
Tian Lei melihat kedua orang di depannya dengan iba, ia kemudian menghela nafasnya. "Sudahlah. Tidak perlu dipikirkan. Aku akan membiarkan yu'er untuk sekarang. Dan setelah satu tahun, aku akan kemari dan melihat keadaannya. Jika dia masih bisa mempertahankan kesadarannya, maka aku akan membiarkannya hidup. Tapi, jika tubuhnya telah di ambil alih oleh laba-laba iblis, maka jangan salahkan aku..." Ucap Tian Lei, ia kembali berdiri dan menyimpan pedang Langit Naga Lava.
Kedua kakak-beradik itu akhirnya tersadar dan melihat ke arah Tian Lei.
Tian Lei kembali melihat ke arah kakak beradik itu. "Aku akan berangkat sekarang. Jika kalian ingin ikut, maka bergegaslah. Aku tidak mau membuang waktu..."
Kedua kakak beradik itu mengangguk dan secara bersama mengatakan "Baik!..."
Setelah bersiap-siap, ketiga orang itu kemudian segera berangkat menuju desa Huajia.
Ni Xien menggendong adiknya karena adiknya tidak memiliki kultivasi untuk bergerak dengan cepat, mereka terus melompati dahan-dahan pohon.
"Dimana maskas geng Fenglong?.." Tian Lei bertanya di tengah perjalanan.
"Itu berada sangat dekat dengan desa Huajia. Mereka memiliki lebih dari 300 prajurit tingkat Mahayana dan beberapa orang tingkat Immortal. Walaupun mereka berada di desa, tapi mereka telah menguasai beberapa kota terkecil di wilayah reruntuhan kuno..." Ni Xien menjelaskan.
"Hm? Mereka cukup hebat juga. Semoga bisa sedikit menghibur..." Tian Lei tersenyum saat berkata.
"Lalu, apa yang harus kami lakukan? Apakah kami ikut bertarung?..."
Tian Lei melihat ke arah Ni Xien. "Tidak perlu. Kalian hanya perlu menonton, saat aku sudah menjatuhkan mereka, kalian akan masuk dan menyelamatkan sandera..."
"Baik!..."
..
Di sebuah tempat di desa Huajia, benteng yang besar berdiri kokoh, itu adalah markas dari geng Fenglong yang cukup terkenal di desa sekitarnya.
Tiba-tiba, sebuah bola api yang sangat besar turun dari langit dan menghantam benteng geng Fenglong.
Merasakan serangan dari luar, prajurit-prajurit dari geng Fenglong satu persatu mulai keluar dari dalam gerbang dengan senjata mereka.
"Siapa yang berani!!..." Pengawal yang menjaga gerbang melihat di sekitar dengan wajahnya yang terlihat marah.
"Aku!..." Tian Lei dengan tangannya yang terlipat di dada, dan wajah yang dingin berbicara dengan gagah di atas udara.
Pengawal itu dan teman-temannya melihat ke arah orang yang berbicara. "Siapa kau?! Mengapa kau membuat kekacauan di sini?!..."
Tian Lei tersenyum sinis. "Heh, maaf aku di sini untuk membuat kekacauan..." Ucap Tian Lei dengan santai.
__ADS_1
"Apa katamu? Hanya seorang bocah dan berani melawan kami?..." Salah seorang dari mereka berkata dengan keras, mereka tidak mengetahui bahwa Tian Lei adalah murid dari sekte besar, karena ia tidak mengenakan pakaian resmi.
Tian Lei tersenyum meremehkan. "Hm? Jika kau ingin bertarung, kemarilah..." Tian Lei terus menurunkan tubuhnya dari udara saat ia berkata-kata.
Semua orang yang ada di sana mengeraskan rahangnya karena marah, mata mereka terlihat merah mungkin mereka sangat marah karena sedang di remehkan oleh bocah.
Tepat, saat Tian Lei telah berada di daratan, salah satu dari prajurit geng Fenglong akhirnya berteriak kencang.
"Saudaraku! Ayo serang dia bersama!..." Ucapnya, ia memegang senjatanya dan berlari ke arah Tian Lei.
Semua orang mengiyakan dan bergerak maju untuk menghabisi Tian Lei.
Menyikapi hal itu, Tian Lei hanya tersenyum, ia memegang Pedang Langit Naga Lava dengan erat dan menebaskannya ke depan.
Slash!
Energi tebasan pedang yang kuat bergerak dengan cepat ke arah prajurit-prajurit yang hendak menyerang Tian Lei.
Dengan satu tebasan itu, beberapa orang akhirnya tumbang.
Tian Lei menatap semua orang di depannya dengan aura membunuh yang kuat. "Ayolah, itu tidak cukup untuk meregangkan otot-otot tubuhku..." Ucap Tian Lei.
Semua orang tampak sangat emosi saat itu dan kembali berlari ke arah Tian Lei. Tian Lei dengan cepat melakukan gerakan kilat dan menghilang dari tempatnya.
Orang-orang yang masih ada di gerbang melihat itu bukan sebagai pertarungan, tapi sebuah pembantaian.
Darah-darah terus beterbangan saat Tian Lei menebaskan pedangnya pada satu persatu prajurit yang ia serang, dengan kecepatannya yang luar biasa, mereka tidak bisa melakukan apa-apa.
Mereka kini hanya seperti kumpulan rusa di hadapan seekor hewan buas kuno yang mengerikan.
Sementara itu, di dalam sebuah ruangan yang besar, tampak seorang pria paruh baya sedang duduk di singgasana, ia kini sedang memikirkan hal yang sangat menyedihkan.
Selama ini, dirinya terus terpikirkan dengan cara apa yang bisa ia lakukan untuk membalas dendam untuk anaknya.
Orang tua ini adalah Feng Xuan, ayah dari Feng Xian, dia adalah pemimpin dari geng Fenglong dengan tingkat kultivasi yang telah mencapai Immortal bintang 3.
Di tengah lamunannya ini, seorang prajurit akhirnya membuka pintu dengan tergesa-gesa dan terlihat sangat panik.
Prajurit itu berlutut dengan cepat dan dengan panik ia berkata. "Ketua! Ada yang telah menyerang benteng kita!..."
__ADS_1
"Apa?!" Mendengar kata-kata itu, Feng Xuan tidak bisa untuk tidak terkejut.
Feng Xian tercengang dengan berita yang baru ia dapat, selama ini tidak ada yang berani menghadapi mereka, jika ada sekalipun itu adalah kekuatan besar, tapi mereka tidak akan mengurusi hal kecil.
Apakah warga sekitar mengadu?
Apakah kekuatan besar membantu warga desa lain?
"Berapa banyak yang datang menyerang? Dan apa tingkat kultivasinya?..." Feng Xuan bertanya dengan cepat.
"Hanya seorang pemuda. Dan untuk kultivasinya, tidak seorangpun yang bisa melihatnya..." Prajurit itu sedikit mengalih-alihkan pandangannya saat ia berkata demikian.
"Hm? Sendirian? Sepertinya bukan dari kekuatan besar..." Ucap Feng Xuan dengan yakin.
"Benar. Menilai dari pakaian yang ia pakai, dan dia hanya sendirian, sepertinya dia bukan dari kekuatan besar..."
"Baiklah, ayo pergi. Aku ingin melihat, siapa yang berani membuat masalah di markas geng Fenglong ku..." Ucap Feng Xuan.
"Kau, panggil semua petinggi, perintahkan untuk ikut denganku..." Feng Xuan dengan perlahan keluar dari ruangan dan bergegas menuju halaman depan.
Masih di dalam markas, beberapa orang tingkat Immortal akhirnya berkumpul setelah mendapatkan panggilan dari Feng Xuan.
"Kakak, ada apa?..." Feng Jia berbicara pertama kali.
"Ada orang bodoh yang ingin menghancurkan markas kita..." Ucap Feng Xuan dan sontak membuat semua orang terkejut.
"Siapa?!" Feng Jia semakin ingin tahu.
"Aku juga tidak tahu. Lebih baik kita periksa sendiri..." Ucap Feng Xuan.
"Baik!" Semua orang sentak menjawab.
Feng Xuan kembali berjalan di dalam lorong dan diikuti oleh beberapa orang di belakangnya.
Sekelompok orang itu akhirnya keluar dari gedung yang besar, lalu sampai di halaman depan. Mereka dapat melihat seorang pemuda dengan pakaian hitam dan auranya yang kuat telah membantai banyak prajurit mereka.
Duduk di atas tumpukan mayat, Tian Lei tersenyum ke arah orang-orang itu. "Feng Jia, lama tidak bertemu..." Ucapnya dengan akrab, seolah sedang menyapa teman lama.
Feng Jia yang melihat wajah akrab dari Tian Lei akhirnya terkejut. "Dia!..." Ucapnya dengan pelan.
__ADS_1
Feng Xuan melihat ke arah adiknya. "Feng Jia, ada apa? Apa kau mengenalnya?..."
Feng Jia yang masih terkejut mengangguk dan membuka mulutnya. "Dia adalah orang yang membunuh keponakan..." Ucap Feng Jia dengan pelan.