
"Bajingan sialan!..."
Mo Wei meluapkan auranya ketika amarahnya terungkap dari mulutnya.
Tian Lei segera melompat mundur untuk menghindari gelombang energi spiritual yang dikeluarkan tubuh Mo Wei.
"Bajingan! Aku tadi hanya belum siap saja. Kali ini aku benar-benar akan serius!..."
Mo Wei mengangkat tombaknya dan melesat dengan cepat ke arah Tian Lei.
Tian Lei tersenyum samar ketika melihat gerakan yang lambat dimatanya.
Saat Mo Wei bergerak di depan matanya, energi spiritual bergerak di tangan Tian Lei dan dengan cepat merubah itu menjadi energi petir hitam.
Tian Lei melakukan gerakan yang cantik dan lihai, dia dengan mudah bisa mengambil kelemahan dari Mo Wei dan dengan cepat menyerang perut Mo Wei dengan telapak tangannya.
Buak!
"Huakh!..."
Ketika telapak tangan dengan petir yang kuat mengenai perutnya, Mo Wei secara alami mengeluarkan darah segar dari mulutnya.
Mo Wei mengeraskan rahangnya dan dengan waspada melakukan gerakan untuk melompat mundur.
Dirinya yang sedang menghapus darah di bawah bibirnya menatap Tian Lei dengan tatapan waspada.
"Anak ini benar-benar kuat. Padahal itu bahkan bukan teknik beladiri..." Gumamnya.
"Tidak bisa, aku tidak akan kalah! Semua penderitaan yang aku rasakan harus dibayar dengan kemenangan ku!..." Mo Wei dengan marah meluapkan Energi berdarah yang sangat mengerikan.
Area disekitarnya segera berubah menjadi lautan darah yang bisa menelan kehidupan setiap manusia.
Dengan tatapan kebencian, Mo Wei menatap Tian Lei dan dengan cepat membuat segel tangan.
Dirinya memajukan segel tangan itu dan lautan darah mulai bergejolak.
Mo Wei dengan cepat naik ke udara dan lautan darah dengan ombak besar segera ikut naik untuk menemaninya.
__ADS_1
"Segel Dewa Darah tingkat pertama, Ombak Naga Darah!..."
Ketika ombak yang naik mulai mengamuk, serangakaian Ombak mulai berputar dan membentuk sesosok naga yang mengerikan.
Para penonton yang melihat ini, dari pihak manapun mereka, tak ada yang bisa menahan untuk tidak meneguk ludahnya.
Adegan ini sangat mengerikan, terutama tampilan dari darah yang membentuk tubuh naga. Ini seakan-akan adalah darah asli dari manusia, dan faktanya memang begitu.
"Serang!..."
Masih dengan sikap segel tangan, Mo Wei meraung marah dan memberi perintah pada naga yang ia ciptakan.
Dengan aura keganasan yang luar biasa, naga darah segera bergerak dan menekan udara di sekitarnya.
Ketika naga ini bergerak setengah jalan, dapat dilihat bahwa raut wajah dari bayangan Tian Lei ini terlihat sedikit tegang.
Bagaimanapun dirinya adalah bayangan dan kekuatannya sekarang tak lebih dari Xiantian bintang 1 karena dirinya terbentuk saat Tian Lei masih Xiantian bintang 5.
Jika dirinya memaksakan dirinya dan membuat suatu kesalahan, maka dirinya akan gagal dalam penyelesaian prioritas misi, yakni membunuh Mo Wei tanpa tangan dan kaki.
Tian Lei menghela nafas sebelum dirinya dengan tenang memejamkan matanya.
Ini adalah roh dari Phoenix Ungu yang diberikan oleh Tian Lei yang asli.
Untuk memperkuat kekuatan bayangannya dan memperlama daya hidup mereka, Tian Lei dengan yakin memberikan setengah dari empat roh hewan suci di dalam tubuhnya pada keempat bayangannya.
Ini juga mungkin akan menjadi serangan kombinasi yang luar biasa untuknya dimasa depan.
Ketika aura api ungu semakin membara, sosok Phoenix Ungu perlahan mulai keluar dari dalam kobaran api.
Dengan tatapan yang mengerikan dirinya menatap naga darah dan bergegas menyerang ketika Tian Lei memerintahkan untuk maju.
Naga darah dan Phoenix Ungu saling beradu di langit, kekuatan yang luar biasa ini memberikan tekanan bagi orang-orang yang berada di bawah panggung.
Perbedaan kekuatan kedua makhluk buas tak begitu jauh, tapi yang sangat jelas terlihat adalah Phoenix Ungu lebih kuat dan mendominasi.
Ini dapat dilihat dan dirasakan dengan menguapnya energi darah yang membentuk tubuh naga darah.
__ADS_1
Ketika kedua kekuatan bergerak dengan ganas untuk saling menghancurkan di atas langit, darah yang terus menguap sedikit demi sedikit meledak menjadi kabut darah yang akhirnya menghilang.
Naga darah yang awalnya memiliki ukuran dua kali dari Phoenix Ungu segera terkikis hingga hampir menyamai ukuran Phoenix Ungu.
Melihat hal ini, ekspresi di wajah Mo Wei segera berubah, lautan darah yang ia keluarkan bukan sembarang kondensasi energi spiritual.
Itu adalah kekuatan darah yang ia dapatkan setelah mengorbankan puluhan ribu nyawa manusia dan mengambil darah mereka untuk bisa mendapatkan Segel Dewa Darah.
Dengan menguapnya kekuatan darah yang ia miliki, ini akan menjadi pengurangan dari kekuatan darah yang ia miliki.
Dan jika terus menghilang, maka bisa dipastikan kekuatan ini akan menghilang juga dari dirinya.
"Tidak boleh. Kekuatan darah ini telah aku tempa selama satu tahun, aku tak bisa mengambil kerugian lagi..."
Tepat setelah Mo Wei bergumam untuk mengambil keputusan, dirinya mulai melepaskan segel tangan dan menggerakkan tangannya untuk memanggil semua lautan darah.
Tapi, tepat pada saat itu terjadi, Tian Lei mendapatkan petunjuk dan matanya segera memancarkan cahaya tajam.
Dengan satu tarikan nafas dirinya melakukan perubahan segel tangan dan Phoenix Ungu mulai mengamuk.
Ketika amukan ini menjadi-jadi, Phoenix Ungu semakin menguapkan kekuatan darah yang telah di panggil oleh Mo Wei.
Dengan gerakan yang lihai, Phoenix Ungu tanpa pikir panjang mengikuti gerakan mundur dari lautan darah hingga dirinya perlahan mulai berubah menjadi seberkas cahaya.
Dalam bayang-bayang tatapan semua sosok, di atas langit bisa di lihat seberkas cahaya ungu yang sangat hebat.
Duar!!!
Ketika cahaya ini semakin membesar, cahaya ini kemudian melakukan bom bunuh diri dan menghapuskan jejaknya dari langit.
Tapi, ini tak sepenuhnya bom bunuh diri. Sangat jelas sekali bahwa ledakan dan cahaya tadi membawa aura hangat yang besar dan berhasil menguapkan setengah kekuatan darah yabg tersisa. Sementara kekuatan darah yang lainnya telah berhasil kembali kepada pemiliknya.
Meskipun kekuatan darahnya telah kembali, ini bukan berarti dirinya telah melewati sesuatu yang buruk dan takkan menerima hukuman apapun.
Mo Wei segera memuntahkan darahnya ketika semua lautan darah telah kembali, ini adalah timbal balik yang harus ia terima karena meskipun kekuatan darahnya telah kembali, tapi itu tetap mengalami kerusakan.
Semua sosok yang menonton masih tak berkata apapun ketika menyaksikan pertarungan ini.
__ADS_1
Ketika mereka beralih melihat ke arah Tian Lei, semua mata tidak bisa menemukan keberadaan dari Tian Lei.
Namun, ketika jejaknya menghilang dari pandangan yang menyapu seluruh panggung, Tian Lei kembali muncul di depan Mo Wei.