menabrak sebuah batang pohon besar sampai rubuh.
Tian Lei kembali berdiri di atas rerumputan dan mendongak untuk menatap si pria besar dengan tajam saat ia menghapus darah di bawah bibir nya.
"Aku takkan bisa bertahan jika aku tak mengeluarkan segalanya..." Ucap Tian Lei dengan serius dan pedang naga kehancuran segera keluar dari tubuhnya.
Tian Lei menggenggam pedang besat tersebut dengan tangan kanannya dan kembali melesat ke arah pria besar di atas dahan pohon besar.
"Hahaha! Senjata itu tampaknya luar biasa! Kita lihat, apa yang bisa kau lakukan dengan senjata itu sekarang!..." Ucap pria besar dengan semangat membara dan kembali melesat untuk mengadu serangan lagi dengan Tian Lei.
Bang!!
Pukulan pria besar dengan pedang naga kehancuran milik Tian Lei saling beradu di udara dan menciptakan guncangan di udara sekitar yang membuat pepohonan bergoyang kencang.
Dalam adu serangan ini, Tian Lei dan pria besar tampaknya seri, dapat di lihat dari keduanya yang sama sekali tak terdorong mundur.
Bang! Bang! Bang!
Keduanya kembali mengadu serangan mereka dan semuanya mendapatkan hasilnya seri. Tapi, meskipun mereka tampak seimbang, sebenarnya Tian Lei sudah mengeluarkan semua kekuatannya.
Memang, jika ia menggunakan segel garis keturunan kaisar kehancuran surgawi, ia pasti bisa menyeimbangkan kekuatannya dengan musuhnya saat ini, tapi ia tidak memiliki niatan untuk membuat musuh.
__ADS_1
Jika ia membuat musuh juga di tempat ini, takutnya dia akan menciptakan situasi yang buruk untuk dirinya sendiri dan khususnya untuk pelatihannya.
Karena itu, sebisa mungkin Tian Lei tidak akan menggunakan kekuatan yang berlebihan yang bisa membebani tubuhnya atau mungkin membunuh musuhnya. Yah, meskipun ia sebenarnya ragu jika ia bisa membunuh musuhnya saat ini meskipun dengan kekuatan penuhnya.