LEGENDA JENIUS SELURUH ALAM

LEGENDA JENIUS SELURUH ALAM
Kematian Feng Lei.


__ADS_3

Tian Lei berdiri di dekat Feng Lei yang terkapar lemah, ia menatap Feng Lei dengan dingin lalu melihat ke arah tangan satu-satunya yang tersisa dari Feng Lei.


"Inikah tangan yang telah merobek pakaian wanitaku?..." Ucapnya dengan dingin.


Bak!!!


Krak!!!


"Akhhh!!!..."


Tanpa pikir panjang, Tian Lei dengan brutal segera menginjak pergelangan tangan Feng Lei dan membuat tulangnya patah hingga akhirnya teriakan kesakitan terdengar dari Feng Lei.


Setelah menginjak tangan Feng Lei hingga bagian yang terinjak gepeng, Tian Lei lalu melihat ke arah kedua mata Feng Lei.


"Lalu, itu adalah mata yang ingin menyaksikan tubuh wanitaku?..." Tian Lei berkata dengan dingin.


Tian Lei melihat ke arah lain dan menemukan Pedang Tombak Feng Lei tergeletak disana.


Ia dengan perlahan berjalan dan mengambil pedang tombak disana.


Sama dengan tangan Feng Lei, Tian Lei juga melancarkan aksinya ke mata Feng Lei.


Dia mengayunkan pedang tombak ditangannya dan membutakan mata Feng Lei hingga Feng Lei terus berteriak kesakitan.


Tapi, aksi Tian Lei tidak terhenti disitu, dia melanjutkan penyiksaan terhadap Feng Lei bahkan sampai dirinya memotong batang masa depan Feng Lei.


Semua kekuatan sekte Petir Ganas yang tersisa dan anggota keluarga Li yang menyaksikan ini terus merasakan ngeri.


Dalam benak mereka, Tian Lei bagaikan raja psikopat yang telah lama tidak melakukan aksinya.


Diakhir aksinya, Tian Lei memegang pedang tombak yang telah berlumuran darah dan dengan tatapan dingin dirinya menatap tubuh Feng Lei yang bergetar karena kesakitan.


"Bu,,, bunuh saja, aku... " Ucap Feng Lei denga n lemas.


"Aku sangat ingin kau tetap hidup karena akan sangat berguna dimasa depan. Tapi, sudah aku putuskan! Aku akan membiarkan hidup, mereka yang tidak melampaui batas! Dan kau, kau telah melampaui batas..." Ucap Tian Lei dan menebas kepala Feng Lei.


Setelah menebas kepala Feng Lei, Tian Lei melirik ke arah cincin penyimpanan milik Feng Lei dan tersenyum samar.


Dirinya menunduk dan segera melepaskan cincin penyimpanan itu dan membawanya pergi.


Tian Lei mendongak ke langit dan menatap puluhan sosok yang masih melayang di udara.

__ADS_1


"Anggota Sekte Petir Ganas yang tersisa! Tunduk lah pada keluarga Li, atau sia-siakan pencapaian kultivasi kalian dan matilah! Segera tentukan pilihan kalian!!..." Ucap Tian Lei dengan tegas.


Semua anggota sekte petir ganas tampak ragu-ragu dan saling menatap satu sama lain, keraguan mereka ini tak lepas dari untuk terus Berjuang atau menundukkan kepala untuk kalah.


Bagaimana pun mereka saat ini masih memiliki hampir seratus orang tingkat immortal dan tiga sosok puncak Xiantian yang tersisa.


Keraguan ini berlangsung selama beberapa detik, hingga pada akhirnya mereka secara bersamaan mulai menapak di daratan.


Mereka berjalan mendekati Tian Lei dan berhenti tepat sekitar dua puluh langkah dari Tian Lei.


Tian Lei dan orang-orang itu mulai saling bertatapan dengan kejam hingga akhirnya semua sosok di depan Tian Lei satu persatu mulai jatuh dan bersujud ke arah Tian Lei.


"Tuan muda! Kami bersedia untuk menyerah!..." Salah satu sosok puncak Xiantian berbicara pertama kali.


"Kami bersedia untuk menyerah!!!..." Semua orang dibelakangnya mulai ikut berkata.


Tian Lei mengangguk. "Ya, pilihan yang bagus..."


"Sekarang, aku ingin kalian kembali ke sekte Petir Ganas dan membawa semua barang berharga disana ke keluarga Li. Keuangan, sumberdaya dan murid-murid tingkat immortal dan di atasnya, sementara untuk murid di bawah ranah ini, pulangkan saja..." Ucap Tian Lei.


"Baik! " Semua orang menjawab dengan serentak.


Tian Lei merubah raut wajahnya, tatapan dinginnya mengarah ke arah puluhan orang di depannya.


Mendengar perkataan dingin dari Tian Lei ini, semua orang tak tahan untuk menelan ludahnya dengan tegang.


"Ba, baik!!" Mereka semua dengan rasa takut yang tinggi menjawab.


"Baiklah, segera laksanakan perintahku!!..."


Mendengar perkataan terakhir dari Tian Lei, semua orang mengangguk dan membungkuk sebelum akhirnya mereka beterbangan untuk kembali.


Melihat semua musuh telah kembali, semua anggota keluarga Li segera menunjukkan raut wajah senang.


"Yaaa!!! Kita menang!!!... "


"Kita telah menang!!!..."


Semua orang berteriak bahagia dan mengangkat kedua tangannya yang mengepal untuk merayakan.


Disaat semua orang merayakan kemenangan ini, Ning'er yang berada di ketinggian mulai melompat turun dan menghampiri Tian Lei.

__ADS_1


"Kak Tian Lei, mengapa kau melepaskan mereka? Apa tidak takut jika mereka akan berkhianat?..." Ning'er bertanya dengan suara yang lembut.


Tian Lei menoleh dan tersenyum, ia mengangkat tangan kanannya dan mengusap-usap rambut Ning'er.


"Mereka berlaku jahat juga bukan keinginan mereka, semua bergantung pada orang yang memimpin mereka. Dan untuk berkhianat tidaknya, itu tergantung bagaimana patriak keluarga Li memperlakukan mereka..." Ucapnya.


Tian Lei lalu melirik ke suatu reruntuhan lalu berjalan perlahan ke arahnya dan Ning'er mengikutinya dari belakang.


Setibanya disana, Tian Lei dapat melihat Xiao Hong yang terbaring lemas dengan luka-luka di tubuhnya.


Melihat adegan ini lagi, Ning'er lagi-lagi seperti ingin menangis karena rasa bersalahnya kembali lagi.


Tian Lei tanpa berbalik meletakkan telapak tangannya ke kepala Ning'er untuk sedikit menghiburnya.


"Tidak perlu merasa bersalah untuk hal ini. Ini adalah tanggung jawab yang ingin ia ambil, bahkan jika itu bukan dirimu dia akan tetap menjalankan tanggungjawab nya..." Ucap Tian Lei.


Tian Lei membuka telapak tangannya dan mengarahkannya ke arah tubuh Xiao Hong.


"Api Hitam Penyembuhan..."


Perlahan, api hitam mulai muncul di telapak tangannya lalu segera menyembur dan membakar tubuh Xiao Hong.


"Kak Tian Lei! Kenapa kau membakarnya?! Dia masih hidup!..." Ucap Ning'er yang terkejut.


Tian Lei menggeleng. "Ini bukan seperti yang kau pikirkan. Aku sedang menyembuhkannya..." Ucap Tian Lei.


Ning'er yang masih sedikit tak percaya hanya bisa diam dan melihat tubuh Xiao Hong terbakar.


Dalam beberapa detik saja, Tian Lei telah mengangkat kembali apinya dan terlihat tubuh Xiao Hong yang telah sembuh dari luka-luka nya.


Tapi, tak ada jejak terbakar di tubuhnya, ini karena api hitam penyembuhan sama sekali tidak membakar apapun untuk menjadi api, tapi membakar luka dan menyembuhkannya.


"Xiao Hong tampaknya telah sembuh, tapi kenapa belum bangun juga?..." Tanya Ning'er.


"Hm? Tenaganya habis. Mungkin besok akan siuman..." Ucap Tian Lei dan Ning'er mengangguk.


Tian Lei lalu melihat ke arah anggota keluarga Li dan tersenyum. "Baiklah. Waktunya merawat yang lainnya..."


.


.

__ADS_1


Mungkin dalam beberapa hari ini, ada hari yang saya gak update. Saya lagi kerja, kerjanya pagi sampe sore. Saya juga butuh makan!


__ADS_2