
Ayo dong beri dukungan pada author. Masa udah Up tiap hari juga masih dikit aja dukungannya. Seenggaknya kalau gak ngasih poin koin, kalian like dan komen.
Semoga saya tidak mengecewakan kalian dan kalian tidak mengecewakan saya...
Di depan kediaman keluarga Tang.
Tampak Tian Lei yang sedang menunggangi Xiao Bai masuk begitu saja ke dalam dan para pengawal langsung berlutut memberi hormat.
Tian Lei lalu menghampiri salah satu pengawal keluarga Tang. "Layani Xiao Bai dan berikan ia daging yang bagus. Oh, iya. Berikan kabar untuk para panatua untuk berkumpul sekarang..." Ucap Tian Lei.
"Baik tuan..." Pengawal itu memberi hormat lalu menuntun Xiao Bai ke tempat lain untuk memberinya daging panggang terbaik milik keluarga Tang.
Tian Lei lalu berjalan ke sebuah bangunan yang megah yang tak lain adalah tempat diadakannya setiap pertemuan di keluarga Tang.
Tian Lei memasuki bangunan itu lalu berjalan ke arah sebuah kursi yang cukup megah tapi bukan milik Patriack dan duduk di sana.
Tian Lei duduk di sana sambil menunggu para panatua keluarga Tang datang, karena cukup lama menunggu, Tian Lei jadi bosan sampai menopang pipinya dengan tangannya.
Tian Lei menghela nafasnya. "Kapan orang-orang tua itu datang? Apakah mereka ingin membuatku mati karena bosan?..." Ucap Tian Lei lalu beberapa pria paruh baya datang.
Mereka semua membungkuk dan memberi hormat pada Tian Lei. "Hormat pada tuan muda..." Ucap mereka lalu berdiri tegak lagi.
"Kalian kenapa sangat lama?..." Tanya Tian Lei, ia terlihat kesal saat ini.
Seorang tetua memberi hormat lagi pada Tian Lei. "Maaf tuan muda. Kami bukan melakukannya dengan sengaja. Tadi, kami sedang mengurus sebuah masalah..." Ucap tetua pertama keluarga Tang, Tang Xin.
Tian Lei menghela nafasnya. "Ah, baiklah. Duduk dulu ..." Ucap Tian Lei.
"Baik tuan muda..." Ucap semua tetua di sana dan kemudian duduk di tempat mereka masing-masing.
Semua tempat duduk telah tempati oleh orang-orang kecuali tempat duduk di sebelah Tian Lei yang merupakan tempat duduk Patriack Keluarga Tang, Tang Qi.
Tian Lei melihat kursi kosong di sebelahnya. "Dimana Tang Qi?..." Tanya Tian Lei.
"Maaf tuan muda. Patriack sedang mengurus urusan yang sangat penting..." Ucap panatua pertama.
"Urusan apa? Apakah sama dengan hal yang kalian urus tadi?..." Tanya Tian Lei, ia begitu penasaran dengan urusan yang dimaksud panatua pertama, karena saat ia berada di keluarga Tang beberapa bulan ini sama sekali tidak ada masalah yang terjadi.
"Sebenarnya... Pasar obat yang di kuasai oleh keluarga Tang sudah kehilangan banyak penghasilan. Kita telah kalah saing dengan obat penyembuh milik keluarga Dan..." Ucap panatua pertama.
__ADS_1
"Hm, begitu? Memangnya obat tingkat berapa yang dibuat oleh keluarga Dan?..." Tanya Tian Lei.
"Itu, obat tingkat satu kualitas tinggi. Kalau tidak salah, namanya adalah pil cahaya bulan..." Ucap panatua pertama.
"Oh? Hanya itu saja dan kalian sampai kalah saing?... Baiklah, karena kalian telah melayaniku selama ini, maka aku akan membantu kalian... Berikan aku kertas dan pena!..." Ucap Tian Lei.
Panatua keempat bergegas mengambil kertas dan pena yang ada di meja dekat dengannya dan langsung memberikannya pada Tian Lei.
Tian Lei meraih kertas dan pena itu lalu mulai menuliskan bahan herbal yang ia butuhkan untuk membuat pil darah giok, pil tingkat satu yang memiliki fungsi untuk menyembuhkan luka luar dalam waktu paling lambat 3 menit saja, berbeda dengan pil cahaya bulan yang membutuhkan waktu paling cepat 5 menit untuk menyembuhkan.
Setelah Tian Lei selesai menulis bahan yang ia perlukan, Tian Lei memberikan kertas itu pada tetua pertama.
"Panatua pertama, itu adalah bahan untuk membuat pil tingkat 1, pil darah giok. Pil ini memiliki kegunaan yang lebih hebat dari pada pil cahaya bulan. Belilah dan aku akan meraciknya untuk kalian..." Ucap Tian Lei.
Panatua pertama terkejut, matanya terbuka lebar dan melihat ke arah Tian Lei. "Tuan, apakah anda seorang Alchemist?..." Tanya panatua pertama.
"Ya, aku Alchemist tingkat 4..." Ucap Tian Lei dengan santai.
Panatua pertama menghela nafasnya. "Sepertinya, keluarga Tang selamat kali ini..."
"Tang Jin, kau bawa pengawal dan beli semua bahan obat ini. Pastikan untuk membeli semuanya hari ini juga..." Ucap panatua pertama dan mengulurkan tangannya untuk memberikan kertas tadi pada panatua keempat.
Panatua keempat berjalan mendekati panatua pertama dan meraih kertas yang diberikan tetua pertama.
Setelah melihat panatua keempat telah pergi, Panatua pertama kembali melihat ke arah Tian Lei.
"Oh, iya! Tuan muda Tian Lei. Ada perlu apa mengumpulkan kami?..." Tanya panatua pertama.
Tian Lei melihat ke arah panatua pertama. "Oh, aku sebenarnya akan pergi. Tapi, karena kalian ada masalah, lebih baik aku membantu kalian terlebih dahulu..."
Tian Lei kemudian teringat akan sesuatu. "Benar juga! Apakah kau tahu, dimana tempat yang memiliki kekuatan petir yang kuat?..." Tanya Tian Lei.
Ia bermaksud untuk menyerap energi petir bersamaan dengan naik ke tahap Mahayana dengan menyerap inti spiritual, agar ia bisa membangkitkan kekuatan elemen miliknya yang kedua, yakni Petir Hitam Asura.
"Coba kupikir dulu... Em, sepertinya ada kekuatan petir yang hebat di kekaisaran ini... Oh, iya! Anda bisa pergi ke pegunungan kayu petir untuk mencari danau petir. Tapi, disana adalah tempat yang sangat berbahaya. Karena petir-petir yang ada di danau itu sering menyambar keluar dan sampai bisa membunuh kultivator ranah Mahayana..." Ucap panatua pertama.
"Di kota mana itu?..." Tanya Tian Lei.
"Kota Awan..." Ucap panatua pertama.
__ADS_1
Tian Lei sedikit berpikir dan mengingat kota Awan dari ingatannya dulu. "Kalau tidak salah, kota Awan cukup dekat dengan kota Naga harimau bukan?..." Ucap Tian Lei.
"Ya, anda benar..."
"Baiklah. Kalau begitu, aku akan kembali ke kediamanku dan akan mulai meracik besok..." Tian Lei berdiri dari tempat duduknya dan berjalan keluar dari bangunan tersebut.
.
Keesokan harinya...
Tian Lei pagi-pagi sekali bangun dari tidurnya dan langsung pergi ke ruang penyulingan pil milik keluarga Tang.
Setelah sampai di ruang penyulingan pil, Tian Lei telah di sambut oleh keempat panatua kemarin dan juga Patriack Keluarga Tang.
"Tuan muda Tian Lei. Kudengar anda adalah Alchemist tingkat 4. Apa itu benar?..." Tanya Patriack Tang Qi.
"Ya, apakah kau tidak percaya?..." Tanya Tian Lei.
"Saya tidak mungkin berani meremehkan anda. Semua bahan yang anda minta telah tersedia di dalam cincin penyimpanan ini..." Ucap Patriack Tang Qi ia kemudian menyerahkan sebuah cincin penyimpanan tingkat rendah pada Tian Lei.
Tian Lei meraih cincin penyimpanan tersebut dan memeriksa isinya. "Hm, bagus... Aku akan mulai sekarang..."
Tian Lei berjalan menuju pintu masuk ke dalam ruang penyulingan pil lalu berhenti di depan pintu, ia melirik ke belakang. "Jangan biarkan ada yang masuk ke dalam saat aku masih menyuling pil. Jika tidak, aku tidak peduli dia siapa, aku akan menghancurkannya..." Ucap Tian Lei dengan tatapan mata dan aura yang mengerikan.
"Baik tuan!..." Ucap semua orang yang ada disana.
Setelah mengatakan peringatannya tadi, Tian Lei langsung membuka pintu dan masuk ke dalam.
"Keempat tetua akan menjaga tempat ini secara bergantian dengan pengawal yang berganti setiap pergantian giliran berjaga tetua..." Ucap Patriack Tang Qi.
"Baik!..." Ucap semua panatua dan semua pengawal.
Sementara itu, di dalam ruang penyulingan pil, Tian Lei mendekati sebuah tungku pil yang besar dan yang terbaik diruangan itu.
Tian Lei menyentuh permukaan tungku pil itu. "Hm, kualitas ini sangatlah rendah. Paling hebat untuk membuat pil tingkat 3. Itupun dengan persentase keberhasilan yang rendah..." Ucap Tian Lei.
Ia kemudian duduk di sebuah bagian lantai yang cukup bersih dari barang-barang dan alat-alat Alchemist.
Tian Lei memfokuskan jiwanya dan mengeluarkan tungku pil jiwanya ke lantai yang bersih itu dan mulai mengeluarkan semua bahan-bahan yang ada di dalam cincin penyimpanan yang diberikan oleh Tang Qi.
__ADS_1
Semua bahan-bahan herbal yang Tian Lei keluarkan tadi telah menumpuk di samping tungku pil jiwa milik Tian Lei.
Tian Lei tersenyum. "Baiklah, ayo kita mulai!..." Ucap Tian Lei.