LEGENDA JENIUS SELURUH ALAM

LEGENDA JENIUS SELURUH ALAM
Bantuan telah datang


__ADS_3

Melihat tampaknya arah dari acara ini dipastikan akan lebih gila dari yang mereka lihat sekarang, semua sosok disinggasana saling bertatapan dan mengangguk.


Mereka sepakat untuk tidak ikut campur dan meninggalkan kedua belah pihak dalam keseruan acara ini.


"Patriak Mo, patriak Zui, karena kalian tampaknya sedang sibuk dengan acara ini dan kami tak pantas untuk bergabung, maka kami akan undur diri dan takkan ikut lebih lanjut..." patriak dari Istana Lima Raja Pembunuh memimpin untuk meninggalkan tempat tersebut.


Zui Zhang Li dan Mo Yun yang telah larut dalam pertarungan yang sengit tak memperdulikan orang-orang yang telah undur diri.


Mereka masih mengadu kekuatan masing-masing, meskipun kultivasi Zui Zhang Li berada dibawah Mo Yun, tapi kekuatan sejati dari aura pedangnya sangatlah luar biasa, ini bahkan memberinya kekuatan untuk bersaing dengan Mo Yun yang berada di puncak Xiantian.


Saat dalam Pertarungan, Mo Yun melirik ke arah Panggung Naga dan Phoenix dan dapat melihat mayat Mo Wei yang telah berpisah dengan kepalanya.


Dalam hal ini, dirinya mengeraskan rahang dan tampak sangat marah. "Mo Wei telah mati, bahkan jika sekte ini kuhacurkan, orang itu pasti akan menyiksaku hingga mati..." Ucapnya dalam hati.


Tepat saat dirinya tak fokus dalam pertarungan, Zui Zhang Li memajukan pedang di tangannya dan pedang aura mulai bergerak menyerang Mo Yun.


Dengan kewaspadaan yang tinggi, Mo Yun melompat dan bergerak dengan cepat untuk menghindari semua pedang aura yang mengarah padanya.


"Bajingan tua, kau tampaknya sangat mahir menggunakan pedang itu. Kalau begitu, aku takkan segan untuk mengeluarkan kekuatan asliku juga!..."


Sebuah pedang besar dengan aura darah yang sangat mengerikan muncul di genggaman tangan kanan Mo Yun, itu adalah senjata yang telah menemani Mo Yun selama puluhan tahun, Pedang Lidah Buaya Darah.


Mo Yun mengangkat pedangnya dan mengarahkannya ke arah Zui Zhang Li. "Bajingan tua, aku akan membunuhmu terlebih dahulu sebelum aku menyiksa bajingan kecil itu dan membawanya ke klan darah!..." Ucapnya dengan marah dan maju untuk menghadapi Zui Zhang Li.


Kedua sosok kuat ini saling beradu kekuatan pedang dan pertarungan mereka tampak sengit di atas langit.


Tapi, kekuatan dari Mo Yun tampak berkali-kali lebih kuat dari sebelumnya setelah menggunakan senjatanya.


Dalam hal ini, Zui Zhang Li tampak di telan habis-habisan oleh Mo Yun.

__ADS_1


Di saat-saat dirinya akan kalah, Zuill Zhang Li segera mengambil langkah mundur dan mengeluarkan sebuah Giok penghubung.


Ini adalah giok penghubung yang dapat menghubungkannya dengan seluruh tetua sekte murid dalam.


"Semua tetua! Pergi ke Panggung Naga dan Phoenix sekarang!..." Ketika perintah telah masuk, giok penghubung segera dihancurkan dan pesan seketika terkirim.


Dalam sekejap, semua tetua telah mendapatkan pesan yang dikirim oleh Zui Zhang Li dan tak pikir panjang segera menuju Panggung Naga dan Phoenix.


Bahkan Jie Xuan Long bersama dengan beberapa tetua lainnya yang masih menunggu keluarnya Tian Lei dari pelatihannya juga segera pergi ke Panggung Naga dan Phoenix.


Zui Zhang Li selama ia memimpin sekte, dia takkan mengirimkan pesat lewat giok penghubung kepada semua tetua jika bukan untuk sebuah pertemuan mendadak atau sesuatu yang sangat penting. Jadi, tak ada alasan bagi sesiapapun untuk menunda ketika pesan telah dikirimkan.


Di atas langit, ketika Xi Liang dan Ba Gong masih bertarung dengan seimbang, Mo Yun menatap ke arah Zui Zhang Li dengan rahangnya yang mengeras.


Yang ia lihat bukanlah sesuatu yang biasa, ia bisa melihat bahwa ada puluhan sosok yang kultivasinya ada yang telah mencapai Xiantian bahkan ada sosok Xiantian bintang 6 dan yang terlemah adalah Immortal bintang 8 telah berada di belakang Zui Zhang Li.


Hidung kanan Mo Yun berkedut karena kesal, dengan amarah ia mengangkat pedangnya dan berkata dengan lantang.


Ketika kata-kata terucapkan dengan keras, Zui Zhang Li dan sosok Jie Xuan Long menjadi kaget dan segera melihat disekitarnya. Tapi, mereka tak melihat tanda-tanda kemunculan sesiapapun.


Saat banyak sosok tampak tegang me dengar kata-kata lantang dari Mo Yun, sebaliknya, bayanga Tian Lei di dekat Ning'er malah tersenyum samar.


"Hahaha, apakah yang dimaksud pak tua Mo Yun adalah orang-orang ini?..." Suara sosok muda yang begitu terkenal segera terdengar.


Semua orang menoleh ke arah datangnya suara termasuk murid-murid sekte naga biru yang telah selesai dengan murid sekte darah begitu juga dengan Ning'er.


Tatapan penasaran kemudian segera berubah menjadi rasa terkejut setelah melihat sosok yang sangat dikagumi para gadis di wilayah reruntuhan kuno.


"Kaisar 1000 Perang?!..."

__ADS_1


Sebaliknya, Mo Yun sama sekali tidak ada rasa kagum pada Kaisar Perang, keterkejutan dalam dirinya disebabkan karena kedatangan dari kaisar Perang sangatlah tak biasa.


Ini karena dirinya dapat melihat semua tetua sekte darah yang sebelumnya bersembunyi sekarang telah menjadi mayat yang di bawa oleh sepuluh jenderal perang dan beberapa sosok kuat lainnya.


"Kaisar Perang! Apakah kau ingin memulai perperangan dengan klan darah?!..." Tak main-main, Mo Yun segera mengancam Kaisar Perang dengan langsung menyebutkan nama Klan Darah.


Kaisar Perang mendengus dengan sombong dan tersenyum. "Saudaraku telah memberi perintah, bahkan jika raja iblis yang harus kami perangi, kami akan tetap maju..." Ucapnya dengan remeh.


Mo Yun menggertakkan giginya dengan tubuhnya yang bergetar. "Sialan! Dasar pengecut, bahkan menghadapi dua orang perlu untuk membawa banyak orang?!..." Ucapnya dengan marah.


"Ha, hahaha!..." Kaisar Perang menutup wajahnya dengan tangan kanannya ketika dia tertawa terbahak-bahak.


"Si tua Mo Yun, biarkan aku sendiri yang maju. Aku berjanji hanya akan menggunakan satu serangan untuk melawanmu..." Ucapnya dengan percaya diri.


Mo Yun terdiam sejenak lalu bertanya. "Bagaimana jika kau melebihi satu serangan?..."


Kaisar Perang tersenyum. "Kau boleh mengambil kepalaku..."


"Kau yang mengatakannya!..." Mo Yun dengan cepat melesat ke arah Kaisar Perang dan mengangkat pedangnya untuk menyerang.


Kaisar Perang mengangkat sudut bibirnya, dia mengangkat tangan kanannya ke arah langit dan mulai menutup matanya perlahan.


Ketika matanya terbuka dengan tenang, petir ungu mulai bermunculan di atas langit yang tiba-tiba menjadi gelap.


Ketika fenomena petir ungu mulai bergemuruh, tubuh Mo Yun yang masih di setengah jalan seketika tak bisa bergerak, bahkan pedang ditangannya sampai jatuh.


Kedua sosok yang sedang bertarung yakni Xi Liang dan Ba Gong segera berhenti dan menatap fenomena yang luar biasa ini.


.

__ADS_1


( Sebagai informasi, novel ini mungkin akan sampai season satu dulu, dan untuk season duanya saya akan pindah akun. bukan pindah aplikasi ya, tapi pindah akun aja. nanti setelah ini tamat saya akan kasih tahu lanjut di akun yang mana. Ya, kalo mau ikut silahkan kalo mau stop ya silahkan juga. )


Dan juga, akan ada pemotongan alur, kayak misalkan seharusnya kekaisaran Yan diserang, itu akan saya hilangkan.


__ADS_2